
Sampai di rumah Syeira membawa baju kotor ke kamar mandi. Tas juga akan dia cuci jadi higienis semua. Kuman dari luar tidak akan menempel di tubuhnya.
Dia juga berganti pakaian dengan yang lebih simpel dan nyaman untuk di pakai.
Di rumah tidak ada orang, mungkin Ibunya pergi ke toko atau ke pasar. Pikir Syeira.
Masuk ke dalam kamar merebahkan sedikit pinggangnya. Sambil memainkan ponsel dan melihat foto-foto di puncak.
Tersenyum kadang tertawa melihat isi foto mereka. Ada bagus, ada yang belum siap di foto sehingga membuat seseorang itu di foto menjadi melongo.
" Ini apa-apaan mereka. Masa akunya jelek kalian bagus semua." Gumam Syeira sendiri.
Ceklek..
Suara pintu rumah membuka. Tadi Syeira juga bisa masuk karena pintunya tidak di kunci.
" Assalamualaikum!" Ucap Ibu Diana dengan suara lebih keras.
Syeira yang mendengar ibunya segera keluar dari kamar. Menaruh ponsel di atas meja belajar.
" Waalaikumsalam."
" Loh, kamu sudah pulang ra?"
" Iya bu, ibu dari mana saja. Kok aku pulang tidak ada di rumah terus pintu juga tidak di kunci."
" Ibu habis dari rumah tetangga sebelah. Karena ada acara jadi ibu bantu-bantu sebentar. Kalau pintu ibu kunci terus kamu pulang, memang mau masuk lewat mana? Kan tidak tau jika ibu di rumah tetangga." Jelas Ibu Diana kepada Syeira. Mereka duduk di kursi dapur.
" Iya juga sih bu."
" Terus gimana selama di puncak?" Berjalan mengambil air minum di kulkas.
" Hem, senang banget. Suasanya indah, sejuk, tenang, damai. Pokoknya enak banget bu udaranya."
" Memang bagus udara di puncak. Sangat baik untuk kesehatan juga. Mangkanya tidak sedikit orang yang berwisata ke puncak. Sampai-sampai jika liburan jalanan di puncak pada macet semua."
" Eh iya juga ya bu, kok ibu tau sih?"
" Di televisi kan ada. Hahaha."
" Haish ibu, aku kira pernah pergi ke angsana. Taunya malah dari televisi."
" Ya habis, jika ibu ke puncak masa sendirian. Pasti kamu juga ikutlah. Terus kamu di puncak ke mana saja?"
" Ehmmmm, kita menjelajahi wisata selama di puncak. Tidak berdiam di dalam vila."
" Pantes aja kamu betah, ternyata juga jalan-jalan."
" Hehehe, iya bu. Masa sampai sana hanya berdiam diri dalam vila kan enggak enak."
" Terus baju dan semua apa yang kamu pakai sudah dicuci?"
" Sudah bu, itu aku masih rendam dengan air sabun biar lebih steril."
__ADS_1
" Pinter, ya sudah kamu istirahat kembali. Pasti lelah kan karena perjalanan jauh."
" Enggak bu, aku habis jalan-jalan liburan. Enggak ada kata lelah. Sini ibu mau dibantuin apa?"
" Enggak usah. Ibu lagi enggak bikin kue atau apa, karena kan ibu harus bantu-bantu di rumah tetangga."
" Memang ada acara apa sih bu?"
" Anaknya mau nikahan jadi ibu di suruh bantuin masak."
" Owh, tetapi ibu jangan lelah-lelah. Kalau sekiranya badan sudah berat untuk digerakkan segera istirahat."
" Iya ini ibu pulang sekalian istirahat. Ibu bantu juga semampu ibu. Ya sudah, ibu mandi dahulu. Gerah tubuh ibu."
"Iya bu."
Setelah berbincang sebentar mereka pergi dari dapur. Syeira kembali merebahkan tubuhnya di kamar tidur. Begitu empuk dan sangat nyaman untuk ditiduri.
Beberapa hari tidak tidur di kasur empuknya membuat Syeira merasa rindu dengan kamar tidur yang selalu ditiduri. Walau kamar di vila lebih luas dan lebih empuk kasurnya tetapi jika itu bukan di rumah sendiri pasti akan merasa sedikit tidak nyaman.
*****
Di tempat lain, Doni masuk ke dalam rumah dengan wajah lelahnya dan kantuk.
" Selamat datang den, mau Bibi buatin juz atau teh. Minuman yang lain atau bagaimana?" Tanya Bi Tutut menghampiri Doni. Dengan lap di bahu kanannya.
