
Sesampai dirumah, Syeira memarkirkan motornya ke samping rumah. Masuk kedalam rumah dan melihat ibunya di dapur kemudian bersalaman dengan ibunya. Setelah itu masuk kedalam rumah untuk mengganti pakaian dan salat zuhur kemudian kembali ke dapur untuk membantu ibunya membuat kue untuk dijual di toko.
" Ibu belum selesai buat kue nya?" Tanya Syeira berjalan kearah ibunya.
" Belum, kamu mau bantuin ibu." Jawab Ibu Diana yang sedang masukkan kue kedalam oven.
" Iya sini aku mixerin adonan yang buat kue coklatnya." Ucap Syeira mengambil wadah dan bahan untuk membuatnya.
" Iya nih, coklatnya ada dilemari atas soallnya belum dibuka."
" Iya bu, tumben ibu belum selesai."
" Ada yang ibu tambahin kuenya soallnya banyak yang suka kan sayang kalau tidak ditambahin , lumayan juga bisa nambah ongkos."
" Iya sih bener, tetapi ibu jangan kecapekan lho, ntar sakit." Ucap Syeira dengan penuh perhatian.
" Iya." Ucap Ibu Diana dengan lembut.
Ting.... Adonan pun sudah jadi Ibu Diana mengeluarkan kue itu dari oven kemudian membuat adonan untuk yang lainnya sambil menunggu agar kue itu dingin.
Setelah dingin kue itu dimasukkan kedalam kemasan agar terlihat bagus dan indah.
Mereka menyelesaikan sampai pukul lima sore. Setelah semua selesai mereka membersihkan dapur dan mandi karena badan mereka sudah bau keringat.
" Aku anterin kuenya, ibu dirumah aja istirahat." Ucap Syeira yang menghampiri ibunya yang sedang mempersiapkan untuk dititipkan ke toko-toko.
" Ya sudah ini, kamu hati-hati ya?" Sambil menyerahkan kue itu ke Syeira.
" Iya, assalamu'alaikum." Ucap Syeira sambil bersalaman dengan ibunya.
" Waalaikumsalam."
Syeira pun mengantarkan kue itu dengan mengendarai motornya karena memang sudah hampir magrib.
" Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumsalam, loh ra kok baru datang jam segini." Ucap Ibu pemilik toko yang berjalan kearah Syeira.
" Iya bu soallnya baru aja selesai."
" Ya ampun, yasudah sini ibu tata sendiri aja, kamu cepetan pulang soallnya udah mau magrib." Ucap Ibu pemilik toko dengan penuh perhatian.
" Iya bu, ini kuenya," sambil menyerahkan kue itu ke pemilik toko.
" Nih, wadahnya." Menyerahkan wadah yang digunakan untuk tempat kue sebelumnya kepada Syira.
" Terima kasih bu, kalau begitu saya pamit Assalamu'alaikum."
" Waalaikumsalam, hati hati ra."
" Iya bu." Ucap Syeira berjalan kearah motornya kemudian mengendarai motor lagi ke arah toko yang lain untuk menitipkan kembali kue-kuenya. Setelah menitipkan semua kue itu Syeira kembali kerumah karena memang sudah magrib.
__ADS_1
Allahu akbar allahu akbar....
" Udah magrib nih," gumam Syeira yang baru saja turu dari motornya.
"Assalamu'alaikum ibuu." Ucap Syeira sambil mencari ibunya.
" Wa'alaikumsalam, gimana udah semua." Jawab Ibu Diana yang baru keluar dari kamar mandi.
" Udah bu, beres semua." Sambil menaruh wadah tempat kue tadi ke dapur.
" Yaudah kamu salat setelah itu kita makan."
" Iya bu." Syeira pun berjalan ke kamar mandi untuk berwudhu setelah itu salat magrib.
Setelah semua salat magrib barulah mereka mempersiapkan makanan. Mereka pun makan dengan tenang.
" Huft, " menghembuskan napas yang sudah duduk disamping Syeira. Setelah makan malam tadi.
" Lelah ya bu, mau aku pijitin tidak?" Tawar Syeira menoleh kepadanya ibunya.
" Enggak usah, cuma lelah sedikit aja kok ." Jawab ibu Diana Sambil tersenyum lembut.
" Hemm, bu besok waktunya bayar spp ada uang tidak?" Tanya Syeira sedikit ragu.
" Ada kok, sebentar ibu ambilkan." Beranjak dari sofa.
" Eh bu", menahan tangan ibunya. " Besok aja sekarang ibu istirahat, aku cuma tanya tadi."
