DIA BIANCAKU

DIA BIANCAKU
BAB 80.MENGGETARKAN


__ADS_3

Bagaimana kondisinya dok ?? " tanya Zen dengan cepat.


"Dia tidak apa-apa, hanya asam lambungnya kumat dan sepertinya dia mengalami depresi. Karena dia sering memanggil nama Bianca" jelas dokter.


"Tapi kepalanya tidak membentur sesuai kan dok ?? " tanya Zen lagi.


"Tidak ada memar di kepalanya, dia hanya butuh istirahat yang cukup. Dan satu lagi, bawa Bianca untuk bertemu dengannya. Agar depresinya berkurang dan dia bisa kembali nafsu makan" jawab dokter, membuat mereka bertiga saling melempar tatapan cemas.


"Baik dok terima kasih.... " sahut Leo.


Lalu dokter meninggalkan mereka, dan mereka melihat Will yang sedang di pindahan ke ruang VVIP.


Saat sampai di ruangan, Will membuka matanya.


"Zen..." terdengar suara Will.


"Will, kau sudah sadar" Jawab Zen cepat.


"Apa yang terjadi ?? " tanya Will dengan nada pelan dan mencoba mengangkat tubuhnya.


"Hati-hati Will..." sahut Dona merasa ikut kesakitan melihat Will duduk menyender di ranjangnya.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, aku baik-baik saja" jawab Will sedikit tersenyum.


"Kau pingsan Will, aku menemukanmu tergeletak di taman samping rumah" jelas Zen.


"Yaa Will, untung ada Zen. Kenapa kau seperti ini Will ??" seru Leo dengan wajah cemasnya.


"Aku hanya belum tidur saja dan semalaman aku menghabiskan banyak minum, jadi perutku menjadi perih" ucap Will.


"Yaa Tuhan Will, untuk apa kau banyak minum" sahut Dona malah mendapat tatapan tajam dari Leo, ia tidak ingin mendengar Will membahas Bia saat kesehatannya sedang memburuk. Dan Dona yang melihat tatapan Leo langsung mengucap kata maaf dengan suara pelan.


"Aku minum karena aku merasa bersalah dengan Bia, apa dia serius akan menikah bersama Bryan ?? " tanyanya, mendengar pertanyaan Will mereka bertiga terlihat lesu. Mereka tidak tega untuk menjawab pertanyaan Will.


"Kenapa kalian diam saja, apa pertanyaanku salah ??"


"Katakan, jangan membuatku semakin bersalah..."


"Apa kalian tidak suka jika Bia bersamaku lagi"


"Aku sangat mencintai Bia, aku tidak bisa merelakannya bersama Bryan"


"Hanya aku yang bisa membahagiakan Bia"

__ADS_1


"Tolong, maafkan atas semua kesalahanku, kalian pasti sangat marah dengan sikapku kepada Bia. Saat itu aku tidak bisa mengendalikan kecemburuanku, aku kesal melihat Bia bersikap manis dengan Darren. Aku marah, dan bodohnya aku membiarkan Bia pergi begitu saja sampai menghilangkan beberapa hari. Maafkan aku !!!" ucap Will terlihat meneteskan air mata.


Dona yang mendengar penjelasan Will merasa kasihan tapi ia juga tidak bisa terima dengan sikap Will yang sangat keterlaluan kepada sahabatnya itu.


"Jika cemburumu karena cinta, seharusnya kau bisa mengendalikannya. Dan setelah pertengkaran itu seharusnya kau langsung mencarinya, bukan malah menyalurkan hasratmu bersama Keysa" sahut Dona menggetarkan ruangan dimana Will dirawat.


"Dona... " bentak Leo berusaha mengontrol ucapan Dona.


"Maafkan aku sayang, tapi aku harus mengatakan ini kepada Will" sahut Dona dengan wajah yang memerah. Dan Zen terdiam mencoba nyimak setiap perkataan Dona.


"Ada sesuatu yang tidak bisa aku ungkap saat ini Will, tapi yang harus kau pahami adalah Bianca berhak bahagia dengan orang yang tepat"


"Jika dimasa depan nanti kau mengetahuinya maka jangan menjadi alasan untuk bisa merebut kembali Bia dari sisi Bryan"


"Aku yakin Bryan bisa membahagiakan Bia, dan kau bisa memulai hidup baru dengan wanita yang kau inginkan" jelas Dona dengan tegas.


"Tapi wanita yang aku inginkan hanya Bia" terdengar suara sedih Will.


"Sayangnya Bia sudah melupakanmu Will, kau sendiri yang mencampakkannya. Jadi bagaimana mungkin Bia mau kembali denganmu, apalagi Bia sudah mengetahui semua perbuatanmu bersama Keysa"


"Kau harus tahu Will, Bia begitu syok mendengar kau berkencan dengan Keysa. Dia sangat membencimu... " ucapan Dona membuat Will semakin terpuruk.

__ADS_1


Lalu tiba-tiba seseorang memasuki ruangan, saat mereka sedang berbicara serius. Mereka menoleh dan terkejut, begitu pula Will yang melihat kedatangannya pun ikut terkejut.


__ADS_2