Dinikahi Pria Tajir

Dinikahi Pria Tajir
Bab 48 - Villa part 1


__ADS_3

" Gimana kalau nanti malam kita bakar-bakar." Usul Doni yang saat ini duduk di samping Nana. Mengingat malam hari udara di puncak sangat dingin.


" Nha terus malam selanjutnya kita main game." Saut Soni.


" Aku ingin ke kebun teh nih." Ucap Syeira yang sudah duduk. Setelah merebahkan tubuhnya. Entah mengapa setelah melihat kebun teh tadi membuat jiwa kekepoannya makin tinggi. Dia ingin mengetahui bagaimana suasana dari dekat kebun teh.


" Boleh juga, bisa diatur itu." Jawab Soni menyetujui ucapan Syeira. Dia juga sudah lama sekali ingin pergi ke angsana. Apalagi kegiatan sekolah membuat kepalanya sedikit penat.


" He.em setuju aku." Jawab Nana.


" Terus apalagi ini?" Tanya Dika.


" Air terjun ada enggak di sini. Seru banget kalau ada air terjunnya pasti." Ucap Nana.


" Kalau itu aku juga belum tau. Nanti kita coba tanya sama mamang." Jawab Soni.


" Oke."


" Eh bentar, emang kalian bawa makanan yang akan di bakar untuk nanti malam?" Tanya Syeira dengan menaikkan alis.


" Bawa dong!" Ucap Soni, Doni, dan Dika bersama.


" Weits, kompak sekalik pak?" Tanya Nana dengan senyum mengejek.


" Kita sudah siapkan dari sebelumnya tau, tinggal kita masak dan makan tuh makanan." Ucap Soni dengan mengangkat kerah baju ke depan. Seolah berkata siapa dahulu, soni.


" Ah bisa ae lu." Jawab Syeira.


" Oke, sekarang kalian aku antar ke kamar masing-masing." Ajak Soni yang mulai beranjak dari tempat duduknya dan mengambil tas di atas meja.


" Ayoklah!" Ucap mereka semua.


Soni berjalan ke lantai dua ke arah beberapa kamar yang akan mereka tempati. Kamar pertama ditempati oleh Nana dan Syeira. Kamar kedua tepatnya di samping kamar Nana dan Syeira di tempati oleh Doni dan Dika. Sedangkan Soni sendiri memilih kamar yang berada di depan kamar mereka berdua.


Masuk ke dalam kamar masing-masing dan mulai menata semua barang yang mereka bawa.


Setelah itu membersihkan badan karena dari tadi mereka belum menyentuh air sama sekali.


" Ra, enak ya suasananya sejuk banget." Ucap Nana yang saat ini berdiri di samping jendela.


" Iya bener kamu, apalagi aku sama sekali belum pernah ke sini." Jawab Syeira yang duduk di kasur. Sambil memainkan ponsel.


" Eh tetapi aku takut mandi kalau dingin seperti ini. Pasti airnya dingin banget." Dengan memegang kedua lengan tangannya dan menunjukkan ekspresi menggigil.


" Coba kita lihat kamar mandi, apakah ada kran air hangat atau tidak." Beranjak dari tempat duduk dan berjalan ke arah kamar mandi. Biasanya vila seperti pasti ada ait otomatis pikirnya.


" Oh iya bener kamu, ayo kita lihat sekarang." Ucap Nana dengan semangat. Lalu mereka membuka kamar mandi yang lumayan luas dari kamar mandi yang biasa di rumah mereka.


Dengan bathtub di dalamnya serta kaca pembatas dan shower yang tentunya ada untuk memutar otomatis air dingin dan air panas.


" Wow na, indah banget kamar mandinya. Aku baru lihat ini loh." Ucap Syeira terkagum melihat isi kamar mandi.


" Iya bener kamu ra, ini pasti ada air hangatnya enggak mungkin enggak ada."

__ADS_1


" He.em bener kamu."


Kemudian Nana memutar kran ke arah kiri yang menimbulkan air hangat tetapi jika sampai ujung dan tidak bisa di putar lagi itu air akan menjadi panas.


" Aww, panas ra." Ucap Nana yang meloncat karenanya terkejut dengan air yang baru saja di putar.


" Ada apa na, kamu tidak pa-pa kan?" Tanya Syeira dengan khawatir karena melihat Nana yang teriak dan meringis.


" Ini aku putar terlalu ke kiri ternyata air panas. Jadi aku kaget karena tangan aku menyentuhnya."


" Ya ampun, terus gimana tangan kamu. Melepuh apa enggak?"


" Enggak kayaknya. Sudah enggak pa-pa."


" Ya sudah, kita kan sudah tau. Jadi ayo segera mandi dan berhati-hati."


" Iya, kamu duluan aja yang mandi setelah itu baru aku."


" Okelah kalau begitu."


Lalu Syeira mandi tak lupa membawa baju ganti. Masuk ke dalam kamar, dan mengguyur tubuhnya di bawah shower. Merileks kan tubuh, sambil memejamkan mata ketika air itu jatuh di punggungnya. Terasa seperti dipijit.


Nana yang menunggu Syeira mandi merebahkan tubuhnya di atas kasur sambil memainkan ponsel. Dengan kaki berselonjor dan saling menumpu.


" Kalau lama-lama di sini aku juga mau kali ya. Apalagi udara dan pemandangannya." Gumam Nana sendiri sambil melihat ke atas. Membayangkan jika dirinya bersantai-santai dan memiliki rumah seperti ini.