" Iya, aku ke kamar ya." Berjalan kearah kamarnya.
" Kasian ibu harus banting tulang buat biaya sekolah aku, sabar ya bu setelah ini aku akan bantu keuangan ibu dan ibu tidak usah capai-capai kerja lagi." Gumam Syeira yang sudah duduk di tempat meja belajarnya.
" Ayo aku harus belajar untuk mendapatkan nilai terbaik, setidaknya itu yang bisa aku lakukan sekarang untuk menyenangkan ibu, oke stroong girl!. Ucap Syeira sendiri sambil mengepalkan tangannya keatas untuk menyemangati dirinya sendiri.
Syeira mendengar suara ponselnya berbunyi kemudian dia berjalan kearah tempat tidur karena memang tadi ditaruh di atas batalnya.
" Nana, ngapain dia telepon." Gumam Syeira.
" Ya hallo, ada apa na?" Menempelkan ponselnya ke telinga.
" Kamu udah ngerjain tugas yang diberikan pak Uyab ra?" Ucap Nana diujung telepon.
" Belum ini aku mau ngerjain." Berjalan kearah meja belajarnya.
" Yah, aku kira udah,"
" Emang ada apa sih."
" Aku mau tanya yang nomor 8 aku tidak dong, hahaha."
" Dasar kampret! telepon cuma mau nyontek." Ucap Syeira sambil memutar bola matanya.
__ADS_1
" Hehehe, piss. Aku kan lagi tidak mau mikir berat jadi ya telepon kamu aja biar cepat selesai." Ucap Nana sambil cengengesan.
" Huu! Dasar, belum selesai aku malah lagi otw." Membuka bukunya.
" Yaudah kalau gitu aku ngerjain lagi deh." Ucap Nana dengan lesu.
" Hahaha, semangat Nana ku sayang ada untungnya juga aku belum ngerjain jadi tidak dicontekin."
" Hem, kampret kamu ra, yaudah bye!" Menutup telfonya.
" Dih dasar Nana." Berucap dengan menggelengkan kepalanya. Syeira pun mulai mengerjakan tugasnya sampai selesai.
*****
Di perusahaan
Tok tok tok..... Sekretaris Miko mengetuk pintu ruangan Alex.
Ceklek, pintu pun dibuka kuncinya oleh Alex menggunakan remote control.
" Permisi tuan." Sekretaris Miko berjalan kearah Alex yang masih sibuk berkutat dengan laptopnya.
" Kita pulang sekarang aku lelah." Ucap Alex mendongak ke arah Miko dan kemudian mematikan laptopnya.
" Baik tuan."
Mereka pun berjalan kearah pintu meninggalkan ruangan itu. Sopir pun datang tepat disaat Alex tiba di pintu masuk perusahaan. Karena memang tadi pada saat berjalan Sekretaris Miko mengirim pesan kepada sopir untuk menjemputnya.
Sekretaris Miko pun membukakan pintu untuk Alex kemudian dia berjalan kearah samping kemudi.
" Kita ke apartemen saja." Ucap Alex menyandarkan punggungnya di kursi mobil sambil memejamkan matanya.
" Tidak ke rumah utama tuan?" Tanya Miko menoleh kebelakang.
" Tidak, papa sudah pulang."
" Baik tuan."
Alex tidak kembali kerumah utama karena papanya sudah pulang, maka dari itu dia berfikiran mamanya tidak akan kesepian lagi dan dia tidak khawatir untuk meninggalkan mamanya dirumah yang begitu besar.
Sesampai di apartemen Alex dan sekretaris Miko berjalan menaiki lift, memencet tombol menuju kamar apartemen masing masing.
Alex dan sekretaris Miko memang tinggal satu apartemen hanya saja berbeda lantai. Mungkin Alex berfikiran sekretaris lebih banyak digunakan jadi tidak salah jika Alex selalu berdekatan dengannya.
" Selamat malam tuan." Ucap sekretaris Miko yang sudah akan keluar dari lift.
" Ya." Jawab Alex dengan singkat.
Sampai di kamar, Alex membersihkan dirinya untuk menghilangkan rasa lelahnya. Setelah itu menyiapkan perlengkapan untuk pergi ke luar negeri besok.
karena Alex tidak menyewa pelayan untuk tinggal di apartemennya. Hanya saja pelayannya datang ketika Alex membutuhkan untuk membersihkan apartemennya.
__ADS_1
Setelah semua beres, Alex merebahkan tubuhnya di tempat tidur siap untuk memejamkan matanya.