
Di dalam apartemen terdapat kakak beradik yang saling mengobrol satu sama lain. Dari membicarakan hal yang penting sampai dengan hal yang tidak penting. Quality time sebelum kakaknya pergi untuk kembali mengurus perusahaan.
Kakak beradik itu memang sangat dekat seperti halnya orang sedang berpacaran jika tidak ada hubungan darah. Sebenarnya itu semua tergantung dari salah satunya gimana menyikapi seorang keluarga agar kehidupan dikeluarga itu menjadi harmonis dan penuh kesenangan.
Bercanda, tertawa dengan orang terdekat apalagi dengan keluarga sendiri memang akan memudahkan seorang keluarga untuk mengawasi bagaimana perkembangannya. Karena dari kita saling mengobrol dan bertukar pikiran kita tahu apa yang diinginkannya.
Memang seharusnya seorang keluarga itu salah satu orang terdekat jika kita sedang ada masalah baik sedih maupun senang. Bukan malah kepada orang lain yang nantinya akan menjerumuskan kita sendiri ke lubang yang salah. Dan malah akan berakibat fatal nantinya.
" Em kak, aku lapar."
" Mau makan di mana?"
" Ke restoran aja gimana, kakak mau tidak?" Tanyanya dengan antusias.
" Ya."
" Yaudah aku siap-siap dahulu."
" Jangan lama! Kalau tidak kakak tinggal atau kita delivery aja."
" Iya, iya bawel banget."
Sasa masuk kedalam kamarnya dengan berlari tidak mau sampai kakaknya menunggu dengan lama, karena apa yang dibicarakan oleh kakaknya memang benar adanya. Dia tidak mau menunggu jika itu lama atau nanti dia akan membatalkan semuannya.
Selesai berganti pakaian dan membawa tas selempangnya Sasa keluar dengan kakaknya dari apartemen.
Alex yang lelah karena banyak pekerjaan memutuskan untuk memakai taksi saja. Alex memang orang yang enggak ribet, kalau lelah ya pakai sopir kalau tidak mau nyetir ya pakai sopir kalau tidak ada sopir ya pakai taksi , enakkan . Hidup tuh cuma sekali jadi jangan dibikin ribet.
Taksi yang di pesan pun sudah ada di depan apartemen Sasa, mereka masuk ke dalam taksi.
Sampai di restoran Alex dan Sasa memesan makanan yang mereka inginkan. Kebetulan suasana masih sore Alex mengajak Sasa ke restoran Aviary yang letaknya di atas rooftop.
Rooftop yang satu ini terletak di lantai 10 dari Montcalm Royal London House Hotel. Berada di puncak tertinggi membuat rooftop yang satu mini menawarkan keindahan tersendiri. Dari sini kita bisa melihat dan menikmati beberapa lokasi tempat wisata gratis di London yang berupa taman-taman kota.
Tempat yang satu ini sendiri mengadopsi konsep open bar. Jadi di sini memang kebanyakan ruangannya berupa outdoor yang luas. Serta kita bisa menikmati pemandangan 360 derajat kota london yang indah. Selain itu desain yang disajikan tempat ini sendiri tergolong unik. Dengan mengusung tema retro glamor ini, kita tak akan terlalu banyak menemukan berbagai macam pernak-pernik interior yang berlebihan. Bahkan bisa digolongkan tempat ini lebih terasa kesan sederhanan dengsn konsep yang dia bawa. Tetapi untuk kenyamanan sendiri tempat ini bisa dijadikan pilihan untuk menghabiskan waktu di london.
Menu makanan yang disajikan sendiri memiliki kualitas yang sudah tak usah di ragukan. Berbagai menu modern dengan bahan-bahan terbaik dan di masak oleh para chef andal, pastinya akan memberikan cita rasa makanan yang sangat nikmat. Selain itu juga berbagai pilihan wine yang disajikan juga sangat beragam dan dengan kualitas nomor satu.
Orang kaya mah bebas, mau makan di mana aja, terserah! Hahaha.....
Pas banget sore menjelang petang menikmati suasana yang begitu menyegarkan dan indah. Bisa melihat indahnya kota london pada saat malam, melihat lampu-lampu yang berkelap kelip juga.
__ADS_1
" Indah banget ya kak?" Merasa takjub dengan suasana restoran pada malam hari." Yang sudah di samping kakaknya.
" Hem, kamu tidak pernah kesini?"
" Engga sih."
" Mengapa, kakak kan udah kasih uang banyak tiap bulannya uangmu juga cukup kalau setiap hari kesini." Sambil memakan makanannya.
" Ya iya sih, tetapi ntar aja lah, aku belum menemukan teman yang benar tulus mau berteman denganku."
" Hem, terserah kamu aja lah, yang terpenting hati-hati jangan sampai salah pertemanan."
" Iya siap, eh kak aku mau beli mobil baru yang biasa aja jangan sport."
" Ada apa, memang yang itu rusak?"
" Enggak, biar orang pada tau kalau aku orang yang biasa jadi mobilnya tidak usah yang mahal-mahal."
" Nanti kakak urus."
" Makasih kakakku yang paling ganteng." Memuji kakaknya dengan wajah yang begitu menggemaskan.
" Cih, kalau ada maunya aja muji-muji."
Mereka makan sambil menikmati pemandangan dari atas rooftop yang begitu indah. Sampai malam mereka masih menikmati suasana itu.
