Dinikahi Pria Tajir

Dinikahi Pria Tajir
Bab 25 - Catering


__ADS_3

Dan benar saja ucapan Syeira kemarin terkabul untuk pulang lebih awal. Karena semua guru akan mengadakan meting mempersiapkan ujian. Ujian terakhir untuk kelas 3.


Penentuan standar yang meningkat untuk mendorong peningkatan mutu pendidikan, yang dimaksud dengan penentuan standar pendidikan adalah penentuan nilai batas (cut off hiscore). Seseorang dikatakan sudah lulus/kompeten bila telah melewati nilai batas tersebut, berupa nilai batas antara peserta didik yang sudah menguasai kompetensi tertentu dengan peserta didik yang belum menguasai kompetensi tertentu. Bila itu terjadi pada ujian nasional atau sekolah maka nilai batas berfungsi untuk memisahkan antara peserta didik yang lulus dan tidak lulus disebut batas kelulusan, kegiatan penentuan batas kelulusan disebut standar setting.


" Yeeeyyy! Pulang pagi." Sorak semua siswa di kelas Syeira. Semua gembira karena akan pulang lebih awal dari yang biasanya.


" Akhirnya pulang pagi juga!" Ucap Nana dan Syeira bersamaan.


" Lah barengan bicaranya, hahaha." Terkejut dengan ucapannya yang bisa barengan dengan Nana. Dengan wajah yang super duper ceria dan tertawa bersamaan.


" Hahaha, saking senangnya ra."


" Iya kalik ya."


Pulang pagi plus libur sampai ujian di mulai pada hari senin. Membuat mereka tambah senang, padahal di sisi lain masih akan menghadapi ujian. Memang kalau sudah menyangkut tentang libur, semua di lupakan dalam sesaat. Tak ada yang ingat sedikit pun.


" Kamu langsung pulang ra?" Tanya Nana dengan buku yang sudah di masukkan ke dalam tas.


" Iya nih, soallnya ibu ada catering jadi aku di suruh pulang cepat." Membawa tas nya di pundak.


" Owalah gitu, ya udah yuk pulang." Ajaknya ke luar dari kelas.


" Mau ke mana ra?" Ucap Doni ikut nimbrung, berjalan di samping Syeira.


" Pulang lah don, mau ke mana lagi." Jawabnya dengan tersenyum sambil menghendikkan bahu.


" Langsung pulang ya?"


" Iya, ada urusan di rumah." Jawab Syeira singkat.


" Owh gitu, ya udah ati-ati di jalan."


" Kamu juga langsung pulang don?"


" Enggak aku ada kumpul OSIS."

__ADS_1


" Oh iya pasti karena mau ujian itu."


" Yaps betul sekali, aku duluan ya udah di tungguin soallnya." Memajukan dagu nya memberi isyarat jika sudah di tunggu oleh teman OSIS.


" Oh okok."


Doni berlalu meninggalkan Nana dan Syeira yang berjalan menuju keluar gerbang Sekolah.


" Aktif banget ya Doni itu tentang ekstrakurikuler, padahal cowok yang lain pada keluar main, atau ke mana gitu lha dia masih aja aktif." Ucap Nana kepada Syeira menjelaskan perilaku Doni, sambil menggenggam ponsel di tangannya.


" Iya, jarang lho ada cowok yang kayak gitu, biasanya kan celelekan, petakilan, sembarangan, tetapi dia enggak, lurus-lurus aja tuh."


" He.eh, aku yakin nyari kerjanya cepat dapat. Dia kan termasuk orang yang cekatan dan rajin."


" Juga pintar, pasti itu lah."


" Eh tetapi bukankah papanya punya perusahaan, kayaknya dia bakal di suruh nerusin deh, apalagi dia anak tunggal siapa lagi kalau bukan dia yang nerusin."


" Bisa iya bisa enggak, kalau cita-cita dia ingin yang lain mungkin enggak tetapi kalau dia ingin mungkin juga bisa tergantung orang tuanya yang mendukung anak dengan keras apa enggak."


" Eh ini mengapa jadi bicarain Doni." Ucap Nana dengan mengkerutkan dahinya tersadar jika dia sudah bergosip.


" Lah iya ya, untung sampai di parkiran kalau enggak bakal bicara in sampai ke akarnya, hahaha."


" Hahaha iya, terus mana motor kamu?" Bertanya dengan tolah-toleh mencari keberadaan motor Nana.


" Tuh di Pojokan." Menunjuk jari telunjuknya ke arah di mana motor itu berada.


