
" Ra, kamu tadi belum makan lho, ibu ambilin ya?" Tanyanya kepada Syeira yang sudah ingin beranjak dari duduknya.
" Enggak bu nanti aja." Yang masih fokus dengan mengiris mentimun.
" Nanti mag kamu kambuh lagi, kamu kan punya mag ra, jangan di sepelekan loh!" Bicara dengan nada tinggi.
" Iya bu Syeira tau, tetapi Syeira belum lapar ntar kalau lapar pasti Syeira makan."
" Bener belum lapar, enggak bohong."
" Iya bener, ibu tenang aja lah."
" Ya sudah nanti kalau sudah sedikit lapar kamu makan loh, jangan sampai terlambat."
" Iya bu."
" Tau sendiri kan kalau sakit gimana rasanya, mag itu juga bahaya ra."
" Iya bu,iya." Jawabnya dengan menoleh kearah ibunya, tersenyum lembut.
Bu Diana kembali melihat nasi yang di masak tadi. Di lihatnya sudah matang lalu menaruhnya di tempat khsus nasi yang ukurannya jauh lebih besar dari bisa digunakan.
Menaruh di wadah di taruh atas meja menunggu sampai nasi dingin. Kemudian kembali memasak nasi, karena kalau satu wadah yang di letakkan di atas meja masih belum cukup untuk 80 porsi.
" Lebih banyak kamu bakar ayamnya ra, itu sudah ibu rebus tadi sebelum di bumbui."
" Iya bu, ini juga Syeira banyakin malah Syeira dusellin."
" Nan, pinter ternyata anak ibu sudah tau."
" Iyalah aku juga sudah tau kalau ini sudah ibu rebus."
" Lah tau dari mana kamu?"
" Tadi Syeira colok, ternyata empuk berarti kan sudah ibu masak sebelumnya."
" Iya bener, terus itu sudah berapa yang kamu bakar?"
" Bentar Syeira hitung dahulu, tadi belum sempat hitung langsung aku masukkin ke dalam wadah aja."
" Hem ya, coba hitung dahulu."
Syeira pun menghitung ayam yang sudah di bakarnya tadi. Hasil bakaran Syeira sangat bagus tidak gosong, sangat pas untuk di makan dan dilihat. Membuat penampilan ayam bakar itu menjadi tergoda untuk segera di makannya.
Jiwa memasak Syeira sangat melekat pada dirinya, tak heran jika dia dan ibunya banyak yang memesan makanan.
__ADS_1
" Masih 50 bu, baru setengahnya."
" Iya sudah tidak apa, tetapi usahakan sedikit cepat ra, nanti terburu di ambil oleh orangnya."
" Ya bu."
Sambil menunggu nasi yang belum matang Ibu Diana mengambil adonan pergedel untuk di gorengnya. Karena kentang sudah matang tinggal di hancurkan dan dibumbui yang sudah tersedia. Ibu Diana sudah mempersiapkan semua bumbu yang dibutuhkan untuk semua masakannya. Kalau pun kurang juga tidak perlu repot, karena tinggal di blender saja.
Semua peralatan yang digunakan oleh Ibu Diana untuk memasaknya memang sudah lengkap. Suami dari kakaknya itu membelikan semua peralatan memasak untuk mertuanya.
Suami kakak Syeira memang sangat sabar,penyayang dan pengertian. Apa yang terlihat jika itu dibutuhkan pasti dia akan berinisiatif untuk membelikannya. Mangkanya ketika mertuanya suka memasak dia membelikan peralatan memasak sangat banyak. Tidak ingin jika mertuanya kesusahan atau kelelahan.
Terbukti ketika Ibu Diana masuk ke rumah sakit dan harus di rawat beberapa hari di sana. Suami kakaknya Syeira menunggu mertuanya sampai sembuh. Kebetulan kakak Syeira tidak bisa menunggu dia harus menjaga anaknya yang masih kecil di rumah, sedangkan anak pertama nya bersekolah dan Syeira juga sekolah. Syeira tidak di perbolehkan menginap di rumah sakit karena takut nanti penyakit yang ada di rumah sakit menular di tubuhnya. Kakaknya Syeira menjenguk ketika anaknya tidur.