" Kak, pulang yuk aku udah kedinginan."
" Yaudah."
Mereka pergi meninggalkan tempat itu. karena suasana sudah tidak bisa dikondisikan lagi. Dingin yang menusuk hingga ke tulang rusuk.
Sampai diapartemen mereka pergi kamar masing-masing. Apartemen Sasa tidak hanya menyediakan satu kamar tetapi 3 kamar yang disediakan jika ada tamu atau keluarga yang ingin menginap di apartemennya.
*****
Keesokan paginya Syeira seperti biasanya bangun pagi salat subuh setelah itu membantu ibunya memasak makanan untuk sarapan dan bekal dia yang akan di bawa ke sekolah.
Setelah semua beres Syeira menaruh makanan yang dia masak tadi ke dalam kotak bekalnya. Syeira bersiap untuk mandi dan berganti pakaian dengan seragam sekolah. karena ibunya yang pergi ke pasar untuk membeli belanja keperluan membuat kue jadi Syeira langsung pergi dan membawa bekal tadi kemudian dimasukkan ke dalam tasnya tak lupa dia juga mengunci pintu rumahnya yang biasa ditaruh di bawah keset.
Melajukan motornya dengan kecepatan sedang tidak terburu-buru karena kebetulan masih pagi dan mungkin sampai sekolah tidak akan terlambat.
__ADS_1
Karena masih pagi banyak orang akan berangkat untuk mencari nafkah. Katanya kalau mencari nafkah itu harus bangun pagi agar rezekinya tidak dipatok oleh ayam. Sebenarnya itu Sebuah kalimat yang bermaksud untuk memotivasi seseorang agar bangun pagi-pagi untuk kemudian melakukan berbagai aktivitas, khususnya menjemput rezeki yang takarannya sudah ditentukan oleh Allah.
Ada juga seorang ayah yang membonceng anaknya untuk mengantarkan ke sekolah. Melihat itu, Syeira jadi teringat oleh ayahnya yang tidak pernah mengantar sekolah karena disaat ayahnya meninggal Syeira masih kecil dan masih berusia 10 tahun.
Dahulu Syeira sekolahnya dekat dengan rumahnya jadi hanya jalan kaki saja tidak sampai harus menaiki motor. Mungkin kalau sekarang masih hidup dia pasti juga akan dibonceng oleh ayahnya seperti itu. Berpegangan erat ketika ayahnya melajukan dengan kecepatan tinggi, tertawa karena membicarakan hal yang lucu sehingga tidak terasa sampai di sekolah.
Mungkin itu hal yang sangat amat menyenangkan kalau itu semua bisa dilakukan oleh Syeira. Tetapi itu semua hanya khayalan yang tidak bisa menjadi kenyataan karena sekarang ayahnya sudah tenang di sana.
Mengingat seperti itu membuat Syeira tidak sadar untuk mengalirkan air matanya begitu saja.
" Ah aku tidak boleh sedih ayah sudah tenang di alam sana." Gumamnya dengan menghapus air mata dipipinya.
Melihat jam di pergelangan tangannya Syeira kembali menambah kecepatan. Sampai di tengah perjalanan motornya oleng dan akhinya berhenti.
" Lah ada apa ini." Turun dari motornya dan melihat kearah ban motor. Ternyata ban motornya bocor, mau tidak mau dia harus menuntun motor itu sampai menemukan tempat untuk menambal ban.
Sedangkan jam sudah menunjukkan 06:45 itu artinya waktunya tinggal 15 menit lagi tetapi dia masih berjalan untuk mencari tempat tambal ban.
Sampai beberapa meter masih belum mendapatkan tempat tambal ban. Syeira terus menuntun motornya, keringat sudah mulai muncul. Tidak ada seorang pun yang mau membantunya padahal dia sudah berjalan lama dan banyak kendaraan yang lewat. Mungkin karena masih pagi dan semua orang mempunyai kepentingan sendiri-sendiri tidak ingin terlambat untuk sampai.
Sama halnya ketika orang bekerja terlambat dan akhirnya akan dipecat mana lagi mencari pekerjaan susah.
Dan lagi menuntun motor yang lagi bocor itu berat banget apalagi Syeira memakai rok pendek selutut dan bawa tas di belakangnya . Udah tas itu berat pakai motor bocor segala.
Ingin telepon teman tetapi tidak ingin merepotkan
Aduh sabar ya ra mungkin ini ujian buat kamu....
Hingga tibalah Syeira di tempat tambal ban. Untungnya jam segini sudah buka tempat itu. Mungkin juga disediakan ke orang-orang yang ingin memompa atau ketika bocor seperti ini. Apalagi kalau pagi banyak siswa sekolah yang berkeliaran dan orang yang ingin bekerja.
" Ada apa neng?" Tanyanya pak tambal ban yang baru saja keluar dari rumahnya.
" Ini pak bocor."
" Owalah mau berangkat sekolah kok ya bocor."
" Enggak tau ni pak, mungkin lagi apesnya aja hehehe."
" Neng tunggu sini duduk aja, saya tambal dahulu."
" Iya pak." Duduk dikursi yang memang disediakan untuk menunggu ketika ada orang yang ingin menambal atau mengisi angin.
__ADS_1
Melihat jam lagi dipergelangan tangannya sudah menunjukkan 06:53 tinggal beberapa menit lagi mana sekolahnya masih agak jauh dari tempat dia menambal ban.
" Pasti telat dan dihukum nih."