
Pagi hari yang cerah matahari bersinar dengan terang. Di dalam kamar yang luas seorang lelaki yang masih bergelut dengan selimut tebalnya. Enggan untuk bangun dari tidur lelap. Entah bermimpi apa sampai matahari bersinar masih tetap meneruskan mimpi indah. Mungkin hari libur yang di tunggu karena bisa terbebas dari semua kegiatan. Hari yang biasa melelahkan bisa dengan tenang tanpa memikirkan beban.
Tok tok tok...
Pintu terketuk, tidak ada sautan dari penghuni kamar dari dalam. Hingga masuklah dan melihat orang yang ada di dalam kamar. berpikir ke mana sampai di ketuk beberapa kali tidak menyahut.
Di buka, lalu dilihat. Ternyata pemilik kamar masih tertidur dengan pulas.
Berjalan menghampirinya,
" Don, bangun kamu enggak masuk sekolah?" Ucap Nyonya Zena menggerakkan tangannya untuk menyentuh tubuh Doni yang masih berbalut dengan selimut.
Belum juga terbangun, Nyonya Zena kembali menggoyangkan tubuh Doni dengan sedikit kasar.
" Ehmmhh." Dehem Doni di dalam selimut.
" Bangun don, sudah pagi ini. Cepat mandi setelah itu sekolah, emang kamu enggak pergi sekolah." Membuka selimut yang menutupi tubuh Doni.
" Enggak ma, aku libur sampai ujian mendatang." Jawabnya dengan suara khas bangun tidur.
" Oh mama kira sekolah, tetapi kamu bangun dong setelah itu mandi dan makan." Dengan membuka selimut Doni dan mengelus kepala Doni.
" Iya ma, 10 menit lagi." Yang masih tetap setia memeluk guling.
" 10 menit nanti malah jadi beberapa menit dan bangun siang, cepetan bangun sekarang!" Dengan nada yang mulai meninggi.
" Iya ma, janji 10 menit lagi setelah itu Doni bangun."
" Beneran lho, mama tunggu awas kalau bohong, mama ke bawah." Ucapnya dengan mengancam.
" He.em." Cuma berdehem saja tanpa sepatah kata pun.
Nyonya Zena hanya menggelengkan kepala. Doni kalau sudah tidur susah untuk di bangunin, apalagi pagi hari.
Nyonya Zena meninggalkan kamar Doni berjalan ke arah dapur yang ingin membuatkan kopi untuk Tuan Victor. Tuan Victor yang terbiasa minum kopi buatan istrinya menjadi ketagihan dan hanya minum jika di buatkan oleh istrinya saja.
Berjalan menghampiri suaminya yang lagi bermain game di ponsel yang berada di taman rumah. Kebiasaan Tuan Victor sangat berbeda dengan orang tua yang kaya raya pada umumnya. Yang biasa bermain golf, membaca koran, bermain billiard. Tuan Victor malah bermain dengan gadget kesayangannya. Bermain game ala anak zaman now, yang mengikuti tren. Jangan salah Tuan Victor tidak pernah ketinggalan zaman. Dia selalu mempunyai jiwa yang masih pemuda. Sampai anaknya ketika bermain dengannya selalu kalah.
__ADS_1
Tetapi Tuan Victor hanya bermain ketika dia memiliki waktu luang. Tidak setiap hari yang harus bermain gadgeet saja. Kalau sampai ketahuan bermain sampai lama istrinya akan mengamuk.
" Ini pa kopinya di minum dahulu." Ucap Nyonya Zena yang sudah menaruh kopi di atas meja lalu duduk di sebelah Tuan Victor.
" Ya, taruh aja di situ ma." Jawabnya yang masih bermain game tanpa mengalihkan pandangan.
" Kalau sudah main game aja mama di lupa in." Ucapnya yang dengan cemberut.
" Yah ellah ma, ini juga mainnya hanya saat libur, Doni mana ma?" Tanyanya mengalihkan pembicaraan agar tidak di omeli oleh istrinya
" Tuh masih tidur, di bangunin malah bilang 10 menit lagi ya sudah mama tinggal aja."
" Loh, memang enggak sekolah dia kok masih tidur."
