
Jam menunjukkan pukul 13:00 WIB saatnya semua siswa pulang kerumah. Mereka semua bersiap untuk pulang kerumah masing-masing.
Syeira dan teman temannya berjalan kearah parkiran untuk mengambil motor mereka masing- masing. Ada juga yang memakai mobil tetapi itu berbeda tempat parkir dengan motor.
Untuk Doni Cs atau bisa dibilang geng mereka Dika dan Soni memakai motor jadi mereka searah dengan Syeira. Walaupun Doni Cs mempunyai orang tua yang kaya raya tetapi mereka tidak memakai fasilitas itu. Mereka hanya memakai motor jika kesekolah tetapi berbeda jika di luar rumah.
Mereka bukan orang yang sering pamer terhadap temanya yang lain dan memperlihatkan kekayaan orang tuannya. Toh itu yang kaya orang tua mereka bukan mereka sendiri.
" Bye semua aku duluan ya!" Seru Syeira kepada Doni Cs.
" Oke bye." Jawab Doni Cs dengan kompak.
" Hati hati ra!" Ucap Nana dengan perhatian.
" Ya, kamu juga na hati hati dijalan, kalau ada truk kamu ketengah aja tetapi kalau tidak ada kamu minggir," Ucap Syeira dengan senyum nyengirnya.
" Heh kebalik ra!" Seru Nana dengan kesal.
" Eh iya salah, yaudah bye." Sambil melambaikan tangannya.
" Oke bye."
Mereka melajukan motornya menuju kerumah. Syeira sangat senang ketika dia akan pulang karena akhirnya bisa membantu ibunya untuk meringankan pekerjaan ibunya.
Sambil bergumam bernyanyi mengendarai motor dengan kecepatan sedang tidak seperti pagi tadi yang melajukan dengan kecepatan yang tinggi.
*****
Di perusahaan
Waktunya makan siang sedangkan Alex masih berkutat dengan laptop yang ada didepannya. Mengurusi masalah yang ada di perusahaan. Memang masih ada sekretaris yang bisa membantunya tetapi semua pekerjaan itu sudah dibagi.
Sekretaris hanya bekerja untuk membantu sang boss berbeda dengan boss yang memiliki tanggung jawab yang penuh atas perusahaan.
Tok tok tok.... sekretaris Miko mengetuk pintu ruangan Alex dan Alex membuka dengan menekan remot yang ada di sebelahnya. Itu sudah peraturan yang dibuat, siapa saja yang ingin masuk keruangan presdir maka semuannya akan mengetuk pintu itu adalah sebuah izin dari seorang yang memiliki hak diruangan itu sendiri.
Ceklek... Pintu sudah terbuka dan sekretaris Miko membuka pintu dan berjalan kearah Alex.
" Selamat siang tuan, sudah waktunya untuk makan siang." Ucap sekretaris Miko yang berdiri di depan Alex.
" Hem, pesankan saja makanan untukku bawa keruanganku." Ucap Alex tanpa mengalihkan matanya dari laptop.
" Baik tuan." Jawab sekretaris Miko kemudian berjalan kearah pintu untuk keluar ruangan.
10 menit kemudian sekretaris Miko memasuki ruangan Alex membawa makanan.
" Permisi tuan ini makanannya," Miko berjalan kearah sofa menyiapkan makanan untuk Alex.
Alex berjalan kearah sofa meninggalkan laptopnya yang masih menyala.
" Tuan besok kita harus pergi ke negara L karena ada masalah di perusahaan." Ucap sekretaris Miko duduk disamping Alex sambil melihat tab yang dibawa.
__ADS_1
"Hem, kau siapkan saja keperluannya." Jawab Alex yang sedang mengunyah makanan.
" Baik tuan."
Untuk sekretaris Miko mengapa tidak makan?. Karena dia diijinkan makan 20 menit sebelum waktu istirahat tiba. Setelah waktu istirahat tiba sekretaris Alex akan menemui tuannya untuk menyiapkan makan siang. Maklum mungkin sang boss belum memiliki istri maka dari itu sekretarisnya lah yang menyiapkan segalanya.
Tiba tiba ponsel Alex yang berada di meja kerjanya berbunyi kemudian dia menghampirinya.
" Hem," jawab Alex dengan cuek.
" Kakak!, aku rindu padamu." Seru perempuan diujung telfonya.
" Terus mengapa kau tak pulang, kau kan diberi izin untuk libur dari sekolah jika kau pulang kerumah." Jawab Alex dengan nada cueknya.
