Dinikahi Pria Tajir

Dinikahi Pria Tajir
Bab 55 - Dimarahi


__ADS_3

Tok tok tok...


Klek,


Ceklek


Syeira masuk ke dalam ruangan dengan hati-hati, dia juga sudah mendengar kunci pintu yang dibuka. Tadi Sofi berpesan jika pintu ruangan Alex di kunci dan dia mendengar kunci pintu dibuka, maka boleh masuk. Apalagi ini pengalaman pertama dia masuk ke dalam ruangan CEO.


" Buatkan aku kopi susu ko, cepat!" Ucap Alex tanpa melihat siapa yang datang ke dalam ruangannya. Dengan suara yang dingin dan sedikit tegas.


Sedangkan Syeira sendiri yang merasa di bentak, tanpa sepatah kata pun dia langsung berjalan menuju tempat untuk membuat kopi.


Karena baru pertama kali Syeira menengok ke kanan dan ke kiri, dimanakah tempat untuk membuat kopi. Setelah mengamati dia menemukannya dan berjalan ke arah meja lain.


Sedangkan Alex sendiri tidak merasa untuk menoleh sedikit pun tetap fokus pada pekerjaannya.


Setelah selesai membuat, Syeira meletakkan kopi di depan Alex.


Alex mengambilnya lalu meminum kopi tersebut.


Setelah merasakan kopi yang dia minum, dia mengkerutkan dahi. Berpikir kok berbeda rasanya? Tidak seperti biasanya. Lalu Alex menolehkan kepala ke samping.


" Haaaa!" Teriak Alex, hampir saja dia terjengkang dari kursi karena saking terkejut. Untung kopi yang baru dia minum sudah di letakkan atas meja.


Syeira sendiri juga kaget, mendengar teriakan Alex yang menggelegar, di samping Alex dia masih sedikit takut dan membuat tubuhnya bergetar.


" Hey!, siapa kamu. Berani-beraninya kamu masuk ke ruangan saya." Ucap Alex dengan marah. Berdiri menghadap Syeira.


" Ma-af tuan, saya asisten manajer baru. Tadi saya di suruh oleh Ibu Sofi untuk mengantarkan berkas ini ke ruangan anda." Jelas Syeira dengan gugup. Tubuhnya terasa panas, dingin.


Seketika Alex langsung menelepon Miko untuk datang ke ruangannya.


Tok tok tok....


Ceklek..


Miko masuk ke ruangan Alex dengan bertanya-tanya. Apakah yang terjadi sampai muka tuannya merah padam dan mengeraskan rahang.


" Maaf  apakah ada masalah tuan?"


" Apa yang kau lakukan, mengapa wanita ini bisa masuk ke ruanganku."


Miko yang mengerti dengan pertanyaan Alex langsung menjawabnya.


" Begini tuan, tadi memang saya menyuruh Sofi untuk mengantarkan berkas kepada anda. Tetapi mungkin Sofi ada yang harus dikerjakan jadi dia menyuruh wanita ini untuk mengantarnya kepada tuan." Jelas Miko.


Tadi memang Alex menyuruh Miko untuk mengantarkan berkas, tetapi karena Miko dan Sofi ada klien yang harus ditangani jadi dia menyuruh Syeira.

__ADS_1


Kebetulan Syeira juga berada di ruangan Sofi untuk mengambil berkas.


Mendengar itu Alex sendiri terkejut karena sebelumnya dia belum diberitahu.


" Kau tahu, jantungku hampir copot melihatnya ada di sini." Ucap Alex yang masih geregetan dengan ulah asistennya. Dia kembali duduk di kursi.


" Maaf  tuan, lain kali ini tidak akan terjadi."


" Memang kau mau mengulangi kesalahan berapa kali. Ha!" Ucap Alex dengan kesal.


Miko yang mendengarnya hanya pasrah. Dia sudah terbiasa dengan omelan Alex yang terkadang menyakiti hati. Tetapi karena Miko sudah kebal jadi dia hanya mengabaikan ucapan Alex.


" Siapa tadi namamu?" Tanya Alex kepada Syeira. Dia menelisik dari atas rambut sampai ujung sepatu Syeira.


" Sa-aya Syeira tuan." Jawab Syeira gugup sambil menundukkan kepala.


" Kau asisten manajer baru di sini?"


" Iya tuan."


" Hem, keluarlah sekarang."


" Baik tuan." Syeira keluar dari ruangan Alex.


Akhirnya dia keluar dari amukan serigala berbulu domba. Hahaha.


Kembali ke ruangan Alex.


" Sudah berapa lama dia bekerja di sini?"


" Baru satu hari tuan." Jawab Miko. Mereka duduk saling berhadapan dibatasi oleh meja milik Alex. Suasana sudah mulai santai tidak setegang tadi.


