
Pagi hari Alex sudah bersiap untuk pergi ke kantor. Menyelesaikan dengan cepat urusan di kantor karena perusahaan yang ada di tanah air juga membutuhkannya.
Tampil gagah dan menawan Alex berjalan keluar dari kamar hotel.
Dibukannya pintu itu ternyata sudah ada sekretaris Miko di depan pintu, tangannya hendak mengetuk pintu tetapi sudah didahului oleh Alex yang membuka pintu.
" Mau apa kau, mau memukulku."
" Ti-tidak tuan saya hanya ingin mengetuk pintu ternyata anda sudah membuka duluan."
" Hem, kita harus cepat menyelesaikan pekerjaan di sini agar kita cepat kembali."
"Baik tuan"
Berjalan melewati koridor hotel menuju lift. Memencet tombol di lantai 3 karena mereka harus mengisi perut sebelum berperang dengan pekerjaan. Juga menggunakan fasilitas yang disediakan oleh pihak hotel yaitu menyiapkan breakfeast bagi para tamu yang sudah menginap di hotel.
"Jadwalku pagi ini apa ko?" Tanyanya yang sudah berada di dalam lift.
" Meeting dengan Pt. Jijin Company dan Pt. Johson Company tuan."
" Hem, jijin?"
" Ya tuan."
" Agak asing ditelingaku."
" Memang pt itu masih beberapa bulan didirikan tuan."
" Oh pantas saja, kau sudah melihat dokumennya?"
" Sudah tuan, beliau juga termasuk orang yang gigih dan cerdas maka dari itu perusahannya berkembang dengan pesat."
" Boleh juga."
Ting
Sampai di lantai 3 mereka memilih makanan yang disukai. Berbagai macam makanan tersedia disitu. Tidak terlalu ramai karena memang masih sedikit pagi. Alex dan Miko mencari tempat yang dilihatnya cocok untuk ditempati.
Setelah selesai makan mereka keluar dari hotel menuju basement untuk mengambil mobil. Kebetulan Alex tidak menyewa sopir jadi sekretaris Miko yang menjadi sopir untuk beberapa saat.
Mobil memasuki gedung perusahaan Alex keluar dari mobil diikuti sekretaris Miko dibelakangnya. Semua menyapa mereka dan menundukkan kepalanya sebagai tanda hormat. Tetapi hanya sekretaris Miko lah yang menjawab itupun dengan menganggukkan kepalanya tidak berani berkata karena tuannya sedang berjalan didepannya.
__ADS_1
Mereka memasuki ruangan Alex.
" Kau segerakan meetingnya agar cepat selesai."
" Baik tuan."
Mereka pun sibuk dengan sendirinya Alex yang sudah membuka laptopnya dan Sekretaris Miko yang sudah dengan pad ditangannya.
Membuka file dan meneliti kembali untuk bahan presentasi nanti.
*****
Di sekolah
Syeira dan teman-temanya sedang melaksanakan latihan ujian terakhir karena minggu depan mereka sudah melaksanakan Ujian Nasional.
Mulanya mereka memang mengerjakan dengan tenang, tetapi tidak lama kemudian ada anak yang ingin menyontek ulangan. Menengok kepada temannya kebelakang untuk meminta jawaban.
Tetapi belum dapat jawaban malah dapat jeweran dari guru yang mengawasi mereka hari ini.
Haikal mendapat jeweran dari pak Junus karena ketahuan ingin menyontek temannya yang bernama Faisal. Pak Junus merobek kertas yang ada di meja Haikal karena menurutnya haikal sudah menyontek keseluruhan jawaban Faisal, tetapi Haikal menyangkal kalau dia belum menyontek karena sudah ketahuan duluan.
Tetapi Pak Junus tidak percaya dan akhirnya merobek kertas Haikal dan menyerahkan kembali kertas kosong yang masih putih belum ada coretan sedikitpun.
Bisa gawat kalau tidak mendapat nilai mana akan Ujian Nasional pasti itu juga akan memengaruhi nilai raportnya. karena mendapat nilai c di perilakunya.
Pak Junus memang orang yang tegas sehingga sering di bilang guru yang sangat killer dan menyeramkan. Padahal begitulah cara mendidik murid-muridnya agar menjadi orang yang disiplin dan menaati tata tertib yang berlaku. Apalagi dengan murid yang bandel dan nakal pasti akan lebih tegas untuk menghadapinya.
Anak remaja zaman sekarang kalau bandel mah biasa pak Junus katanya kalau enggak bandel enggak ada sensasinya di sekolah, hahaha....
