
" Tidak terlalu suka nona, soalnya tuan jarang makan-makanan manis."
" Iya kah, ya sudah aku kasih pappermint saja nanti." Ucap Syeira, karena rasa pappermint identik dengan rasa cool. Jadi pasti kebanyakan orang menyukai.
" Iya nona."
Dua loyang kue sudah Syeira buat, kini tinggal di masukkan ke dalan oven. Sambil menunggu Syeira membuat lagi untuk para pelayan yang ada di rumah semua. Sedikit- sedikit terbagi daripada tidak sama sekali.
" Buat lagi nona?" Tanya Sania yang melihat Syeira memecahkan telur.
" Iya, untuk pelayan yang lain belum, kita kan ada banyak orang." Jawab Syeira sambil memecahkan telur dan menoleh ke arah Sania.
" Baik sekali nona, saya beruntung bisa memiliki atasan seperti nona dan tuan Alex." Puji Sania yang melihat Syeira sangat memperhatikan para pelayan di rumah. Padahal belum tentu yang lain mau untuk membuat, karena memang banyak sekali pelayan di rumah.
" Mbak bisa aja, semua orang pasti begitu. Saling menghormati dan menghargai."
" Tidak semua nona, hanya beberapa saja."
" Mungkin mereka sedang khilaf mbak, jadi lupa untuk menghormati. Nanti ketika mereka sadar pasti akan menjadi orang yang lebih baik lagi."
" Pemikiran nona sangat dewasa sekali, padahal saya tau umur nona masih muda."
" Hehehe, saya di tuntut untuk dewasa sebelum waktunya mbak. Hahaha." Jawab Syeira dengan bercanda.
" Ah nona bisa saja."
Beberapa jam kemudian, kue buatan Syeira dan Sania sudah matang semua.
" Akhirnya selesai juga mbak."
" Iya nona, hah ternyata banyak sekali kue buatan nona tadi."
" Iya aku juga enggak nyangka jadi sebanyak ini." Melihat banyaknya kue berwana-warni di atas meja.
Mereka mendudukkan diri di kursi ruang makan yang tersedia di dapur.
Meregangkan otot yang kaku karena membuat kue tadi.
Semua kue tadi sudah di masukkan ke dalam stoples menjadi beberapa bagian.
Aneka macaron dan rasa yang berbeda-beda membuat kue itu menjadi sedap di pandang karena warnanya yang indah. Sehingga mirip pelangi.
Karena Syeira dan Sania memasukkan kue itu campur menjadi satu.
" Mbak berikan kue-kue itu ke beberapa pelayan, aku mau ke atas mengantar kue ini ke Kak Alex."
" Iya baik Nona."
Syeira membawa satu stoples kue dengan juz jeruk karena siang hari sangat cocok jika dipadukan dengan yang dingin.
__ADS_1
Tok tok tok
Ceklek..
" Ini kak, aku mau mengantar kue." Ucap Syeira berjalan ke arah Alex sambil membawa nampan.
Alex yang mendengar suara Syeira mengalihkan pandangan dari laptop.
" Taruh di atas meja sofa."
Menutup laptop dan beranjak dari kursi kerja.
Berjalan ke arah sofa yang berada di ruangan Alex.
" Iya."
Syeira menaruh nampan di atas meja dan duduk untuk membuka tutup stoples. Agar Alex datang tinggal makan.
" Kamu membuat macaron?"
" Iya, apakah kakak tidak suka?" Tanya balik Syeira karena takut Alex tidak suka. Mengingat ucapan Sania tadi jika Alex tidak terlalu suka makanan manis.
" Belum di coba." Ucap Alex singkat. Mengambil kue macaron rasa pappermint. Mengunyah dan merasai apakah enak atau tidak?
" Gimana?"
" Ekh-hem, ya lumayan." Jawab Alex dengan datar. Padahal dalam hatinya dia senang dan suka dengan kue buatan Syeira. Tetapi dia tidak ingin membuat Syeira terlalu percaya diri.
" Ya terserah kakak lah, yang terpenting di makan." Ucap Syeira sambil menghendikkan bahu.
Dia juga ikut mengambil kue, tadi Syeira juga belum sempat mencicipinya.
" Enak kan kak?, sudah aku bilang pasti enak." Goda Syeira yang melihat Alex hampir menghabiskan kue di dalam stoples.
" Biasa aja." Jawab Alex dengan cuek dan mulut yang terus mengunyah kue.
