
Mereka pun menonton film bersama dan terlena membayangkan adegan yang ada di film. Kebetulan di film yang mereka tonton ada yang menunjukkan adegan romantis walaupun film action tetapi masih ada adegan yang membuat baper para penonton.
Eak para penonton, ups...
Terutama Alex dan sekretaris Miko yang sudah lama menjomblo hanya berdecih melihat adegan film itu. Mungkin karena muak dengan dirinya sendiri yang tidak kunjung mendapatkan kekasih.
Oh malang sekali kisah percintaan mereka sabar ya Alex dan sekretaris Miko suatu saat pasti bertemu jodohnya masing-masing hehehe....
" Uh sosswit banget sih, jadi ingin?" Ucap Sasa menangkup kedua pipinya sendiri dengan wajah yang berseri karena terbuai dengan fil yang ditontonnya.
" Apanya sosswit biasa aja gitu!" Saut Alex dengan nada cuek nya dengan mendekapkan tangannya di dada.
" Ih kakak! Bicara sama orang yang cuek dan dingin itu percuma, enggak bisa membedakan mana romantis, serius, dan bercanda." Dengan wajah yang cemberut menahan kesal kepada kakaknya.
" Kamu tuh masih kecil jadi tidak usah bicara macam-macam mengerti!" Mencubit hidung Sasa sampai meninggalkan warna merah di hidungnya.
" Auh sakit kak! Siapa juga yang bicara macam-macam orang aku cuma membicarakan adegan di film itu." Kesal Sasa dengan kakaknya.
" Awas kamu kalau sampai berani seperti itu! Kakak akan bawa pulang langsung kamu kerumah dan enggak akan kasih uang jajan lagi." Ancam Alex kepada Sasa dengan mata yang sudah melotot ingin keluar dari sarangnya.
" Iya iya, enggak akan gitu aja di permasalahin." Ucap Sasa dengan wajah yang sudah cemberut.
" Hem bagus! Adik pintar." Mulai meredam amarah yang sempat emosi kemudian Mengusap kepala Sasa dengan lembut.
Adegan yang memperlihatkan sepasang kekasih yang menjalin hubungan dengan sehari-harinya, bercanda,tertawa dan terlena akhirnya menautkan bibir mereka. Menjadi bahan tontonan yang bisa menggemparkan seluruh penonton dan membuat baper para penonton yang melihat. Sasa yang terbawa suasana dengan film itu menjadi histeris saat melihat adegan itu. Semua remaja juga jika melihat pasti akan terbawa suasana dengan adegan seperti itu sama halnya ketika melihat drama korea yang selalu menampilkan adegan romantis.
Tetapi berbeda dengan Alex yang disaat adiknya melihat menjadi ketar ketir karena memperlihatkan adegan di bawah umur. Apalagi adiknya yang masih sekolah tidak ingin salah pergaulan dan meniru adegan- adegan seperti itu dan akhirnya akan terjerumus lebih dalam.
" Hoaaaam! Kak aku ngantuk." Ucap Sasa kepada Alex yang sudah mengantuk tingkat dewa.
" Ya sudah kakak pulang, kamu cepetan tidur dan hati-hati kalau ada apa-apa telepon kakak." Jawab Alex mengelus kepala Sasa kemudian berdiri dari sofa.
" Hem, kakak juga hati-hati dijalan." Dengan senyum lembutnya mengantar kakaknya sampai didepan pintu apartemen.
Mereka pun masuk kedalam mobil kecuali Sasa yang sudah masuk ke kamarnya dan belum ada beberapa menit sudah masuk kedalam alam bawah sadarnya dengan memeluk guling.
Sampai dihotel berbintang Alex dan Miko memasuki kamarnya masing-masing.
__ADS_1
" Kalau begitu saya permisi tuan selamat malam." Ucap sekretaris Miko dengan menundukkan kepalanya.
" Hem, ya." Sebelum beristirahat Alex membersihkan dirinya dahulu karena tadi belum sempat mandi setelah pulang dari kantor.
Beberapa menit kemudian setelah semua bersih membersihkan dirinya, Alex merebahkan tubuhnya untuk masuk kedalam mimpi.
*****
Pagi harinya Alex bersiap-siap untuk pergi kekantor cabang yang ada dinegara L.
