
Alex dan Miko menonton film yang ada di televisi itung-itung untuk merileksasikan otak mereka yang terlalu banyak bekerja. Kalau ditanya mengapa mereka liburan? Jawabannya untuk apa liburan toh mereka juga masih sendiri tidak ada gunanya. Dipikiran mereka hanya bekerja, bekerja dan bekerja tak ada waktu buat malas-malasan.
Mungkin kalau ada yang lain cuma berolahraga itupun diruangan sendiri atau diapartemennya sendiri, yang membedakan hanya mereka berolahraga bersama. Mereka memang suka sekali olahraga karena katanya untuk membuat badan dan otot mereka bagus dan tetap kekar. Memiliki badan yang terbilang gagah, tegap dan berotot memang idaman para wanita diluar sana tetapi tidak ada satupun yang berhasil memikat kedua lelaki tersebut.
Wajah yang rupawan kulit putih bersih tak ada sedikitpun jerawat atau bekas hitam kecoklatan pun tak ada. Untuk seorang Alex memiliki wajah tampan, manis juga ada seharusnya tidak jomblo paling tidak satu wanita lah untuk dijadikan kekasih tetapi tetap juga tidak ada. Katanya terlalu banyak wanita murahan diluar sana yang tidak bisa dijadikan seorang istri.
Tidak semua wanita diluar sana murahan mungkin hanya lingkungan disekitar Alex saja atau hanya wanita yang diketahui Alex. Masih banyak wanita cantik, sholehah, baik, dan menerima apa adanya pasangannya.
Mungkin juga karena Alex seorang pria tajir melintir yang tiada terkira kekayaannya membuat para wanita yang memiliki mata hijau mendekati Alex.
" Kakak menginap di sini kan malam ini?" Tanya Sasa duduk disamping kakaknya setelah selesai membereskan sisa makanan untuk makan malam mereka.
" Ya enggak lah kakak balik lagi ke hotel." Matannya tetap fokus kearah televisi didepannya.
" Yah, mengapa enggak tidur di sini aja sih! Kan ada banyak juga kamar yang kosong." Ucap Sasa dengan wajah yang lesu.
" Iya, tetapi kakak besok harus berangkat pagi sekali kekantor dan lagi pula kakak juga tidak membawa baju ganti."
" Iya juga sih, tetapi aku masih ingin kakak di sini." Ucap Sasa dengan manjanya.
" Nanti setelah urusan kantor aku akan menginap di sini."
" Bener ya, awas kalau bohong." Ucap Sasa dengan mata melotot dan dagu mengarah kearah Alex.
" Iya iya bawel!" Jawab Alex sambil mengacak acak rambut Sasa.
" Ih rusak rambut aku kak!" Ucap Sasa dengan cemberut dan merapikan rambut yang acak acakkan.
" Alaah gitu aja rusak, toh bisa dirapiin."
Sedangkan Miko tetap fokus melihat film yang mereka tonton. Miko memang begitu kalau ada hal yang dia sukai dia tetap fokus pada satu titik. Tidak memedulikan kakak beradik yang lagi bercanda karena Miko sudah terbiasa dengan itu. Sifat Alex diluar sana dan didalam keluarga sudah Miko ketahui.
" Kau sudah punya kekasih ca?" Tanya Alex tiba-tiba kepada Sasa.
Alex dan keluarganya memanggil Sasa dengan sebutan Aca itu memang panggilan sayang untuk Sasa. Memiliki wajah yang menggemaskan dan imut memang cocok untuk dipanggil Aca.
__ADS_1
" Be-belum mengapa memang." Jawab Sasa dengan gugup.
" Awas kau kalau sampai aku tahu kau sudah mempunyai kekasih aku akan mencincang kekasihmu itu." Ucap Alex dengan mengancam Sasa.
" Ih menyeramkan sekali wajah kakak kalau sudah begitu." Batin Sasa melihat Alex dengan bergidik.
" Kakak tenang aja aku belum punya kekasih kok, kalaupun sudah aku juga bakalan kenalin sama kakak." Ucap Sasa mencoba dengan nada santai.
"Hem, kau tau itu, makanya jangan coba-coba menutupi dengan kakakmu ini kau tau kan siapa kakakmu ini."
" Iya iya aku tau seorang Alexander yang bisa melakukan segala cara untuk mengetahui semuanya." Ucap Sasa mengerlingkan matanya dengan wajah cemberut.