Ceklekk....


Syeira keluar dari kamar mandi dengan keadaan yang sudah segar dan wajah lebih fresh.


" Oke siap." Nana masuk ke dalam kamar mandi. Dia mengedarkan pandangannya sebentar ke arah bathtub. Dia ingin mandi di dalam angsana tetapi ragu. Akhirnya dia mandi di shower yang bisa menguncurkan air dari atas. Tidak seperti di rumah yang harus memakai gayung.


" Heeemmmm, enak banget. ingin deh punya kamar mandi kayak gini. Kapan bisa punya seperti ini. Kalau di rumah kan harus jebur-jebur biar lebih seger. Hahaha. Gumam Nana sendiri dengan konyolnya. Membayangkan yang ada di rumah dan di vila.


*****


Di kamar Doni dan Dika mereka sedang bermain game setelah selesai mandi. Memang tak tau waktu mereka. Bukannya keluar dari kamar dan apa yang bisa dikerjakan, eh ini malah main game dengan enaknya.


" Ahahaha, kau kalah dik, aku menang!" Ucap Doni dengan keras. Dia tertawa senang seperti baru mendapatkan hadiah milyaran rupiah.


" Ah, sial! Tau ah. Kalah mulu guwa." Jawab Dika dengan kesal.


Mereka duduk di sofa yang disediakan di kamar itu sendiri.


" Tak ada yang bisa mengalahkan sang raja pemain game. Ha-ha-ha!" Ucap Doni dengan bangganya dan menepuk dada menggunakan tangan.


" Kampret banget!" Gerutu Dika yang masih tidak terima dengan kekalahannya.


Ceklek..


Masuklah Soni yang juga sudah segar karena baru saja mandi.


" Heh, kalian! Ayo ambil bahan makanan yang masih di dalam mobil." Ucap Soni.

__ADS_1


" Oh iya ya, kita bawa makanan yang akan di makan selama kita di sini. Ayo kalau begitu, jangan sampai itu makanan ada yang basi." Jawab Dika yang kemudia berdiri dari tempat duduknya.


" Iya ayo." Ucap Doni.


Mereka berjalan ke luar dan membuka mobil untuk membawa semua makanan ke dalam vila.


Menaruh di meja sofa yang lebih dekat.


Beberapa kantung belanjaan yang isinya semua makanan.


" Banyak juga ya yang kita bawa. Bakalan habis apa enggak nih?" Tanya Doni dengan menaruh kedua tangan di pinggang sambil melihat semua makanan di atas meja.


" Habislah, kita kan banyak orang. Apalagi beberapa hari juga di sini. Mau makan apa kita kalau enggak bawa makanan banyak. Supermarket juga sedikit jauh dari sini." Jelas Soni kepada mereka.


Memang supermarket jauh dari tempat mereka menginap. Jadi kalau ingin sesuatu, mereka harus menunggu terlebih dahulu.


" Iya juga sih." Jawab Doni.


Tidak lama turunlah kedua cewek yang sudah rapi.


" Uwooowww!, banyak banget makanannya." Ucap Syeira dengan heboh. Melongo, melihat semua makanan di meja penuh. Ada camilan, daging, minuman, sosis, nugget, roti dan masih banyak lagi.


" Iya nih, kok banyak banget. Apa enggak keluarin uang banyak buat makanan segini banyak?" Tanya Nana. Apalagi dia sendiri jika ingin beli jajan tidak sebanyak ini. Takut gendut dan uang yang buat beli juga sayang.


" Haish, enggak usah di pikirin tentang uang. Nikmati aja yang ada dan syukuri." Ucap Doni dengan santai yang diangguki oleh kedua temannya.


" Iya bener tuh, udah sekarang ayo kita mulai mempersiapkan untuk nanti malam." Ucap Soni.


" Eh, tetapi kalian sudah pada salat apa belum? Kalau belum mending salat angsana gih." Suruh Nana kepada para cowok yang ingin beranjak dari duduknya.


" Ya sudah dong, setelah mandi kita langsung salat biar tidak lupa."


" Bagus, ya sudah ayo ini mau di bawa ke mana?" Tanya Syeira yang sudah mengambil beberapa makanan untuk di bawa.


" Ke taman aja, yang pemandangannya lebih indah." Ucap Soni.


" Oke siap." Jawab Syeira.


" Kamu duluan, tunjukin di mana tamannya." Ucap Nana.


Mereka berjalan ke arah taman yang luas terdapat kolam renang dan gazebo. Meja dan tempat bakaran yang sudah tersedia di depan gazebo.


Sungguh taman yang sangat indah. Syeira tidak menyangka jika vila yang ditempati se indah ini. Berarti mereka berteman dengan para cowok yang kaya raya.


Banyak bunga dan rumput hijau yang di rawat sangat rapi.


" Bagus ya ra?" Ucap Nana dengan berbisik kepada Syeira. Mereka berjalan menuju gazebo.


" Iya bener kamu, ini liburan yang sangat menyenangkan bagi kita."


" Iya ra, alhamdullilah kita punya teman yang mau menerima kita apa adannya."


" Iya bener kamu."

__ADS_1


Mereka masih bicara dengan berbisik walaupun jarak dari para cowok sedikit jauh.


Menaruh semua makanan di gazebo. Dan mulai menyalakan bakaran.


__ADS_2