
Hari ini author sudah mulai pulih, terima kasih untuk readers yang masih setia disini. Mohon dukungannya, karena tanpa readers maka karya aku hanya koran yang numpang lewat saja. Kalian like dan fav berarti kalian sayang aku. I Love you readers ๐ maaf agak lebay bawaan sakit jadi banyak yang di khawatirkan ๐๐ข
Lanjuttt....
"Os, apa kau masih ada di Indonesia ?" tanya Bryan.
"Bryan, Ada apa ?? Yaa, aku masih ada di Indonesia. Rencana lusa aku akan ke Bangkok" jawab Os yang sedang bersantai di rumah.
"Aku ingin bertemu denganmu..." ucap Bryan.
"Aku ada di rumah, kau ke rumah saja" jawab Os kembali.
"Oke, aku menuju ke rumahmu" jawab Bryan yang sudah melaju kencang.
Tak membutuhkan waktu lama, Bryan pun sampai di depan rumah Os. Mendengar suara mobil Bryan, Os langsung keluar untuk menemuinya.
"Ada angin apa kau datang kemari Bryan ??" tanyanya yang sambil berjalan dengan gaya tangan di masukkan ke saku celana.
"Apa kau tidak suka melihatku ??" tanya Bryan balik sambil menutup pintu mobil.
"Hahaha semenjak kau menjadi penjahat, maka rasa sayangku kepadamu berkurang" jawab Os bikin Bryan ingin muntah.
"Iiihhh, jika aku melihatmu seperti ini terus maka aku tidak akan nafsu makan. Mengerikan !!! " sahut Bryan.
"Hahahaa, apa kabar saudaraku ??" ucap Os sambil memeluk Bryan dan menupuk-nepuk bahunya.
"Tidak baik, aku sedang terguncang Os" Bryan langsung mencurahkan isi hatinya.
__ADS_1
"Apa itu karena Bianca ??" tanyanya.
"Salah satunya itu, aku benar-benar mencintainya. Tapi terlalu sulit untuk mendapatkannya" jelas Bryan.
"Masuklah dulu, kita bicarakan di dalam" jawab Os.
Setelah mereka masuk, Bryan menceritakan awal mula permasalahannya. Ia menyebut bahwa Keysa lah yang mengatur semua rencana kotor itu, bahkan sampai ia harus menjadi koboi untuk bisa membawa Bia pergi dari sisi Will. Dan kejadian yang baru Keysa alami pun ia ceritakan kepada Os. Mendengar cerita gila Bryan, Os seperti berada dalam naskah film. Benar-benar mengguncang jiwa, ia tidak menyangka jika Keysa mampu membuat naskah yang begitu memilukan. Rasa simpati Os langsung kembali untuk Bryan, Os yakin jika Bryan hanya korban yang di manfaatkan oleh Keysa. Obsesi Bryan kepada Bia sengaja Keysa gunakan untuk mendapatkan keuntungannya saja.
"Lalu dimana Sandra ??" tanya Os
"Aku juga belum tahu, tapi yang pasti dia sudah meninggalkan Indonesia" jawab Bryan.
"Aku akan mencari tahu keberadaan Sandra, karena dia adalah kunci utamamu" sahut Os.
"Menurutmu aku harus bagaimana Os ??" tanya Bryan.
"Tapi aku hanya ingin Bianca, bagaimana bisa aku melihatnya bahagia dengan pria lain. Apalagi pria itu adalah Will" jawab Bryan.
"aku paham sekarang, kau masih belum bisa menerima kekalahanmu di masa lalu. Bryan... aku akan sedikit ceramah untukmu. Agar pikiranmu bisa terbuka !!!"
"Bukan Will yang merebut Sely tapi kau lah yang memberi celah untuk Sely datang ke Will. Dan saat itu Will berada di situasi serba salah, jadi ke khilafan itu terjadi. Lalu Will tersadar karena kau adalah sahabatnya. Dan untuk Bianca, kau pun sudah dengar bahwa dia adalah wanita yang selalu Will cari sejak lama"
"Aku ingin menceritakan sesuatu kepadamu, tapi aku harap ini hanya kita berdua saja yang tahu. Aku tidak ingin kau memberitahu Keysa ataupun Darren" ucap Os.
