
" Eh, ibu sampai lupa. Bagaimana dengan lamaran kamu. Apakah diterima?" Dia hampir lupa tentang apa tujuan Syeira tadi.
" Alhamdulillah bu, Syeira di terima kerja. Langsung lagi, tidak memakai interview." Ucap Syeira dengan gembira.
" Kok bisa? Bukankah jika ingin melamar pekerjaan itu harus melewati serangkaian pertanyaan."
" Syeira juga enggak tau, dia melihat CV Syeira terus langsung keterima kerja."
" Begitu, terus mulai kerja kapan?"
" Besok Syeira langsung kerja bu, nanti tinggal menunggu pesan dari HRD Syeira tentang bagaimana kedepannya."
Ibu Diana hanya mengangguk-anggukkan kepala. Dia juga merasa senang akhirnya Syeira bisa diterima kerja.
*****
Besok pagi Syeira sudah siap untuk berangkat bekerja. Semua pekerjaan rumah dan lainnya sudah dia kerjakan. Karena shubuh tadi Syeira langsung bergegas membantu ibunya.
Sebagai karyawan yang baru pertama kerja Syeira menyakinkan pada diri sendiri supaya tidak terlambat. Karena pasti nanti akan membuat kesan buruk bagi dirinya.
" Bu aku berangkat ya, takut nanti terlambat." Ucap Syeira, menghampiri Ibu Diana lalu mengambil tangan ibunya untuk dicium.
" Iya, hati-hati di jalan. Jangan ngebut bawa motornya." Mengelus kepala Syeira dengan sayang.
" Iya bu, assalamualaikum."
" Waalaikumsalam."
Seperti kemarin Syeira tetap memakai celana panjang. Karena dia berpikir lebih mudah memakai celana daripada memakai rok jika mengendarai motor. Tetapi celana yang dipakai hari ini berbeda dengan kemarin. Dia memakai setelan blazer baju kerja wanita berwarna pink salem. Dengan kulit putihnya sangat cocok untuk dipakai oleh Syeira. Tetapi kali ini rambut panjangnya dia kucir kuda.
Melajukan motornya dengan kecepatan sedang.
Beberapa menit kemudian Syeira sampai di kantor. Memarkirkan motornya seperti biasa dijajaran para pegawai yang juga membawa motor.
Masuk ke dalam, tak lupa menganggukkan kepala kepada security yang berjaga.
Berjalan ke ruangan manajer marketing, karena Syeira sudah diberi tahu untuk langsung pergi ke sana.
Tok tok tok...
" Ya masuk!"
Ceklekk.....
" Permisi." Membuka sedikit pintu yang diketuk, karena dia takut jika belum di perbolehkan untuk masuk ke dalam.
" Masuk."
" Oh ya, baik bu."
Berjalan ke arah meja Jane dengan pelan.
" Silakan duduk."
__ADS_1
" E-em baik." Ucap Syeira dengan gugup.
Jane mengadahkan kepala ke arah Syeira dengan tersenyum manis. Mengalihkan pandangannya dari laptop. Sedangkan tangannya saling menautkan di atas meja.
" Perkenalkan nama saya Jane manajer marketing di perusahaan ini."
" Saya Syeira bu."
" Jangan sungkan, kita akan menjadi partner untuk melakukan pekerjaan ini." Ucap Jane dengan santai. Karena dia tahu Syeira gugup, jadi dia menjelaskan langsung maksudnya.
Syeira hanya menjawab dengan senyum dan menganggukkan kepala.
" Begini, kamu berada di ruangan yang berbeda dengan saya. Ruangan kamu tepat di sebelah saya. Jadi kalau saya butuh apa-apa atau sebaliknya kita bisa cepat menemui. Seorang asisten dan manajer pasti akan sering membutuhkan dan saling bekerja sama satu sama lain."
" Baik bu."
" Saya lihat kamu orangnya mudah menyesuaikan diri. Jadi semoga kita bisa menjadi partner yang patut diteladani."
" Amin semoga saja bu."
" Semangat!" Mengadahkan telapak tangan untuk meminta Syeira berjabat tangan.
Lalu Syeira mengulurkan tangan. " Semangat!" Ucapnya juga.
" Sekarang kita pelajari pekerjaan hari ini. Saya akan mengajari kamu terlebih dahulu. Mari kita duduk santai saja di sofa." Menunjuk ke arah sofa. Dan mulai beranjak dari tempat duduknya. Karena jika dipikir mengajari seorang yang baru belajar lebih enak jika berdekatan karena nantinya pasti dia akan menjelaskan. Apalagi semua materi ada di laptop.
" Baik bu."
Duduk di sofa bersampingan dengan laptop di depan mereka.
