Dinikahi Pria Tajir

Dinikahi Pria Tajir
Bab 57 - Takut


__ADS_3

" Gimana pekerjaan kamu selama ini ra, lancar?" Tanya Ibu Diana. Mereka duduk santai di sofa depan televisi.


" Alhamdulillah, lancar bu. Manajer yang selalu membimbing Syeira juga baik. Tidak seperti di sinetron yang jahat terhadap junior." Jelas Syeira, menaruh ponsel di atas paha. Karena mendengar ibunya bertanya. Jika dia menjawab sambil memainkan ponsel itu sangat tidak sopan.


" Syukurlah kalau begitu. Tetapi tetap jaga diri, walaupun orang-orang di sana baik."


" Iya bu."


" Terus, bos kamu bagaimana? Baik juga kepada kamu."


" Ih boro-boro bu, dia mah galak. Aku aja sempat di bentak sama dia." Adu Syeira dengan sewot. Apalagi jika teringat kejadian yang sangat membuat dia kesal.


" Memang kamu punya salah kok di bentak?"


" Enggak ada, Syeira tuh masuk ke dalam ruangannya, terus tiba-tiba dia menyuruh untuk membuatkan kopi tetapi bukan nama Syeira sih yang dia suruh. Karena Syeira reflek jadi kaget, ya sudah Syeira bikinin. Pas lihat Syeira, eh malah dia hampir terjengkang karena terkejut terus marahin Syeira." Dia menjelaskan inti permasalahan kepada ibunya. Menceritakan semua kejadian saat dia berada di ruangan Alex.


" Kalau begitu, kamu harus lebih sabar menghadapi orang seperti itu. Karena jika ditentang semua tidak akan selesai. Ketika dia menjadi api kamu harus menjadi air ra. Kunci nya hanya sabar." Ucap Ibu diana dengan lembut.


" Iya bu, Syeira juga selalu sabar menghadapi orang seperti itu. Ikhlas aja."


" Nha itu tau, jangan mudah emosi. Redam dahulu hati kamu, jika ingin menghadapinya nanti." Seolah dia menasehati Syeira untuk menghadapi pasangannya nanti. Entahlah perkataan Ibu Diana memang belum bisa diketahui, siapakah yang akan menjadi jodoh Syeira nanti. Hanya tuhan yang tau.


" Iya bu." Syeira sedikit mengkerutkan dahi, berpikir seperti ada yang mengganjal dari pembicaraan Ibu Diana. Bukan hanya nesehat biasa, hanya saja itu seperti petuah yang akan dia hadapi nanti.


Malam makin larut, Ibu Diana dan Syeira masuk ke dalam kamar untuk istirahat. Setelah semua uneg-uneg di dalam hati Syeira dikeluarkan kepada ibunya. Sedikit menceritakan masalah dan pekerjaan selama di kantor.


*****


Di ruangan Alex, banyak berkas berserakan di meja. Dia lagi meneliti semua berkas itu sebelum ditandatangani.


" Pagi-pagi sudah disuguhi berkas seperti ini. Ah buat kepalaku pusing saja." Gerutu Alex dengan kesal. Melihat banyaknya pekerjaan yang harus dikerjakan hari ini. Sebelum siang itu semua harus diselesaikan, karena nanti akan meeting dengan klien.


Kemudian dia meraih gagang telepon untuk memanggil Miko.


Tidak berapa lama, suara pintu terketuk dari luar.


Tok tok tok..


Ceklek..


Masuk ke dalam ruangan dengan tablet di tangan kanan.

__ADS_1


" Ada yang bisa saya bantu tuan?" Tanya Miko dengan sopan.


" Kamu suruh siapa namanya," berpikir dengan mengetuk-etukkan jari di meja.


" Siapa tuan?" Tanya Miko, yang tidak tahu siapa yang dimaksud Alex.


" Asisten manajer yang baru!" Dia hanya teringat itu, lupa dengan namanya. Karena waktu itu Alex sibuk dengan kemarahan.


" Untuk apa tuan? " Bertanya dengan mengkerutkan dahi. Mau di apakan anak itu, apakah akan di marahi ataukah dihukum? Begitu pikir Miko. Dia sudah berpikir negatif tentang Alex.


" Ajak dia untuk meeting hari ini. Aku mau lihat seberapa hebat skill yang dimiliki." Alex ingin mengetes kemampuan Syeira. Karena karyawan di perusahaan harus memiliki kemampuan yang bisa diandalkan.


" Baik tuan." Miko pasrah apa mau Alex. Berjalan keluar ruangan untuk memanggil Syeira.


Tetapi dia masuk ke dalam ruangannya. Meraih gagang telepon kantor. Menghubungi Syeira agar segera datang ke ruangan Miko.


