
Doni yang melihat dari kejauhan ada Syeira dan Nana pun berniat menghampiri mereka. Teman-temannya pun yang melihat Doni menjauh mengikuti dari belakang.
" Hai girls." Sapa Doni kepada Syeira dan Nana yang sudah duduk dihadapan mereka.
" Hai juga," menjawab dengan senyum lembut mereka.
" Kalian kekantin kok tidak ajak-ajak sih?" Tanya Doni.
" maaf kita tadi abis dari taman terus langsung kesini." Jawab Syeira sambil memakan makanannya.
" Pantesan dicariin enggak ada."
" He.em biasa cewek lagi curhat curhat, hahaha."
" Udah-udah kalian mau pesen apa?" Tanya Soni kepada Dika dan Doni.
" Bakso ajalah guwa."
" Sama ama doni."
" Oke bakso semua minum apaan?"
" Es jeruk!" Jawab Doni dan Dika bersamaan.
" Dih barengan lagi." Dengan senyum gelengan kepala.
" Eh kerupuk pangsit juga jangan lupa." Ucap Doni mengingatkan kepada Soni yang hendak pergi.
" Woke." Berbalik dengan jari membentuk huruf O.
Setelah Soni memesan makanan dia kembali kemeja bergabung dengan mereka. karena meja yang ditempati Syeira dan Nana hanya untuk berempat Soni mengambil kursi dimeja lain untuk menyatukan ke meja mereka.
Beberapa menit setelah menunggu, pesanan mereka pun datang, mereka pun makan bersama diselingi canda tawa kebahagiaan.
Soni yang memiliki tingkah sering menjahili temannya pun menambah keseruan mereka. Ketika sedang asiknya makan Soni mengoleskan kecap kewajah Nana. Secara tidak langsung Nana marah dan berbalik mengoleskan kecap ke wajah Nana sehingga wajah mereka penuh dengan kecap.
Teman-temanya pun tertawa
Melihat kejahilan mereka. Sedangkan Nana menggerutu dengan kesal karena wajah yang cantik harus terkena kecap yang membuat lengket dan penuh warna kehitaman.
Mereka berdua pergi untuk membersihkan wajah yang penuh dengan kecap. Ketika berjalan menuju toilet banyak yang menertawakan wajah mereka yang penuh dengan kecap.
Hahaha... Ada aja mereka itu becanda kok pakek kecap ya lengket dan bau dong...
" Sialan emang Soni bikin bau wajah ku jadi enggak enak aja." Gerutu Nana yang sudah kembali ke meja bersama teman-temannya.
__ADS_1
" Udah gak apa-apa kita malah seneng karena bikin kita tertawa, hahaha." Ucap Syeira menepuk lengan Nana.
" Wah malah ngetawain bener-bener ya." Menggelengkan kepala mendengar penjelasan Syeira.
" Lha emang lu iseng banget sih Son, cewek cantik-cantik diolesin kecap." Saut Dika yang duduk di samping Doni.
" Ya gimana biar nambah seru aja." Jawab Soni dengan wajah polos tanpa dosannya.
" Mana di sepanjang jalan mau ke toilet banyak yang ngetawain, memalukan!" Ucap Nana dengan kesal.
" Masa sih, lucu dong," jawab Syeira menoleh ke arah Nana. "Hahaha." Kemudian menertawakan Nana.
" Wah malah ngetawain, ini namanya bukan teman." Ucap Nana sambil berdecak.
" Kalian tuh cocok sebenarnya mengapa enggak pacaran aja." Dika yang melihat kearah Nana dan Soni.
" Dih pacaran! Enggak lah, enggak ada pacar-pacar sebelum lulus sekolah." Nana Menyahut perkataan Dika seolah menegaskan tidak ingin pacaran.
" Iya bener kata Nana cukup teman kelop yang bisa mengerti artinya pertemanan dan persahabatan." Jawab Soni menentang ucapan Dika.
" Wah jawaban lu kayak yang tau tau aja apa artinya sahabat, ckckck." Saut Doni dengan menggelengkan kepalannya seolah merendahkan perkataan Soni.
" Eh gini gini guwa tau juga artinya sahabat dan pertemanan." Menantang ucapan Doni dengan menarik bajunya kedepan
" Iya yang sok tau!" Saut Nana yang berhadapan dengan Soni.
" Udah jangan berantem mulu enggak capai apa." Ucap Syeira menengahi perkataan Nana dan Soni.
" Terus kalian belum jawab mengapa enggak mau pacaran?" tanya Dika sambil memakan pangsit didepannya.
" Kalau aku mah fokus untuk sekolah baru entar pacaran, nanti kalau pacaran terus ngeganggu sekolah kita kan berabe." Ucap Nana dengan nada santainya.
" He.eh kelop setuju aku sama jawaban Nana."
