Dinikahi Pria Tajir

Dinikahi Pria Tajir
Bab 71 - Kamar hotel


__ADS_3

Masuk ke dalam kamar yang sudah dihiasi banyaknya bunga mawar dan lilin untuk menambah kesan romantis.


Kamar yang begitu mewah dan luas, akan ditempati dua orang untuk malam pertama mereka setelah menikah.


Syeira masih tercengang melihat kamar yang sangat apik dan mewah. Ditambah dengan handuk yang di bentuk seperti angsa yang saling berciuman. Menambah dekorasi yang sangat romantis.


Jika saat ini rasa cinta dan sayang itu melekat pada dirinya, pasti akan menjadi hari yang paling spesial.


Tetapi karena belum ada rasa cinta di antara kedua pasangan suami istri itu, akhirnya hanya akan terasa hampa dan biasa saja.


Walaupun begitu Syeira tetap gugup akan kejadian selanjutnya yang akan terjadi.


Alex yang sudah merasa gerah, masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.


Syeira yang melihat Alex masuk ke dalam kamar mandi, dia berpikir sudah menjadi istri. Selayaknya seorang istri pada umumnya untuk selalu memperhatikan suami mereka. Menghilangkan ego di hatinya dan melakukan kewajiban sebagai istri.


Berjalan ke arah lemari mencari baju ganti Alex, siapa tau ada. Membuka lemari, dan melihat ternyata ada baju Alex serta dirinya. Melototkan mata ketika melihat hanya ada beberapa lingerie yang digantung. Tidak menyangka jika sampai ada yang menyiapkan baju haram seperti itu.


Syeira terkejut, jantungnya berdetak dengan cepat. Antara gugup, malu, takut semua bercampur jadi satu.


Ada juga beberapa pakaian dalam Alex dan dirinya yang terlipat di lemari. Dia ragu untuk mengambil, karena seumur-umur Syeira belum pernah memegang pakaian dalam cowok.


Dan mau tidak mau Syeira harus Mengambilnya, dengan tangan bergetar, wajah yang berubah menjadi merah. Menaruh di atas tempat tidur dengan cepat. Lalu pergi dari kamar menuju ruangan lain.


Sambil menunggu Alex, Syeira berkeliling melihat ruangan kamar hotel yang di tempati.


" Baru kali ini aku pergi ke tempat yang seperti ini. Sangat bagus dan pasti mahal untuk permalamnya." Dia terpukau melihat indahnya seisi kamar hotel yang di tempati saat ini. Berjalan melihat sekelilingnya.


Ceklek


Alex keluar dari kamar mandi dengan handuk yang hanya melilit di pinggang. Memperlihatkan perut sispax.


" Ke mana tuh orang?" Tanya Alex sendiri, mencari Syeira yang tidak ada di kamar.


Melihat ke arah tempat tidur ternyata baju, celana serta pakaian dalam sudah di siapkan oleh Syeira. Alex segera memakai dan mencari keberadaan Syeira.


Ceklek


Keluar dari kamar dan mencari keberadaan Syeira.


Melihat sekeliling ternyata Syeira berdiri di samping kaca.

__ADS_1


" Segera, bersihkan dirimu. Setelah itu kita makan bersama." Suruh Alex menghampiri Syeira.


Syeira yang tadi sempat melamun, terkejut. Menolehkan badan ke arah Alex yang sudah siap rapi dengan pakaian casual. Tetapi menambah kadar ketampanannya. Apalagi kulit putihnya yang mencolok karena memakai baju warna putih. Serta lengan yang ketat karena Alex yang rajin olahraga.


" Iya tuan." Jawab Syeira cepat. Yang sempat melongo melihat Alex.


Pergi ke kamar untuk membersihkan diri.


Alex menunggu di sofa sambil memainkan ponsel. Memeriksa apakah ada email atau pesan penting yang masuk melalui ponselnya.


Pada saat senggang pun Alex masih tetap harus memeriksa beberapa email, tetapi itu pun jika dia ingin, jika tidak dia akan mengabaikan. Tidak penting akan kerugian yang dia dapatkan. Yang terpenting dirinya tidak masalah atau terbebani sedikitpun.


Beberapa saat menunggu Syeira, tetapi tidak juga keluar. Alex beranjak dari tempat duduk, masuk ke dalam kamar mandi.