" Tidak bi, aku mau langsung istirahat saja. Tubuhku lelah, nanti kalau ditanya mama dan papa aku ada di kamar."
" Baik den."
" Ya sudah aku ke atas ya bi."
" Iya silakan."
Saking mengantuk dan lelahnya karena menyetir. Doni langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Tetapi sebelum itu dia berganti pakaian yang nyaman untuk dikenakan saat tidur.
Tidak berapa lama Doni tertidur dengan tengkurep.
Barang-barang dia letakkan di tempat kotor. Tidak sempat untuk membereskan karena rasa kantuk sudah sangat mengusainya.
*****
" Cieeeee yang baru pulang liburan." Ejek Derix kepada Nana yang baru masuk ke dalam rumah. Dia yang sedang duduk di sofa sambil memainkan game yang ada di ponselnya.
" Iya dong, masa kayak kamu yang masuk sekolah mulu." Cibir Nana kepada Derix. Dengan bahu yang berlenggak-lenggok, seolah mengejek Derix. Menenteng tas yang berisi pakaian kotor.
" Ih kakak nih, biarin aja! Suka-suka aku dong." Jawab Derix dengan kesal. Sehabis mengejek kakaknya Derix malah diejek kembali oleh Nana.
" Wle,wle,wle. Kaciannyaaaa!" Ucap Nana dengan menjulurkan lidah lalu lari masuk ke dalam kamar. Cekikikan di dalam kamar, karena puas menjaili adiknya.
" Kakakkkkk! Awas aja ya." Meneriaki kakaknya dengan napas yang naik turun cepat. Merasa kesal karena dirinya juga jarang sekali liburan.
" Apa sih ini, kok teriak-teriak. Dari halaman belakang sampai kedengeran lho." Ucap Ibu Farah yang barus masuk dari halaman belakang. Membawa sayur mayur yang masih segar. Sehabis di petik dari halaman belakang.
__ADS_1
" Kakak jahat bu." Menjawab menunjuk tangan ke arah kamar Nana sambil menghentakkan kaki dan muka yang cemberut.
" Memangnya ada apa dengan kakak kamu." Bertanya kepada Derix lalu memanggil Nana. " Na,na! kamu sudah pulang ya?" Panggil Ibu Farah dari luar kamar Nana.
Ceklek....
Nana keluar dari kamar dengan pakaian yang baru diambil dari lemari. Pakaian yang biasa dia pakai didalam rumah.
" Iya bu, barusan Nana tiba di rumah dan baru saja masuk ke dalam kamar untuk berganti pakaian yang lebih bersih."
" Alhamdulillah, jadi baik-baik saja kan selama di puncak?"
" Iya bu, allhamdulliah. Liburan kita seru dan berjalan mulus. Tidak ada yang kurang sedikit pun."
" Terus teman kamu tadi di suruh masuk atau langsung pulang, kok enggak ada suara ramai-ramai."
" Pulang bu, mereka pada lelah. Karena menyetir bergantian. Apalagi perjalanan juga jauh."
" Ouh ya sudah kalau begitu. Kamu istirahat saja. Ibu mau teruskan ambil sayur."
" Hah, ambil sayur di mana bu?"
" Itu dihalaman belakang sudah bisa dipanen sedikit."
" Ouh itu ya, ayah belum pulang bu?" Bertanya kepada ibunya sambil menengok keseluruh arah. Mencari ayahnya.
" Belum, ayah kamu masih ada stok barang yang harus di beli dan menunggu beberapa orang untuk mengantar barang juga."
" Gitu ya, " menganggukkan-anggukkan kepala. " Oh iya, ibu mau dibantuin apa enggak?"
" Enggak usah. Kamu istirahat saja, ibu cuma mengambil sedikit dan merawat tanaman yang lain."
" Ehm ya sudah kalau begitu."
" Ibu balik lagi ke belakang ya. Kamu kalau ada apa-apa panggil ibu saja."
" Iya bu."
Ibu Farah kembali ke halaman belakang setelah bercengkrama dengan Nana. Melihat anaknya sudah pulang dengan selamat, membuat hati Ibu Farah lega. Pulang dengan selamat tanpa luka atau lecet sedikit pun.
Sedangkan Derix sudah keluar dari rumah untuk bermain bersama teman-temannya.
Hay guysssss🤗🤗🤗
Segini aja ya, besok-besok author bakal up yang banyak dan lebih seru lagi.
Jangan lupa like,komen dan vote ya.
Pokoknya jangan lupa likeeee, komen dan vote😉😉.
Agar author tambah semangat untuk menulisnya😋
Thank you🙏🙏😊😊
__ADS_1