Dinikahi Pria Tajir

Dinikahi Pria Tajir
Bab 46 - Kebahagian prestasi


__ADS_3

Setelah mendiskusikan untuk acara keberangkatan ke puncak. Mereka pulang ke rumah masing-masing.


Suasana di sekolah juga sudah sepi. Semua guru dan siswa tidak ada lagi di sekolah. Hanya ada beberapa satpam yang bertugas menjaga sekolah.


" Assalamuaikum!" Ucap Syeira ketika masuk rumah. Menenteng tas yang di bawa.


" Waalaikumsalam." Jawab Ibu Diana dari arah dapur.


Syeira menghampiri ibunya, melihat apa yang sedang Ibu Diana kerjakan sekarang. Masih memakai seragam sekolah, sepatu yang sudah lepas, dasi juga sudah di lepas.


Duduk di kursi makan yang berada di dapur. Mengambil air minum yang terletak di meja.


" Kok sudah pulang ra?" Bertanya kepada Syeira, biasanya jadwal pulang sekolah Syeira tidak secepat ini. Dengan masih menggoreng ikan dan membalik ikan agar tidak gosong.


" Iya bu, tadi sehabis diberikan rapor dan ijazah boleh pulang lebih awal."


" Oh iya benar, terus mana rapor kamu. Berapa nilainya, bagus apa enggak?" Tanya Ibu Diana dengan beruntut. Penasaran berapakah nilai anaknya. Menghampiri Syeira yang duduk di kursi.


Syeira mengeluarkan rapor dan ijazah dari tasnya dan mengeluarkan kertas lembaran yang berisi ranking semua kelas 3.


Menaruh di meja untuk memperlihatkan ibunya.


Ibu Diana mengambil kertas lembaran yang terakhir Syeira keluarkan.


Membaca dan melihat apakah isi dari kertas itu.


Ketika melihat nama anaknya berada di urutan teratas. Ibu Diana terkejut dan melototkan matanya.


" Ra! Ini maksudnya kamu dapat juara satu!" Teriak Ibu Diana dengan heboh. Menoleh ke arah anaknya dan melihat kembali nila-nilai yang tersedia.


" Iya bu, Syeira dapat ranking satu dari semua kelas 3." Jawab Syeira dengan tersenyum. Merasa senang setelah apa yang di dapat.


" Yaampun, alhamdulillah!. Ibu bangga sama kamu ra. Tidak sia-sia kamu belajar, malam bangun, pagi sebelum shubuh juga bangun." Ucap Ibu Diana dengan mata berkaca-kaca. Memeluk Syeira dan menciumi seluruh wajah. Terharu dan sangat senang atas apa yang di peroleh anaknya. Ini adalah hadiah paling bahagia bagi seorang ibu. Ketika anaknya mendapat nilai yang sangat memuaskan.


" Iya bu, alhamdulillah. Ini juga pasti berkat doa ibu. Kalau enggak, mana terjadi." Jawab Syeira yang juga memeluk ibunya. Senyum senang selalu dia tampilkan. Apalagi melihat antusias ibunya karena hasil nilai yang dia dapat.


" Terus, kamu mau minta apa? Ibu akan buatkan untuk merayakan nilai kamu." Tanya Ibu Diana dengan serius dan masih tersenyum, melepaskan pelukannya.


" Eeeemm, apa ya? Mengetukkan jari di meja. Seolah berpikir apa yang dia inginkan. " Kue!, Syeira mau kue yang paling enak buatan ibu." Mengucapkan apa yang dia inginkan setelah mendapat ide. Tak ingin membuat ibunya kecewa. Karena melihat antusias ibunya.


" Oke siap, ibu akan buatkan. Kamu ganti baju, bersihkan diri. Ibu akan buatkan sekarang." Jawab ibunya dengan semangat. Dia langsung bergegas mengambil bahan untuk membuat kue.


" Oke bu, siap." Berdiri lalu berjalan ke arah kamar untuk mengambil handuk dan bersiap mandi.


Ibu Diana mulai membuat adonan kue. Memasukkan semua bahan yang tersedia ke wadah untuk di mixer.


" Bu, aku mau kue cokelat ya." Pinta Syeira, kebetulan dia lagi ingin rasa cokelat.


" Iya, eh tetapi coklatnya masih ada apa enggak? Coba kamu lihat di kulkas."

__ADS_1


Kemudian Syeira membuka kulkas dan melihat apakah yang dia cari ada di dalam angsana.


Dan taraaaaa! Dia menemukannya.


" Ada bu." Mengambil lalu menyerahkan ke ibunya.


" Iya taruh di situ nanti ibu campurkan ke wadah setelah ini." Menunjuk ke arah tempat di sampingnya.


" Oke." Setelah mengambilkan, Syeira masuk ke kamar mandi.


*****


Kue yang di buat oleh Ibu Diana sudah jadi. Kue yang biasa digunakan ulang tahun, tetapi ini lebih kecil dari biasanya. Berbentuk lingkaran dengan hiasan yang sangat indah. Bisa dibilang kue black forest karena Syeira meminta rasa cokelat. Hiasan di atas dengan taburan cokelat yang disisi. Di pinggirnya di hias dengan butter cream berbentuk bunga dan cherry di atasnya.


Di letakkan atas meja yang sudah dibersihkan bekas wadah yang kotor. Semua sudah dirapikan dan dibersihkan seperti semula.


Tinggal memanggil Syeira yang berada di dalam kamar. Memainkan ponsel sambil menunggu ibunya selesai membuat kue.


Tadi Syeira menawarkan kepada ibunya untuk membantu membuat kue. Tetapi Ibu Diana menolak karena ini spesial hadiah untuk Syeira. Jadilah Syeira masuk ke kamar ditemani ponselnya.