Suami dari kakaknya Syeira sangat menyayangi Ibu Syeira, karena ibunya pergi ke luar negeri sejak dia masih kecil jadi mungkin karena dia sudah di anggap oleh anak kandung sendiri oleh Ibu Diana membuat suami kakaknya itu sangat menyayangi Ibu Diana.
Ayam bakar yang di bakar oleh Syeira juga sudah matang, tinggal di masukkan ke dalam kotak nasi. Semua makanan di meja sudah matang, ada banyak sekali makanan. Ada ayam bakar, pergedel, kering, kentang sambalado. Banyak sekali makanan yang di buat oleh Ibu Diana.
" Ra, sambalnya belum!" Berbicara dengan nada tinggi terkejut sendiri karena ada yang terlupakan.
" Lah kok belum sih, ya sudah Syeira buat dahulu."
" Ya kamu buatlah, ibu mau mengambil nasi."
Ibu Diana yang sudah mengambil nasi menaruh di atas meja, mengambil kotak untuk semua makanan. Di masukkan ke dalam agar terlihat rapi dan indah.
Menaruh makanan satu di atas meja itu satu persatu ke dalam kotak nasi.
*****
Di perusahaan
Alex masih sibuk dengan laptopnya padahal perut sudah keroncongan minta diisi. Cacing-cacing di dalam perutnya meronta ingin segera di beri asupan nutrisi.
Tok tok tok...
Klek,ceklek
" Ayo ko, kita ke restoran perutku sudah lapar ingin segera di isi."
" Baik tuan."
Mereka berjalan ke luar ruangan, masuk ke dalam lift, sampai di lift sudah ada mobil yang menjemput mereka untuk mengantar ke mana pun mereka pergi.
Kali ini yang mengemudi Miko.
__ADS_1
Sampai di restoran mereka memilih tempat yang privasi. Tempat yang tidak bisa di ganggu oleh siapa pun ketika mereka sedang makan.
Alex dan Miko memilih makanan di daftar buku menu. Mana yang enak di makan pada saat perut sudah sangat lapar.
" Besok aku ingin libur ko?"
" Besok masih ada jadwal meting tuan, apakah harus di batalkan atau di tunda?"
" Berapa meting besok?" Bertanya sambil meminum minuman yang baru saja datang.
" Hanya satu tuan, setelah itu tidak ada lagi."
" Ya sudah, besoknya lagi saja ku libur."
" Baik tuan."
Makanan sampai di meja mereka. 2 porsi steak yang sangat menggoda sudah di hidangkan di depan mereka.
Makan dengan lahapnya karena perut sudah keroncongan sejak tadi.
" Ko, kau tambah dumbblle di apartemen ku kirim secepatnya." Ucapnya yang masih mengunyah makanan.
" Untuk apa tuan menambah alat gym, bukankah di apartemennya sudah lengkap alat gym." Batin Miko bertanya sendiri dengan mengenyitkan dahi. berpikir mengapa tuannya tiba-tiba ingin menambah alat gym. Padahal sudah banyak dan lengkap semua alat gym di apartemen tuannya.
" Mengapa anda ingin menambah alat gym tuan?"
" Aku hanya ingin menambah berat di dumbbllenya saja. Yang di apartemen hanya 20 kg."
Dumbblle yang sering digunakan untuk meningkatkan otot dan menstabilkan kekuatan otot. Biasa di gunakan dengan cara menggenggam ke dua telapak tangan satu-satu.
Sebenarnya otot Alex sudah sangat bagus. Apalagi lengannya yang besar dan terlihat kuat. Entahlah mungkin Alex ingin menambah kekuatan ototnya agar lebih besar dari yang sebelumnya.
" Berapa yang anda butuhkan tuan?"
" 2 pasang saja, 25 dan 30 kg."
" Baik tuan, secepatnya akan saya kirim ke apartemen."
" Hem."
Apa boleh buat jika tuannya sudah bertitah dia akan langsung mengiyakan apa yang di inginkan.
Sultan mah bebass.....
Setelah makan mereka kembali ke mobil untuk pulang ke apartemen. Merebahkan tubuh yang sudah seharian bekerja. Dan kebetulan mereka baru saja makan, membuat mata yang tadinya sempat terbuka lebar sekarang menjadi ciut, karena mengantuk. Memang enak setelah makan baru tidur. Serasa indah duniaa...
__ADS_1