Tetapi karena Syeira orang yang pintar jadi tidak begitu sulit bagi Syeira untuk memahami semua yang dijelaskan oleh Jane.
" Cepat tanggap juga kamu, saya suka jika memiliki partner kerja seperti ini." Puji Jane, karena dia melihat Syeira yang dengan mudah untuk mempelajari apa yang dia maksud hari ini.
" Alhamdulillah kalau begitu. Jadi saya tidak perlu dimarahi seperti anak smp jika tidak mengerti akan di gembleng terus-terusan. Hahaha." Jawab Syeira dengan bercanda. Dia sudah mulai terlihat biasa dengan Jane.
" Aih, ternyata kamu bisa melucu juga."
" Biar tidak garing bu. Hehehe." Jawab Syeira.
" Kalau begitu kan kita tidak canggung lagi. Anggap saja saya teman atau kakak kamu."
" Iya bu."
" Dari tadi kamu panggil saya bu, bu , bu. Pengap telinga saya dengarnya."
" Terus saya harus manggil siapa?"
" Mbak saja. Lebih enak di dengernya."
" Iya mbak Jane."
" Hahahha!" Mereka tertawa bersama mendengar Syeira berbicara dengan lembut.
__ADS_1
Saking seru nya membahas pekerjaan, mereka lupa jika saatnya untuk makan siang.
" Eh sudah istirahat ini, kita sudahi dahulu. Nanti dilanjut lagi. Kita ke kantin sekarang." Ucap Jane, kemudian menutup berkas di meja dan mematikan laptop.
" Eh iya mbak. Kantin jauh tidak dari toilet?"
" Kamu mau ke toilet?"
" Iya nih, aku kebelet dari tadi."
" Astaga, mengapa kamu tidak bilang dari tadi. Tau gitu kita berhenti sebentar." Sesal Jane karena mendengar ucapan Syeira.
" Tidak pa-pa mbak. Tadi hanya sedikit terasa tetapi ini sudah tidak bisa dikondisikan. Hahaha." Jawab Syeira dengan sedikit bercanda. Agar Jane tidak terlalu merasa bersalah.
" Bisa aja kamu. Ayo jangan lama-lama, kita ke toilet sekarang."
Lalu mereka beranjak dari ruangan Jane. Menuju toilet sebelum ke kantin. Jane menunggu di depan toilet sambil memainkan ponsel.
Keluar dari toilet mereka berjalan ke arah kantin. Semua mata tertuju kepada mereka. Siapakah yang bersama Jane?
Kali ini Syeira membuat semua orang terpana melihatnya. Mempunyai wajah yang cantik membuat banyak orang tertarik kepada nya. Tak terkecuali seorang wanita pun, mereka seperti mengagumi kecantikan Syeira.
Mereka mulai berbisik-bisik, siapakah dia?
Tetapi Jane dan Syeira menghiraukan mereka semua. Tetap berjalan santai menuju ke arah makanan untuk mengambil yang dia sukai.
Lalu memilih tempat yang kosong untuk makan.
" Ramai sekali ya, kalau makan siang." Ucap Syeira melihat di sekelilingnya. Karyawan yang saling berhadapan untuk makan siang.
" Iya, tetapi kadang juga sepi karena mereka makan di luar."
" Memang boleh makan di luar mbak?"
" Boleh saja, di depan juga ada cafe. Tidak jauh dari sini ada restoran. Terserah mereka mau makan di mana saja. Yang terpenting waktunya istirahat selesai mereka juga harus kembali ke kantor." Jelas Jane, mulai menyuapkan makanan ke dalan mulutnya.
" Oh begitu." Mengangguk-anggukkan kepala. Dengan kaki sebelah yang sedikit diayun-ayunkan karena menumpu pada kaki satunya.
" Memang bosnya sabar ya mbak?"
" Kamu kalau tau enggak bakal kedip. Galak sih iya, tetapi mungkin lebih ke tegas. Agar karyawan yang lain disiplin. Tidak seenaknya sendiri." Jelas Jane, sambil sesekali memelototkan mata.
" Ganteng mbak?" Dia kepo dengan bosnya sekarang. Didengar dari pembicaraan dengan Jane, tidak menutup kemungkinan jika orangnya sangat tampan.
" Uh enggak lagi, ganteng bangetttttttt. Dia sih dingin, jarang tersenyum. Tetapi itu membuat karisma nya bertambah. Wibawanya itu lho, sangat-sangat. Uwooow." Jawab Jane dengan exsaited menjelaskan bagaiman bosnya kepada Syeira.
" Kok aku jadi penasaran, seperti apa yha."
" Ntar kamu juga tau sendiri nanti."
" Iya juga ya."
Hallo gayssss.....
__ADS_1
Seperti biasa jangan lupa like, komen, dan vote ya. 🤗🤗
Terima kasih🙏