" Ra, sini deh!" Teriak Ibu Diana untuk memanggil Syeira. Jarak dapur dan kamar Syeira sedikit jauh, takut Syeira tidak mendengar ucapan ibunya.


Mendengar ibunya memanggil, Syeira beranjak dari tempat tidurnya. Berjalan ke arah dapur, menghampiri Ibu Diana.


Sampai di angsana dia terperangah melihat apa yang ada di atas meja. Benar-benar indah dan buat mulut ngiler.


" Ibu senang kalau kamu suka, sekarang kita potong dan makan untuk merayakan nilai kamu."


" Iya, bu."


" Sebelum itu kita berdoa agar kedepannya kamu mendapatkan rezeki dan keberkahan lebih dari ini."


" Iya, amin yarrabbal alamin." Membasuh muka dengan telapak tangan.


Kemudian mereka mulai memotong kue. Syeira lebih banyak mengambil karena melihat bentuk dan warna yang sangat indah. Tak hentinya mereka tersenyum dengan hal yang di dapat hari ini.


Terutama Ibu Diana, melihat anaknya dia sangat bahagia. Walaupun hanya kue buatan sendiri tanpa memberi kado yang lebih Syeira sangat senang. Beruntung dia mendapat anak seperti Syeira. doa yang selalu dipanjatkan olehnya terwujud.


Ibu yang selalu mendoakan anaknya untuk hal kedepan yang terbaik.


" Gimana enak apa enggak?" Tanya Ibu Diana.


" Enak banget bu, dari biasanya ini lebih enak. Pokoknya ini kue terenak di dunia." Ucap Syeira dengan senyum memperlihatkan giginya.


" Bisa aja kamu kalau memuji ibu." Mengelus kepala Syeira dengan sayang.


" Emmm bu, besok aku mau berangkat ke puncak. Boleh apa enggak?" Tanya Syeira sambil mengunyah kue.


" Iya boleh, hati-hati di angsana. Kalau kelihatan ada orang yang mencurigakan langsung pergi aja. Jangan ditanggepin, takutnya nanti diapa-apain."

__ADS_1


Mendengar jawaban ibunya, batin Syeira sangat senang dan bahagia. Moment yang sangat tepat untuk membicarakan hal seperti ini. Apalagi dia baru membuat ibunya bangga, sungguh keberuntungan memihak kepadanya.


" Aaaaa! Makasih bu, ibu memang yang terbaik pokoknya. Iya Syeira janji bakal berhati-hati dan waspada." Ucap Syeira dengan bahagia. Rencana yang sudah lama dia dan temannya rancang akan terwujud.


Ibu Diana tersenyum mendengar jawaban Syeira. Tidak pa-pa sekali-kali dia membebaskan anaknya.


Dia juga yakin Syeira bisa menjaga dirinya dengan baik.


*****


Di tempat lain, orang tua Doni juga bahagia melihat prestasi yang di dapat. Walaupun anaknya sering membuat ulah dan sedikit slelekan, dia bisa membuat orang tuannya senang.


" Nah gini dong, mama bangga sama kamu kalau nilai kamu bagus." Ucap Nyonya Zena yang masih melihat kertas dan rapor Doni.


Mereka duduk di sofa dengan tas Doni yang berantakan di meja karena ulah mamanya.


Nyonya Zena yang penasaran membongkar tas Doni dengan tidak sabaran. Sehingga membuat isi di dalam tas menjadi berantakan.


Doni yang melihat mamanya hanya memutar bola mata dan menghela napas. Membiarkan mamanya apa yang dilakukan. Membaringkan tubuh di sofa memainkan ponsel.


" Ini yang dapat juara satu siapa don?" Tanya Nyonya Zena dengan menolehkan kepala ke arah Doni. Duduk di kursi bersebelahan dengan kursi yang ditempati Doni.


" Itu teman sekelas aku ma, namannya Syeira." Jawab Doni dengan cuek.


" Oh, kalau yang tiga ini siapa?"


" Itu juga sama, teman sekelas aku namanya Nana. Mereka berdua yang sering nongkrong di kantin dan pergi bersama kita." Jelas Doni kepada mamanya. Melihat keingin tahuan Nyonya Zena.


" Oh gitu, pinter berarti mereka. Apalagi ini Syeira, bisa ngalahin kamu." Ucap Nyonya Zena yang hanya melirik Doni.


" Yeee, itu mah karena Syeira beruntung."


" Ya,ya,ya okelah. Mama tetap bangga sama kamu walaupun dapat juara 2, tidak masalah. Setidaknya kamu sudah berusaha."


" Hem." Jawab Doni hanya berdehem. Dia juga merasa senang karena mamanya juga senang melihat nilai yang di dapat.


Dan sebenarnya Doni lebih pintar dari Syeira. Hanya saja Syeira lebih banyak belajar daripada Doni. Doni hanya belajar sedikit, mempelajari yang sangat sulit menurutnya.


Dia bosan jika terus berlama belajar. Menghadap buku berjam-jam. Jadi, wajar jika Syeira mendapat lebih apa yang di dapat dari Doni, karena usaha Syeira lebih gigih dari Doni.


" Oh ya ma, besok aku akan pergi liburan bersama teman-temanku." Teringat dengan acara yang akan direncanakan besok.


" ke mana?" Tanya Nyonya Zena mengenyitkan dahi mendengar ucapan Doni. Menoleh kepala ke arah Doni.


" Ke puncak."


" Oh itu, ya terserah kamu. Yang terpenting hati-hati saja." Ucap Nyonya Zena yang masih fokus ke arah rapor Doni. Biarkan saja anaknya ingin pergi ke mana, yang penting harus berhati-hati.


" Oke, siap ma."

__ADS_1


__ADS_2