" Sedang apa kau di dalam! Mengapa tidak keluar?" Ucap Alex dengan kesal di depan pintu kamar mandi.


Syeira yang masih di dalam kamar mandi terkejut. Dia bingung harus menjawab apa.


" Dalam hitungan ke tiga jika kau tidak keluar. Saya dobrak pintu ini!"


" Satu.."


" Dua.."


Keluar dengan masih mengenakan handuk kimono.


Menundukkan kepala sambil menautkan telapak tangan. Rambut yang masih di gelung.


" Apa yang kau lakukan di dalam, hingga satu jam begini?"


" Ma-af tuan, saya bingung harus memakai baju apa." Jelas Syeira dengan sedikit takut, melihat wajah Alex yang kesal.


" Bukankah dalam lemari sudah di siapkan oleh mama?"


" Tetapi yang ada hanya baju terawang tuan."


" Terawang bagaimana maksudmu?" Tanya Alex mengkerutkan dahi. Dia tidak paham apa yang di maksud oleh Syeira.


" Silakan tuan melihat sendiri."


Alex berjalan ke arah lemari, membuka lemari yang berisi baju dirinya dan Syeira. Dia penasaran apa yang di maksud Syeira.

__ADS_1


" Astaga! Pasti ini kelakuan mama. Bisa-bisanya menaruh lingerie di sini." Ucap Alex menggelengkan kepala dengan dengan kelakuan mamanya.


" Tunggu di sini, aku akan menyuruh orang untuk membelikanmu pakaian." Dia kesal terhadap mamanya yang memberikan Syeira pakaian seperti itu.


" Baik tuan."


" Dan sekali lagi, aku tidak mau jika sampai mendengar kata-kata tuan dari mulutmu itu. Kita sudah suami istri, ubah panggilan itu." Dia risi dengan panggilan yang selalu di ucapkan oleh Syeira. Seperti atasan dan bawahan, padahal mereka sudah resmi menjadi suami istri.


" I-iya tuan."


Alex menoleh dan melototkan mata mendengar Syeira masih memanggil dirinya dengan sebutan tuan.


" E-eh maksud saya, Kak." Jawab Syeira dengan gugup, dia segera mengubah panggilannya kepada Alex. Jika tidak, pasti dirinya akan di bentak lagi oleh Alex.


" Hem, cukup enak di dengar."


Sambil menunggu pakaian yang di pesan datang, Alex berjalan kearah depan televisi untuk menyalakan televisi.


Syeira sendiri masih berdiri di samping tempat tidur, dengan memainkan jari tangan. Dia bingung ingin duduk, tetapi di mana? Di tempat tidur takut nanti di marahi oleh Alex.


" Hei! kau tidak lelah berdiri terus?" Tanya Alex dengan menaikkan alis sebelah. Duduk di sofa kaki sebelah menumpu pada kaki satunya. Tangan yang bersedekap.


" Ti-tidak kak."


" Mungkin akan lama datangnya. Jika kau tidak duduk, kau akan lelah nanti."


Mendengar ucapan Alex, Syeira sedikit tersenyum. Setidaknya ada rasa perhatian dari Alex untuk dirinya.


Berjalan ke arah tempat tidur untuk duduk.


Beberapa lama menunggu akhirnya orang suruhan Alex datang. Segera Syeira mengganti pakaian dengan yang lebih tertutup.


Dress putih corak bunga warna merah selutut, sangat cocok dan melekat dengan kulit putih Syeira.


Membuat Syeira tambah cantik dan elegan.


Alex yang melihatnya sampai tak berkedip. Dia terlalu terpesona dengan kecantikan Syeira. Menggeleng-gelengkan kepala untuk menyadarkan dirinya sendiri.


" Kita turun ke bawah untuk makan malam. Gara-gara kamu yang lama berganti pakaian membuat perutku keroncongan." Gerutu Alex sambil beranjak dari tempat duduk.


Syeira yang mendengar hanya memutar bola mata malas. Dia sudah mulai terbiasa dengan gerutuan dan nada bicara yang terkadang dingin.

__ADS_1


Mengikuti tepat di belakang Alex, karena Syeira tidak tau di mana tempat untuk makan malam.


__ADS_2