
Sesampainya gadis itu di kantor, ia langsung masuk ke ruangan Will. Ia melihat Will tidak ada di ruang kerjanya lalu berjalan ke ruang khusus tempat Will beristirahat, dan disana ia menemukan Will sedang berada di kamar mandi. Dengan senyuman yang lebar gadis itu langsung mengunci pintu ruangan tersebut, agar tidak ada yang mengganggu kenikmatan mereka.
Ia membuka pakaiannya, menyisakan pakaian dalamnya lalu menutup tubuhnya dengan sehelai selimut putih yang ada di atas ranjang Will. Kemudian gadis itu berpose di atas ranjang menunggu Will keluar dari kamar mandi.
Dan tak berselang lama, Will pun keluar hanya menggunakan sehelai handuk putih menutupi kejantanannya dengan rambut yang begitu basah. Kemudian ia melihat gadis itu melemparkan senyuman kepada Will, terlihat sangat menggoda.
"Apa kau sudah menunggu lama ??" tanya Will sambil menyisir rambut dengan jari-jarinya.
"Tidak, aku juga baru sampai" jawabnya.
"Bukalah selimut itu, jangan kau tutupi" ucap Will yang sudah bergairah.
"Lompatlah kemari Will, aku ingin kau membukannya sendiri" sahut gadis itu.
"Baiklah jika itu maumu" Will melempar senyuman kepadanya. Lalu ia langsung menghampirinya dengan begitu nafsu.
Will melepaskan selimut yang menutupi tubuh molek gadis itu, terlihat kulit yang begitu putih bersih dan lekukan tubuh yang sangat sempurna.
Ia menjamanya, meraba bagian tubuh yang menonjol lalu tubuh atletis Will berada di bagian atas tubuh gadis itu.
"Sudah lama sekali aku tidak mencicipi tubuhmu" Will berbisik nakal di telinganya.
__ADS_1
"Karena kau terlalu sibuk dengan Bianca" jawabnya.
"Hanya kau yang bisa memuaskanku" Will mencoba merayunya.
"Apa benar Will ?? Bukankah tubuh Bianca terlihat begitu indah" sahutnya sengaja membuat Will membandingkan dengan tubuhnya.
"Bisakah kita tidak membahas Bianca, aku sedang bersamamu hari ini. Jadi jangan bahas orang lain di saat aku sedang ingin memangsamu" tutur Will membuat gadis itu tersenyum penuh dengan kemenangan.
"Baiklah, ayo sayang" ajaknya semangat.
Lalu Will melanjutkan kembali perjalanannya untuk mencapai kenikmatan dunia. Gadis itu meraba pinggul Will, kemudian melepaskan handuk yang melingkar di pinggang Will. Ia mulai mendesah, Will perlahan memompa tubuhnya dengan tenaga yang cukup kuat. Ia tidak bisa merasakan nafsu yang memuncak, namun ia hanya berusaha berpura-pura puas dengan apa yang sedang ia lakukan bersama gadis itu selain Bianca. Will tidak menciumnya ia hanya butuh tempat untuk mengeluarkan nafsunya saja.
Tak membutuhkan waktu lama, Will selesai travelling di tubuh gadis itu. Ia langsung mengambil handuknya, dan bergegas kembali ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Will membasahi seluruh tubuhnya, ia memijat kepalanya dengan di basahi air shower. Wajah Bia sekilas terlintas dalam pikirannya, hatinya merasakan sakit yang begitu dalam. Ia membayangkan jika Bia mengetahui kelakuannya bersama gadis lain, pasti Bia akan murka.
Mendengar ucapannya, Will langsung bergegas keluar. Ia tidak ingin jika harus mandi bersamanya, karena akan membuat hatinya kembali merasakan hancur. Ia merasa bersalah dengan Bianca.
"Lama sekali Will" ucapnya lagi.
"Yaa, masuklah aku sudah selesai" jawab Will.
Lalu tangan gadis itu memegang sesuatu yang penting, ia mengelusnya dengan lembut dan mencoba mencium Will namun di tolak olehnya.
__ADS_1
"Mandilah, kau harus kembali bekerja" ucap Will.
"Aku masih ingin bersamamu" jawabnya manja.
"Key, aku tidak ingin Darren mencemaskanmu" sahut Will.
Ya, gadis itu adalah Keysa. Gadis yang selalu menjadi tempat pelampiasan Will selama ini, bahkan sebelum kehadiran Bianca. Keysa lah yang menjadi gadis pemuas nafsu Will. Jadi tidak heran jika Keysa begitu besar kepala jika bertemu dengan Bianca karena ia merasa Will tidak bisa lepas dari kemolekan tubuhnya.
"Baiklah, tapi janji yaa kau harus memuaskanku lagi" ucap Keysa yang masih merayu Will di depan pintu kamar mandi.
"hmm, mandilah sana" jawab Will cepat memasang wajah masam.
Will langsung memakai pakaiannya, ia tidak ingin jika Zen memergokinya bersama Keysa. Ia kembali memikirkan Bia, merasa sikapnya tidak adil dengan Bia. Ia seolah menyalahkan sikap Bia yang memamerkan pesonanya dengan semua pria tapi kenyataannya dia lah yang lebih parah melakukannya bahkan sudah menjama Keysa di kantornya sendiri.
Kebodohan Will akan mempengaruhi hubungannya dengan Bia, bahkan Keysa mempunyai senjata untuk membuat Bia mundur teratur dari sisi Will. Sampai kapanpun Keysa tidak akan membiarkan Bia bersama Will, karena menurutnya hanya dialah yang lebih berharap atas kebahagiaan Will.
Setelah Keysa selesai merapikan pakaiannya, ia diminta Will untuk segera pergi dari kantornya. Dan Keysa tidak keberatan dengan sikap Will yang dingin, karena Keysa sudah merasa menang bisa kembali bersama Will walaupun Will tidak pengumumkannya secara resmi.
Di kantor, banyak karyawan Will yang mulai berbisik membicarakan Keysa. Salah satu dari mereka ternyata melihat Keysa keluar dari ruangan khusus milik Will dengan wajah senyuman yang sumringah.
Ternyata berhempus kencang gosip tentang Keysa dan Will, ada yang mengatakan bahwa Will sebenarnya mencintai Keysa. Ada pula yang berkata bahwa Will sudah putus dengan Bianca dan aja juga yang mengatakan bahwa Will masih playboy.
__ADS_1
Namun sayang, gosip di kantornya itu tidak pernah sampai ke telinga Will. Karena mereka tahu betul bahwa bos mereka itu sangat sensitif dengan gosip yang bertolak belakang dengan kepribadiannya. Will anti jika namanya disebut-sebut di kantornya, jadi tidak ada yang berani menyambungkan omongan itu ke Will kecuali jika Zen juga mendengar gosip itu.
Karena Zen sedang tidak ada di kantor, maka gosip angin itu masih berhembus dengan kencang. Tapi ketika Zen sudah kembali ke kantor, maka semua karyawan berusaha untuk diam menyembunyikan serapi-rapinya agar Zen tidak bisa mendengar gosip itu dan tidak menyampaikannya ke Will. Bos yang sangat mereka takuti dan hormati.