Dinikahi Pria Tajir

Dinikahi Pria Tajir
Bab 47 - Akhirnya sampai..


__ADS_3

Pagi hari Syeira membantu ibunya memasak setelah baru saja selesai membersihkan rumah.


Menggoreng bakwan, sedangkan ibunya memasak tumis sawi. Tinggal dua makanan itu yang belum matang.


Karena Syeira akan pergi, jadi Ibu Diana hanya memasak sedikit. Mubazir jika tidak habis semua.


Syeira juga sudah menyiapkan perlengkapan untuk dia bawa ke puncak. Tinggal menunggu Doni Cs yang akan menjemput.


" Oh iya, berapa hari kamu nanti di puncak?" Tanya Ibu Diana yang sudah menuangkan tumis sawi ke dalam wadah. Lalu menaruh di atas meja makan.


" Enggak tau bu, mungkin 3 hari kali, kalau enggak nambah itu." Jawab Syeira yang sudah duduk di kursi. Semua hidangan sudah tersedia, tinggal menyantap sarapan untuk pagi hari ini.


" Gitu ya." Menganggukkan-anggukkan kepala. " Ya sudah, yuk kita makan. Ibu sudah lapar karena melihat makanan ini semua."


" Ayoklah bu, gas ken. Hahaha." Jawab Syeira dengan tertawa. Bahasa gaul dia pergunakan untuk ibunya.


" Aih, kamu pakai bahasa apaan itu. Ibu enggak ngerti." Dengan mengkerutkan dahi. Bingung dengan apa yang dikatakan Syeira.


" Ini bahasa anak zaman now bu, gas ken artinya ayo cepat laksanakan. Enggak pakek lama" Jelas Syeira kepada ibunya.


" Oh ya ampun, ibu sudah tua. Enggak tau bahasa anak gaul ra, ra." Ucap Ibu Diana sambil menggeleng-gelengkan kepala.


" Hehehe, mangkanya Syeira kasih tau bu." Jawab Syeira dengan cengengesan.


Mereka pun makan dengan tenang. Dengan lauk yang seadanya, tetapi bisa membuat tubuh sehat dan bergizi. Selalu mensyukuri makanan yang ada akan membuat makanan itu sendiri menjadi lebih nikmat.


Karena masih banyak di luar sana, orang-orang yang belum bisa makan enak. Jadi apapun yang kita miliki, jangan lupa untuk bersyukur agar apa yang kita lakukan menjadi keberkahan.


Selesai makan mereka duduk di sofa dengan menyalakan televisi. Pekerjaan yang dikerjakan juga sudah selesai. Biasanya Ibu Diana akan langsung membuat kue, tetapi karena Syeira akan pergi, dia beristirahat sebentar sambil menunggu teman Syeira untuk menjemput.


Syeira juga sudah berganti pakaian yang akan dipakai untuk pergi ke puncak. Perlengkapan yang dibawa juga sudah dimasukkan ke dalam tas ransel.


Tidak berapa lama ada suara mobil memasuki halaman rumah Syeira. Mereka keluar bersama untuk mengetuk pintu.


" Assalamualaikum!"


Sedangkan di dalam rumah Ibu Diana dan Syeira masih fokus dengan televisi yang di tonton. Mereka duduk di sofa yang berbeda.


" Eh itu kayaknya teman kamu ra?" Ucap Ibu Diana menoleh ke arah Syeira.


" Iya bu, benar. Syeira keluar ya bu." Mulai beranjak dari tempat duduknya.


" Iya angsana."


Syeira membuka pintu rumahnya.


" Waalaikumsalam, ayo masuk. Aku kenalin sama ibu." Ucap Syeira yang langsung membawa masuk mereka ke dalam rumah. Tidak berbasa-basi dan langsung to the poin. Karena takutnya nanti akan sampai di puncak lebih dari waktu yang di perkirakan.


" Iya!" Jawab mereka bertiga. Mereka yang memakai baju tertutup semua. Celana panjang, sweter, dan hodie. Penampilan mereka kali ini berbeda dari biasanya. Lebih memakai pakaian tebal daripada hari biasa mereka keluar.

__ADS_1


Masuk ke dalam rumah menemui Ibu Diana. Doni berjalan di belakang Syeira diikuti Dika dan Soni.


" Bu, ini teman-teman aku yang mau ajak aku main." Ucap Syeira berjalan ke arah ibunya. Duduk di samping Ibu Diana.


" Owh ini ya temannya Syeira. Kenalin nama Ibu, Diana." Ucap Ibu Diana dengan meletakkan satu telapak tangan di dada.


" Iya bu, saya Doni dan ini teman saya namanya Dika dan Soni." Ucap Doni memperkenalkan diri dengan sopan santun. Menunjuk teman, dengan ibu jari mengarah ke Dika dan Soni.


" Ya, selamat datang di rumah Syeira yang sederhana dan apa adanya ini nak." Ucap Ibu Diana sambil Menganggukkan kepala.


" Ah ibu saja," jawab Doni dengan tersenyum diikuti oleh Dika dan Soni.


" Tujuan saya ke sini ingin meminta izin kepada ibu untuk mengajak Syeira pergi ke puncak, mengisi liburan kita. Apakah boleh Syeira bergabung dengan kami." izin Doni kepada Ibu Diana.


