
Darren yang juga sudah mendengar kabar tentang Bianca, tidak bisa tinggal diam. Ia mencari Bia kesana kemari, lalu mengabari Keysa. Namun tidak di respon karena Keysa sengaja tidak mau mengangkat telepon Darren. Keysa sudah tahu alasan Darren menelponnya, karena ia sudah mendengar langsung dari Will sesaat setelah mereka berhubungan intim. Ia tersenyum senang, karena kemenangannya datang sendiri tanpa harus merasakan capek.
Keysa langsung pulang setelah bertemu dengan Will, ia ingin menikmati hari-harinya dengan penuh kebahagiaan. Ia membayangkan hidup bersama Will, pria yang sangat ia cintai. Bahkan dipikirannya selalu terlintas wajah Will yang begitu tampan, kejantanan Will membuat tubuh Keysa merasakan setruman yang luar biasa. Sampai-sampai ia membayangkan melakukan hubungan itu berkali-kali bersama Will sampai kepuasannya tidak bisa lagi ia rasakan.
Kejantanan Will membuat candu di tubuh Keysa, ia memejamkan matanya dengan bibir yang tersenyum lebar. Merasakan setiap nafas yang Will sembur di wajahnya lalu keringat Will yang bercucuran membasahi seluruh tubuhnya. Keysa terhanyut dengan pikiran kotornya, ia berjanji dengan dirinya untuk tidak melepaskan Will. Karena hanya Will yang bisa memuaskan nafsu birahinya.
Lalu Darren masih sibuk mencari Bia, bahkan ia menghubungi seseorang yang sangat di tunggu-tunggu oleh Bia.
"Hallo bik ??? Aku butuh bantuanmu..." ucap Darren di telepon.
"Tunggu aku, aku akan menemuimu" ucapnya lagi.
Dengan mengendarai mobil sportnya, Darren melaju sangat cepat. Kemudian sesampainya ia di sebuah perkampungan, ia turun dengan dilihat banyak orang. Karena kehadiran Darren disana menarik banyak warga kampung yang tidak pernah melihat mobil sport yang di kemudikannya. Dan wajah tampannya juga sangat menarik mata para ibu-ibu dan para remaja disana.
Darren berjalan dengan dikerumuni banyak warga, ia merasa aneh dan sesekali ia tersenyum dengan mereka.
"Mas Darren..." ucap wanita paruh baya.
"Bik, tolong..." Darren melambaikan tangan meminta bantuan kepadanya karena ia tidak bisa bergerak akibat dikerumuni banyak warga khususnya para ibu-ibu dan anak kecil yang antusias melihat kedatangan Darren.
Siapakah wanita paruh baya itu ??? Ia adalah bibi Wiwi, yang merupakan ART Bianca. Bibi Wiwi masih hidup dan tinggal di kampung suaminya yang sudah lama meninggal dunia. Jika ditanya bagaimana bisa bibi Wiwi masih hidup sedangkan Sandra mengirim seseorang untuk membunuh Bianca yang salah sasaran ke bibi Wiwi ??. Maka hanya Darren yang bisa menjawabnya.
[Flashback]
__ADS_1
Saat Bianca di rumah tiba-tiba semua lampu mati dan mencoba mencari bibi Wiwi tapi tidak mendapat respon sama sekali lalu ia melihat ada bayangan di jendela rumahnya. Dan kemudian ia langsung menelepon Darren, sebenarnya saat ia datang ke rumah Bia Darren sudah melihat bibi Wiwi tergeletak di halaman rumah Bia. Namun ia tidak memberitahunya karena mengkhawatirkan Bianca, dan ia melihat bibi Wiwi mengeluarkan darah yang begitu banyak, ia langsung menelepon asistennya untuk membawa bibi Wiwi pergi ke rumah sakit tanpa sepengetahuan Bianca. Setelah beberapa hari bibi Wiwi di rawat, ia melihat trauma yang begitu dalam di diri bibi Wiwi. Lalu berusaha mengajak bibi Wiwi bicara, tapi sayang rasa takutnya sangatlah besar yang membuat Darren harus mengambil keputusan agar bibi Wiwi bisa sembuh dari traumanya. Darren mengambil tindakan untuk memalsukan kematian bibi Wiwi, sampai akhirnya bibi Wiwi bisa kembali pulih seperti biasanya.
Saat masa penyembuhannya, Darren menyuruh anak buahnya untuk membawa bibi Wiwi kembali pulang. Namun, bukan ke rumah bibi Wiwi melainkan pulang ke kampung halaman suaminya yang sudah lama meninggal dunia. Alasannya adalah agar bibi Wiwi bisa mengingat memori indah bersama suaminya dan berharap bibi Wiwi bisa sembuh seperti sedia kala. Mengapa bibi Wiwi susah di lacak ? karena Darren mengganti identitas bibi Wiwi dengan nama belakang suaminya. Itu yang menyebabkan bibi Wiwi tidak bisa ditemukan oleh siapapun.
