
" Assalamu'alaikum!"
" Wa'alaikumsalam, mau nganter kue ra?" Bertanya dengan basa basi.
" Iya bu ini, kemarin udah habis bu?" Tanya kembali ke pada ibu pemilik toko.
Menyerahkan wadah yang sudah kosong kepada Syeira.
" Ini ra abis semua! Orang-orang pada seneng kok."
" Alhamdulillah kalau gitu." Mengambil wadah kosong lalu menyerahkan kepada ibu pemilik toko keranjang yang sudah diisi penuh dengan kue-kuenya.
" Iya ra, toko ibu jadi ramai karena banyak yang beli kue kamu."
" Makasih lho bu sebelumnya udah dikasih numpang kue-kue buatan aku dan ibu." Jelas Syeira dengan senyum lembutnya kepada bu pemilik toko.
" Iya sama-sama ra, ini juga jualan ibu ikut ramai kok, jadi trimakasih kembali lho. Kita sama-sama saling membutuhkan dan menguntungkan, hahaha." Canda ibu pemilik toko.
" Hehehe iya, ya sudah saya pamit bu jum, Assalamu'alaikum." Yaps nama pemilik toko itu adalah bu jum orang yang berbaik hati mau menerima kue Syeira untuk numpang dijualkan. Kalau untuk berbagi hasil tidak, karena bu jum sendiri tidak mau diberi atau mengambil keuntungan sedikit dari kue Syeira. Menurutnya orang yang membeli kue Syeira itu sebagian membeli bahan belanjaan ke toko bu jum sendiri. Jadi impas lah beli kue sekalian beli minuman,minyak atau gula.
Kebanyakan emang anak-anak membeli kue Syeira diikuti emaknya dari belakang, lanjut deh emaknya beli sabun lah sampo lah apalah yang menurutnya habis stok di rumah.
" Waalaikumsalam."
Syeira berjalan kearah motornya dan kembali melajukan motornya ke toko lain. Sampai di toko lain Syeira menitipkan kembali kue-kue itu sekalian dengan kue brownis yang dibuatnya tadi. Untuk toko yang ini sedikit jauh dari toko yang tadi dan rumahnya, jadi ibunya tidak akan mungkin jalan sampai ke toko satu ini. Karena pasti akan melelahkan jika berjalan sampai ke toko ini. Biasanya Syeira yang selalu mengambil uang untuk toko yang satu ini.
" Assalamu'alaikum!"
Keluarlah seorang wanita yang seumuran dengan Syeira.
" Waalaikumsalam."
" Permisi, eh kamu san."
" Iya ra, mau nganter kue?" Tanyanya dan berjalan kearah Syeira.
" Iya san ini, dan disitu juga ada tambahan kue brownisnya." Menyerahkan keranjang kue kepada sandra.
" Oke ra." Mengambil keranjang kue itu.
" Aku pulang dahulu makasih sebelumnya."
" Sama-sama ra." Melihat Syeira yang menaiki motornya setelah Syeira tidak terlihat lagi Sandra masuk ke rumahnya menata kue-kue itu.
Sandra memang teman Syeira satu sekolah bahkan satu kelas. Mereka berteman tetapi tidak seakrab dengan Nana, dan kebetulan toko itu punya orang tua Sandra.
Sampai di rumah Syeira membersihkan dirinya yang udah bau keringat karena membuat kue.
" Huft," merebahkan tubuhnya dikasur yang empuk dan nyaman untuk ditiduri." Ah lelah jugak ya, tetapi alhamdulillah udah selesai semua beres-beres juga udah." Bergumam sendiri di dalam kamar, merebahkan badannya sambil menggosok-gosokkan tangannya ke kasur.
Lelah pastinya gimana enggak lelah sehabis pulang dari sekolah langsung buat kue dan mengantar kue-kue itu. Tetapi itu semua dia lakukan dengan ikhlas karena ingin membantu ibunya dan tidak ingin terlalu melelahkan ibunya karena membuat kue.
Membuat kue memang mudah jika dilihat begitu saja, tetapi ada beberapa kue dan juga teknik yang berbeda-beda pastinya akan menghasilkan tenaga yang tidak sedikit pula.
__ADS_1
Allahu akbar allahu akbar....
Azan magrib pun berkumandang saatnya Syeira melaksanakan salat magrib terlebih dahulu sebelum melakukan hal yang lain. Selesai salat Syeira merebahkan kembali tubuhnya dengan memainkan ponsel sebentar sebelum belajar.
" Oh iya, ibu pulang jam berapa ya nanti trus aku harus jemput apa tidak atau nanti ada yang nganterin harusnya tadi aku minta aja nomor telepon pak tadi ya." Bergumam sendiri sampai akhirnya dia teringat dengan pembicaraannya dengan Nana yang ingin diajari tentang pelajaran yang belum dia mengerti.
Drt drt drt....
" Ya hallo ra, ada apa?"
" Aku kan mau tanya tentang pelajaran yang belum aku ngerti tadi."
" Oh iya, mana-mana kita video call an aja."
" Oke."
Mereka pun akhirnya melakukan video call.