" Oh boleh, boleh saja. Yang terpenting hati-hati. Jaga diri baik-baik."


" Itu pasti bu, kalau begitu saya langsung saja karena ini juga sudah mulai siang."


" Oh begitu. Tetapi ini belum minum lho. Ibu buatkan minum dahulu ya?"


" Tidah usah bu. Jangan repot-repot, ini kita juga masih harus menjemput Nana."


" Ya sudah kalau begitu. Hati-hati di jalan." Mengantar Syeira dan teman-temannya ke luar rumah.


" Iya bu!"


Di dalam mobil mereka berbincang dan sesekali tertawa bersama.


" Kok lu sopan banget kalau bertemu orang tua don. Salut lho aku liat kamu meminta izin tadi." Ucap Syeira kepada Doni yang berada di depan. Karena saat ini Doni di samping Dika yang sedang menyetir dan Syeira sedikit memajukan badannya ke arah Doni.


" Ya iyalah, aku juga di ajarin tata krama dan berbicara sopan santun kepada orang yang lebih tua kalik." Jawab Doni dengan santai. Sambil menaik turunkan alis.


" Ya iya tetapi aku enggak nyangka kamu bisa lho. Ku kira akan am,em,anu gitu. Hahaha." Jawab Syeira mengejek. Diselingi tertawa dan diikuti oleh Dika dan Soni.


" Ah sialan kalian, pada ngejekin lagi. Gini - gini juga tau lah. Mentang-mentang yang dilihat buruknya jadi mikir yang baik." Ucap Doni dengan kesal yang mendengar ejekan temannya.


" Ya siapa tau, kan enggak ada yang ngerti." Jawab Syeira dengan menghendikkan bahu dan memiringkan kepala.


*****


Sampai beberapa jam kemudian mereka sudah sampai di puncak. Memarkirkan mobil tepat di depan vila.


Mereka semua turun dari mobil dengan membawa barang yang di bawa.


Brak..


Brak,brak...


Menutup pintu mobil.

__ADS_1


" Hemmm, susananya sejuk banget. Pemandangan juga indah." Ucap Syeira dengan menghirup udara, menarik napas panjang sambil memejamkan mata. Menengadahkan kepala ke atas sedikit.


" Gimana sejukkan? Pasti, soalnya di sini udaranya seger banget." Ucap Soni dengan pedenya.


" Keluarga kamu sering ke sini son?" Tanya Syeira kepada Soni.


" Jarang mereka mah, hanya aku, Dika, dan Doni tuh yang sering." Jawab Soni yang diangguk i kepala oleh Doni dan Dika.


Mereka melihat sekeliling vila. Melihat apakah ada hal yang lebih menarik dari ini.


" Eh itu ada kebun teh, punya siapa son?" Tanya Syeira menunjuk ke arah kebun teh yang sangat luas.


" Oh itu punya orang, aku juga enggak tau siapa namanya." Jawab Soni kepada Syeira. Mereka berjalan ke arah Syeira melihat manakah kebun teh yang katanya luas tadi.


" Eh iya bener, luas banget. Berapa hektare tuh." Ucap Nana memukau sambil melihat ke arah kebun teh.


Memang kebun itu sangat luas. Entah berapa hektare luasnya. Yang pasti orang yang memiliki sangat kaya raya.


" Ya sudah, yuk masuk. Kita masukkan barang-barang lalu istirahat sebentar." Ucap Soni kepada mereka semua.


Lalu mereka masuk ke dalam vila yang lumayan luas.


Duduk di sofa untuk merebahkan pinggang dan bahu mereka.


" Huh capai banget aku. Pinggang rasanya, woow!" Ucap Syeira sambil merebahkan tubuhnya di sofa.


" Eh ini sering di pakai ya son? Kok bersih banget." Tanya Nana kepada Soni. Ketika dia melihat ke atas dan sekitar pojokan di ruangan itu tak ada sarang laba-laba yang menempel sedikit pun. Dan sofa yang diduduki juga bersih.


" Owh ini, biasanya di sewakan tetapi ada juga yang membersihkan tempat ini. Jika ada yang menyewa itu sebelum dipakai sudah dibersihkan tetapi jika tidak ada hanya seminggu sekali baru di bersihkan." Jelas Soni memberitahu bagaimana vila ini dibersihkan.


" Owh gitu," nana mengangguk-anggukkan kepala tanda mengerti ucapan Soni.


Yang lain juga mendengarkan apa yang diucapkan Soni.


" Sekali sewa berapa ini son?" Tanya Syeira yang juga ingin tahu.


" Enggak tau, kagak pernah tanya guwa. Hahaha." Jawab Soni dengan santainya.


" Aih, kampret lu. Mana aku sudah penasaran. Eh malah kagak tau." Ucap Syeira sedikit kecewa. Padahal dia sudah membayangkan berapakah harga fantastis dari menyewa vila.


" Sudahlah lupakan, mending kita diskusikan untuk beberapa hari kedepan selama kita di sini." Ucap Soni.


"Oke, agenda kita apa setelah ini?" Tanya Dika kepada mereka yang duduk di sofa dan ada yang merebahkan badan di sofa.


Hayyyy guysssss


Jangan lupa like,komen dan vote ya🙏😊


Terima kasih😉

__ADS_1


__ADS_2