"Cerita apa ??" tanya Bryan dengan duduknya yang sedikit tegang.
"Will dan Bianca adalah saudara tiri" sahut Os.
__ADS_1
"Hah, bagaimana bisa ?? lalu mengapa mereka bersama??" tanyanya Syok.
"Aku juga tadinya berpikir sama sepertimu, tapi setelah Zen menceritakan semuanya. Aku menjadi paham, bahwa cinta mereka sudah tumbuh saat mereka masih kecil. Will lah yang selalu ada untuk Bia, di saat Bia mendapat perlakukan kasar dari ibu kandungnya. Will sangat menyayangi Bia saat itu tapi sayang takdir sempat memisahkan mereka. Kau ingat saat Bia pernah bercerita di gunung Z bahwa dia mempunyai sahabat sewaktu kecil Dan sahabatnya itu bernama Max lalu mengalami kecelakaan dan di kabarkan meninggal. Kau tahu siapa yang Bia maksud ??" jelas Os
Bryan berpikir keras, tiba-tiba pikirannya mengarah ke Will. Tapi ia tidak berani untuk menyebut nama Will. Ia hanya terdiam menunggu Os melanjutkan pembicaraannya.
"Dia adalah Will, orang yang sama yang Bia ceritakan kepada kita saat berada di gunung Z" Os membuat Bryan menjadi tak berdaya.
Tubuh Bryan menjadi lemas, ia seperti ingin menangis dan menjerit namun tertahan. Hanya bisa menunduk dan kedua tangannya memegang kepalanya dengan keras.
"Jadi itu alasan Will untuk tidak bisa kehilangan Bia, karena Bia lah alasan Will bertahan hidup. Semenjak kecelakaan yang menewaskan ibunya itu, Will sempat putus asa. Tapi karena di ingatannya hanya ada Bianca maka ia mampu menjadi Will yang sekarang"
"Ini lah kenapa aku memintamu untuk merelakaan Bia. Karena perjalanan mereka sudah lama di mulai, jika kau mencintai Bia maka biarkan dia bahagia" jelas Os membuat Bryan tidak bisa lagi menahan air mata.
Bryan menangis, ia terlihat begitu tersiksa. Bahkan ia sangat malu menangis di depan Os, tapi hanya Os yang bisa membantunya keluar dalam situasi rumit itu.
"Menangislah sahabatku, jika itu bisa membuatmu lebih baik. Kau luar biasa sudah bisa mencintai Bia begitu dalam. Aku pun menggaguminya, Bia wanita yang sangat berbeda. Aku bisa merasakan itu, tapi aku tidak berani untuk jatuh cinta kepadanya karena aku tahu bukan pria seperti ku yang pantas untuknya" jelas Os malah membuat Bryan terkejut.
"Jadi kau juga menyukai Bia ??" tanya Bryan dengan wajah merahnya.
"Aku normal Bryan, pria mana yang tidak menyukai Bia. Tapi kan aku tidak berani untuk mengatakan hal gila itu, aku tahu aturan Bryan. Bia hanya bisa aku kagumi bukan untuk di miliki" sindir Os.
"Jadi aku harus merelakan Bia bersama Will ??" tanyanya masih ragu.
"Bryan kau bisa tanya hati kecilmu itu, jawabanmu ada disana. Dan bersihkan isi kepalamu tentang Will, aku yakin Will masih mau menerimamu sebagai sahabat. Karena ia juga merasa bersalah atas hubunganmu bersama Sely" ucap Os.
Bryan terlihat merenung, ia sedikit menggendurkan pikiran negatifnya terhadap Will. Ia masih tidak percaya bahwa perjalanan hidup Will begitu menyedihkan, dan penantian yang begitu panjang. Lalu ia memikirkan Bia, dan mengingat perkataan Os bahwa cinta itu tidak harus memiliki. Pikirannya sedikit enteng, ia tidak terlalu merasakan beban yang berat lagi. Sepertinya ia akan menata kehidupannya dari awal, dan mencari waktu untuk bisa bertemu dengan Will dan Bianca.
__ADS_1