Dinikahi Pria Tajir

Dinikahi Pria Tajir
Bab 51 - Villa part 4


__ADS_3

Nana dan Syeira masuk ke dalam untuk membersihkan tubuh yang basah kuyup. Berganti pakaian dengan yang baru.


Setelah itu masuk ke dalam dapur untuk bersiap memasak.


Ketika mereka masuk ternyata semua bahan makanan ada di meja. Mulai dari ayam, daging, ikan dan sayuran semua ada di situ.


Bumbu untuk memasak juga sudah tersedia. Tinggal bagaimana mereka mengolah agar semua makanan itu matang dan enak di makan.


Soni yang menyuruh pekerja di vila untuk membelanjakan sayuran dan yang lain untuk dimasak. Karena di kulkas tidak ada apapun.


" Oke na, ayo kita tunjukkan kepada mereka jika kedua cewek ini bisa memasak makanan yang sangat enak." Ucap Syeira di samping Nana. Dengan baju yang sedikit dinaikkan di bagian lengan. Mereka seperti akan bertarung untuk memenangkan sesuatu.


" Oke, ayo kita olah nih makanan." Jawab Nana dengan bersedekap dan menaikkan turunkan alisnya.


Mereka mulai memasak makanan. Memotong sayuran menjadi kecil-kecil yang muat untuk dimasukkan ke dalam mulut.


Syeira mencuci daging, ayam, ikan yang akan diolahnya nanti.


Mereka membagi pekerjaan itu, agar cepat selesai.


Syeira dan Nana yang mengerti satu sama lain juga sangat tanggap. Ketika Syeira akan membuat bumbu untuk daging dan ayam. Nana membuat bumbu untuk sayurannya.


*****


Beberapa saat kemudian semua makanan sudah terhidang di meja makan.


Ada sambal ayam pedas, ikan bakar, rica-rica ayam, satai daging, rawon dan masih banyak lagi.


Karena mereka pintar masak jadi tak heran jika banyak makanan yang tersedia. Apalagi semua bahan sudah di siapkan. Bagi mereka untuk mengolah itu lumayan gampang.


" Ah, akhirnya selesai na." Ucap Syeira yang berdiri melihat semua makanan yang tersedia.


" He.eh bener kamu ra. Semoga saja mereka suka. Kalau sampai mereka banyak yang komen tidak enak, akan ku cincang tuh mulut satu persatu."


" Iya bener, apalagi memasak yang segini banyak itu membutuhkan tenaga lebih."


" Banyak lagi yang kita masak, tidak satu atau dua masakan."


" Tetapi aku yakin, ini pasti enak. Apalagi mereka hanya tinggal makan. Apa susahnya. Menghargai usaha kita tidak salah kan. Yah, sedikit memuji gitu. Hahaha."


" Hahahah. Bisa aja kamu, tetapi bener juga."


" Oke kita lihat aja nanti."


" Ya sudah, ayo kita panggil mereka. Pasti sekarang berada di depan."


" Oke siap."


Berjalan keluar dari dapur untuk mencari keberadaan Doni Cs.


Sampailah di ruang tamu dengan duduk saling berjauhan. Memiringkan ponsel masing-masing dan berbicara sesekali mengumpat kesal.


" Hey!" Teriak Syeira dengan keras.


" Eh woy!" Jawab mereka serempak dan kaget. Ada yang menjauhkan ponsel tetapi tidak sampai menjatuhkan. Ada yang menjumbul karena saking kagetnya.


" Ahahaha."

__ADS_1


" Kalian nih, kalau datang jangan ngagetin dong." Sewot Soni dengan muka kesal.


" Ah sial, mati guwa." Ucap Doni yang baru saja melihat ponsel.


" Ini semua gara kalian." Ucap Soni.


" Ehehehe, piss gays." Mengangkat dua jari ke atas.


" Kita cuma mau bilang kalau makanan sudah siap. Jangan marah dong."


" Hem." Soni menghembuskan napas panjang." Kalau enggak soal makanan udah guwa jitak kalian berdua." Soni yang ingin membalas perlakuan Nana dan Syeira tidak jadi, karena mendengar soal makanan.


" Oke ayo kita makan." Ucap Soni dengan semangat.


Mereka berjalan ke arah ruang makan. Sampai di ruang makan mereka terperangah melihat apa yang ada di meja.


Makanan yang banyak dan semua terlihat sangat menggiurkan.


Duduk menempati kursi kosong masing-masing.


Mengambil piring lalu memilih makanan apa yang ingin di makan.


" Hem, lezaaattt!" Ucap Soni dengan lantang saat sesuap sendok masuk ke dalam mulutnya.


" Tidak ada kata lain, the best kalian. Kok bisa sih masak segini banyak dan enak lagi." Puji Dika.


" Iya dong, kita gitu looohh!" Jawab Nana dan Syeira serempak. Mereka sangat senang mendengar pujian dari temannya. Tidak sia-sia mereka masak dengan begitu banyak.


" Kalau aku punya istri yang pinter masak, bakalan aku suruh masak terus di rumah. Sehat terus nih aku." Ucap Doni dengan tiba-tiba. Entah dapat pemikiran dari mana dia berbicara seperti itu. Mungkin setiap lelaki jika memiliki istri yang pintar memasak adalah nilai tertinggi bagi mereka.


" Ya mau bagaimana lagi. Setiap manusia pasti nikah kan. Apalagi nikah itu ibadah." Jawab Doni dengan santai.


" Ya, ya, ya okelah. Kau baru makan masakan Syeira dan Nana bicara mu sudah syok bijak don." Ejek Syeira kepada Doni. Dia yang masih menikmati makanan itu akhirnya membuka pembicaraan.


