
Beberapa hari kemudian ujian sekolah sudah selesai. Dimulai dari soal yang mudah sampai sulit sudah mereka lewati. Siswa kelas 3 yang mengikuti ujian merasa senang karena mereka sudah menyelesaikan ujian yang terakhir.
Karena pelajaran yang dikerjakan juga sudah selesai banyak dari mereka yang masih di sekolah. Untuk sekadar bermain atau duduk di gazebo yang di sediakan oleh pihak sekolah.
" Alhamdulillaah ya na, kita selesai juga ujiannya. Padahal baru kemarin belajar dan belajar, eh enggak sadar sudah selesai." Ucap Syeira kepada Nana yang berada di sebelahnya. Mereka duduk santai di gazebo sekolah sambil memainkan ponsel.
" Iya ra, duh akhirnya selesai juga. Nih otak sudah serasa mau pecah karena banyaknya pelajaran yang masuk." Jawab Nana dengan mengeluhkan apa yang dia rasakan. Sambil Memegang kepala.
" Yaps betul sekali, akhirnya ya. Setelah itu saatnya merefreshingkan otak kita yang sudah kayak benang ruwet." Adunya kepada Nana dengan menggelengkan kepala. Merasa penat dengan pelajaran dan harus belajar ketika mempersiapkan ujian.
" Iya harus itu, pokoknya harus, enggak bisa di tunda lagi."
" He.em aku juga setuju. Yaudah yuk makan atau mau ngapain ini kita. Mau pulang atau keluar atau makan duluan?" Tanyanya kepada Nana meraih tas yang ada di sampingnya.
" Keluar aja yuk, itung-itung buat pemanasan merefreshingkan otak kita."
" Astaga berarti masih ada selanjutnya lagi dong." Ucap Syeira dengan sedikit terkejut karena mendengar perkataan Nana.
" Iyalah, masa cuma hari ini doang. Enggak seru dong dan masih kurang lagi."
" Ya udah yuk lah. Cus, sekarang."
" Hee.em."
Mereka yang akan bersiap meninggalakan gazebo tiba-tiba didatangi oleh Doni Cs. Doni Cs yang baru keluar dari ruangan guru berjalan kearah Nana dan Syeira yang akan pergi meninggalkan gazebo.
" Mau ke mana kalian?!" Ucap Doni kepada Nana dan Syeira dengan sedikit nada tinggi.
" Eh kalian, kita mau keluar cari makan. Buat merelaxs kan otak karena sudah berjuang untuk ujian akhir ini." Jawab Syeira dengan tegas dan mengepalkan tangannya ke atas.
" Bisa ae lu, ikut lah kita. Kita ke cafe tempat orang tua aku aja. Biar dapat gratis makanannya." Ajak Doni kepada mereka semua. Orang tua Doni yang memiliki bisnis tidak dipungkiri jika memiliki cafe juga.
" Beneran nih, ntar kalau dimarahin sama orang tua kamu gimana? Karena kita makan banyak." Tanya Syeira kepada Doni dengan sedikit bercanda. Dia juga merasa tidak enak jika makanan itu sampai menghabiskan biaya mahal.
" Eits enggak masalah, santay aja lah. Yuk lah enggak usah mikir lama. Jangan memikirkan soal biaya juga, anggap aja ini untuk kemenangan kita karena sudah menyelesaikan ujian." Jelas Doni kepada Syeira agar tidak memikirkan hal yang lain lagi dan menganggap dengan enteng.
" Okelah kalau begitu, yuk cus." Jawab Syeira dengan semangat. Karena sang pemilik juga tidak merasa keberatan.
" Yok lah." Ucap mereka semua.
Berangkat dengan menggunakan motornya masing-masing. Agar nanti mereka bisa langsung pulang kerumah tidak perlu mengambil motor lagi di sekolah jika dititipkan ke sekolah.
Sampai di cafe, mereka langsung masuk dan memilih tempat yang indah dan nyaman untuk di pandang dan duduki. Duduk dengan melihat pemandangan yang di sediakan oleh cafe. Lantai 2 menjadi pilihan mereka untuk memesan tempat duduk. Dan dari atas semua pemandangan dari bawah bisa terlihat semua.
__ADS_1
Waiter menghampiri mereka untuk mengantar buku menu makanan yang tersedia di cafe.
