
Tiba-tiba pintu terketuk, reflek, Syeira mendorong Alex dengan keras membuat Alex terguling di samping sofa.
Brukk...
" Sial! Apa yang kau lakukan?" Ucap Alex meringis sambil memegang pinggangnya.
Syeira melototkan mata dan menutup mulutnya. Dia tidak sadar jika dorongannya sampai membuat Alex jatuh.
" Ma-aaf kak, aku enggak sengaja, tadi aku terkejut." Beranjak dari sofa dan membantu Alex berdiri. Dengan kancing baju yang masih terbuka.
" Lain kali aku akan borgol tangan kamu, biar tidak terjadi seperti ini lagi." Ucap Alex dengan kesal. Berjalan ke arah tempat tidur dipapah oleh Syeira.
Syeira bergidik ngeri.
" Kalau sampai di borgol mana bisa berontak aku ntar kalau dia-apain. Bisa gawat nih." Batin Syeira yang juga takut jika apa yang dikatakan Alex beneran. Tetapi dia diam saja, hanya berani membatin, untuk sekarang jika dia akan membalas ucapan Alex percuma saja. Pasti tidak akan selesai.
Membantu Alex tidur ke tempat tidur.
" Tunggu sebentar aku akan membukakan pintu dan mengambil minyak urut untuk kakak." Ucap Syeira setelah membantu Alex berbaring di tempat tidur.
" Kamu mau keluar dengan keadaan seperti itu?"
" Hah, maksudnya?" Syeira mengkerutkan dahi belum mengerti apa yang dikatakan Alex.
" Tuh lihat, kancing baju mu masih terbuka." Menunjuk dengan memajukan dagu.
Syeira yang sadar langsung melihat ke arah dadanya dan menutup dengan telapak tangan.
" Astaga." Langsung berbalik membelakangi Alex untuk membenahi baju yang berantakan karena ulah Alex tadi. Bisa-bisanya dirinya lupa, padahal sudah sangat jelas terlihat.
Sedangkan Alex sendiri tersenyum jahil, dia senang melihat Syeira dengan muka merah karena malu.
Selesai membenahi baju, Syeira berjalan ke arah pintu untuk membuka siapa yang mengetuk pintu.
Ceklek..
" Permisi nona, saya hanya ingin memberitahukan jika makan siang sudah siap."
" Oh iya terima kasih, saya juga mau ke bawah mengambil minyak urut."
" Apa perlu makan siangnya saya antar nona?"
" Emm, nanti saja mbak. Entar kalau kita mau makan aku ambil sendiri."
" Kalau begitu saya pamit kebawah nona."
" Ya silakan."
Pelayan yang tadi mengetuk pintu pergi meninggalkan Syeira duluan.
__ADS_1
Diikuti Syeira di belakangnya.
Sampai di bawah Syeira bertemu dengan Sania. Sania menghampiri Syeira yang sedang kebingungan.
" Ada yang nona butuhkan?"
" Eh i-iya mbak, aku mencari obat urut. Mbak tau enggak biasanya di taruh di mana?"
" Oh minyak urut, sebentar saya ambilkan. Nona tunggu di sini saja."
" He.em." menganggukkan kepala sambil tersenyum imut. Itu membuat Syeira makin menggemaskan.
Sania sendiri seakan terhipnotis dengan muka imut Syeira. Kalau saja Syeira adiknya pasti akan menguyel-uyel Syeira.
Sambil menunggu Sania mengambilkan minya urut. Syeira melihat sekeliling rumah Alex, dia harus hafal setiap sudut rumah Alex yang begitu besar ini. Biar jika butuh sesuatu dia tidak merepotkan siapa pun.
" Ini nona minyak urutnya." Sania datang dengan membawa minyak urut dan menyerahkan ke Syeira.
" Terima kasih ya mbak."
" Iya sama-sama nona."
" Aku ke atas duluan ya mbak."
" Silakan nona." Ucap Sania sambil Menganggukkan kepala.
Ceklek..
Alex menurut, membalikkan tubuhnya menjadi tengkurap.
Memang dia merasakan sedikit sakit di sekitar pinggangnya.
" Memang kamu bisa memijit?"
" Sedikit, semoga bisa mengurangi rasa sakit dipinggang kakak."
Syeira mulai mengoleskan minyak di punggung Alex. Memijit dengan lembut dan telaten.
" Enak juga mijitnya, nyaman." Batin Alex.
Tidak sadar Alex sampai memejamkan mata karena saking enaknya pijitan Syeira.
" Aih malah ketiduran." Gumam Syeira yang melihat mata Alex terpejam.