" Gimana? yang mana coba aku lihat?"
" Bentar aku bukak bukunya." Ucap Syeira kemudian berjalan ke meja belajarnya dan mulai membuka bukunya.
Mereka melakukan pembahasan pembelajaran lewat video call an. Dengan diiringi candaan pastinya agar tidak membuat garing suasana hahaha....
Menjelaskan apa yang belum Syeira mengerti tentang materi pembelajaran itu. Persahabatan yang saling menguntungkan ya kalau begitu. Bukan hanya untuk sekadar main-main aja tetapi digunakan untuk saling bertukar pikiran juga.
Karena memang otak yang hampir sama atau sepemikiran sampai ke pembelajaran juga jadi mudah untuk bertukar pikiran. Dan saling percaya satu sama lain ketika ada yang menjelaskan dia akan percaya kalau itu memang rumusnya tetapi berbeda jika tidak percaya atau tidak sepemikiran rumus itu akan tidak berguna karena tidak percaya dengan apa yang temannya itu ajari.
" Ra kamu di rumah sendirian?"
" Iya nih."
" Lah emang ibu kamu ke mana?"
" Lagi keluar, bantu masak di rumah tetangga dan kamu tau tidak tetangga yang nyuruh bantu buat masak itu rumahnya gedhe banget!"
" Hah beneran?, mang sebelah mana sih."
" Rumah ku itu belok kekanan truuuss jalan sampai bertemu rumah yang gedhe pokoknya."
" Trus kok bisa itu ibu kamu di suruh kesitu, caranya gimana?"
" Kemarin katanya sih ada orang yang kesini wanita cantiklah tetapi lebih mudaan dia daripada ibu, nha terus nyuruh ibu buat bantuan masak karena tau kalau ibu itu pintar masak."
" Owalah gitu to, trus pulangnya gimana?"
" Enggak tau paling dianterin kalik ya."
" Kayaknya sih iya soallnya pasti supirnya banyak kan orang kaya, hahaha."
" Iya juga ya, yaudah aku tutup dahulu makasih udah bantuin."
" Oke sama-sama, bye."
__ADS_1
" Bye."
Mereka pun mengakhiri telefonya karena Syeira ingin salat isya. Keasyikan ngobrol dengan Nana sampai lupa untuk salat isya.
Ketika Syeira ingin membuka kulkas karena perutnya sudah kelaparan ingin diisi dengan makanan. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu.
Tok tok tok.....
Syeira membuka pintu rumahnya berfikiran siapa yang bertamu malam-malam begini, mana dia di rumah sendirian. Takut-takut untuk membuka pintu.
Ceklek
" Assalamu'alaikum."
" Waalaikumsalam, ya ampun bu kirain siapa." Dan ternyata yang mengetuk pintu adalah ibunya Syeira yang baru pulang dari rumah bu Diana karena membantu memasak untuk acara syukuran.
" Emang ada apa sih?"
" Ya takut kirain penjahat atau lelaki yang ingin berbuat jahat."
" Kamu tuh ada-ada aja pikirannya." Masuk kedalam rumah tidak lupa menutup pintu kembali dan menguncinya karena sudah malam taku nanti ada maling atau apa.
" Ni ada makanan, kamu belum makan kan?" Menaruh beberapa bungkus makanan ke meja dapur.
" Belum sih." Yang sudah duduk di kursi makan bersiap untuk makan, makanan yang ibunya bawa dari rumah bu Diana.
" Woah! banyak banget bu?" Tanya Syeira dengan gembira karena melihat banyak makanan yang ibunya bawa.
" Iya bu Diana yang ngasih baik banget dia segini banyaknya dibawain."
" Emang banyak orang yang datang ya bu?"
" Lumayan sih, tetapi makanannya emang masih banyak yang lebih, jadi ya dibawa-bawain sama orang yang bantu di sana." Jelas bu Diana sambil membuka bungkus makanan. Ada berapa kue dan lauk untuk dimakan.
" Ohw gitu, trus kue ini siapa yang bikin?" Mencomot kue didepannya.
" Ibu lah, kebetulan dia tanya ibu bisa bikin kue apa enggak ya udah ibu jawab aja bisa terus bikin deh buat hidangan mereka."
" Terus ibu tadi dianterin siapa?"
" Supirnya bu Diana kalau enggak salah tadi, udah kamu makan yang banyak."
" Ibu enggak makan?"
" Ibu udah makan tadi, mau mandi aja lengket, bau keringat juga." Berjalan kearah kamar untuk mengambil pakaian kemudian masuk ke kamar mandi. karena rumah Syeira kamar mandinya tidak ada yang dikamar, semua ada di luar kamar.
" Ehm."
Syeira makan dengan lahap karena Melihat banyaknya lauk yang tersedia membuat nafsu makannya jadi bertambah.
Selesai makan Syeira menyimpan semua makanan di kulkas dan kembali ke kamar untuk beristirahat.
Begitupun dengan ibunya yang sudah tidur, mungkin karena kelelahan membantu memasak tadi di rumah bu Diana makanya jadi cepat tidur.
__ADS_1