DIA BIANCAKU

DIA BIANCAKU
BAB 76.OMONG KOSONG


__ADS_3

Sesampainya mereka di kota, mereka berpisah pulang ke rumahnya masing-masing. Dan Zen pun kembali ke rumahnya, tapi sebelum sampai ke rumah, mobil Zen di hadang oleh mobil yang sangat ia kenali.


"Will..." ucap Zen langsung menginjak pedal rem dengan spontan.


Lalu terlihat Will turun dari mobilnya dan berjalan menghampiri Zen dengan wajah yang penuh kemarahan.


"Keluar kau Zen... " Will memanggil dan mengetuk pintu mobil Zen dengan keras.


Tak membutuhkan waktu lama Zen pun turun dari mobilnya. Ia sudah paham dengan sikap Will yang satu ini, Zen tidak ada rasa takut atau pun ingin melawannya karena ia sudah tahu apa yang akan Will lakukan kepadanya.


"Ada apa Will, kita bisa bicarakan baik-baik" ucap Zen mencoba menenangkan Will.


"Kau menghianatiku Zen, dan kau juga membiarkan Bia bersama Bryan" tutur Will dengan wajah memerah menahan emosi.


"Aku berada di tempat yang benar, dan Bia pun bersama orang yang tepat" sahut Zen malah membuat Will semakin geram.


Lalu BUUGGG....


Will menonjok wajah Zen.


"Lakukan lagi Will, Ayo lakukan lagi. Jika itu bisa membuatmu puas... " ucap Zen sambil mengelap darah di pinggir bibirnya.


"Persetan denganmu Zen!!! " Will memaki Zen dengan memegang kerah bajunya dan kemudian mendorong tubuh Zen dengan kuat lalu meninggalkannya begitu saja.


Zen hanya diam dengan perlakuan yang tak mengenakan itu, ia tahu jika Will sedang dalam situasi marah karena cemburu. Tapi ia juga tidak akan membiarkan Bianca di sakiti lagi oleh Will. Sifat Will yang sering berubah-ubah akan membuat siapa saja yang berada di dekatnya terluka.


Lalu Zen melihat mobil Will melaju dengan kencang sesekali terdengar klakson mobil Will dengan keras, seperti tidak terima jika mobilnya tidak diberi kesempatan menerobos jalan. Kemudian Zen pun kembali ke mobilnya dan segera pergi meninggalkan jalan yang telah di buat macet karena ulah sahabatnya itu.


Sedangkan Will langsung menuju ke rumah Bia. Ia ingin bertemu dengan Bia dan meminta maaf atas semua kesalahan yang telah ia lakukan kepadanya.


Tapi saat ia sampai di rumah Bia, ia melihat mobil Darren terparkir disana. Pikiran Will semakin berantakan, dan tidak bisa menebak apa yang sedang Darren lakukan di rumah Bia. Karena Will sangat penasaran, ia dengan cepat turun dari mobilnya.


Dan sesampainya di depan pintu, Will tidak mau memencet bel tapi ingin langsung mengetuk pintu rumah Bia dengan keras. Emosinya terlihat tidak terkendali, wajah tampannya tertutup dengan kemarahan yang begitu besar.


TOOKK... TOOKK....


TOOKK... TOKKK...

__ADS_1


Ketuknya berulang-ulang


"Yaa, sabar... " ucap bibi Wiwi berlari ke arah pintu, dan memasang wajah bahagia untuk menyambut kepulangan Bia.


Tapi setelah pintu itu terbuka, betapa terkejutnya bibi Wiwi melihat Will berada di hadapannya.


"Mas Will..." ucap bibi Wiwi langsung dingin.


"Bibi Wiwi... " Will pun tak kalah syoknya melihat bibi Wiwi sudah kembali pulang.


"Siapa bik...???" tanya Darren sambil berjalan menghampirinya.


Darren yang melihat Will berdiri di depan pintu, langsung ikut memasang wajah dingin.


"Untuk apa kau kemari ?? " ucap Darren dengan nada tidak suka.


"Aku yang seharusnya bertanya, sedang apa kau disini. Ini rumah calon istriku, dan kau bukan siapa-siapa Bia. Pergi kau dari sini !!!" Will mulai mengucapkan kata-kata kasarnya.


"HAHAHA, Apa kau mabuk Will ?? Kau lah yang seharusnya enyah dari sini, Bia tidak lagi membutuhkanmu. Dia sudah bahagia bersama Bryan" sahut Darren.


"Aku tahu semua tentang Bia, bahkan kau tidur bersama Keysa pun aku tahu. Apa perlu aku buka disini... " Darren membalas ucapan Will yang menyakitkan, dan membuat bibi Wiwi syok mendengarnya.


