Dinikahi Pria Tajir

Dinikahi Pria Tajir
Bab 30 - Naik jabatan


__ADS_3

Di lain rumah, Syeira yang sedang libur sekolah pun seperti biasa membantu ibunya untuk membuat kue. Setelah membersihkan rumah dari menyapu halaman, menyirami tanaman kesukaannya.


Ibunya yang sedang mencuci baju milik sendiri, membuat Syeira meneruskan untuk membuat kue. Melebihkan sedikit dan membuat kue yang lain untuk Nana yang akan berkunjung nanti.


Tadi malam mereka chit chat untuk membahas pelajaran hingga Nana ingin bermain di rumah Syeira. Karena sudah lama juga Nana tidak bermain di rumah Syeira.


Satu kue sudah jadi, kue kering cokelat dan kue putri salju. Selain belajar dari ibunya Syeira juga belajar dari ponsel pintarnya yang banyak mengaplikasikan cara pembuatan kue.


Setelah kue itu semua selesai Syeira memasukkan ke dalam wadah dan siap untuk di antar. Kali ini pekerjaan lebih cepat karena dilakukan bersama. Tidak seperti biasa yang hanya ibunya saja hingga sampai siang baru selesai.


Setelah kue siap untuk di antar Syeira membersihkan semua meja yang berserakan dengan tepung dan bahan yang lain.


" Hem, sudah bersih, rapi tinggal menunggu Nana aja." Gumam Syeira sendiri sambil berkacak pinggang melihat meja yang sudah bersih dan penuh makanan dan kue.


Pergi berjalan ke arah sofa menonton televisi sambil menunggu ibunya selesai mencuci lalu sarapan bersama.


Tidak berapa lama ibunya berjalan ke arah Syeira dengan badan yang sudah segar setelah mandi.


" Ra, sudah makan?" Bertanya lalu duduk di samping Syeira.


" Belum bu, makan yuk laper aku."


" Iya ibu juga lapar nih dari tadi." Dengan wajah yang sedikit lelah.


" Iya yuk bu."


Mereka pun berjalan ke arah dapur untuk sarapan.


" Nana nanti mau ke sini bu." Memberi tahu ibunya sambil melahap makanan yang berada di piringnya.


" Oh ya, gapapa sudah lama dia enggak ke sini."


" He.em," sambil menaikkan alisnya. "Mau main katanya sebelum ujian."


" Belajar bersama dong kalau gitu, kan sebentar lagi ujian." Menyendokkan nasi ke dalam mulut.


" Enggak bu, main aja kali ini belajarnya besok-besok, hehehe."


" Ya sudah enggak pa-pa yang penting jangan lupa belajar."


" Siap bu."

__ADS_1


*****


Di perusahaan


Sekretaris Miko sedang merekrut manajer marketing yang baru. Karena tidak ada satu pun yang memenuhi kriteria dari semua yang melamar sebagai manajer marketing. Dan jalan keluar yang adalah dengan merekrut dari karyawan lain yang sudah bekerja di perusahaan. Namun naik jabatan dari yang semula sebagai asisten dan sekretaris menjadi manajer marketing.


" Gimana tuan apakah Jane saja yang kita rekrut, soalnya dari semua karyawan hanya dia yang memiliki potensi lebih unggul." Jelas Sofi kepada Miko, mereka duduk di sofa dengan berbagai dokumen yang berserakan.


" Ya, itu saja nanti kalau sudah ada yang lebih dari dia kita ganti." Yang sedang melihat dokumen Jane sebagai karyawan di perusahaan. Melihat lagi potensi yang di miliki.


" Tetapi untuk sekretaris Jane belum ada tuan."


" Tidak pa-pa untuk sementara waktu. Perusahaan juga masih aman tidak ada yang sulit kali ini."


" Iya tuan."


" Kau beritahu kepada Jane secepatnya agar segera mengurusi masalah yang sebelumnya terbengkalai."


" Baik tuan, kalau begitu saya permisi." Ucapnya setelah itu berdiri lalu menundukkan kepala.


" Hem, ya."


Sofi keluar dari ruangan Miko dengan membawa semua berkas. Meninggalkan Miko dengan memikirkan lagi pekerjaan di perusahaan. Tidak mudah menjadi seorang asisten Alex yang memiliki perusahaan di mana-mana. Waktu yang sering dia gunakan hanya untuk bekerja. Menjadi orang yang cepat dan cekatan dalam berbagai pekerjaan, harus siap jika di suruh untuk ke luar negeri dalam waktu yang belum terencanakan.


