DIA BIANCAKU

DIA BIANCAKU
BAB 43. KELUARGA


__ADS_3

Moment haru yang menguras air mata, menjadikan Bia makin mencintai Will. Hanya Will yang bisa melakukan kejutan besar seperti ini, betapa dahsyatnya pengaruh ibu Will dalam kehidupannya. Walaupun beliau sudah tiada, tapi pelajaran yang di tanamkan kepada Will menjadi alasan Ny.Farida bisa pulang ke Indonesia menemui Bia yang sudah lama ia terlantarkan.


Setelah suasana haru biru itu usai, Ny.Farida meminta langsung kepada Will untuk menjaga Bianca.


"Jadi sekarang namamu sudah berganti Max ??" tanyanya.


"Yaa Ny.Farida, aku sudah mengganti namaku menjadi Will. Tapi akan selalu aku kenang nama Max di hatiku" sahut Will.


"apa kau masih ingin membantuku Will ??" tanyanya lagi.


"Aku akan mengurus semua berkas yang telah Keysa kuasai, dan membayar semua hutang Ny.Farida kepadanya" jawab Will.


"Will, apa kau bisa memanggilku dengan sebutan mama" Ny.Farida sesaat mengalihkan pembicaraan.


Will terdiam, namun Bia memegang kaki Will lalu menganggukkan kepalanya dan tersenyum kepada Will seolah setuju dengan ucapan Ny. Farida.


"mama..." ucap Will, Ny.Farida terharu tersenyum dan meneteskan air mata.


Ternyata ada alasan lain yang membuat Will menghubungi Ny.Farida, ia ingin membuat pelajaran kepada Keysa. Karena ulah ayah Keysa, perusahaan ayah Will menjadi bangkrut dan Ny.Farida membantu mencari hutang agar menyelamatkan perusahaan mereka. Sayangnya, itu hanya siasat Key untuk merebut perusahaan ayah Will. Dan untungnya Will mengetahui semua masalah yang di alami ayahnya, karena Will selalu memantau mereka lewat orang kepercayaannya.


Will adalah anak yang penyayang dan menghormati orangtua, ia mempunyai ibu yang rendah hati dan di rawat oleh ayah sambung yang dermawan. Jadi Will mendapatkan didikan yang luar biasa, dan alasan ia menjadi playboy adalah Bianca. Bia yang belum kunjung ia temui, tapi sekarang ia sudah menemukan Bianca dan berubah total. Sekarang tugas Will adalah menyelesaikan semua hutang piutang perusahaan ayahnya yang di tanda tangani oleh Ny.Farida tak lain dari mama Bia ibu tiri Will.


Will sudah mempersiapkan semuanya, ia akan membuat perusahaan induk Key yang berada di singapura menjadi hancur. Dan meminta ganti rugi atas saham yang telah Golden Star berikan, permainan ini sudah Will siapkan dari jauh hari sebelum Bia di temukan. Takdir Will begitu manis, ia memetik satu buah tapi buah yang lain juga ikut terpetik.


Sekarang, Will akan membuat Keysa bangkrut. Tidak ada alasan lain untuk Keysa bertahan kecuali jika perusahaan Joe atau Bryan mendukung Key. Tapi semua itu sudah Will atur, karena ia menggandeng perusahaan Leo, Os dan para investor besar dari Manca Negara. Menurutnya ini hanya pekerjaan kecil, seperti serangga dengan satu tepukan bisa langsung mati.

__ADS_1


Dan kedatangan Ny.Farida menjadi alasan mengapa apartemen Will di jaga dengan ketat, karena Will tidak ingin jika Keysa mengetahui semua rencananya.


Bia yang tidak mengerti apa-apa, sekarang menjadi paham dan akan membantu dalam rencana Will. Karena Will khawatir dengan keselamatan Bia, ia tidak mengizinkannya. Tapi Bia tetap kekeh ikut melakukan rencana itu, sekarang Bia masuk dalam rencana Will. Bia tidak ingin Will beradegan mesra dengan Keysa ataupun Sandra, karena ancaman untuk Bia adalah Keysa dan Sandra. Bia tahu jika sahabatnya Sandra menyukai Will, sebab Dona dan Sarah sudah memberitahunya.


"Sayang..." ucap Bia, Will yang sedang berdiri memegang teleponnya mendengar panggilan itu, langsung melompat menghampiri Bia.