"Jadi mas Will ini selingkuh..." ucap bibi Wiwi membuat Will memasang wajah bingung.


"Hmm, Iyaa bik. Pria seperti Will ini tidak cocok bersama Bia, jika Bia bahagia bersama Bryan maka aku pun akan ikut mendukung hubungan mereka" jelas Darren, mendengar ucapannya emosi Will semakin ingin menghajar Darren.


"Lalu apa bedanya aku denganmu Darren, jika aku bajingan maka kau apa ???" balas Will menahan amarahnya.


"Maksudmu ?? " tanya Darren masih belum paham.


"Apa kau lupa, dengan orang suruhanmu itu. Kau memelihara penjahat di perkebunanmu, Hahahaa" Will merasa senang bisa membuat Darren terdiam.


Lalu tiba-tiba Bia dan Bryan muncul, seperti menyelamatkan keadaan Darren yang mulai terpojok. Dan Will masih tertawa karena bisa membuat Darren seperti orang bodoh. Ia tak sadar jika mereka berdua berada tepat di belakangnya.


"Apa yang kau tertawakan Will?? " ucap Bryan sambil memegang erat tangan Bia.


Seketika Will menoleh ke belakang, wajahnya langsung berubah dan tawanya berhenti begitu saja. Bibi Wiwi yang melihat Bia langsung berjalan melewati Will, dan memeluk Bia dengan isak tangis yang tak tertahan. Begitu juga dengan Bia, ia syok melihat bibi Wiwi yang sangat ia sayangi sudah pulang dan ada di hadapannya.

__ADS_1


"Non Bia, yaa ampun non kemana saja. Bibi kangen banget sama non Bia" ucap bibi Wiwi berderai air mata.


"Bibi yang kemana saja, aku sangat cemas bik. Aku juga kangen bibi" jawab Bia juga menangis.


Bryan dan Darren pun ikut terharu, tapi Will hanya fokus menatap ke arah Bia. Ia ingin sekali memeluk dan menciumnya, namun saat Will mencoba menyentuh tangan Bia yang sedang melingkar di puncak bibi Wiwi tiba-tiba dengan cepat Bryan menangkis tangan Will dan di lihat oleh Darren.


"Jangan coba-coba menyentuh kekasihku" ucap Bryan dengan menajamkan matanya.


Will yang tidak terima dengan pengakuan Bryan langsung bertanya kepada Bia.


"Bia, apa kau mendengar ucapan Bryan barusan?? "tanya Will membuat Bia melepaskan pelukan bibi Wiwi.


"Apa??" Bia malah balik bertanya, karena ia tidak paham maksud ucapan Will.


Dan Darren hanya terdiam, menyimak apa yang akan terjadi kepada mereka bertiga.


Lalu Bryan menarik tangan Bia untuk kembali berada di dekatnya.


"Will bertanya apa kita sepasang kekasih ??" sahut Bryan dengan lembut dan tersenyum manis kepada Bia.


"Ya, Bryan kekasihku dan aku akan menikah dengannya" jawab Bia dengan lantang tanpa ada kesedihan di wajahnya. Tapi Will yang mendengar ucapan Bia merasakan sakit di bagian dadanya seperti ada sesuatu yang menusuk tajam tepat di hatinya.


"Sayang, apa kau melupakanku ?? Bukankah kau akan menikah bersamaku, aku Max yang selalu menjagamu saat kecil dulu. Pikirkan lagi ucapanmu, aku akan tetap menunggumu" ucapan Will malah membuat Bia kesal. Ia merasa Will pria yang tak tahu malu, bahkan semua yang sudah Bia dengar seperti mencerminkan sifat asli Will yang selalu berkata manis tapi tidak sesuai dengan kehidupan nyatanya.


"Omong kosong, ucapanmu menjijikan Will !!!" jawab Bia dengan mata yang mulai berkaca-kaca, Bia terbawa emosionalnya.


"Apa kau tidak paham juga Will, Bia akan menikah denganku dan kau lebih baik memikirkan masa depanmu bersama Keysa" sahut Bryan yang tak ingin melihat Bia menangis di depan Will.


Lalu Darren mendengar nama kakaknya di sebut langsung menatap wajah Bryan.


"Aku benarkan Darren, Will memang berhubungan dengan Keysa kan" ucap Bryan yang tahu arti tatapan mata Darren.


"Ya, aku tidak bisa mengelak. Memang mereka ada hubungan spesial" jawab Darren membenarkan ucapan Bryan.


Bia langsung menatap mata Will meneteskan air matanya membasahi wajah cantiknya. Dan Will pun juga terlihat menatap Bia dengan rasa bersalah.


"Bi, ayo kita masuk" ajak Bryan dengan cepat.

__ADS_1


__ADS_2