
Nana yang melihat Syeira melamun menyenggol tangan Syeira untuk menyadarkan Syeira yang sedang melamun melihat orang yang di tabraknya.
" Eh y-ya Na." Menoleh kearah Nana dengan berbicara terbata.
" Sadar woy! Udah lewat tuh orangnya."
" Astaga gila! Gants bangeett!" Ucapnya dengan nada sedikit tinggi.
" He.eh bener tuh, mengapa tidak aku aja yang nabrak tadi, duh duh."
" Wah mungkin ini keberuntungan untukku, hahaha." Ucapnya sambil menutup mulutnya dengan telapak tangannya.
" Sialan lu, awas! nanti aku bakal pura-pura nyari ponsel di tas dan nabrak orang, siapa tau dapat kayak itu."
" Wah malah mau mancing-mancing nih. Udah ah kita udah ditinggalin tuh."
" Eh iya bener, wah kurang ajar mereka, main tinggal-tinggal aja."
" Eh tetapi na, dia orangnya serem juga kayaknya tegas banget dia."
" Iya ngomongnya kayak mau nyaplok orang aja." Ucapnya dengan bergidik membayangkan wajah yang sedikit membentaknya. Berjalan kearah lift.
" Besok kita bicarakan lagi enggak enak dengan yang lain."
" He.em okelah."
Mereka sampai di bioskop, melihat keberadaan Doni Cs yang sudah menunggu Doni yang sedang mengantri membeli tiket. Bioskop yang biasanya ramai pada hari sabtu minggu, ini malah hari biasa justru sangat ramai. Entah karena apa yang membuat mereka dihari biasa ini ramai menonton bioskop.
Doni berjalan kearah teman-temannya menyerahkan tiket yang akan digunakan untuk masuk ke ruangan bioskop.
" Nih, pop cornnya ambil sendiri-sendiri aja, aku tidak bisa bawa banyak." Menyerahkan tiket ke masing-masing temannya.
" Oke sip."
Mereka mengambil pop cornnya dengan bergantian. Mengambil di tempat pegawai berjaga yang bertugas mengambilkan pop corn untuk mereka yang membelinya.
Mereka berjalan kearah ruang bioskop dengan Nana dan Syeira yang berjalan duluan sedangkan Doni Cs dibelakang mereka.
Seperti bodyguard yang sedang mengikuti ke mana arah tuan putri yang sedang mereka jaga kemanapun mereka pergi.
Memasuki ruangan bioskop duduk bersebelahan di belakang sendiri. Lampu mulai dimatikan semua, membuat ruangan menjadi gelap dan hanya lampu penerang dari layar bioskop yang menyala.
Film mulai ditayangkan semua menyaksikan dengan hening.
" Lah kok horor sih?" Tanya Nana dengan terkejut dengan apa yang dilihatnya.
" Iya, mengapa harus horor kan ada yang romantis." Saut Syeira dengan fokus melihat kelayar dan tangan yang memegang erat.
__ADS_1
" Lah kalian tidak ngomong sih, ya aku pikir horor kalian suka, orang tidak ada yang request." Ucap Doni dengan entengnya sambil memakan pop corn ditangannya.
" Iya kalian tidak ada yang ngomong mau film apa, kita mah yang cowok-cowok suka horor an." Saut Dika menimbrung omongan mereka.
" Udah tenang aja kalau butuh pelukan sini aku peluk, gampang kan." Ucap Soni yang masih fokus dengan film yang ditontonnya.
" Wah cari kesempatan aja lu son!" Jawab Dika dengan menoyor kepala Soni.
" Hehehe, aku kan cuma nawarin."
Mereka pun pasrah dengan film yang ditonton. karena sudah telanjur dibeli dan mau bagaimana lagi. Syeira dan Nana hanya menikmati disetiap alurnya. Kalaupun menurut mereka menakutkan, mereka hanya menutup mata dan tidak melihat disetiap adegan yang memunculkan sosok yang mengerikan.
" Ra, aku takut." Ucap Nana kepada Syeira dengan berbisik disaat suara horor yang terusmenerus berbunyi dan menampilkan hantu yang sedang bergelantungan.
" Sama aku juga, mana tidak selesai lagi."
" Iya, si Doni Cs juga santai aja."
" Ah ellah nasib-nasib, mau yang romantis malah kayak gini."
" He.eh, udah nikmatin aja, toh ini gratis." Ucap Nana dengan ceplosnya.