" Oke deh, aku duluan ya na."


" Woke hati-hati di jalan."


" Siap."


Sampai di rumah seperti biasa Nana langsung membersihkan diri agar cepat bisa membantu ibunya. Dia tidak mau kalau sampai ibunya kelelahan. Terkadang dia takut kalau ibunya sampai sakit karena kecapekan untuk mengerjakan sesuatu. Ibunya yang sudah tidak lagi muda membuat tubuh ibunya cepat kelelahan. Sempat ibunya terpikirkan untuk bekerja lagi di luar negeri sebagai TKW tetapi karena dia tidak mau di tinggal oleh ibunya dan menangis karena takut sendirian, jadi ibunya mengalah dan tidak jadi untuk berangkat.

__ADS_1


Sebenarnya dia tidak sendirian, ada kakaknya yang mau mengajak Syeira tinggal di rumah kakaknya. Tetapi dia menolak, Syeira tidak nyaman tinggal bersama kakaknya karena kakaknya yang memiliki sifat keras atau pemarah.


Satu aliran darah bukan berarti memiliki sifat yang sama. Syeira yang memiliki sifat dewasa, sabar, dan mau mengalah berbanding terbalik dengan kakaknya yang sedikit egois dan keras. Bukan berarti tidak sayang dengan Syeira dan ibunya, memang itu lah sifat kakaknya.


Jika sesuatu yang tidak sesuai dengan kehendaknya dia akan memarahi orang itu dan memperbaiki kesalahannya. Mungkin itu lebih ke sifat yang ingin mendisiplinkan, hanya saja bicaranya yang tidak lemah lembut membuat dia menjadi sosok yang di julukin sebagai wanita pemarah.


Ibu Diana sempat menjadi TKW sebelum Syeira lahir. Ketika kakaknya masih kecil hingga dewasa Ibu Diana menjadi TKW, sehingga bisa menyekolahkan kakaknya sampai sarjana. Mungkin kakaknya kurang kasih sayang seorang ibu, yang akhirnya membuat dia menjadi sifat seperti itu.


Tinggal bersama Nenek, kakek dan juga ayahnya. Ayahnya yang di tinggal oleh Ibu Diana membuat Ayah Syeira sering pulang ke rumah orang tuanya. Karena orang tua yang tinggal bersama Syeira itu adalah orang tua Ibu Syeira.


Mungkin Ayah Syeira sungkan untuk tinggal menetap di rumah mertua sehingga dia sering pulang ke rumah orang tuannya sendiri.


Kasih sayang yang di berikan oleh Kakek dan Neneknya sama seperti kepada anaknya sendiri tetapi kakaknya juga butuh kasih sayang dari seorang ibu yang melahirkannya, darah dagingnya sendiri. Walaupun semua kehidupannya terpenuhi.


" Mana yang harus aku bantu bu?" Tanya Syeira setelah membersihkan diri, berjalan menghampiri Ibu Diana yang sedang memasak kentang.


" Ini ra, ayamnya kamu bakar ya, semua udah ibu bumbu in tinggal di bakar aja."


" Oke bu." Berjalan mengambil ayam dan menyiapkan wadah khusus membakar ayam.


Syeira mulai membakar ayam yang sudah di bumbui dengan tangan ibunya sendiri. Sedangkan Ibu Diana memasak kentang yang di bumbui sambalado.


Pesanan yang banyak membuat Ibu diana dengan cepat dan cekatan mengerjakannya, karena dia tidak mau sampai terlambat untuk mengantar catering.


Kalau sampai terlambat pasti akan memperburuk catering Ibu Diana yang dianggap tidak profesional dalam mengerjakan sesuatu.


Sambil menunggu ayam matang Syeira mengambil mentimun dan mengiris dengan tipis, yang digunakan sebagai pelengkap di dalam kotak makanan nanti.


Dengan lihainya Syeira mengiris mentimun itu, karena sudah di kupas oleh Ibu Diana tinggal di iris saja.


Kentang sudah matang sekarang memasak nasi. Ibu Diana segera mengambil beras lalu mencucinya hingga bersih. Syeira membalikkan ayam goreng yang di bakar tadi, masih banyak yang di bakar karena total ayam itu 90 porsi. Ibu Diana sengaja melebihkan jika kurang dan untuk di makan oleh dirinya dan Syeira nanti.


Hay guyyyssssss....😁😁😁


Jaangan lupa like, komen, dan vote yang banyak yha👌👌. Terima kasih sebelumnya🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2