Sofi berjalan ke arah ruangannya, menaruh berkas yang di bawa dari ruangan Miko ke meja sendiri. Dia sendiri juga memiliki ruangan sendiri karena memiliki jabatan lebih tinggi dari yang lain.


Semua karyawan memiliki ruangan sendiri hanya karyawan biasa dan tidak memiliki jabatan yang tidak memiliki ruangan. Karyawan biasa di tempatkan di ruangan yang banyak karyawan dan hanya di batasi saja sehingga jika mereka berdiri bisa langsung bicara dengan orang di sebelahnya.


Menelepon Jane untuk ke ruangannya sekarang.


Tok tok tok....


" Masuk!" Ucap Sofi dengan nada lebih tinggi karena kalau tidak, orang yang di luar pintu tidak akan terdengar oleh suara Sofi yang ada di dalam ruangan.


Ceklek....


" Permisi bu." Menongolkan setengah badannya.


" Ya, masuk saja." Mengadahkan kepala melihat ke arah pintu.


Jane berjalan ke arah meja Sofi lalu duduk di depan meja berhadapan dengan Sofi.

__ADS_1


" Ada yang bisa saya bantu bu?" Dengan tangan di bawah paha dan kaki yang merapat.


" Begini sof, kamu sekarang jadi manajer marketing untuk menggantikan manajer yang lama." Jelasnya dengan tangan berada di atas meja saling menautkan jari-jari.


" Hah, beneran bu tetapi mengapa saya, ada yang lain yang lebih dari saya." Terkejut dengan perkataan Sofi. Akan naik jabatan.


" Karena kita yakin kamu bisa dan kamu juga sudah mempelajari secara tidak langsung sebagai sekretaris manajer kan, jadi tidak ada yang di ragukan lagi. Paling cuma sedikit yang belum kamu bisa, tenang saja nanti saya akan atur semua agar kamu bisa mengerjakannya." Jelas Sofi panjang lebar.


" Baik bu, saya yakin saya bisa." Ucapnya dengan semangat.


" Nah gitu dong, tetapi kamu belum ada asisten, ini masih di carikan yang terpenting manajer dahulu."


" Iya bu tidak pa-pa."


" Dan gini kalau tidak ada manajer bagian marketing berantakan tidak ada yang mengaturnya. Sedangkan kita mengerjakan tugas yang diberikan oleh atasan masing-masing."


" Iya bu, saya mengerti apalagi jika pekerjaan banyak dan masih harus mengurus yang lain lagi akan menambah repot dan lelahnya." Ucap Jane dengan sedikit argumen. Mengetahui apa yang di rasakan oleh karyawan lain.


" Nah kan kamu tau itu, pokoknya atur semua karyawan marketing, kamu sudah menjadi manajer mereka, atur lebih bagus strategi yang kamu gunakan dan cara yang lebih pintar. Meetinglah dengan mereka apa yang akan kamu rencanakan dan diskusikan dahulu." Ucap Sofi dengan serius. Agar mengerti apa yang Jane lakukan sebelum bertindak.


" Baik bu." Menganggukkan kepala.


" Perusahaan juga masih aman-aman saja jadi tidak akan ada tugas yang lebih berat, ruangan kamu sudah berbeda dari yang sebelumnya kamu pindah ke ruangan khusus manajer marketing."


" Baik bu."


" Selamat ya, atas jabatan kamu sekarang." Mengangkat tangan untuk mengajak Jane berjabat tangan.


" Terima kasih sebelumnya bu dan terima kasih atas kepercayaannya." Membalas jabatan tangan Sofi.


" Ya, sama-sama Jane." Ucap Sofi dengan tersenyum.


" Kalau begitu saya kembali ke ruangan dahulu." Dengan menundukkan kepalanya.


" Ya silakan." Mempersilahkan Jane keluar dengan telapak tangan mengadah mengarah pintu.


Jane keluar dengan perasaan senang. Mendapat jabatan baru otomatis gaji juga baru. Pastilah, perusahaan Alex tidak main-main dengan gaji yang di berikan jika pekerjaan mereka bagus mereka juga akan mendapat bonus. Apalagi naik jabatan, setiap karyawan yang naik jabatan pasti akan mendapat gaji yang lebih besar dari sebelumnya. Bukan karena apa, mereka juga akan di tambah pekerjaannya. Maka tidak heran jika mereka menerima gaji lebih besar dari sebelumnya.


Hay guyyssssss....


Jangan lupa like ya, komen dan vote yang banyak.

__ADS_1


Terima kasih🙏🙏😊😊


__ADS_2