" Baru satu hari kau sudah menyuruhnya untuk ke ruanganku." Sentak Alex dengan mata melotot dan memundurkan kepala.


" Maaf tuan."


" Hah, " mengehela nafas panjang. " Untung kopi buatannya enak. Kalau tidak, sudah ku pecat dia dari sini."


" Hah, memang tadi tuan menyuruhnya untuk membuatkan kopi?" Tanya Miko dengan terkejut. Bisa-bisanya seorang yang baru kenal sudah di suruh untuk membuat kopi.


" Ya, kupikir tadi kau. Jadi langsung saja kusuruh dia untuk membuat kopi." Jawab Alex dengan santai tanpa merasa bersalah. Padahal dia sudah membentak Syeira dan membuat Syeira menjadi terkejut sehingga membuatnya sedikit ketakutan.


" Kau boleh pergi sekarang."


" Baik tuan."


Alex kembali menyeruput kopi buatan Syeira. Merasai dengan dalam, dan kemudian menaikkan alis sebelah lalu menghendikkan bahu.

__ADS_1


Mungkin dia sedikit tertarik dengan kopi buatan Syeira. Tetapi entah kepada orangnya. Kita lihat saja nanti.


Sedangkan di ruangan lain Syeira membicarakan perihal tadi kepada Jane.


Mereka sudah mulai dekat dan saling terbuka satu sama lain.


Syeira yang mudah akrab begitu juga dengan Jane.


" Hahaha, terus gimana, kamu diomelin dong?" Tanya Jane, duduk di sofa samping Syeira. Dia tertawa puas mendengar cerita Syeira. Apalagi mendengar jika sang bos nya hampir terjengkang.


" Iya, padahal itu salah dia kan. Mengapa harus aku yang secara tidak langsung disalahin." Sewot Syeira, dia masih tak habis pikir dengan Alex. Mengapa ada orang yang pada dasarnya dia sendiri salah malah orang lain yang menjadi sasaran.


" Memang begitu Tuan Alex. Orangnya tegas, jadi kalau dia ngomong kayak lagi marah dan mungkin dia gedeg aja sama kamu, karena kamu tiba-tiba di depannya. Makanya dia nyalahin kamu."


" Tetapi mengapa asisten Miko sifatnya juga tak jauh beda?"


" Entahlah, mungkin karena terbawa dari sifat Tuan Alex. Apalagi mereka selalu bersama."


" Iya, mungkin kali ya."


" He.em." Menganggukan kepala. Lalu kembali kearah laptop di depannya.


" Mbak Jane juga pernah di marahin sama Tuan Alex?" Tanya balik Syeira, dia juga ingin tahu apakah manajernya juga pernah kena marah oleh Tuan Alex.


" Pernah, pertama kali aku juga seperti kamu. Takut, tetapi setelah melihat kalau sifatnya seperti itu dan ini juga kantor, jadi aku mengerti. Sebagai seorang bos memang bukan hal lain lagi bagi mereka untuk bersikap seperti itu. Tetapi juga salah satu cara untuk mendisiplinkan karyawan. Jika kita takut atau ragu terhadap sesuatu hal yang baru kita tidak akan pernah bisa maju dan kita juga tidak bisa melewati tantangan baru."


" Iya juga sih, aku mengerti sekarang. Kayak profesionalitas gitu kan. Berarti hadapi saja yang ada di depan kamu jangan pantang menyerah." Ucap Syeira dengan semangat. Mengangkat tangannya ke atas dengan telapak tangan dikepalkan.


" Iya betul sekali." Sambil menjentikkan jari di hadapan Syeira. Sebagai simbol menyetujui ucapan Syeira. Dia senang Syeira yang mudah mengerti tentang maksudnya.


" Em mbak, aku kembali ke ruanganku ya. Ada pekerjaan yang belum aku kerjakan." Ucap Syeira, mulai beranjak dari sofa. Dengan menggenggam ponsel di tangan.


" Oh iya, hampir lupa kalau kamu juga punya pekerjaan yang harus dikerjakan. Ya sudah sana."


" Oke mbak." Mengedipkan mata ke ara Jane.


Sedangkan Jane membalas dengan senyum dan menggelengkan kepala. Tingkah Syeira yang ceria membuat Jane sangat cocok dengan Syeira.


Selama ini belum ada karyawan yang menjadi teman akrab seperti Syeira.


Semuanya sibuk dengan pekerjaan masing-masing.


Juga ruangan mereka yang sedikit jauh dari Jane, hal itu membuat mereka jarang bertemu dan berbincang. Hanya di kantin mereka bisa saling sapa dan mengobrol.


Hallo gaysss....


Jangan lupa like, komen, dan vote yaaaa🙏🙏😁😁

__ADS_1


Thank you😉


__ADS_2