Dinikahi Pria Tajir

Dinikahi Pria Tajir
Bab 70 - Menikah


__ADS_3

Hari ini pernikahan Alex dan Syeira akan dilaksanakan. Di sebuah hotel dengan ruangan yang begitu besar sudah di dekorasi seindah mungkin dan begitu mewah. Semua atas bantuan anak buah Tuan Xander dan Nyonya Zena.


Apapun jika ada uang pasti semua akan cepat mudah selesai. Bagi Tuan Xander sendiri, dengan mengerahkan anak buahnya itu begitu kecil baginya. Seorang yang memiliki segala-galanya dan sangat berperan di negara ini.


Para tamu undangan juga sudah hadir, tidak terkecuali teman-teman Syeira dan beberapa teman bisnis Tuan Xander.


Tetapi mereka menutup berita dan televisi yang ingin meliput acara pernikahan Alex dan Syeira. Mereka ingin lebih privat dan kekeluargaan dalam prosesi acara pernikahan ini.


Alex duduk dengan tegap, siap mengucapkan ijab kobul.


Wali nikah Syeira di wakilkan oleh wali hakim.


" Saudara Alex bin Xander William, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan Syeira binti Faisal Mahmud dengan maskawin berupa rumah, uang satu miliar, dan seperangkat alat salat dibayar tunai!"


Syeira yang mendengar maskawin berupa rumah menjadi terkejut dan menegakkan badannya. Melototkan mata, dia sama sekali tidak pernah meminta rumah atau apapun kepada Alex. Karena Syeira menyerahkan semua kepada Nyonya Zena.


" Saya terima nikahnya dan kawinnya Syeira binti Faisal Mahmud dengan maskawin tersebut dibayar tunai!" Ucap Alex dengan lantang dan hanya satu tarikan napas.


" Bagaimana para saksi? Sah?"


" Saaaaahhhh!!"


" Alhamdulillahirabbilalaamiin.."


Ibu Syeira meneteskan air mata melihat putrinya sudah menjadi istri. Rasa yang begitu sulit di ungkapkan. Sedari kecil Syeira selalu bersama dirinya dan sekarang harus pergi mengikuti suami. Tetapi dia bahagia semoga Alex bisa menjaga Syeira sampai kapan pun.


Nana mengantarkan Syeira menghampiri pria yang sudah halal menjadi suaminya. Keduanya saling menatap satu sama lain. Tidak ada senyuman yang terlukis di bibir keduanya. Alex yang selalu dengan wajah datar dan tegas.


Syeira mencium tangan Alex dan Alex mencium kening Syeira.


Prok prok prok


Cincin mereka sematkan pada jari masing-masing. Sebagi tanda jika keduanya sudah menikah.


Semuanya bertepuk tangan melihat adegan tersebut. Ikut senang dengan acara yang berlangsung lancar.


Lalu mereka berganti baju yang lebih mewah dari sebelumnya. Dengan gaun warna putih menjuntai ke lantai. Sedangkan Alex memakai jas berwarna putih yang juga begitu tampan dan gagah.


Berdiri bersampingan dengan tangan Syeira memegang lengan Alex.


Mereka menerima ucapan selamat dari beberapa teman , juga rekan kerja Alex dan Tuan Xander.

__ADS_1


" Selamat ya Ra, semoga langgeng sampai kakek nenek." Ucap Nana dengan menjabat tangan Syeira. Dia ikut senang dengan pernikahan Syeira. Dia juga selalu berdoa untuk kebaikan dan rumah tangga Syeira kedepannya.


" Iya makasih ya na." Jawab Syeira dengan senyum lembut.


Kemudian Nana memeluk Syeira.


" Selamat malam pertama juga." Membisikkan persis di telinga Syeira.


Syeira yang mendengar melototkan mata, dia saja belum memiliki bayangan tentang malam pertama. Ini malah sudah diingatkan.


" Ish, apaan sih." Ucap Syeira kesal dengan ucapan Nana, menabok tangan Nana tetapi pelan.


Nana hanya meringiskan wajah mendapat tabokan dari Syeira.


Setelah itu bersalaman dengan Alex yang hanya menampilkan muka datar walau Nana sudah mengucapkan dengan seramah mungkin.


Doni Cs juga menerima undangan tersebut, mereka datang bersama.