Di ruangan lain, Syeira terpaku dengan apa yang didengar.


" Untuk apa aku di suruh ke ruangan Tuan Miko, apakah aku membuat kesalahan." Gumam Syeira. Dia takut jika terjadi sesuatu dengan pekerjaannya. Apalagi dia baru masuk ke perusahaan dan sama sekali belum menerima gaji. Kalau sampai dipecat apa yang harus dia lakukan.


Beranjak dari tempat duduk, tidak lupa membawa ponsel ditangannya.


Tok tok tok...


Ceklek..


" Permisi tuan."


" Ya masuk."


Masuk ke ruangan, berjalan pelan dan duduk di depan Miko.


" Begini, kamu sekarang ikut meeting bersama Tuan Alex dan saya. Beliau ingin mengetahui kemampuan kamu."


" Hah! " dia terkejut dengan apa yang di dengar. Tidak salah dia ikut meeting dengan perusahaan besar? Karena tidak pernah terpikirkan oleh dirinya untuk meeting bersama Tuan Alex.


" Apakah yang harus aku katakan nanti. Jika aku membuat kesalahan, nanti di pecat." Batin Syeira dengan bertanya-tanya.


Melihat keterkejutan Syeira, Miko mengetahui pikiran Syeira.


" Tidak pa-pa, kamu hanya berusaha semampu kamu dan semaksimal mungkin. Tunjukkan jika kamu bisa. Jangan ragu dan gugup karena itu bisa menghilangkan rasa percaya diri kamu." Jelas Miko, yang mengetahui jika berhadapan dengan Alex apalagi orang yang baru pasti gugup dan sedikit takut.

__ADS_1


" Ba-aik tuan." Sambil menganggukkan kepala. Berusaha seperti apa yang dikatakan Miko.


" Ya sudah, tunggu sebentar. Saya akan bawa berkasnya lalu kita pergi ke ruangan Tuan Alex."


" Baik tuan."


Sembari menunggu Miko, Syeira memainkan ponsel di atas paha. Tidak berani untuk mengangkat terlalu dekat dengan mata. Dia seperti siswa yang ingin menyontek dan melihat jawaban di g**gle.


Selesai mempersiapkan barang yang dibutuhkan untuk meeting, Miko membawanya dan berjalan ke arah ruangan Alex.


Mendengar pintu terbuka, Alex mendongakkan kepala.


Lalu duduk di sofa bersama mereka.


" Kau tahu, mengapa dipanggil ke mari?" Tanya Alex dengan kaki di naikkan di atas kaki sebelah. Dengan tangan kanan memegang dagu. Menerawang Syeira lalu berpikir. Tetapi entah apa yang dipikirkan.


" Tahu tuan." Ucap Syeira sambil menganggukkan kepala.


" Bagus."


Memang benar Syeira sudah tahu apa yang harus dilakukan nanti karena sebelumnya sudah diberitahu oleh Miko.


Syeira yang merasa dilihat dan diteliti dari atas sampai bawah. Menjadi gugup, apalagi Alex selalu menatap mata Syeira dan wajahnya.


" Ingat ra jangan gugup, aku tahu kalau dia mengamatimu. Tetapi jangan terlalu dipikirkan. Duh, mana ganteng lagi," Gumam Syeira dalam hati, dia masih sempat-sempatnya memuji ketampanan Alex. Memang Syeira kalau sudah dihadapkan dengan lelaki yang tampan akan membuat hatinya meleleh.


" Aish sadar ra, sadar. Dia bukan levelmu." Batin Syeira. Dia terus bergumam dalam hati tentang Alex.


Sedangkan Miko sendiri masih mengcopy file dari laptop Alex ke dalam laptop kantor. Dia tidak mengetahui apa yang sekarang Syeira dan Alex lakukan. Karena saking fokusnya dengan apa yang dikerjakan.


" Hem, masih muda. Tetapi sudah bekerja. Apa dia tidak kuliah. Padahal yang aku dengar dia juga pintar." Batin Alex sambil melihat Syeira.


Mereka bertarung dengan ucapan dalam hati. Saling membicarakan satu sama lain, tetapi dalam batin mereka sendiri.


Karena saat ini Syeira duduk berhadapan dengan Alex. Sedangkan Miko duduk di sofa yang berbeda dengan mereka juga.


" Mari tuan kita ke ruang meeting." Ucap Miko yang sudah menyelesaikan tugasnya.


" Ya." Jawab singkat Alex.


Mereka beranjak dari tempat duduk, lalu meninggalkan ruangan Alex untuk menuju tempat meeting. Dengan Alex berjalan di depan diikuti Miko dan Syeira.

__ADS_1


__ADS_2