Semua murid kembali mengerjakan ujian dengan tenang . Pak Junus yang tadinya hanya duduk di meja guru sekarang berjalan mengitari murid-murid. Kadang berdiri di belakang semua murid untuk mengawasinya.
Nah lo kalau di belakang enggak ada yang berkutik sedikitpun tuh pasti pada kicep....
Beberapa jam kemudian ujian telah selesai semua mengumpulkan kertas lembaran yang berisi jawaban itu di meja Pak Junus dan kemudian pergi keluar kelas untuk beristirahat.
" Gilak pak Junus tuh kalau lagi serius enggak bisa diajak kompromi sedikitpun." Cerocos Nana dengan Syeira yang sudah berada di kantin duduk di meja yang membentuk lingkaran bergabung dengan Doni Cs.
" Iya serem banget apalagi kalau melotot duh berasa mau keluar tuh mata." Jawab Syeira dengan bergidik.
" Emang gitu tu pak Junus orangnya kan disiplin banget jadi cocok untuk murid yang melanggar aturan." Saut Doni yang duduk disamping Syeira.
__ADS_1
" Iya bener tu kata Doni jadi wajar aja sih kalau tadi si Haikal kertasnya langsung di robek gitu aja." Jawab Soni menimpali ucapan Doni.
" Lagian Haikal juga ada-ada aja udah tau pak Junus orangnya begitu masih aja nyari jawaban lain, kalau enggak bisa yaudah jawab seadanya aja atau sebisanya." Jelas Dika sambil memakan camilan yang dibeli ketika baru masuk kantin.
" Mungkin udah montok tuh pikiran Haikal makanya dia nyontek." Ceplos Syeira dengan polosnya.
" Eh mentok ra bukan montok!"
" Eh lha iya itu maksud aku, hehehe."
" Wah kalau ngomong kagak kau filter dahulu ra ra." Ucap Dika dengan menggelengkan kepalanya.
" Keceplosan aku sorry sorry, hehehe."
"Emang iya sih, soal yang diberikan pak Junus banyak yang sulit, aku aja kuisi ngawur karena udah enggak tau jawabannya apa." Jelas Nana dengan muka cemberut.
" Sama sih aku juga gitu daripada kayak Haikal yang disuruh buat ngulangin lagi kan berabe." Saut Dika
" Udah ah mau pesan apaan nanti terburu bell masuk kalau tidak cepat pesan." Doni yang sudah berdiri untuk memesan makanan.
" He.em mending makan daripada ngomongin tu guru killer." Saut Nana yang sudah berdiri dari kursinya dan berjalan kearah ibu kantin.
" Iya ayolah." Jawab Syeira, Dika, Soni bebarengan. Mereka pun memesan sendiri apa yang mereka inginkan. Tidak seperti biasanya yang perwakilan untuk memesan makanan karena banyak teman kalau mau dipesankan malah ribet mana kepengenannya kan beda-beda.
Sambil menunggu pesanan, mereka memakan camilan yang ada saja untuk mengganjal perut.
" Nanti ada latian volly kalian ikut tidak?" Tanya Doni duduk kembali di samping Syeira dengan memakan pangsit kesukaanya.
" Enggak lah kita kan mau ujian jadi ya belajar aja lah dahulu buat ujian." Jelas Syeira mengunyah permen karet yang dibelinya tadi.
" Ya siapa tau gitu buat refresing sebelum ujian."
" Lah namanya refresing tuh sesudah ujian buat menjernihkan otak kita yang udah dicampur aduk."
" Tau tuh Doni ada-ada aja." Menyahuti perkataan Syeira dengan mata yang tetap melihat layar ponsel.
" Hehehe, ya sapa tau."
Pesanan pun datang menghampiri Nana dan Syeira yang memesan bakso. karena mereka tidak membawa bekal dari rumah.
Bergantian dengan pesanan ketiga cowok itu yang memesan soto, somay dan bakso. Ini memang membingungkan kalau sampai yang memesan perwakilan soallnya pada pesan yang berbeda-beda.
__ADS_1
Bakso yang sudah di depan Doni dengan kerupuk pangsit kesukaannya. Emang enak kalau bakso ada kerupuk pangsitnya bener-bener menggoda.
Mereka pun makan dengan lahap karena mungkin mereka kelaparan setelah mengerjakan soal yang diberikan pak Junus seperti setan yang menakutkan karena sulit sekali di tebak.