Ketika semua sudah memesan makanan Doni memesan lebih banyak makanan untuk camilan ketika saat mereka mengobrol nanti.
" Bagus cafenya don, enggak salah kalau bisnis papa kamu banyak. Karena desainnya aja bagus kayak gini." Ujar Syeira kepada Doni sambil melihat beberapa arah ke ruangan cafe.
" Ya begitulah, papa memang ahli dalam mendesain tempat jadi ya tidak dipungkiri kalau tempat ini bagus menurut kamu ra." Jawab Doni dengan memuji papanya yang memang benar kenyataannya. Kalau papanya tidak kalah hebat dari pebisnis di luar sana.
" Kamu nerusin bisnis ini juga kalau gitu don?" Tanya Nana kepada Doni yang juga ingin tahu gimana Doni kedepannya.
" He.em, kita bertiga juga di suruh buat lanjutin bisnis keluarga. Ya tidak Son, Dik." Jawab Doni dengan menolehkan kepala kepada Soni dan Dika.
" Yaps betul itu, biasalah anak laki-laki cuma kita aja." Saut Dika dengan santai. Menumpu kaki satunya dan menggerakkan sesekali.
" Ohw gitu ya." Ucap Nana dengan menganggukkan-anggukkan kepala. Yang mengerti maksud dari perkataan mereka.
Tidak berapa lama makanan yang mereka pesan sudah diantar oleh waiters. Menghidangkan semua makanan yang mereka pesan tanpa terkecuali.
" Yuk makan, terburu dingin enggak enak ini nanti." Ujar Doni kepada mereka semua.
Meja yang mereka pesan berbentuk persegi panjang. Dengan duduk menjadi berhadapan.
" Ehm enak ini, pantes aja ramai cafenya." Ucap Nana dengan terus mengunyah makanan yang ada di depannya.
" Sudah lah kalian nih apaan, muji terus." Ujar Doni kepada Syeira dan Nana. Karena mereka terus menyanjung cafe milik orang tuanya.
" Emang kenyataannya benar don, enggak pa-pa lah. Biasa kalau itu mah." Jawab Dika dengan membela Nana dan Syeira. Sependapat apa yang dikatakan oleh mereka.
" Ya iya sih, ujian sudah selesai semua. Kita kapan jalan keluar?" Tanya Soni kepada mereka semua. Menyenderkan badannya kearah kursi sambil minum yang dia pesan.
" ke mana nya itu lho yang jadi pertanyaan." Saut Syeira yang membenarkan ucapan Soni.
" Gimana kalau kita muncak aja atau mendaki gunung." Jawab Dika yang memberi pendapat.
" Iya benar tuh, enak kali ya kalau muncak atau mendaki. Kita juga jarang sekali acara yang kayak begitu." Jawab Nana.
" Gimana kalau ke puncak keluarga aku aja." Saut Soni kepada mereka semua. Ketika mereka semua berpikir Soni teringat dengan puncak keluarga yang jarang di kunjungi karena padatnya acara mereka.
" Ehm boleh juga tuh, kalian tinggal berangkat bawa pakaian. Yang lain jangan dipikirkan biar kita yang tanggung semua. Cewek-cewek tinggal berangkat aja." Ucap Dika kepada mereka semua. Seolah mengerti apa yang dipikirkan oleh Nana dan Syeira yang berpikir untuk biaya dan pergi kesananya.
Karena Soni tau pasti Nana dan Syeira berpikir seperti itu.
" Iya benar tuh, kalian enggak usah mikir macam-macam. Sudah tinggal berangkat saja nanti disediakan semua apa yang kalian butuhkan." Saut Doni dengan menunjuk Nana dan Syeira.
__ADS_1
" Kalian tau aja apa yang kita pikirkan. Tetapi apakah enggak keberatan untuk kalian semua." Jawab Syeira dengan sedikit berpikir dan ragu.
" Enggak santai aja, kalian tuh jangan berpikir yang nantinya akan menggagalkan rencana kita. Serahin sama kita nanti bakalan beres semua." Jelas Doni yang tau pikiran Syeira dan Nana.