" Enggak katanya libur sampai ujian akan di mulai."
" Owh kalau gitu sih, ya pantes. Mungkin karena dia banyak kegiatan jadi ingin bermanja dengan waktu tidurnya sebentar." Menjawab dengan pandangannya masih ke layar game.
" Mungkin juga sih pa."
Doni datang dengan muka yang sudah segar. Berjalan ke arah mama dan papanya.
" Pagi, nah gitu bangun pagi kan bisa lebih fresh." Ucap Nyonya Zena.
" Mumpung libur ma, kan jarang ada waktu luang ketika masuk sekolah dan ada kegiatan."
" Ya iya juga sih, kamu mau makan sekarang apa nanti?"
" Nanti ajalah ma, pa joging yuk." Ajaknya kepada Tuan Victor.
" Males don, papa mau ngegame aja, sudah lama enggak main." Tanpa menoleh sedikit pun dari layar ponsel.
" Papa ni main terus, ucapnya dengan cemberut. " Ya sudah aku berenang aja." Pergi dari kursi mama dan papanya lalu berjalan ke arah kolam.
" Ya itu lebih baik, mama buatin camilan dahulu buat kalian." Ucap Nyonya Zena dan berjalan meninggalkan suami dan anaknya. Pergi ke dapur untuk membuat camilan yang bisa mengganjal perut.
" Ya ma."
__ADS_1
Doni segera melepas kaus yang di pakainya dan menceburkan badan ke dalam kolam. Karena papanya di ajak joging tidak mau jadilah dia seorang yang berolahraga.
Berenang dengan sendirinya menggunakan gaya renang yang Doni bisa. Semua gaya renang Doni bisa melakukannya. Apalagi di rumah ada kolam renang, tak ayal jika dia bisa melakukannya karena dia sering berlatih gaya pada saat renang.
Membolak balikkan badannya kekanan dan kekiri. Biasanya ketika ada teman-temannya Doni berenang bersama mereka. Tetapi karena dia tidak ingin di ganggu hari ini dan acara bangun sedikit kesiangan membuat dia malas untuk menelepon temannya.
Toh dia di rumah tidak sendiri. Mama dan papa nya di rumah menemaninya pikirnya seperti itu.
Nyonya Zena berjalan ke arah Doni dengan membawa nampan yang berisi minuman dan camilan.
" Makan sebentar don, belum diisi kan perutnya dari tadi?" Tanya Nyonya Zena dengan lembut, menghampiri Doni di pinggir kolam renang.
" Iya ma, lapar aku setelah masuk ke dalam kolam renang, padahal tadi tidak sama sekali." Mengambil makanan yang di sediakan oleh Nyonya Zena.
" Ya kan kamu habis olahraga berenang itu tadi, sedikit terkuras tenaga."
" He.em." Jawabnya dengan singkat karena menikmati makanan yang di buat oleh mamanya.
" Atau makannya di sini aja, mama ambilin ya?"
" Enggak ma ini aja nanti juga kenyang."
" Ya sudah kalau begitu."
Doni kembali berenang sedangkan mamanya duduk di samping yang sudah di sediakan tempat untuk duduk serta meja. Sambil melihat Doni berenang dan duduk santai Nyonya Zena membuka ponsel dan melihat belanja online.
Wah emak-emak zaman sekarang kalau belanja tidak kalah dari anak zaman now. Belanja online!.
Selain mudah juga ketika malas akan keluar, barang itu sudah sampai di depan rumah.
Hari libur memang sangat indah jika digunakan untuk quality time bersama keluarga. Selain menambah kebersamaan dalam keluarga mereka juga tidak ingin menyia-nyiakan waktu hanya untuk bekerja.
Karena waktu keluarga sangat penting dari apapun.
" Don teman kamu tidak di ajak ke sini!" Tanya mamanya dari kursi yang dia duduki.
" Enggak ma, mereka pasti punya kesibukan juga, hari ini kan libur." Jawabnya yang sudah ingin menceburkan tubuhnya ke dalam kolam.
__ADS_1
" Oh gitu, ya juga sih."
Setelah selesai dengan kesenangannya masing-masing mereka kembali ke dalam rumah untuk melanjutkan sarapan yang sempat tertunda.