DIA BIANCAKU

DIA BIANCAKU
BAB 29.INSECURE


__ADS_3

Akhirnya Bianca pulang bersama Bryan. Di perjalanan pulang Bryan mencoba mengajak Bia berbicara 4 mata. Ia selalu melirik ke arahnya, namun Bia hanya diam sesekali Bia melempar senyuman kepada Bryan.


"Biaaa" panggilnya.


"Heeemm, Iyaa..." jawab Bia.


"Apa aku boleh bertanya sesuatu kepadamu ??" tanyanya dengan hati-hati.


"Tentu, ada apa ??" balas Bia.


"Apa kau punya hubungan dengan Will ??" Bryan memberanikan diri menyebut nama mantan sahabatnya itu.


Bia langsung menarik nafas, ia mencoba mengontrol hati dan pikirannya.


"Hanya sebatas rekan kerja" jawabnya langsung menoleh ke arah Bryan.


"Kalau denganku ??" tanya Bryan kembali.


"Teman atau sahabat" Bia mencoba tersenyum lagi dengannya.


"Bagaimana dengan janjimu di pantai Z pekan lalu" Bryan mengingat ucapan Bia yang ingin membuatnya menjadi sahabat dekat Bia.


"Owwhhh itu, bukankah sekarang kita sudah dekat. Sudah menjadi teman dekat" jelas Bia yang menjadi takut dengan ucapannya tempo lalu.


"Maaf Bia, tapi aku ingin lebih dari teman dekat" ucapnya sambil memegang setir mobil.


"Bryan, untuk apa sebuah hubungan jika nantinya kita akan sering bertengkar" jawaban Bia menohok.


"Aku nyaman begini, aku mohon Bryan jangan ada lagi pembahasan seperti ini. Aku ikuti jalan takdirku, aku tidak tahu akan seperti apa masa depanku nanti. Jadi biarlah waktu yang berbicara" jelas Bia lagi membuat Bryan tertegun.


"Maafkan aku Bia, jika aku memaksamu untuk mencintaiku, aku akan mencoba perlahan menahan isi hatiku tapi tolong jangan larang aku untuk selalu berusaha meyakinkanmu" jawab Bryan mencoba mengendalikan perasaannya.


Bia hanya membalas dengan senyuman manisnya. Setelah mereka sampai di rumah Bia, ia mengajak Bryan untuk turun dari mobil dan mempersilahkannya masuk ke dalam rumah.


"Bik, bibi..." panggil Bia mencari bibi Wiwi.


"Iyaa non..." bibi menghampiri Bia sambil berlari kecil karena ia sedang sibuk mencuci pakaian.


"Tolong buatkan minum bik" ucap Bia, bibi melihat Bryan berjalan di belakang Bia dengan melemparkan senyuman kepadanya.


"iii iyaaa non..." Bibi tertegun, dan bergumam di dalam hati non Bia, siapa lagi yang di bawanya pulang. Mengapa mereka semua tampan-tampan, buat bibi insecure saja non.


Lalu Bia mengajak Bryan duduk di ruang tamu, ia meninggalkannya sendirian. Kemudian Bia menghampiri bibi Wiwi di dapur.


"Bik.." ucap Bia mengagetkan bibi Wiwi yang sedang mengaduk minuman.

__ADS_1


"Iih non, mengagetkan saja" jawab bibi dengan latah memukul bahu Bia.


"Bik, kalau Bryan bertanya sesuatu apalagi menyebut nama Will jangan bilang bibi mengenalnya yaa. Karena aku baru saja menolak cintanya, aku takut nanti dia menyakiti Will" jelas Bia sambil berbisik.


"Oh pria itu bernama Bryan, baik non siap tenang saja. Kalau begitu untuk bibi saja yaa non" jawab bibi bercanda.


"Iiih bibi, 11 12 dengan Sandra" jawab Bia langsung meninggalkan bibi.


Setelah itu Bia naik ke kamarnya untuk berganti pakaian. Saat Bia sedang di kamarnya, bibi mengantarkan minuman untuk Bryan.


"Silahkan di minum mas Bryan" sapa Bibi.


"Iyaa terima kasih bik" jawabnya.


"Oya bik, apa ada yang kemari selain aku ??" tanya Bryan, ternyata benar dugaan Bia bahwa Bryan akan bertanya dengan bibi Wiwi.


"Ada mas Bryan, mantannya non Bia. Mas Joe dulu sering berkunjung kemari" jawab bibi yang sudah tahu harus berkata apa.


"Joe ??? selain dia apa ada yang lain ??" tanyanya lagi.


"Tidak ada mas, paling sahabat-sahabat non Bia saja" bibi menjawab dengan pede.


