DIA BIANCAKU

DIA BIANCAKU
BAB 64.HANTU


__ADS_3

"Bik..." panggil Darren.


Bibi Wiwi yang sedang mengelap meja langsung menoleh, dan Darren menghampirinya.


"Aku mau tanya Bik ?? Apa Bia pernah ke pantai sebelumnya atau dia punya tempat favorit untuk dia menyendiri ??" Tanyanya.


"setahu bibi sih, non Bia tidak punya tempat favorit mas. Tapi beberapa bulan yang lalu non Bia pernah berlibur bersama non Sarah, non Dona dan non Sandra" jawab bibi Wiwi sambil berpikir.


"Kemana bik ???" Tanyanya lagi.


"Eee... Kalau tidak salah namanya itu ada Z Z nya gitu mas. Eeee, aduuuhhh bibi lupa mas pokoknya ada Z Z nya gitu" sahut bibi Wiwi sambil menggaruk-garuk kepalanya.


Mendengar jawaban bibi Wiwi, Darren juga ikut berpikir keras karena ia belum pernah berkunjung ke pantai Z. Karena bibi Wiwi selalu berkata Z Z Darren langsung memflashback,sebab dulu Keysa pernah membicarakan pantai Z saat menyelesaikan projek bersama perusahaan Will. Dan mungkin saja yang bibi Wiwi maksud itu sama dengan apa yang diucapkan oleh Keysa.


Langit mulai gelap bertanda malam telah tiba, Os, Bryan dan Sandra sudah berada di Indonesia. Mereka langsung pulang ke rumah masing-masing dan Bryan berpikir akan mengunjungi rumah Bia. Ia ingin memulai pencarian pertama dirumah Bia, sesampainya Bryan disana ia melihat lampu rumahnya menyala dengan terang bertanda rumah Bia ada yang menempati.


TOKKK...


TOOOKKK...


"Biancaa...." panggil Bryan.


Tak membutuhkan waktu lama pintu rumah Bia dibuka oleh seseorang, saat Bryan melihat pintu rumah akan dibuka ia mulai melebarkan senyumnya berharap Biancalah yang ada di hadapannya. Tapi ternyata itu bukan Bianca melainkan bibi Wiwi, betapa terkejutnya Bryan saat kedua matanya menangkap wajah bibi Wiwi yang berada didepannya. Ia memundurkan tubuhnya menandakan bahwa dirinya terkejut dan tidak percaya dengan apa yang sudah ia lihat. Jantung Bryan memompa dengan cepat seperti abis melihat hantu, karena yang ia tahu bibi Wiwi sudah meninggal lalu bagaimana bisa bibi Wiwi ada di hadapannya.


"Bi-bibi Wi-wi..." ucapnya terbata-bata.


"Mas Bryan..." bibi Wiwi juga terkejut.


Lalu Bryan memegang lengan bibi Wiwi, mencoba mengecek bahwa apa yang ia lihat benar-benar bibi Wiwi.

__ADS_1


"Ini bibi Wiwi kan ???" Bryan masih tidak percaya.


"Ya mas ini bibi, ayo masuk dulu mas jangan mengobrol di depan pintu. Tidak baik, kalau kata orang jawa pamali" sahut bibi Wiwi.


"ii..iyaaa bik !!!" jawab Bryan masih syok.


Saat Bryan ke rumah Bia, Darren sudah tidak ada disana. Ia pulang untuk mencari Keysa karena Keysa tidak bisa di hubungi.


Bryan duduk di ruang tengah, dan masih fokus memandang bibi Wiwi dengan mata yang menyelidik.


"Mas Bryan mencari non Bia ???" Tanya bibi Wiwi mengagetkan Bryan.


"Aaah yaa bik, apa Bia ada dirumah ???" ucapnya.


"Bibi juga belum bertemu dengan non Bia mas, bibi baru hari ini tiba di kota" sahut bibi Wiwi.


"Tiba di kota ??? Memangnya bibi dimana ??" Bryan mulai interogasi bibi Wiwi.


"Eeee gimana yaa mas, eee sebenarnya gini bibi ada di kampung" jawabnya sambil menundukkan kepala.


"Jadi selama ini bibi ada di kampung ??" Bryan lumayan syok mendengar jawaban bibi Wiwi.


"Ya mas..." jawab bibi Wiwi singkat.


"Lalu cerita yang katanya bibi meninggal, bagaimana itu bik ?? Kenapa ada kabar seperti itu ??" Bryan berbicara sambil mengerutkan dahi.


"Maafkan saya mas, saya tidak bisa menceritakan itu" bibi Wiwi berusaha menutupinya ia tidak ingin Darren mengalami masalah. Karena Darrenlah yang menjaga dan merawatnya.


"Huuffftt, baiklah bik jika tidak mau berbagi cerita denganku" sahut Bryan.

__ADS_1


Lalu Bryan kembali mengingat Bianca, ia kemudian fokus lagi menanyakan keberadaan Bianca kepada bibi Wiwi.


"Oya bik, apa bibi tahu kalau Bia menghilang ??" Tanya Bryan.


Bibi Wiwi langsung mengangkat wajahnya.


"Ya mas, bibi tahu non Bia menghilang dari..." ucapannya terputus.


"Dari siapa bik ??" Tanyanya lagi.


"Dari..." bibi Wiwi mengingat Sarah.


"Dari non Sarah mas" jawabnya berbohong.


"Oh, jadi bibi juga baru tahu kalau Bia menghilang" tutur Bryan.


"Ya mas, kira-kira non Bia dimana ya mas. Bibi takut non Bia kenapa-kenapa" ucapnya.


"Aku akan mencarinya bik..." sahutnya lalu ia melihat jam tangannya dan berpamitan untuk pulang.


"Bibi percaya mas Bryan bisa mencari non Bia" jawab bibi Wiwi berharap.


"Ya bik..."


"Karena waktu sudah larut malam, aku pamit pulang bik. Besok kita berjumpa lagi !!!" ucap Bryan langsung berdiri.


"Oh yaa mas, kabari bibi yaa mas kalau non Bia sudah ditemukan" sahut bibi.


"Siap bik, kunci semua pintu dan jendela bik. Selamat malam bik" Bryan mengingatkan bibi Wiwi.

__ADS_1


"YA MAS BRYAN..." jawabnya semangat.


Setelah mereka selesai berbincang, Bryan kembali ke mobilnya dan di isi kepalanya di penuhi dengan bayang-bayang wajah Bia. Lalu karena ia merasa tubuhnya begitu lelah, ia kemudian pulang untuk istirahat terlebih dahulu. Dan berpikir besok pagi akan kembali lagi mencari keberadaan Bia.


__ADS_2