" Iya juga sih, apalagi kalau pas lagi ujian terus berantem dan akhirnya putus pas lagi sayang sayange, hahaha." Ucap Dika dengan tertawa membayangkan hal seperti itu.
" Wuuhhhhh kata-kata lu dik bikin merinding." Saut Doni dengan bergidik.
" He.eh." Jawab Syeira dengan cepat.
" Apaansih orang bilang gitu aja pada aneh semua kalian."
" Eh tetapi bener juga apa yang dikatakan Dika pikiran kita terguncangkan walaupun itu hal yang biasa." Jawab Nana
" Iyaps bener zetuju aku."
__ADS_1
" Setuju kali ra."
" Iya itulah maksudnya."
Nana memang tak akan pacaran sebelum dia lulus sekolah selain menggangu fokusnya untuk bersekolah orang tuannya juga tidak memperbolehkan dia untuk berpacaran. Mungkin pemikiran orang tuannya juga sama takutnya kepada anaknya yang menjadi seperti itu dan akhirnya tidak melanjutkan sekolah.
Kadang pemikiran orang tua yang berlebihan juga bisa mendatangkan hal positif untuk anak-anaknya. Tetapi bukan berarti mereka tidak percaya kepada anaknya. Justru mereka yang sangat menyayangi anaknya tidak ingin anaknya mengapa-napa.
Untungnya Nana sudah memiliki pemikiran yang mengakibatkan akan terjadinya hal seperti itu. Dan sebenarnya mereka semua juga sepemikiran dengan Nana not dating before leaving school.
Kalau untuk kuliah emm,, kuliah bisa dibilang menempuh pendidikan yang lebih tinggi lagi kalau pacaran no problem lah karena bisa dibilang mereka sudah dewasa. Toh juga ada yang sudah hamil saat kuliah karena sudah menikah. Tetapi itu jika umurnya sudah mencapai maksimal untuk seorang wanita hamil . Hamil di bawah umur juga sangat beresiko karena bisa menyebabkan keguguran.
Pasalnya, organ-organ reproduksi pada wanita berusia 20 tahun belum terbentuk sempurna. Selain itu, kondisi tubuh wanita muda cenderung belum siap untuk menjalankan prosedur persalinan karena ukuran pinggulnya yang masih terlalu sempit.
Tubuh wanita muda juga dianggap belum mampu menopang bobot bayi. Akibatnya, tubuh cenderung lebih mudah lelah ketimbang ibu hamil yang berusia matang. Bukan hanya keguguran, hamil di usia muda juga memengaruhi kondisi ibu maupun kondisi sang bayi.
" Udah pada abis semua kan, kita balik yuk sebelum bell istirahat selesai." Ajak Syeira yang menyudahi minumnya.
" Oh iya ya, yaudah aku mau bayar." Ucap Doni mulai berdiri meninggalkan meja mereka.
" Eh sekalian punya guwa don." Teriak Dika dan Soni.
Doni hanya mengacungkan tangannya tanda setuju dengan ucapan Mereka berdua.
Soni berdiri ingin pergi dari meja mereka tetapi Dika menjegal kaki Soni sehingga akan terjatuh. Nana dan Syeira yang melihat Soni akan terjungkal pun tertawa bersamaan.
Soni yang melihat ditertawakan menjadi kesal dan ingin membalas perlakuan Dika dengan jahilnya. Soni yang melihat wajah Dika menyeringai berlari meninggalkan mereka. Soni berlari mengejar Dika yang ingin membalaskan kejahilannya. Mereka berlari memutari halaman sekolah. Siswa yang melihat mereka berlari-larian menjadi tertawa sendiri. Lucu dengan tingkah mereka.
Soni yang berhasil menangkap Dika memitingnya dan mengepalkan tangan menggesek-gesekkan ke kepala Dika. Sehinggal Dika berteriak kesakitan karena kerasnya gesekkan tangan Soni ke kepala Dika.
" Auh! udah capai guwa." Ucap Dika yang masih berada di dekat Soni.
" Rasain, mangkanya jangan iseng."
" Kalau enggak iseng tidak seru dong, masa SMA tuh harus dinikmatin sebelum pergi meneruskan keinginannya masing-masing." Jawab Dika yang sudah dengan kaki yang diluruskan berhadapan dengan Soni.
" Iya juga sih, jadi sedih yang mau lulus meninggalkan momen kayak gini."
" Cih, lebay lu." menendang kaki Soni yang sama meluruskan kakinya.
" Yey! kayak yang lu enggak aja."
" Udah balik kekelas aja, udah mau bell."
" Yok i lah."
__ADS_1
Mereka berjalan kearah kelas setelah lelah berlarian kesana kemari dengan saling merangkul mengungkapkan kepada mereka jika pertemanan mereka sangatlah dekat. Lupa dengan perlakuan mereka tadi yang sempat membuat kesal.