
Ke esokan harinya, Bia bangun lebih awal melihat Will yang masih tertidur pulas di sofa. Ia melihat jam, dan ternyata sudah jam 8 pagi. Ia bergegas untuk mandi karena harus bertemu Keysa di kantornya untuk menandatangi kontrak kerja. Saat ingin ke kamar mandi, dengan isengnya Bia berjalan mengendap-endap melihat wajah Will terlebih dahulu lalu ia jongkok dan memandangi wajahnya. Bia menyentuh hidung Will yang mancung, ia tertawa geli karena hidung Will seperti pinokio.
"Apakah dia tukang bohong, mengapa hidungnya mancung seperti pinokio ???" ucapnya dengan suara pelan.
Tiba-tiba Will terbangun, melihat Bia sedang menekan-nekan hidungnya. Betapa terkejutnya Bia melihat Will terbangun, lalu tangannya di tangkap langsung oleh Will.
"Will, Aku hanya bercanda...Lepaskan tanganku" ucap Bia memohon.
"Aku akan melepaskan tanganmu jika kau berjanji tidak akan marah lagi denganku" Will meminta Bia untuk memaafkannya.
"Aku bisa apa ??? aku hanya bonekamu sekarang, mengapa aku harus marah dengan bosku" ucapan Bia malah membuat Will bersedih.
"Bianca, bisakah kau bersikap baik kepadaku ??? Aku merasa sedih jika kau selalu bersikap seperti ini" tutur Will yang masih menggenggam tangan Bia.
"Sudahlah Will, aku tidak mau bertengkar denganmu" Bia menarik tangannya dari genggaman Will lalu pergi untuk bersiap-siap bertemu dengan Keysa.
Will hanya terdiam, dan kembali merebahkan tubuhnya dengan melipat tangan kirinya ke atas kening sambil memandangi plafon. Ia berfikir bagaimana cara agar Bianca menerimanya dengan tulus tanpa tekanan dan paksaan.
Sekitar 15 menit, Bia keluar dari kamar mandi dengan memakai pakaian yang sudah Will belikan untuknya. Bia memakai jumpsuit berwarna hitam dengan rambut panjang yg terurai. Kemudian ia ke kamar Will untuk mengambil hp nya, namun Will tidak terlihat. Ia mencoba mencari Will untuk menanyakan sesuatu kepadanya, namun tetap tidak ada.
"Kemana Will ?? Apakah dia marah denganku ??" Bia berbicara sendiri.
"Aaah aku tidak peduli dengannya, aku sudah terlambat" ucapnya lagi dan langsung berangkat ke kantor Key.
Ternyata Will sudah berangkat lebih dulu, ia menghubungi Zen untuk menyiapkan semua pekerjaan bersama perusahaan Key agar Bia bisa selalu ada dalam pantauannya.
"Hallo Key..." ucapnya.
"aku minta maaf untuk kemarin malam, bisakah kita memulai kontrak yang sudah kita setujui ??" ucapnya lagi di telepon.
"Iyaa Will, aku hanya sedikit kecewa denganmu. Aku sedang di jalan menuju kantor, tentu aku sangat bahagia jika kau ingin mempercepat pekerjaan itu, Karena kita akan sering bersama" Jawab Keysa yang sedang mengendarai mobilnya sendiri tanpa sopir.
"Untuk menebus kesalahanku, nanti siang kita makan bersama dan aku sendiri yang akan menjemputmu" balas Will.
__ADS_1
"Baiklah, aku akan menunggumu" jawab Key senang.
Setelah Will mematikan Teleponnya, ia kemudian mencoba menelpon Bia. Menanyakan rencana kegiatannya hari ini, namun tidak di respon olehnya.
Bia yang sudah sampai di kantor Key, melihat hp nya berdering dan melihat panggilan masuk dari Will langsung malas mengangkatnya. Kemudian Tak berselang lama Key pun datang, ia melihat Bia.
"Biaaa, sudah lama menunggu ???" ucapnya
"Tidak, aku juga baru sampai" jawab Bia
"Ayo masuk ke ruanganku" ajaknya.
Bia tersenyum dan mengangguk, lalu berjalan mengikuti Key dari belakang.
"Silahkan duduk" ucap Key
"Iyaa, terima kasih" jawab Bia
"Apa yang membuatmu akhirnya ingin bekerja denganku ??" tanya Key ingin tahu.
"mmm, ini kontrak kerjamu. Kau akan terikat kerja denganku selama 5 tahun, bagaimana ??? Apakah kau keberatan ???" tanya Key kembali.