" Biasa aja tetapi hampir habis, katanya tidak suka makanan manis, ini apa? Bahkan hampir habis." Sindir Syeira kepada Alex dengan mata melirik ke arah Alex.
" Uhuk, uhuk." Alex keselek mendengar ucapan Syeira.
" Eh,eh. Pelan-pelan dong kak." Dengan cekatan Syeira mengambil juz jeruk dan meminumkan ke Alex.
Alex segera meminumnya supaya tidak keselek lagi.
" Kamu yang dari tadi bicara, saya jadi tidak bisa menikmati." Alex kesal, karena mendengar ocehan Syeira. Apalagi terus menggoda dirinya.
" Iya maaf-maaf." Sesal Syeira yang merasa bersalah terhadap Alex karena terlalu banyak bicara.
" Ya sudah, kakak ini sudah waktunya makan siang. Kue ini jangan di habiskan tidak baik buat kesehatan karena terlalu banyak makanan manis." Ucap Syeira dengan menutup stoples agar Alex mau menyudahi makan kue.
__ADS_1
" Ya tidak bisa, apa masalahnya. Toh saya juga jarang makan makanan manis." Elak Alex yang tidak ingin menyudahi memakan macaron.
" Tidak kak, kakak sudah banyak makan tadi. Sudah sekarang waktunya makan siang. Ini Syeira simpan nanti bisa-bisa kakak ambil lagi. Lagi pula ini juga tidak baik buat orang yang sudah berumur." Celetuk Syeira dengan tiba-tiba. Dia tidak sadar jika perkataannya ada yang salah.
" Maksudmu, aku sudah tua?! Tanya Alex dengan nada sedikit tinggi dan menatap tajam Syeira. Dia tidak terima dikatakan sudah berumur oleh Syeira.
" E-eh bukan begitu." Syeira menjadi gugup, apalagi tatapan Alex yang seperti ingin menguliti dirinya.
" lalu apa mengatakan aku jika sudah berumur, apalagi kalau bukan tua." Mendekatkan tubuhnya ke arah Syeira.
" Maksud aku berumur tuh laki-laki dewasa kak, bukan tua." Syeira mencari jawaban lain agar bisa meredam emosi Alex. Jujur saat ini dia takut karena tubuhnya sangat dekat dengan Alex.
" Aku tidak percaya." Ucap Alex dengan memicingkan mata dan wajah yang terus mendekat ke wajah Syeira.
" Eh kak, jangan begini." Ucap Syeira dengan takut sambil menahan dada Alex dengan tangannya. Badannya sudah panas,dingin karena terlalu dekat dengan tubuh Alex.
" Begini apanya?"
Sampai beberapa saat kemudian bibir mereka sudah berdekatan. Alex tau ini ciuman pertama Syeira, karena Syeira sama sekali tidak membalasnya.
" Euumm,"
Alex mulai memainkan bibir Syeira, Syeira yang tidak siap melototkan mata. Ingin memberontak tetapi tenaganya kalah dengan tubuh Alex.
******* dan menyes*p bibir Syeira hingga Syeira terbuai dengan permainan Alex.
Merebahkan di sofa, Syeira tidak sadar jika saat ini tubuhnya sudah ditimpa oleh tubuh Alex. Sehingga membuat Syeira di bawah kungkungan Alex.
Kedua tangan Syeira dicekal keatas oleh Alex menggunakan satu tangan. Sedangkan tangan satunya dengan nakal m*rem*s b*kit sintal Syeira.
Ternyata begitu pas di genggaman Alex, padahal jika dilihat punya Syeira kecil.
" Ahh." Syeira belingsatan, rasa geli dan aneh campur menjadi satu. Apalagi Syeira tipikal orang yang mudah sekali geli.
Alex yang mendengar desah*n Syeira menjadi semakin bern*fsu. Dia memasukkan tangannya ke dalam kaus Syeira. Dengan masih ******* bibir Syeira.
Mencopot kancing bra Syeira tanpa melepaskan bra dari tubuh Syeira. Hingga Alex bisa memainkan tanpa ada penghalang.
Syeira terlihat pasrah, toh mereka sudah menjadi suami istri. Lagi pula tidak baik jika menolak keinginan suami.
Badannya melengking mendapat sentuhan pertama kali dari tangan seorang laki-laki.
" Ahhh, k-akk."
" Heem." Jiwa laki-laki Alex sudah menggebu-gebu, tidak bisa dikondisikan lagi.
Tok tok tok...
" Oh shiiitttt!"
__ADS_1