" Dengar, " menghadap kearah Sasa dengan wajah yang serius. " Aku tidak melarangmu berhubungan dengan siapa pun tetapi ingat selesaikan sekolahmu baru kau boleh memiliki seorang kekasih, aku tidak mau jika kekasihmu itu mengganggu sekolahmu, kau tau kan kalau banyak sekali wanita yang patah hati karena lelaki akhirnya akan membuat konsentrasimu menjadi berubah." Ucap Alex dengan menasehati Sasa sambil mengelus rambut Sasa dengan sayang.
" Iya kakak aku tau itu, aku enggak akan memiliki kekasih sebelum sekolahku selesai." Ucap Sasa dengan yakin.
" Hem bagus, adik pintar."
Sasa memang memiliki teman dekat lelaki mungkin bisa dibilang masih pdkt itulah mengapa tadi dia gugup. Selain itu Alex juga sudah mengetahuinya maka dari itu dia bertanya kepada Sasa gimana yang sebenarnya. Alex menyuruh detektif untuk memata matai Sasa selain untuk menjaga Sasa juga untuk mengetahui gimana perkembangan Sasa diluar negeri karena dia hanya sendiri dinegara orang. Alex memang over protective jika sudah menyangkut seseorang yang disayangi.
" mengapa kau tanya- tanya seperti itu!" Jawab Alex mengenyitkan dahinya.
" Enggak cuma tanya aja emang tidak boleh?"
" Enggak boleh!" Jawab cepat Alex.
" Dih kakak!" Memukul tangan Alex.
" Auw sakit!"
" Gitu aja sakit, lemah!" Jawab Sasa dengan nada mengejek.
" Jawab kak, udah punya belum?"
" Dih kepo, mengapa sih!" Jawab Alex melihat wajah Sasa.
__ADS_1
" Tanya aja, kakak tuh udah tua mengapa belum juga dapat cewek perasaan kakak enggak jelek-jelek amat." Jawab Sasa mengejek Alex.
" Tua? Kau bilang kakaktua!" Tanya Alex menunjuk dirinya sendiri.
"Iya mengapa?" Jawab Sasa dengan nada seperti menantang kepada kakaknya.
" Dasar adik durhaka." Mengacak acak rambut Sasa dengan geregetan menggunakan kedua tangannya. " Beraninya kau bilang kakaktua ha! Rasakan ini." Terus seperti menganiaya adiknya tetapi tidak menganiaya seperti istri yang teraniaya hahahah.
" Ah ampun kak ampun! Kak Miko tolongin!"
" Maafkan saya nona saya tidak bisa menolong saya harus berkonsentrasi menonton film ini." Ucap Miko hanya melirik kemudian melanjutkan menonton film yang dilihatnya tanpa memedulikan Sasa. Miko tau Alex dan Sasa hanya bercanda makanya dia tidak memedulikan, selama itu masih di atas batas wajar.
" Hahaha." Tawa Alex pecah saat mendengar perkataan Miko.
" Wah kurang ajar kau kak Miko tunggu pembalasanku!" Ucap Sasa dengan kesal karena tidak ada yang membelanya kakaknya yang terus menyerang dirinya.
" Sukurin!" Yang sudah berhenti dari mengerjai Sasa dan kembali duduk ketempat semula.
" Kakak belum menjawab pertanyaan aku, udah punya apa belum?" Tanya Sasa yang masih kepo dengan kakaknya.
" belum ca, belum ada yang cocok."
" Kakak tuh nyari yang gimana, banyak loh yang ngejar kakak diluar sana emang enggak ada satupun apa?" Tanya Sasa heran, karena setau dia kakaknya ini banyak sekali wanita yang menyukainya, tetapi mengapa tidak ada satupun yang bisa dijadikan kekasih.
" Tidak ada, semuannya sama hanya mengincar harta kakak tidak ada yang bisa tulus menyayangi dan mencintai kakak dan keluarga kakak." Ucap Alex yang kembali fokus ke film tadi.
" Kalau begitu gimana kalau pakai aplikasi biro jodoh kan ada tuh dicari wanita atau laki-laki yang masih jomblo bisa masuk ke aplikasi ini ayo segera kuota terbatas." Ucap Sasa dengan gaya menggerakkan tangannya menunjukkan jari telunjuknya kebawah.
" Kau pikir kakak ingin memasuki tes, kuota terbatas segala!" Jawab Alex yang merasa jengkel kepada adiknya itu.
" Hehehe ya siapa tau gitu."
" Enggak gak ada! Kakak masih bisa mencari sendiri tidak usah pakai acara begituan."
" Ya ya ya terserah deh, aku lelah berdebat dengan kakak.
__ADS_1