"Tidak, aku malah bersyukur kau bisa mengajakku dalam projekmu" jelas Bia sambil berpikir tentang Ibunya.
Setelah Bia selesai menandatangi kontrak kerja, Key mengajaknya bersalaman untuk mengucapkan selamat kepadanya.
"Selamat bergabung Bianca" ucap Key tersenyum
"Terima kasih nona Keysa, semoga aku tidak mengecewakanmu" jawab Bia.
"Aku tahu kau sangat profesional dalam bekerja jadi aku yakin kau tidak akan mengecewakanku dan aku akan meminta dita untuk mengurus semua persiapan jadwal kerjamu" jelas Key.
"Baik terima kasih nona Key" jawabnya, lalu mereka saling melempar senyuman.
__ADS_1
Bia langsung di arahkan oleh Dita sekretaris Key untuk melihat studio foto dan ruangan kerjanya. Lalu setelah selesai Bia mulai beradaptasi dengan para pegawai disana, ia yang terlihat sangat manis memakai jumpsuit hitam itu sedang di perhatian seseorang dari kejauhan. Pria itu tersenyum memancarkan aura kebahagiaan setelah melihat Bianca berada di perusahaan ini.
Pria itu langsung menghampiri Bia untuk sekedar menyapanya.
"Hai, Bia..." sapanya.
"Darren ???" jawab Bia terkejut.
"Apa kabar Bi ??" tanya Darren.
"Baik, yaa tuhan kemana saja kau selama ini. Aku merindukanmu" jawab Bia sambil memeluk dan mencium pipi kanan dan kiri.
"Aku juga merindukanmu" balas Darren memeluk dan tersenyum.
"Apa kau bekerja disini juga ??" tanya Bia
"Keysa adalah kakakku, jadi ini perusahaanku juga" jelasnya.
"Astaga, mengapa aku baru tahu kalau kau punya seorang kakak ??" jawab Bia.
"Karena kau tidak pernah peduli denganku" jelasnya.
"Issssttt, Darren humormu tidak pernah hilang" jawab Bia sambil mencubit pinggang Darren.
"heheee, apa kau ingin makan siang bersamaku ?? Yaa anggap saja ini untuk menebus kesalahanku karena menghilang begitu saja tanpa mengabarimu" jelasnya.
"Baiklah, tapi janji jangan menghilang seperti itu lagi. Aku akan membencimu jika kau lakukan itu lagi" jawab Bia, mereka sambil melempar candaan dan pergi untuk makan siang bersama.
[Flashback singkat]
Darren adalah teman sekolah Bianca, ia pria yang sangat tampan bahkan begitu humoris tapi ia mempunyai kelemahan dengan perasaannnya sendiri. Ia tidak bisa melihat wanita yang ia sukai bersama orang lain. Di waktu sekolah dulu Bianca lebih memilih Joe, yang membuat Darren menjadi lemah dan memutuskan untuk pindah sekolah kemudian menghilang dari kehidupan Bianca. Ia sampai sekarang hanya bisa memendam perasaannya, karena ia tidak mau jika Bia harus memilih antara ia dan Joe. Darren lebih baik mengalah untuk kebahagiaan Bianca.
Di saat yang sama, ibu Darren juga meninggal karena sakit yang di deritanya. Ia tidak bisa berpikir dengan jernih, sedangkan kakaknya Keysa berada di luar negeri sibuk dengan kuliahnya. Ayahnya pun hanya mementingkan pekerjaan tanpa memikirkan kebahagiaannya. Darren mengalami trauma kehilangan, ia menjadi pendiam bahkan pernah terbesit untuk melakukan bunuh diri. Dan untungnya saat itu Keysa langsung segera pulang, membuat Darren membatalkan niat buruk yang ada di pikirannya.
__ADS_1
Keysa sangat ia sayangi, ia tidak akan membiarkan kakaknya itu bersedih bahkan sampai urusan asmarapun Darren selalu memantaunya. Hanya saja sifat angkuh dan egois yang ada pada Keysa, Darren tidak pernah menyukainya. Karena sifat itu bisa membuat Keysa hancur. Setelah ayahnya memutuskan untuk fokus dengan perusahaan mereka yang ada di Singapure, akhirnya perusahaan di Indonesia di ambil alih oleh Darren dan Keysa. Mereka yang membuat perusahaan Zigaz berkembang bahkan karena Darren perusahaan itu menjadi penarik investor terbanyak. Dan menjadi saingan untuk perusahaan Will maupun Bryan.