"Oh begitu yaa, terima kasih bik" Bryan terlihat puas.


Tak lama kemudian Bia turun dari kamarnya, ia langsung menghampiri Bryan di ruang tamu. Bia berpapasan dengan bibi, lalu ia memberi isyarat dan di balas oleh bibi dengan mengedipkan matanya. Bia pun paham lalu memberi kode jempol tangan SIIIPPP.


"Tidak, santai saja" jawab Bryan melihat Bia memakai celana hotpant yang begitu pendek.


Lalu tiba-tiba handphone Bia berdering, ia melihat panggilan dari Will.


"Bryan, aku angkat telepon dulu" izin Bia.


"Iyaa, silahkan..." jawabnya.


Bia mengangkat telepon di depan Bryan.


"Hallo..." ucapnya sambil melirik Bryan.


"Apa kau sudah sampai rumah??" tanya Will di telepon.


"Emm, Sudah !!! " jawab Bia singkat.


Will yang mendengar setiap jawaban Bia ia langsung berpikir bahwa Bryan sedang berada di sekitarnya.


"Kabari aku jika Bryan sudah pulang" ucap Will.

__ADS_1


"Oke !!!" sahut Bia, lalu telepon langsung ia matikan.


Bryan ingin tahu siapa yang menelepon Bia.


"Ada apa ?? mengapa kau terlihat tidak nyaman ??" tanya Bryan.


"Aah Sarah ingin mengajakku berbelanja" Bia mencari alasan.


Sehabis mengobrol basa basi, Bryan pun akhirnya pulang. Ia senang, bahwa Bia masih menerimanya dengan baik setelah penolakan Bia kepadanya.


Bia pun lega melihat Bryan pulang. Ia terlihat tidak nyaman jika Bryan ada di rumahnya, karena ia takut jika Will tiba-tiba masuk ke dalam rumah saat Bryan masih berada disana.Kemudian Bia kembali ke kamar, lalu merebahkan tubuhnya untuk beristirahat.


-------------------^-^-------------------------------^-^---------------


Di tempat lain, Will sedang menikmati kopi bersama Leo dan Zen di salah satu Cafe ternama. Ia terlihat melamun, mengkhawatirkan Bia.


"Will..." panggil Leo.


"Sudahlah Leo, biarkan saja. Dia sedang memikirkan pujaan hatinya" ucap Zen. Di luar kantor Zen dan Will menjadi sahabat, namun di dalam pekerjaan Zen harus menghormati Will sebagai atasannya.


"Aku hanya takut jika Bryan melakukan sesuatu kepada Bia" Sahut Will sambil menyeruput kopinya.


"Bia bersama Bryan ??? bagaimana bisa, sepertinya mantan sahabatmu itu benar-benar menyukai Bia" jawab Leo cukup terkejut.


"Bryan memang menyukai Bia, aku sendiri yang mendengar ancamannya saat berada di hotel pekan lalu. Dia mengancam akan mengambil Bia dari Will" jelas Zen yang mengingat perkataan Bryan.


"Will, apa kau akan bertengkar lagi dengannya ??" tanya Leo.


"Untuk urusan Bia aku tidak akan merelakannya bersama dengan lainnya" ucap Will serius.


"Sepertinya ini yang di namakan KARMA, kau dulu pernah merebut Sely darinya dan sekarang gadis yang kau cintai akan di rebut olehnya" Leo kembali mengingat masa lalu.


"Aku tidak merebut Sely, dia yang datang menawarkan dirinya. Lagi pula saat itu aku butuh kehangatan, dan aku hanya sekali berhubungan dengannya" Will benar-benar Pria playboy.


"Tapi Sely masih tergila-gila dengan kejantananmu Will" sahut Zen.


"Tapi aku tidak menyukainya, aku hanya ingin melakukannya bersama Bia" mendengar jawaban Will, Leo dan Zen merasa kasihan. Ternyata sahabatnya itu benar-benar tulus mencintai Bia.


"Baiklah Will, aku mengerti perasaanmu. Kapan kita minum bersama, aku dengar Darren sudah kembali" ucap Leo mengalihkan pembicaraan.


"Iyaa, dia sudah kembali" jawab Will singkat.


"Ayo kita minum bersama, undang Darren bersama Keysa dan jangan lupa undang sahabat-sahabat Bia. Aku penasaran dengan salah satu sahabat Bia" tutur Leo membayangkan wajah Dona yang menggemaskan.


"Atur saja waktunya, aku akan datang" ucap Will.

__ADS_1


"mmm aku yang akan mengurus semuanya, dan aku pastikan kau mendapatkan gadis itu Leo" Zen melempar senyuman lebar kepada Leo.


__ADS_2