Namun sekarang keberadaan bibi Wiwi sudah diketahui oleh Will, yang juga mencari informasi tentang bibi Wiwi. Akses informan Will sangatlah luas, karena ia membayar banyak orang untuk bisa mendapatkan kabar bibi Wiwi.
"Aku butuh bantuan bibi..." ucap Darren yang sudah masuk ke dalam rumah bibi Wiwi.
"Ada apa mas Darren, sampai nekat ke kampung ??" tanya bibi Wiwi yang masih terlihat sakit.
"Bianca menghilang bi..." ucap Darren menatap bibi Wiwi.
"Non Bia hilang mas ??? Lalu bagaimana mas ??" tanyanya lagi dengan wajah terkejut.
"Apa bibi mau kembali lagi ke kota, untuk membantuku mencari Bia. Aku yakin Bia sangat merindukan bibi" Darren penuh harapan.
"Untuk masalah itu saya sudah mengatasinya, bibi jangan takut. Ada saya yang akan melindungi bibi" jelas Darren meyakini bibi Wiwi.
"Baik mas, saya akan ikut ke kota" tuturnya.
Bibi Wiwi saat itu juga langsung dibawa Darren untuk kembali ke rumah Bia. Karena ia yakin Bia akan kembali muncul jika bibi Wiwi ada di rumahnya lagi.
Terlihat bibi Wiwi membawa tas yang lumayan besar, berjalan menuju ke mobil Darren yang diperhatikan banyak orang. Terdengar beberapa suara dari warga yang mengatakan bahwa itu adalah majikan Wiwi, dan ada lagi yang mengatakan ganteng banget yaa mbok majikan teh Wiwi. Aku maulah jadi istrinya, yang ke 3 juga gak apa-apa ucap salah satu gadis disana. Darren yang mendengar itu hanya senyum sambil menunduk karena ia tidak ingin membuat gaduh dengan menatap para ibu-ibu atau gadis-gadis di kampung halaman milik almarhum suaminya bibi Wiwi itu.
__ADS_1
Darren pun berhasil membawa bibi Wiwi bersamanya, ia beberapa kali mengklakson para warga disana. Berharap suatu saat nanti mereka masih mau menyambutnya dengan baik.
"Mas Darren ini ramah sekali" ucap bibi membuat Darren tersenyum sumringah.
"Hahaha tidak bik, aku hanya ingin meninggalkan kesan baik saja. Disini banyak gadisnya yaa bik..." tutur Darren melihat para gadis kampung yang berdiri di pinggir jalan sedang melihat mobil Darren melewati mereka.
"Yaa mas disini banyak gadisnya, apa mas Darren nyari jodoh ?? bibi bisa mencarikan satu gadis untuk mas Darren" sahut bibi.
"Waahh bibi baik banget, tapi kalau cocok boleh bik" Canda Darren di anggap serius oleh bibi Wiwi.
"Oke siap mas, nanti setelah berhasil menemukan non Bia. Bibi bakal membawa gadis yang tercantik disini" sahut bibi membuat Darren tertawa terbahak-bahak.
Setelah keluar dari kampung tersebut, Darren membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi membuat bibi Wiwi berkali-kali mengucapkan kalimat-kalimat yang tidak Darren mengerti. Karena terdengar asing di telinga Darren, ia hanya bisa mengerutkan keningnya.
"Bibi baca apa sih ?? berdoa atau apa ??" tanya Darren di dalam mobil.
"Ini bahasa jawa mas, bahasa daerah. Bibi berdoa pakai bahasa jawa mas. Abis mas Darren bawa mobilnya ngebut banget, jantung bibi kaya mau copot mas" ucap bibi Wiwi sambil memegang dadanya.
"Hahaha, bibi Wiwi ini lucu yaa. Aku jadi kangen mama bik" jawab Darren senang bercampur sedih.
"Sabar yaa mas, takdir Tuhan tidak ada yang tahu. Kalau mau, bibi bisa jadi ibu mas Darren. Ya itu juga kalau mas Darren tidak minder dekat-dekat dengan bibi" ucapan bibi Wiwi membuat Darren terharu.
"Serius bik, aku mana ada kata minder bik..."
__ADS_1
"Jadi sekarang aku punya ibu angkat nih bik" Darren menoleh ke arah bibi Wiwi sambil memegang stir mobilnya.
"Hehee yaa mas bibi jadi punya anak, mana ganteng lagi. Nanti kalau pulang ke kampung, bibi bakal pamerin sama semua warga kampung kalau bibi punya anak. Bibi bakal carikan jodoh buat mas Darren, pokoknya harus yang cantik luar dalam" bibi Wiwi terlihat sangat bahagia membuat Darren berkali-kali menoleh dan tersenyum lebar melihat tingkah bibi Wiwi yang begitu lucu.