
" Gimana ra? Mengapa kemarin kamu bisa bertabrakan dengan cowok itu?" Tanya Nana dengan menyuapkan makanan ke dalam mulutnya. Makanan bekal yang dibawa dari rumah.
" Gini lho ceritanya, kan kemarin aku mau mengambil ponsel di dalam tas aku, sedikit lama tuh aku nyarinya, tiba-tiba bruk, ternyata nabrak orang, keras cuy dadanya! Dahi ku sampai nyut-nyutan." Ucap Syeira dengan antusias dan melototkan mata.
" Pantesan kamu sempat usap dahi, ternyata lagi kesakitan, Hahahaha."
" Aih sialan kamu! tetapi bener, tuh orang gants banget bikin klepek-klepek."
" Mangkanya, mata aku kagak buram ya tentang cogan begitu." Sambil nyomot lauk punya Syeira.
" Tetapi kalau marah nakutin ya, melotot lho matanya, mana badan besar kan takut." Bergidik membayangkan cowok yang bertabrakan dengan dirinya.
" Ho.oh, yang dibelakangnya juga ganteng lho sama kayak yang nabrak kamu badannya. Beuh tuh orang keluaran mana yak?"
" Eh iya bener juga kamu, aih tetapi aku fokus sama yang bertabrakan dengan diriku."
" Kira-kira udah punya kekasih belum ya?"
" Eh iya bener, nanti kalau ternyata udah punya zonk dong, Hahaha."
" Sebelum janur kuning melengkung masih bebas buat melakukan berbagai cara. HAHAHA." Menjawab dengan tertawa besar seperti menakuti orang.
" Wah parah lu nanti kalau di sergap baru tau rasa."
" Kagak tenang aja."
" Tumben Doni Cs enggak ke sini di mana dia?" Menoleh ke semua arah mencari Doni dan teman-temannya.
" Iya ya, atau lagi kumpulan OSIS kali." Di saat lagi celingukan mencari Doni, Syeira yang ingin menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.
" Kok lauk aku tinggal sedikit." Bertanya dengan mengkerutkan dahi, melihat bekal makanan.
" Ehehehe, aku comot tadi ra, abis kelihatan enak jadi aku ambil aja." Menjawab nyengir tanpa dosa.
" Kurang asem ternyata kamu ambil na!, terus ini nasi belum habis lauknya malah tinggal sedikit." Menunjuk nasi yang di bekalnya.
" Aih nih, kamu ambil punya aku." Menyodorkan bekal makanan ke ara Syeira.
Syeira pun mengambil lauk yang di bawa Nana. Mereka berbincang sambil menghabiskan makanan sebelum jam istirahat selesai.
__ADS_1
Ada juga guru-guru yang pergi ke kantin untuk sekadar memesan kopi. Kebanyakan memang seorang lelaki tidak bisa jauh dari kopi.
Seolah-olah kopi memberi filosofi dalam kehidupan mereka. Menikmati kopi seperti menikmati momen hidup saat itu juga. Bahkan kopi jadi solusi kala mood turun saat bekerja.
Rasa kafein di dalam kopi yang di sukai mengandung kafein lebih tinggi di bandingkan teh, bahkan teh hitam sekalipun. Teh hitam maksudnya teh pekat dengan 1 tea bag setara untuk 3 gelas teh. Kadar kafein dalam kopi di percaya membangkitkan semangat seseorang sehingga banyak orang beralasan, sarapan harus dengan secangkir kopi.
Karena meminum kopi membuat kebanyakan orang menjadi relax ketika tugas-tugas datang dan bertambah yang harus di selesaikan, menyebabkan tegang dan tertekan maka kopi menjadi ide menarik. Dan
Kopi juga bisa menghilangkan rasa kantuk.
Maka dari itu mengapa kebanyakan para lelaki sangat menyukai kopi.
*****
Di perusahaan
Di ruangan besar yang bernuansa gold dan putih Alex masih sibuk dengan laptopnya, memantau beberapa pekerja di proyek. Dari laptop yang selalu ada di depannya Alex bisa melihat semua pekerjaan di perusahaan.
Mulai dari perusahaan di luar negeri atau pun di dalam negeri. Dari yang ingin berkorupsi sampai yang bisa Alex jadi kan karyawan setia di perusahaannya.
