Dinikahi Pria Tajir

Dinikahi Pria Tajir
Bab 32 - Taman


__ADS_3

Mereka masih melajukan motornya untuk sampai ke toko yang ke dua. Sedikit jauh dari toko yang pertama.


" Ini kok rada jauh ya ra?"


" Iya na, mangkanya kita naik motor."


" Emang toko yang lebih dekat enggak ada ra?"


" Tadi yang dekat, yang lain susah untuk dititipin kue."


" Ha, memangnya ada apa. Bukankah sama saja."


" Enggak tau juga, orang kan beda-beda na, ada yang mau dengan senang hati ada yang enggak. Kita mah cuma bisa apa."


" Iya juga sih." Ucap Nana dengan menganggukkan kepala. Mengerti dan paham apa yang di rasakan oleh Syeira.


Sampai di toko ke dua yaitu toko milik keluarga Sandra. Kali ini Nana ikut turun mengantar kue sampai ke dalam toko.


" Assalamualaikum!"


" Waalaikumsalam." Sandra keluar, melihat siapa yang mengucapkan salam barusan.


" Loh sandra! Rumah kamu di sini ternyata san?" Ucap Nana terkejut.


" Iya na, kamu kok bisa ada di sini juga." Menunjuk Nana dengan ujung jarinya.


" Iya aku main ke rumah Syeira terus ikut anterin kue ini sekalian jalan-jalan."


" Owh pantesan sama Syeira, biasanya kan Syeira sendiri."


" Iya dia main ke rumah aku, nih kuenya san." Menyerahkan wadah yang berisi kue.


" Oh iya, sebentar aku ambilkan wadahnya ra." Masuk ke dalam toko dan mengambil wadah Syeira.


" Ini ra." Menyerahkan wadah kosong.


" Kalau begitu aku pulang san." Ucap Syeira kepada Sandra


" Loh enggak main di sini ra, na." Mengajak Syeira dan Nana.


" Langsung aja lah san, kamu juga pasti repot ngurusin toko."

__ADS_1


" Iya sedikit juga sih." Jawab Sandra dengan cengengesan.


" Nha kan, kita pulang aja san enggak mau ganggu kamu. Assalamu'alaikum!" Ucap Nana.


" Ya, waalaikumsalam."


Mereka melajukan motor kembali untuk meninggalkan toko Sandra.


" Aku enggak nyangka ternyata rumah kamu dan Sandra dekat ya ra." Ucap Nana. Mereka masih berada di atas motor. Entah ke mana motor itu dilajukan.


" Iya, kok kamu baru tau sih na, bukankah aku sudah ngomong ya sama kamu."


" Belum tuh, belum sama sekali."


" Terus ke mana nih kita sekarang, pulang atau apa?"


" Ke taman dekat sini aja, kita ngobrol sebentar."


" Okelah gas ken."


Mereka pergi ke taman dekat kompleks rumah Syeira. Taman memang cocok untuk berbincang-bincang. Sambil melihat pemandangan di sekitar taman yang bagus.


Taman di dekat rumah Syeira sering sekali di bersihkan. Tidak heran jika taman itu banyak pengunjung dan banyak anak-anak untuk sekadar bermain. Di sana juga di sediakan tempat permainan anak. Ada juga jajanan di pinggir taman.


Ada juga seorang ibu yang mengasuh anaknya atau baby sitter untuk merayu agar mau makan.


Syeira dan Nana sampai di taman, memarkirkan motornya di sana.


Memilih tempat yang dirasa cocok untuk tempat berbincang.


Dan akhirnya mereka pergi ke tempat duduk yang di sediakan taman. Tempat duduk membentuk lingkaran di tengahnya ada meja dan di atas seperti penutup agar tidak kepanasan yang berbentuk sedikit menguncup. Biasa di sebut tempat duduk jamur.


" Ah, teduh juga ya di sini ra." Yang sudah mendudukan bokongnya. Mengadahkan wajahnya, merasakan hawa sejuk yang berada di taman.


" Iya, lumayan lah buat sore hari ini." Ikut duduk di samping Nana.


" Iya juga sih, nih kalau enggak ada pohon-pohon pasti panas banget."


