DIA BIANCAKU

DIA BIANCAKU
BAB 14. TUKANG PIZZA


__ADS_3

Setelah Bia selesai berdandan, ia langsung menuju ke parkiran mobil untuk menjemput Sarah. Bia mengendarai mobil Mercedes-Benz keluaran Eropa, dengan memakai celana jeans berwarna biru dan blouse hitam terlihat begitu casual style.


Ia sampai di depan rumah Sarah yang jaraknya tidak jauh dari rumah.


"Tin...Tiiiinnn" bunyi klakson mobil.


Sarah segera keluar rumah, dengan memakai rok selutut berwarna biru dan kaos berwarna putih susu.


"Sabaaar bi, iiih dia ini ingin bertemu mantan sampai tidak sabaran" ledek Sarah yang sudah naik mobil bersama Bia.


"Apaan sih, aku hanya ingin cepat selesai saja. Agar Joe tidak menggangguku lagi" jelasnya.


Sarah yang mendengar penjelasan Bia hanya melempar senyum kepadanya. Tak lama kemudian mereka sampai di cafe dimana tempat biasa Bia bertemu dengan Joe. Mereka turun dari mobil, dan mulai memesan minuman untuk menunggu kedatangan Joe.


Lalu yang di tunggu pun datang, Joe menghampiri mereka dengan wajah gembira


"Hai sayang, sudah lama menunggu" ucap Joe santai.


"Yaa lumayan" jawab Bia ketus.


"Sarah, kau ada disini juga. Apa kabar ???" Joe yang melihat Sarah merasa tidak nyaman. Sebab ia ingin berbicara hanya 4 mata dengan Bia.


"Kabarku baik, aku menemani Bianca. Karena ia masih lelah jika berjalan sendiri kemari" jelas Sarah.


"Kenapa tidak minta jemput aku saja sayang??" berbicara kepada Bia. Bia yang mendengar kata-kata itu menjadi merasa kesal karena Joe mencoba merayunya lagi.


"Sudahlah Joe, apa yang kau inginkan dariku" Bia langsung bertanya tanpa basa basi.


"Aku ingin kita kembali seperti dulu bi" To the point Joe.


"Maaf joe, aku tidak ingin mengingatkan masa-masa itu lagi. Kau sudah mengkhianatiku, sekarang dengan mudahnya untuk mengajak balikan. Aku sudah move on darimu" ucap Bia yang membuat Joe tidak percaya.


"Aku mengenalmu bi, kau tidak bisa hidup tanpaku" Joe merasa percaya diri.


"Aduh Joe kau membuang waktuku, jika hanya ini yang ingin kau bicarakan maka aku akan pulang" jelas Bia malas mendengar kicauan Joe.


Bia dan Sarah beranjak dari meja cafe, mereka meninggalkan Joe sendiri. Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang mengawasi gerak gerik mereka.


"Hallo bos, mereka bertemu dengan seorang pria tapi tak lama mereka langsung pergi meninggalkan pria itu sendiri" ucap orang itu memberi tahu lewat telepon.


"Awasi dia terus" jawab bos yang tidak di ketahui identitasnya.


"Baik bos" pria itu langsung mematikan telepon dan kemudian mengikuti mobil Bia kembali.

__ADS_1


Sarah mengajak bicara Bia di mobil "Joe sudah gila, dan tidak tahu diri".


"IYA, dia yang membuat ulah tapi seakan dia tidak merasa bersalah. Entah apa yang ada dalam pikirannya" Jawab Bia sambil menyetir mobil.


"Aku rasa dia yang tidak bisa hidup tanpamu" Sarah mengingat perkataan Joe.


"Karena dia belum dapat apa-apa dariku Sar" jelas Bia membuat Sarah penasaran.


"Memangnya harus dapat apa darimu Bi??" tanya Sarah bingung.


"Hahaa dia mungkin sudah dapat apa yang dia mau dari Angel, tapi denganku dia tidak dapat itu" perkataan Bia semakin membuat Sarah kembali bingung.


"Apaan sih Bi, aku tidak mengerti" tanya Sarah.


"Iiih kau ini, begitu saja tidak paham. Aku masih perawan Sar, dan dia mengincar keperawananku" jelas Bia senang.


"WHATTTT????, SERIUS BI" Sarah terkejut jika Bia masih menjaga perawannya.