" Selamat ra, kau duluan yang menikah." Ucap Doni menjabat tangan Syeira, tak lupa dengan tersenyum. Menambah ketampanan Doni.


" Ei, makasih sudah datang don, aku kira kamu enggak bakalan datang karena sibuk." Jawab Syeira dengan tersenyum, dia bahagia karena teman-temannya bisa hadir.


" Enggak lah, pasti akan aku luangkan juga khusus buat kamu."


" Selamat tuan atas pernikahannya."


" Hem." Jawab Alex yang hanya deheman.


" Selamat ra, semoga sakinah, mawadah dan warohmah." Ucap Miko kepada Syeira.


" Makasih ya mik, sudah mau datang."


" Iya harus lah, kita kan teman."


" Iya benar. Hahaha."


" Selamat Syeira, cantik banget kamu hari ini. Benar-benar menjadi princess dalam sehari." Ucap Soni yang mengagumi kecantikan Syeira. Dia selalu bermulut manis jika berhadapan dengan wanita. Tetapi untuk Syeira, dia benar-benar mengucapkan jujur. Saat ini Syeira begitu cantik dengan polesan make up di tambah wajah yang sudah terlihat cantik dari sananya.


" Bisa aja lu, tetapi makasih sudah meluangkan waktu."


" Iya lah, pasti itu."

__ADS_1


Setelah semua mengucapkan selamat Syeira dan Alex pergi menuju kamar yang sudah di siapkan oleh Nyonya Zena di hotel tersebut.


" Kalian istirahat saja, ke kamar yang sudah mama siapkan di hotel ini." Ucap Nyonya Zena yang berada di hadapan Alex dengan tangan menggandeng Tuan Xander.


" Iya tante." Ucap Syeira dengan menganggukkan kepala.


" Kok tante? " mengkerutkan dahi. " Mama dong. Sekarang kamu sudah menjadi menantu mama jadi manggilnya harus Mama. Oke." Lalu tersenyum lembut kepada Syeira.


Syeira menjadi canggung dan sedikit sulit untuk memanggil mama, karena belum terbiasa.


" I-iya m-ma." Jawab Syeira dengan gugup.


" Ya sudah, sana masuk ke kamar dan istirahat. Jangan lupa buatkan cucu untuk mama." Dengan mengedipkan mata sebelah, bermaksud menggoda Syeira dan Alex. Walaupun perkataannya sedikit bercanda tetapi dia bersungguh-sungguh ingin memiliki cucu.


" Ma." Tegur Alex dengan menekankan ucapannya.


Muka Syeira sudah memerah mendengar perkataan Nyonya Zena, dia jadi malu sendiri.


" Sudah ma, jangan menggoda Alex terus nanti tidak jadi cepat istirahat." Ucap Tuan Xander untuk menghentikan candaan Nyonya Zena.


" Ya,ya,ya baiklah." Akhirnya dia mengalah untuk tidak menggoda Alex lagi.


" Kita pamit duluan ma,pa." Izin Syeira kepada Tuan dan Nyonya Zena.


" Ya, sudah sana."


Tetapi sebelum pergi, Nyonya Zena menghampiri Alex dan membisikkan ke telinga Alex.


" Jangan terlalu ganas lex, kasian Syeira masih pertama kali."


Alex pun melototkan mata, tidak menyangka jika mamanya akan berbicara seperti itu. Mamanya benar-benar bar-bar dan ceplas ceplos. Tidak melihat situasi dan kondisi terlebih dahulu.


Nyonya Zena langsung pergi dengan terkikik geli melihat ekspresi keterkejutan Alex.


" Sudah ayho, ikuti saya." Ucap Alex kepada Syeira.


Syeira mengikuti Alex dari belakang dengan memegang gaun kanan, kiri. Sedikit kesusahan ketika berjalan, karena gaun yang dia gunakan lumayan besar dan panjang.


Sedangkan Alex tidak peka sama sekali dengan kesusahan Syeira saat ini. Dia membutuhkan bantuan orang lain untuk mengangkat gaunnya yang panjang, agar jalan menjadi lebih mudah.


Tetapi apa? Suaminya malah jalan terlebih dahulu meninggalakan Syeira.

__ADS_1


Syeira memang harus benar-benar sabar menghadapi sifat Alex untuk kedepan. Kesabaran pasti akan membuahkan hasil yang maksimal nantinya.


__ADS_2