Syeira menyudahi memijit Alex dan menaruh minyak di atas meja. Terlalu lama memijit Alex, Syeira merasa lelah dan mengantuk. Dia mengikuti Alex tidur di sampingnya.
*****
Di lantai bawah tepatnya di taman rumah Alex. Sania mengantar kue buatan Syeira ke mereka yang sedang bekerja memotong rumput.
__ADS_1
" Ada kue dari nona, kalian bisa istirahat sebentar." Ucap Sania sambil membawa nampan yang ada kue dan minuman untuk para pekerja di taman.
" Wah, baik sekali nona. Mau repot-repot membuatkan kue untuk kita." Ucap Pak Tono pekerja yang bertugas mengurus taman.
" Iya benar, kita beruntung mempunyai nona seperti nona Syeira. Enggak sombong, mau membantu pekerjaan rumah juga." Jawab Sania dengan jujur, apalagi melihat Syeira yang tidak pernah diam semenjak datang kerumah pagi tadi. Selalu ada saja yang dikerjakan oleh Syeira.
" Apakah nona kita sangat cantik?" Tanya Jono yang sama sekali belum mengetahui seperti apa Syeira. Karena dari tadi dia dan teman-temannya sibuk mengurus taman agar lebih rapi dan indah. Apalagi akan kedatangan tamu yaitu istri tuannya. Danu memang orangnya sedikit genit dan suka bercanda. Suka ceplas ceplos, kadang orang jengkel kepada dirinya karena lemot juga.
" Cantik sekali lah, mau apa kalian. Jangan macam-macam, jika sampai dengar tuan Alex. Bisa habis kalian." Ancam Sania yang melihat Danu mulai kepo.
" Eh tidak, kita cuma bertanya saja. Tidak ada maksud apa-apa." Mereka menjadi ketakutan mendengar ancaman Sania. Apalagi mereka tahu seperti apa Alex, jika sedang marah.
" Awas kalau sampai kamu berani godain nona, aku bilangin Tuan Alex." Ucap Sania sambil menunjuk Danu. Karena dia tahu Danu suka genit kepada perempuan. Jadi Sania sangat mewanti-waniti sesama rekan kerjanya itu. Jangan sampai kecerobohan yang diperbuat bisa membuat dirinya di pecat.
" Iya, saya juga kalau melakukan sesuatu dilihat dahulu orangnya. Tidak asal menjahili." Elak Danu, agar tidak kena semprot lagi oleh Sania.
" Alasan saja, kemarin anak orang kamu juga godain. Sampai hampir kena gebuk orang." Sindir Sania kepada Danu. Memang beberapa hari yang lali Danu menggoda seorang wanita yang dikiranya masih single, ternyata sudah bersuami dan hampir dipukulin. Untung saja ada Sania yang menolong dan menjelaskan kalau tidak? bisa habis Danu.
" Hehehe, itu kan kemarin. Sekarang saya akan lebih berhati-hati." Jawab Danu cengar-cengir dengan menggaruk kepala yang tidak gatal.
" Ya sudah, kalian habiskan makanannya. Aku kembali ke atas."
" Iya!"
*****
Menjelang sore hari, Syeira baru bangun dari tidurnya. Mereka bahkan melewati makan siang.
" Jam berapa sekarang?" Gumam Syeira sambil mengucek matanya, dan melihat jam di dinding. Dia terkejut ternyata sudah jam 4 sore.
" Lama sekali aku tertidur, mana belum salat lagi." Segera Syeira beranjak dari tempat tidur. Menuju ke kamar mandi, membersihkan diri sebelum salat.
Setelah semua beres, baru Syeira membangunkan Alex yang masih terlelap dalam tidur.
" Kak, bangun sudah sore." Syeira menepuk tangan Alex dengan pelan, takut mengagetkan Alex.
" Emhh." Alex menggeliat kemudian membuka mata.
" Jam berapa sekarang?"
" Sudah jam 4 lebih, lebih baik kakak membersihkan diri baru salat. Aku mau ke bawah menyiapkan makan malam."
" Hem." Jawab Alex dengan deheman. Karena memang kesadarannya masih belum terkumpul semua.
Sebelum ke bawah Syeira menyiapkan baju untuk Alex dan alat salat yang nanti akan digunakan oleh Alex.
Alex yang sudah membersihkan diri berjalan ke arah tempat untuk melakukan salat.
" Benar kata mama, kalau sudah menikah pasti semua kebutuhan sudah ada yang menyiapkan. Bahkan salat pun tidak ketinggalan karena ada yang bangunin jika terlambat bangun." Batin Alex yang melihat sajadah dan sarung yang sudah disiapkan oleh Syeira tinggal memakainya saja.
__ADS_1