Dengan pakaian yang biasa digunakan untuk pergi kekantor, kacamata berwarna hitam menambah ketampanan dan ketegasan seorang Alexander.
Berjalan memasuki kantor semua memuji ketampanan Alex tidak ada yang luput dari mata karyawan untuk melihat Alex yang sedang berjalan melewati mereka.
*****
Di sekolah
" Ra, kamu sudah membayar spp untuk bulan ini?" Tanya Nana yang duduk samping Syeira dengan buku yang dibawanya.
Mereka duduk di taman untuk belajar bersama seperti biasa bertukar pikiran jika salah satu tidak bisa mengerjakan maka harus mengajarinya begitupun sebaliknya. Saling membantu menjelaskan materi yang belum dipahaminya.
" Uh aku juga ikut lega ku kira kau belum membayarnya."
" Tadinya sih juga gitu aku takut kalau belum bisa bayar eh ternyata ibu ada uangnya ya sudah aku langsung bayar." Jelas Syeira kepada Nana.
" Trus kamu gimana udah kan tetapi?" Tanya Syeira lagi kepada Nana.
" Alhamdullilah aku juga sudah, tenang aja santuy hehehe." Ucap Nana ceria.
" Kalau untuk buku lks dan lainnya juga sudah kah?" Tanya Syeira.
" Ada sih yang belum aku belum bilang sama ibu nanti deh kalau sudah di panggil sama bu guru aja hahaha." Jawab Nana dengan sedikit bercanda.
" Dih dasar!" Aku juga gitu lah sapa tau gurunya lupa ya trus mengikhlaskannya hahahha."
" Yeee ya kali!, mereka kan punya buku catatan."
__ADS_1
" Bener juga ya, hem harus siap-siap nyari cara gimana enggak di katakan, bayar lagi bayar lagi!.
" Bener sama aku juga, ya sudah yuk ke kantin udah jam istirahat nih." Ajak Nana sambil membawa buku yang dipelajarinya.
Mereka berjalan ke kantin dengan membawa buku yang tadi sempat dipelajari mereka berdua dan bekal yang sudah mereka bawa.
Tak jarang ada yang bersiul untuk menggoda mereka saat Nana dan Syeira berjalan melewati para lelaki yang duduk di gazebo halaman sekolah. Mungkin kecantikan yang mereka miliki terlalu kuat sehingga banyak lelaki yang terpikat oleh mereka.
" Dasar laki-laki mata kranjang liat yang bening aja langsung mau dicomot giliran yang biasa di biarkan." Cerocos Nana dengan berjalan dan meremas bekal yang dibawa.
" Udah biasa yang begituan kayak enggak tau aja mata lelaki, mungkin karisma kita terlalu kuat kalik hahaha." Ucap Syeira dengan nada bercanda.
" Mungkin yak, duh berarti bersyukurlah kitaa, menoleh kearah Syeira. Hahaha." Mendongakkan kepalanya keatas.
" Alhamdullilah ya allah terima kasih trimakasih, " mengucap syukur mengusap wajahnya dengan telapak tangannya berkali-kali.
" Hahaha."
" Dih dasar, tetapi mengapa ya kita punya tingkat kepedean terlalu tinggi." Tanya Nana mulai berpikir.
" Kepedean yang kita miliki suatu anugerah dari tuhan jadi syukuri aja gitu aja kok dibuat ribet." Jawab Syeira dengan asal.
" He,em bener bener apa kata mu." Mengangguk-anggukkan kepalanya.
Mereka pun sampai dikantin mencari tempat yang kosong untuk tempat duduk berdua. Keadaan dikantin memang sudah ramai banyak sekali dari mereka mengantri untuk membeli makanan dan minuman. Sudah lelah dengan pelajaran yang mereka hadapi mungkin, jadi cepat-cepat diberi nutrisi agar lebih kuat.
" Kamu mau beli minuman apa?" tanya Nana yang duduk berhadapan dengan Syeira meletakkan makanan dan buku yang sempat dipelajarinya tadi.
" Aku air putih ajalah."
" Enggak juz atau apa gitu?"
" Enggak aku mau menyisihkan uangku untuk bayar buku nanti."
" Hem, ya sudah aku juga sama lah."
" Heem."
__ADS_1