" Aku ingin segera menyelesaikan pendidikanku kak, masa kau tak tau." Jawab Sasa yang ada di sana. Dia adalah adik Alex .
" Iya aku tau, tetapi apa kau tak merindukan papa dan mama."
" Sebenarnya aku sangat merindukan mereka tetapi bagaimana lagi, jika aku pulang pasti akan sangat sulit untuk aku kembali." Jawab Sasa dengan nada manjanya.
" Hem okelah, kau tak menelfon mereka?" Tanya Alex yang kemudian duduk dikursi kerjanya.
" Aku sudah menelfon tadi sebelum aku menelfon kakak, kau kapan kesini?"
" Besok aku kesana, aku akan menemuimu."
" Yee akhirnya kakak kesini juga, emang kakak tidak kerja?"
" Baiklah, kakak hati hati ya aku tunggu di sini."
" Ya kau juga berhati hatilah apalagi sama lelaki yang ada di sana, pastikan jika kau memperhatikan dengan baik itu lelaki mau berbuat buruk atau tidak." Ucap Alex dengan over protectivenya.
" Iya kakakku sayang, ya sudah aku mau mengerjakan tugas."
" Ya."
" Bye muach." Mencium dengan jarak jauh.
" Hem." Jawab Alex dengan ketus.
Ya Alex sangat tidak suka jika ada orang yang mencium nya karena menurutnya itu sangat memalukan apa lagi didepan umum.
Alex kembali ke sofa untuk menyelesaikan makannya. Kelamaan mengobrol dengan adiknya dia melupakan makanan tadi sempat masuk kedalam mulutnya yang hanya beberapa suap.
Setelah menyelesaikan makan siangnya dia berjalan ke arah meja kerjanya untuk melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda tadi.
" Lex kau kembalilah keruanganmu persiapkan untuk keperluan besok." Ucap Alex yang sudah duduk di meja kerjanya.
" Baik tuan, kalau begitu saya permisi." Jawab Alex mulai berdiri dari sofa.
" Hem."
__ADS_1
Sekretaris Miko berjalan kearah pintu dan membukanya kemudian keluar dari ruangan Alex. Sampai diruangan dia duduk dimeja kerjanya menghubungi sekretarisnya.
"Sofi keruanganku sekarang." Pinta Miko yang sedang menelfon sekretarisnya.
" Baik tuan."
Tok tok tok.... Sekretaris Miko pun memencet remot yang ada di depan mejanya. Membukan kunci pintu rungannya.
Ceklek...
" Permisi tuan." Ucap Sofi yang sedang berdiri di pintu masuk ruangan Miko.
" Ya masuklah."
Sofi pun berjalan kearah meja kerja Alex.
" Duduklah." Ucap Miko mempersilahkan sofi untuk duduk didepan meja kerjanya.
" Besok aku akan ke negara L bersama Tuan Alex kau gantikan aku sementara di sini dan handle pekerjaan yang ada di sini, jika terjadi apapun hubungi aku." Ucap Miko memainkan penanya.
" Baik tuan." Jawab Sofi mengangguk.
" Ada pertanyaan."
" Tidak tuan."
" Kau boleh pergi sekarang."
" Kalau begitu saya permisi tuan." Ucap Sofi mulai berdiri dari tempat duduknya.
" Ya."
Sofi keluar dari ruangan berjalan kearah ruangannya menggerutu dengan tidak jelas. Bergumam membicarakan Bos nya itu yang sangat cuek.
" Kalau begini pasti pekerjaanku tambah banyak." Gumam Sofi.
" Hai Sofi, mengapa kau menggerutu tidak jelas." Ucap Desi teman Sofi yang bertemu di perjalanan saat dia ingin pergi keruangannya.
" Huft, bos Miko akan pergi jadi aku sementara menghandle pekerjaan dia." Ucap Sofi yang menghela nafasnya.
" Duh sabar ya, semangat pokoknya." Ucap Desi mengepalkan tangannya ke depan wajahnya untuk memberi semangat kepada Sofi.
" Ya terima kasih Desi, kau mau ke mana?"
" Sama-sama aku mau keruangan sekretaris Miko untuk memberikan berkas ini." Sambil memperlihatkan berkas kepada Sofi.
" Oh okok, yaudah sana nanti dia marah."
" He.em bye lah." Ucap Desi dengan melambaikam tangan ke Sofi.
" Bye."
__ADS_1
Mereka berjalan kearah yang berlawanan masuk keruangan yang dituju.