" Aih sudah, sudah. Cepat selesaikan makan kalian." Ucap Nana untuk mensudahi pembicaraan yang masih di meja makan. Karena takutnya mereka pada keselek, terlalu banyak bicara.


*****


Setelah selesai makan besar, mereka semua bersiap untuk pergi ke air terjun. Ini adalah hari terakhir mereka menjelajahi wilayah puncak.


Karena air terjun di sana sedikit jauh dari vila. Mereka memutuskan untuk menaiki mobil.


Membawa barang seperlunya dan tak lupa kamera untuk berfoto. Karena liburan tanpa berfoto itu kurang menyenangkan.


Menempuh perjalanan sekitar setengah jam lebih untuk sampai di air terjun.


Jalan yang berkelok-kelok, bagi orang yang kurang mahir menyetir pasti sangat sulit untuk dilewati. Tetapi berbeda bagi Donis Cs, untuk balapan mobil saja itu sudah biasa bagi mereka. Apalagi hanya jalan yang berkelok-kelok tanpa kecepatan tinggi, sangat mudah bagi mereka untuk melewatinya.


Sampai di area air terjun, mobil dihentikan di tempat yang sudah tersedia tempat parkir. Karena memang itu wisata, jadi tak heran jika sudah disediakan.


Mereka semua turun dari mobil dan berjalan ke arah air terjun.


Beberapa saat kemudian mereka sampai. Air yang mengalir sangat deras dari atas turun ke bawah. Di bawahnya terdapat banyak bebatuan.


Berenang di sana juga bisa karena ada bagian yang dalam.


Batu kecil-kecil yang indah dan berwarna warni juga ada di bawah air terjun yang airnya sedikit dangkal.

__ADS_1


Sungguh sangat indah, air yang sangat jernih dan suasana sejuk membuat kesan tersendiri.


" Aku mau foto, tolong dong son fotoin aku." Ucap Syeira memohon kepada Soni. Dia sudah bersiap masuk ke dalam air.


" Iya oke, oke."


Kemudian mereka berfoto dengan pose yang berbeda. Saat ingin foto bersama, kamera di letakkan di atas batu yang sedikit besar. Lumayan bisa memperlihatkan air terjun, karena batu itu terletak di depan air terjun tetapi sedikit jauh.


Memuaskan diri masing-masing sebelum nanti mereka pulang ke rumah. Membuat kenang-kenangan yang tidak akan terlupakan.


" Sungguh sangat indah ciptaan tuhan. Alam memang selalu bisa membuat kita merasa nyaman dan memberi kesan tersendiri di dalam diri." Jelas Syeira sambil mengadahkan kepala ke atas. Tangan di rentangkan untuk menikmati udara di sekitar.


" Bener banget kamu ra, tidak ada yang bisa mengalahkan keindahan dan suasana seperti ini selain alam kita." Saut Dika yang juga menikmati suasana. Melihat sekelilingnya yang begitu indah, banyak tanaman hijau, udara begitu segar ketika menghirupnya.


" Ada yang ingin mengguyur badan di bawah air terjun itu apa tidak?" Tanya Doni yang menunjuk ke arah air terjun yang mengalir begitu deras. Tetapi tidak membahayakan jika berada di bawahnya. Masih aman.


" Iya dong, buat apa kita di sini jika tidak menceburkan diri." Jawab Nana dengan semangat.


" Oke, gas ken kalau begitu. Sekalian kita berfoto juga." Ucap Soni.


Para cowok melepaskan baju yang mereka pakai. Menampilkan perut yang masih rata tetapi tidak berbentuk six-pack.


Bagi cewek sudah melepaskan jaket yang mereka pakai.


Semua menceburkan diri, masuk ke dalam air.


Berenang sesuka hati dan mengguyur tubuh di bawah air terjun. Untung mereka pandai berenang semua, jadi bisa menikmati.


" Segar banget ra!" Teriak Nana dengan bahagia. Yang saat ini di bawah air terjun.


" Iya na, tidak akan aku lupakan kejadian ini." Jawab Syeira dengan senang.


*****


Setelah puas bermain air mereka masuk ke dalam mobil dengan keadaan memakai handuk semua. Karena tidak ada yang membawa baju ganti. Hanya handuk dan pakaian yang melekat ditubuh mereka.


Tetapi itu masih bisa menghangatkan tubuh mereka.


Mobil mengarah ke vila dan segera untuk membersihkan diri. Takut jika terlalu lama akan mengakibatkan masuk angin.


" Kirim semua foto yang ada di kamera itu don." Pinta Syeira kepada Doni. Karena yang menyetir Dika jadi Doni dan Soni duduk santai di kursi mobil. Sambil menunggu di dalam mobil tidak ada salahnya mencicil foto yang ada di dalam kamera untuk dikirim ke ponsel. Begitu pikirnya.


" Oke siap, kirim ke grup chat aja ya."


" Iya oke."


Doni mulai mengirim semua foto dari kamera ke ponsel grup chat. Tidak ada yang terlewatkan sedikit pun.


" Sudah aku kirim semua, kita tinggal menunggu saja." Ucap Doni.


" Oke, makasih ya don."


" Yhaa, sama-sama." Jawab Doni yang sedikit menyipitkan matanya karena mengantuk.


" Sudah, kamu tidur aja. Toh sudah dikirimkan." Ucap Syeira kepada Doni yang melihat mata Doni sudah sangat mengantuk.


" He.em."

__ADS_1


__ADS_2