" Bener banget, ini karena enggak panas, pohonnya yang rindang banget." Menunjuk ke atas dengan mengadahkan kepala.


" Kalau sore ramai ra di sini?" Menoleh melihat di sekitar taman.

__ADS_1


" Wuh banget, banyak anak kecil yang di suapin emaknya untuk sekadar agar mau makan. Kan anak kecil kalau enggak di rayu sedikit enggak mau ya tetep enggak mau, titik enggak pakek koma." Cerocos Syeira.


" Iya sih bener jugak, apalagi banyak orang berjualan, haduh alamat setan lewat." Menempelkan tangannya di kepala.


" Loh kok bisa?" Tanya Syeira dengan mengkerutkan dahi.


" Lah di rayu sama setan di samping telinga, ayo beli na, beli noh ada semua di sini. Tuh lihat perutmu sudah keroncongan." Ucap Nana dengan suara yang besar. Seperti menakut-nakuti.


" Aih bisa aja lu." Menabok tangan Nana.


Plak..


" Aww!, sakit oi." Ucap Nana dengan terkejut karena mendapat geplakan dari Syeira. Tidak sakit tetapi hanya kaget.


" Alah lebay lu."


" Kamu sering kesini ra, kalau sore atau malam hari?" Tanya Nana sambil melihat sekelilingnya.


" Aku jarang kesini, tau sendiri aku selalu bantuin ibu sampai sore. Setelah itu aku membersihkan diriku sendiri lalu makan dan istirahat dan belajar." Terangnya dengan sedikit mengeluarkan unek-uneknya.


" Iya juga ya. Mending buat istirahat mengumpulkan tenaga lagi buat besok."


" Nah tu tau." Dengan mengangkat alisnya ke atas dan memajukan dagu.


" Ini orang yang kencan masa juga ada ra?"


" Ada tau, kau pikir ini taman cuma buat anak-anak. Enggak! Banyak juga yang pacaran di sini tetapi di sebelah sana", menunjuk tangan ke arah danau. " Kebanyakan tuh di danau itu, mungkin untuk sekadar mengobrol atau berbicara dari hati ke hati."


" Eih ada danau ya itu", ucapnya dengan terkejut. Aku baru tau lho, aku cuma ngeliat yang di taman ini aja. Kalau itu mah ya pantes untuk orang yang sedang pacaran di situ. Santay gitu kali ya."


" Yhaps mungkin saja." Menganggukkan kepala. " Kamu tau na, melihat anak kecil yang lucu-lucu seperti itu, jadi ingin memiliki anak juga. Tetapi disisi lain aku masih belum puas dengan masa mudaku yang sekarang." Matanya melihat ke arah anak dan ibu yang sedang bercanda, tidak bisa di tebak apa yang sedang dipikirkan.


" He.em lucu juga ya kalau memiliki anak seperti itu, emang kamu ingin anak berapa ra?"


" Entahlah aku mah belum terpikirkan kalau berapanya. Jodohnya aja belum tau."


" Hahaha iya juga. Ah kamu juga ngomongin anak padahal belum tau bapaknya siapa."


" Ya ngeliatnya jadi gemes gitu." Memperagakan dengan tangan mengepal dan menempelkan di rahangnya. Dengan muka yang di buat-buat.


Mereka mengobrol sampai matahari sudah di atas kepala. Saking serunya dan sedikit bermain mencoba permainan anak kecil yang ada di taman. Khusus di sediakan untuk bermain anak kecil yang sedang di sana.

__ADS_1


Danau yang ada di samping taman menambah kesan indah untuk bermain di sana. Tetapi kebanyakan untuk orang yang pacaran atau dewasa karena kalau anak kecil di dekat danau takut nanti akan tercebur. Toh danau nya sedikit jauh dari taman yang mereka tempati sekarang.


Setelah puas dengan bermain permainan anak di taman Nana dan Syeira kembali pulang menuju ke rumah Syeira. Nana yang rumahnya sedikit jauh dari Syeira memutuskan kembali pulang sore hari. Katanya takut nanti kulitnya item karena sinar matahari menembus jaket yang di pakainya sampai ke kulit.


__ADS_2