"Iya dong, aku juga tidak bodoh. Itu alasannya dia masih mengejar diriku" Bia merasa menang bisa membuat Joe penasaran kepadanya.


"Aaah gilaa, ternyata Joe sama saja dengan pria brengs*k yang lainnya. Kau memang pintar" ucap Sarah sambil memeluk Bia.


Akhirnya mereka sampai di rumah, Bia terlebih dahulu mengantar Sarah pulang. Setelah itu ia juga pulang memarkirkan mobil di garasi. Tiba-tiba handphone nya berdering, ia melihat nomor yang tidak ia kenal.


"Dimana ???" terdengar suara pria.


"Di rumah, ini siapa ???" tanya Bia.


"Will, aku ingin mengajakmu makan malam" Ternyata itu Will yang membuat Bia tersenyum sendiri mendengar suaranya.


"Oh, aku kira siapa" jawab Bia singkat sok jual mahal.


"Memangnya kau menunggu siapa???" tanya Will dengan suara sedih.


"Aku kira tukang Pizza" Bia menjawab dengan dugaan bahwa Will sedih


karena ucapan awalnya.


"Aku akan ke rumahmu sekarang!!!" Will langsung mematikan telepon agar Bia tidak menolak ajakannya.


"Apa-apaan aku kan belum menjawab, main matikan telepon. Dasar tidak sopan !!!" Menggerutu sendiri.


Sekitar 15 menit kemudian, Will datang dengan mengendarai mobil BMW 520i M Sport berwarna hitam. Kemudian turun dari mobil, dan mengetuk pintu rumah Bia.

__ADS_1


TOK...TOOK...TOKKKK


Bibi Wiwi yang mendengar ketukan itu langsung membuka pintu.


"Cari siapa yaa mas ???" tanyanya.


"Bianca ada ???" tanya balik Will.


"Ada, silahkan masuk" Bibi Wiwi mempersilahkan masuk Will, ia tidak ingin pria tampan itu berdiri lama di depan pintu sendirian.


Will pun masuk, duduk di sofa di ruang keluarga. Bibi Wiwi yang melihat Will begitu mengaguminya sampai-sampai ia berjalan sambil menatap Will. Ia kemudian ke kamar Bia, untuk memberi tahu kedatangan tamu yang sangat tampan.


"Non, non" Bibi memanggil Bia sambil mengetuk pintu kamarnya.


"Ada apa sih bi, aku ngantuk" ucap Bia yang hanya memakai celana pendek dan tank top.


"Ada cowok ganteng non, uwww pokoknya ganteng banget" jelas Bibi.


"Siapa sih, Joe yaa bi" ucapnya lagi.


"Bukan, ini lebih ganteng dari mas Joe. Pokoknya keren banget non. Mana wangi lagi, aduh kalau non tidak mau untuk bibi saja" Bibi mulai berandai andai.


"HAH, APA WILL YAA!!! yaa sudah ayo bi" Bia berlari menurun anak tangga dan baru ingat jika Will mengajak ia makan malam. Bia pikir itu hanya lelucon, karena Willy tidak mengetahui alamat rumahnya. Tapi ternyata dia serius bahkan tahu alamat rumahnya.


"Willy San" ucapnya yang melihat Will dari anak tangga. ia buru-buru menghampiri Will.


"Aku kira kau hanya bercanda tuan Willy San" Membuat Will langsung menoleh ke arah Bia.


"Aku tidak pernah bercanda untuk masalah pribadiku"jelas Will yang melihat Bia hanya memakai pakaian rumah yang begitu mini.


"Tapi aku malas keluar rumah, aku baru saja pulang bersama Sarah" perkataan Bia malah membuat Will mengerutkan alis matanya.


"Dari mana ???" tanya Will.


"Aku bertemu mantanku, hanya sebentar " kata Bia jujur. Tanpa mereka sadari pembicaraan mereka seperti orang yang sedang berpacaran.


"Mantan katamu!!! Apa dia lebih tampan dariku???" tanyanya malah membuat Bia tertawa.


"Hahahaa, ada apa denganmu?? kenapa banyak bertanya. Apa kau cemburu???" Bia asal menebak.


"Jelas aku cemburu" Will melirik Bia yang sedang berdiri di dekat bingkai foto.


Mendengar jawaban Will, Bia terdiam merasa apa yang ia katakan memancing Will menjadi obrolan yang serius.

__ADS_1


__ADS_2