"Apa aku tidak salah dengar ??" tanyanya dengan senyum lebar.


" Yaa Sayang... Apa telingamu bermasalah ??" Bia mengejek Will.


"Terima kasih sayangku..." Will langsung memeluk Bia dengan gemas, Ny.Farida yang melihat itu tersenyum lalu menggelengkan kepalanya dan ikut bahagia.


"mama akan menginap disini kan ??" tanya Bia.


"Yaa, mama akan tinggal disini bersama kita. Sampai keadaan aman, aku tidak ingin mereka mengetahuinya" jawab Will.


"Karena hanya cara itu yang bisa mengertak mama Bi, jadi saat itu mama mencoba mengikuti keinginannya. Dan saat Joe memberitahu bahwa kau berkencan dengan seorang pria mama cukup lega, karena anak mama sudah bisa move on darinya. Tapi ternyata pria itu adalah Will" ucap Ny.Farida berkaca-kaca.


"mama..." Bia terharu kembali.


Will terlihat sedang sibuk menelepon seseorang, Ny.Farida yang selalu memandangi Will merasa begitu kagum. Ternyata Will tumbuh menjadi anak yang kuat bahkan begitu tampan, ia kembali meneteskan air mata. Bia yang melihat mamanya menangis, langsung menenangkannya.


"Ma, ada apa ??" tanya Bia pelan.


"mama hanya sedang memperhatikan Will, ia terlihat sangat kuat. Anak yang begitu mandiri, dan mama tidak menyangka Will bisa sesukses ini padahal ia dulu tidak punya apa-apa. Dan lihatlah Will tampan sekali, pantas saja anak mama ini bisa jatuh hati kepadanya" ucap mama sedih bercampur bahagia.

__ADS_1


"Iiih mama... bukan aku duluan yang mencintainya. Tapi Will lah yang lebih dulu mencintaiku" Bia tersipu malu.


"Hahaaa, kau ini tidak mau mengaku. Tapi sepertinya kau dulu yang menyukainya" jawab mama Bia tertawa, membuat suasana sedih menjadi riang.


"mama malah lebih berpihak ke Will, Bia kan anak mama" Bia cemberut menggemaskan.


"Will juga kan anak mama, hahaha" jawabnya lagi yang senang mengejek Bia.


Will melihat mereka saling bertukar canda menjadi ikut tersenyum, ia sedang berdiri di balik jendela balkon dan menelepon Zen langsung bergabung masuk menghampiri Bia dan Ny.Farida.


"Sepertinya aku melewati moment penting ini" sahut Will.


"Bianca bilang kepada mama bahwa dia sangat mencintaimu dan takut kehilanganmu" jawab Ny.Farida bohong.


"Mamaaaaa...."


"Bukan itu yang aku sampaikan, mama berbohong Will" Bia membela diri.


"Sayang, aku sangat paham dirimu. Aku tahu jika kau tidak bisa hidup tanpaku, mengapa kau harus mengelak ucapan mama" Will malah membela Ny.Farida


"Iiihh mama dan Will bersekongkol, menyebalkan !!!" Bia kembali cemberut.


"Hahahaa" Will dan Ny.Farida tertawa terbahak-bahak.


Mereka merasakan keluarga yang begitu hangat, yang selalu di rindukan oleh Will dan Bia. Will berdoa jika takdir akan selalu berpihak kepadanya, ia tidak ingin kehilangan moment ini lagi yang tidak bisa di beli dengan apapun.

__ADS_1


Karena harta yang paling berharga adalah keluarga. Rasanya tidak ada orang yang lebih sayang dan peduli kepada kita selain keluarga. Kesuksesan dan harta, bukanlah jaminan bisa membuat keluarga bahagia. Keluarga adalah satu-satunya tempat kita belajar arti kebahagiaan dalam kebersamaan. Dan keluarga juga rumah terbaik untuk pulang. Maka kehidupan terbaik tak pernah terletak dalam nuansa yang mewah. kebahagiaan istimewa sesungguhnya berada dalam dekap kehangatan keluarga.


Lalu yang bisa menjadikan seseorang kuat dan tangguh adalah kenangan terindah dan kenangan pahit. Semua itu berhubungan dengan keluarga, dari Will lah Bia bisa menanam pelajaran untuk masa depannya. Karena jika nanti ia mempunyai anak bersama Will, ia akan menanamkan pelajaran yang sudah Will dapatkan dari mendiang ibunya.


__ADS_2