" Iya ya bener juga, sapa tau kita lihat ini terus nanti tidak takut lagi."
" Lha iya mangkanya."
*****
Sedangkan di restoran Alex yang didampingi sekretaris Miko sedang meeting dengan klien. Mereka membicarakan tentang kerja sama. Tetapi di antara kerja sama tersebut kedua belah pihak ada yang tidak setuju. Dan terjadilah berselisih paham di antara mereka.
Sekretaris Miko yang melihat Alex marah dengan leher yang sudah mengeluarkan ototnya segera melerai. Tidak ingin terlalu banyak perselisihan sekretaris Miko mengajukan pendapatnya dan ingin segera keluar dari restoran.
Setelah banyak perbincangan mereka pun meninggalkan restoran. Alex yang sudah telanjur kesal dengan cliennya berjalan keluar dari restoran, menggerutu dengan tidak jelas.
Brakk......
Masuk kedalam mobil dengan pintu yang ditutup dengan sangat keras. Sebagai ungkapan kemarahannya.
" Besok-besok tidak usah menerima klien yang seperti itu!"
" Maaf tuan, saya juga tidak mengerti ternyata orangnya seperti itu."
" Apa maksudnya mengubah perjanjian yang sudah tertulis dengan gampangnya dan entengnya seperti itu, mereka pikir ini bisnis main-main!" Cerocos dengan tangan mengepal yang menempel di pelipis dengan siku menyentuh kaca mobil.
" Mungkin mereka hanya ingin mengajukan pendapat lagi tuan."
" Mengajukan pendapat apa! Jelas-jelas mereka mengajukan di berkas yang sudah dikirim ke perusahaan, sial membuat mood ku jadi jelek!" Menendang kursi yang didepannya.
__ADS_1
Sopir yang sedang menyetir terkejut dengan Alex yang tiba-tiba menendang kursi kemudinya.
" Duh, tuan kalau marah serem banget, ini kursi hampir goyang karena ditendangnya." Batin pak Sopir dengan wajah takutnya.
" Saya akan langsung membatalkan kerja sama kita tuan."
" Hem, lebih cepat lebih bagus."
Mereka sampai di perusahaan berjalan kearah ruangan masing-masing. Mengerjakan pekerjaan yang sedikit menumpuk karena beberapa hari mereka ke luar negeri.
Tidak ingin Alex bertambah marah sekretaris Miko langsung memberikan email pembatalan kepada klien yang sempat ditemui tadi di restoran.
Begitulah Alex jika kehendaknya sudah tidak bisa diajak berdiskusi dia akan langsung membatalkannya.
*****
Di bioskop Syeira dan teman-temannya baru saja keluar dari ruangan bioskop.
" Aih aku tidak mau nonton itu lagi! Serem banget." Ucap Nana berjalan menuju lift.
" He.eh takut, mana aku masih keinget lagi itu hantu." Jawab Syeira.
" Ya besok lagi kalian request dong, biar kita tau apa yang kalian inginkan." Saut Doni berdiri disamping Nana yang sudah masuk kedalam lift.
" Betul itu, kalau tidak ya horor lagi." Ucap Soni yang berada dibelakang Doni dengan tangan mengetuk-etukkan ke dinding lift.
" Udahlah sekali-kali gak pa-pa."
" Kalian mau langsung pulang?" Tanya Doni kepada Nana dan Syeira.
" Iya nih, udah sore juga." Jawab Nana dan Syeira.
" Lain kali kita main lagi." Ucap Syeira kepada Teman-temannya.
" Okedeh."
Ting....
Sampai di tempat yang banyak menjual berbagai macam baju. Karena pintu mall melewati tempat itu. Mereka berjalan kearah parkiran menuju motor masing-masing.
" Thank you ya don untuk traktirannya hari ini." Ucap Syeira kepada Doni yang hendak memakai helm.
" Iya makasih juga don." Saut Nana menengok kepada yang sudah duduk di motornya.
" Yok i santay aja, ati-ati ya untuk semua." Ujarnya kepada Syeira dan teman-temanya.
" Woke." Jawab Nana, Dika, Soni, Syeira.
__ADS_1
Mereka melajukan motornya keluar dari area parkir mall. Sampai lampu merah mereka berpencar karena memang rumah mereka tidak searah. Doni Cs yang berbelok kearah kanan sedangkan Syeira dan Nana lurus kedepan.