Untuk Alex sendiri jika ada karyawan yang tidak benar bekerja dengannya. Dia akan langsung memecatnya saat itu juga. Dia tidak mau mempekerjakan karyawan yang akan membuat perusahaan jelek di mata orang karena karyawan yang tidak tau diri.
Tok tok tok....
Mendengar pintu yang di ketuk Alex langsung membuka kunci pintu ruangannya dengan remot control di samping laptop.
Klek, ceklek
" Maaf tuan ada yang harus anda tandatangani sekarang juga." Ucap Miko berjalan kearah Alex dengan membawa berkas di tangannya.
" Ya." Mengalihkan pandangannya ke arah Miko.
" Apakah banyak?"
" Tidak tuan hanya 5 lembar saja." Ucapnya yang langsung duduk di kursi depan meja Alex.
Sambil melihat berkas yang di bawa Miko, Alex berucap kepada Miko.
" Ko, tambah karyawan di bagian khusus hacker, kau tambah dua atau berapa yang terpenting lebih dari satu."
__ADS_1
" Baik tuan, tetapi mengapa ingin bertambah?" Bertanya dengan mengkerutkan dahinya. Bingung dengan ucapan Alex, mengapa tiba-tiba meminta menambah seorang hacker?. Karena setau dia tidak ada masalah dalam pekerjaan karyawan di bagian hacker.
" Semakin banyak orang yang ingin meretas perusahaan, aku tidak mau jika sampai orang itu akan membobol perusahaan. Jika tidak cepat di tangani akan bertambah saja orang yang ingin menghancurkannya.
Perusahaan yang di pegang oleh Alex bukanlah perusahaan yang kecil melainkan perusahaan yang besar dan berbagai cabang di mana-mana, maka itu lah banyak perusahaan lain yang licik dan berniat untuk menghancurkan perusahaan Alex.
Banyak orang yang tidak menyukai Alex karena mereka iri dengan kegigihan dan cara berpikir Alex untuk membesarkan perusahaan.
Untuk itulah mengapa Alex menambah seorang hacker yang berniat membobol perusahaannya.
" Baik tuan, saya akan langsung mencarinya."
" Kalau bisa orangnya harus lebih cerdik dari yang kita punya sekarang, ku kasih kau waktu seminggu."
" Gilak! Cari di mana orang yang lebih cerdik dari karyawan sebelumnya, dalam waktu seminggu pula." Batin Miko dengan frustrasi.
" Baik tuan secepatnya saya akan mencari."
" Hem, bagus." Masih sibuk menandatangani berkas yang di bawa oleh sekretaris Miko.
" Buatkan aku kopi ko, kepala ku pusing melihat semua pekerjaan ini." Merasa sedikit pusing Alex memijit kepala dengan ke dua siku menempel meja.
" Pakai susu atau tidak tuan?" Bertanya karena biasanya Alex sering minum kopi susu. Tidak seperti kebanyakan orang yang meminum kopi tanpa gula atau kopi manis.
Alex sangat penyuka susu sehingga apapun selalu di tambah dengan susu. Terutama kopi yang di tambah dengan susu. Tetapi jika Alex sudah menginginkan kopi tanpa susu itu berarti dia benar ingin menghilangkan rasa pusing di kepalanya dengan cepat.
" Tidak usah."
Sekretaris Miko berdiri, berjalan ke arah meja lain yang berada di samping Alex. Ruangan Alex memang mempunyai tempat untuk membuat kopi sendiri. Ada juga kulka, tempat tidur yang di lengkapi televisi, toilet. Semuanya ada di situ karena ruangan Alex sendiri sangat luas tidak heran jika ada banyak tempat khusus yang ingin di perlukan.
Selesai membuat kopi berjalan ke arah meja Alex dengan kopi dan juga camilan yang telah tersedia di kulkas.
" Silakan tuan." Menyerahkan kopi ke depan meja Alex.
" Kau tidak membuat ko?"
" Tidak tuan, saya sudah membuatnya tadi."
Sama seperti Alex, Sekretaris Miko juga menyukai kopi. Tetapi tidak setiap hari yang mengharuskan meminum kopi. Hanya di saat dia menginginkan dan ketika kepalanya pusing, sama seperti yang di rasakan Alex saat ini.
__ADS_1