" Ehm nanti deh kita bilang sama orang tua. Boleh enggak, soalnya itu ke puncak dan jauh juga. Dan kita juga anak perempuan pasti mereka sangat mengkhawatirkan kita jika terjadi sesuatu." Ujar Nana kepada mereka. Berpikir karena mereka juga anak perempuan pasti sedikit sulit untuk dibolehkan oleh orang tua pergi bersama ketiga teman cowok itu.
" Iya, kita izin sama orang tua. Takutnya kita bilang iya tetapi orang tua enggak kan nanti malah bikin kacau." Syeira yang juga mengerti maksud Nana menimpali ucapan Nana. Takut juga jika ibunya tidak mengijinkan keluar apalagi ke puncak.
" Okelah, kalian bilang sama orang tua. Nanti kalau boleh kalian langsung chat aja." Ujar Doni.
Mereka kembali makan, makanan yang masih tersisa di meja. Menghabiskan semua agar tidak mubazir apalagi sudah diberi dan di traktir, tidak enak jika tidak menghabiskan makanan. Nanti dikira tidak menghargai apa yang diberikan.
" Ah aku kenyang banget ini. Perut aku serasa mau meledak. Karena kebanyakan makan." Ujar Syeira dengan merebahkan punggungnya ke kursi sambil mengelus perut dan memejamkan mata. Merasa kekenyangan karena memakan, makanan di meja.
" He.em, kamu pesan banyak banget don, kita jadi kekenyangan ini. Apalagi makanannya enak kan enggak etis kalau enggak dihabisin." Jawab Nana yang juga mengelus perutnya.
" Ya engga pa-pa ini juga jarang banget kan. Biar kalian enggak kelaperan lagi. Kalau pesan sedikit pasti nanti laper lagi buat ngobrol sebentar." Jawab Doni dengan santai. Melihat ke teman-temannya yang kekenyangan. Merasa senang sudah mentraktir teman-temannya.
" Ya benar juga kamu don, kalau makanannya sedikit, cepat lapar. Apalagi ini kita sudah berapa jam di sini buat ngobrolin acara muncak kita." Saut Dika yang juga kekenyangan dan mengalihkan ke ponsel untuk bersiap main game online. Mengambil ponsel di saku celana.
" Istirahat kalau begitu. Nanti setelah itu kita pulang, sebentar lagi jam 4 ini. Nanti yang cewek dimarahin kalau pulang ke sorean." Ucap Soni yang mengetahui jika Nana dan Syeira pulang sore pasti dimarahin oleh orang tua mereka. Lama berteman dengan mereka Soni banyak mengetahui tentang Nana dan Syeira. Terutama jika soal main dan jam waktu pulang.
Syeira yang mendengar ucapan Soni menimpalinya dan langsung melihat jam di ponsel.
" Iya juga benar kamu son, tau aja sama kita."
" Iyalah kayak baru tau kita berteman berapa lama." Jawab Soni yang mendengar ucapan Syeira.
Setelah perut mereka kenyang hal selanjutnya adalah memainkan ponsel masing-masing setelah beberapa jam di biarkan karena membicarakan tentang liburan mereka nanti yang akan mendatang.
Ada yang bermain game online, sosmed dan menonton drama. Memanfaatkan fasilitas yang tersedia di cafe termasuk menggabungakan internet gratis. Maka dari itu banyak cafe milik orang tua Doni diminati oleh kalangan remaja.
Dirasa waktu sudah semakin sore. Mereka semua berpamitan untuk pulang ke rumah.
" Sudah kalian langsung pergi aja, ini aku yang tanggung. Jangan di pusingkan kalau soal beginian." Ucap Doni kepada Nana dan Syeira ketika akan berpamitan kepadanya.
Sedangkan Soni dan Dika sudah terbiasa hanya mendengar dan fokus bermain game online di ponsel masing-masing.
" Ehm, ya sudah kalau begitu. Terima kasih ya don traktirannya. Kita pulang duluan." Jawab Syeira kepada Doni yang sudah mengalungkan tas di pundaknya.
" Iya sama-sama. Ati-ati di jalan." Jawab Doni kepada mereka berdua.
Lalu mengepalkan tangannya dan menonjokkan dengan pelan ke tangan mereka yang juga mengepalkan tangannya. Tanda salam persahabatan bagi mereka.
__ADS_1
Mereka pun meninggalkan Doni Cs yang masih anteng duduk di cafe.