Dinikahi Pria Tajir

Dinikahi Pria Tajir
Bab 45 - Pembagian rapor


__ADS_3

Happy reading guyyyss....


Pembagian rapor dan ijazah bagi anak kelas 3 sudah di berikan. Semua siswa dan siswi kelas 3 sangat senang akhirnya rapor dan juga ijazah yang mereka tunggu diberikan. Banyak dari mereka yang sangat penasaran dan tidak sabar ingin mengetahui berapa nilai yang di dapat.


Walaupun ada dari mereka yang memiliki nilai rendah tetapi tidak semua dari nilai itu buruk.


Mereka tetap senang karena bisa lulus dan mengerjakan ujian dengan lancar.


" Akhirnya ra, nilai ku tidak jelek-jelek amat." Ucap Nana kepada Syeira yang saat duduk di kursi. Mereka masih di ruang kelas. Mengamati satu persatu nilai yang ada di rapor dan ijazah.


" Iya sama na, aku juga begitu. Hasil jerih payah kita selama ini karena belajar pagi,siang,malam sangat memuaskan." Jawab Syeira yang masih membuka rapor lembar demi lembar. Melihat berapa kah nilai yang selama ini dia dapatkan.


" Iya bener kamu, terus ini juara satu untuk semua kelas 3 siapa ya?"


" Iya juga ya, ini lembar yang biasa untuk melihat ranking perkelas mana sih, kok enggak cepat dikasih." Ucap Syeira dengan kesal, karena sangat penasaran siapa yang mendapat ranking teratas.


Syeira menoleh tubuhnya ke belakang. Ingin memanggil Doni Cs, menanyakan berapa nilai yang didapat.


" Don, berapa hasil skormu?" Tanya Syeira kepada Doni dengan nada yang sedikit tinggi. Agar Doni mendengar ucapannya, karena sekarang suasana di dalam kelas sangat ramai. Banyak anak yang masih histeris dengan nilai yang di dapat.


" Ah kagak tau, aku hanya melihat lulus atau enggak. Dan akhirnya guwa lulus." Jawab Doni yang kini memainkan game di ponselnya. Dia hanya cuek berapa hasil nilai yang di dapat. Difikirannya hanya lulus dan tidak.


" Aih bisa gitu ya, orang tuh semua pasti lulus kok. Yang di khawatirkan itu nilainya. Kamu tuh gimana sih." Ucap Syeira dengan mengerutkan dahi. berpikir bisa ya? Ada orang yang cuek dengan nilai sendiri.


Ketika akan mengambil rapor yang ada di atas meja, depan Doni. Tiba-tiba wali kelas mereka masuk ke dalam kelas. Membawa sebuah map di tangannya.


" Minta perhatiannya sebentar!" Berdiri membelakangi papan tulis. Mengarahkan pandangannya ke semua siswa di dalam kelas. Dengan tangan yang membawa beberapa lembar kertas.


Semua yang mendengar ucapan guru pun kembali duduk di kursi masing-masing.


" Untuk hari ini saya akan membagikan lembaran yang berisi jumlah skor dan ranking yang kalian miliki." Mengangkat beberapa kertas yang dibawa, memperlihatkan kepada mereka. " Ini semua kelas sudah tercantum dalam lembaran kertas. Jadi yang penasaran berapakah ranking kalian bisa dilihat di sini. Saya bagikan satu persatu." Jelas Pak Husein kepada mereka semua. Kemudian membagikan lembar kertas kepada mereka.


Semua menunggu kertas bagian masing-masing. Menampilkan senyum cerah dan bahagia.


Satu per satu siswa sudah menerima dan membuka siapakah yang mendapat jumlah nilai tertinggi dan juga ingin mengetahui berapakah ranking yang mereka dapatkan.


" Yaampun, alhamdullilah na! Aku dapat ranking satu." Ucap Syeira dengan histeris karena sangking senangnya.


" Iya ra, dan alhamdulillah banget aku dapat ranking tiga, enggak nyangka aku." Jawab Nana yang tak kalah heboh dari Nana. Mereka sangat senang, hasil dari belajar yang terus-menerus mendapatkan hasil maksimal.


" Dan juara dua," ucap Syeira terhenti dan menoleh ke arah Nana.

__ADS_1


Bersamaan Nana juga melihat ke arah Syeira.


" Doni!" Ucap mereka bersama.


Kemudian menolehkan tubuhnya ke belakang. Doni yang ditatap hanya menaik turunkan alisnya.


Sedangkan Syeira dan Nana menggelengkan kepala melihat tingkah Doni. Mereka berpikir, orang yang kelihatan santai malah dapat nilai yang bagus. Benar-benar hebat, jika tidak memiliki IQ tinggi pasti tidak akan mendapat nilai sebagus itu.


" Oke semua sudah mengetahui berapa ranking yang kalian dapatkan. Selamat untuk kalian semua yang sudah berhasil mendapatkan nilai yang memuaskan. Dan tetap semangat menjalankan hidup ke depannya. Kalian akan mengetahui dunia yang sebenarnya. Perjalanan kalian masih panjang jangan pantang menyerah, ingat usaha tidak akan menghianati hasil. Sekali lagi saya ucapkan selamat kepada anak-anakku. Semoga apa yang kalian cita-citakan tercapai dan sukses untuk kedepannya. Cukup sekian dari saya jika ada perkataan atau perbuatan yang menyinggung perasaan kalian semua, saya sebagai wali kelas meminta maaf. Kayak pidato ya, hahaha?"


Ucap pak Husein dengan sedikit bercanda agar tidak membuat suasana menjadi sedih. Karena saat mereka sedang terharu mendengar ucapan Pak Husein.


" Jika kalian bertemu dengan bapak dan ibu guru sapalah, walaupun kami semua sedikit lupa dengan wajah kalian. Maklum faktor umur memang tidak bisa dibohongi,"


Dan semua murid tertawa mendengar ucapan Pak Husein. " Hahaha!"


Doni berdiri dari tempat duduknya. Menghadap ke arah Pak Husein.


" Dan kita semua sangat berterima kasih kepada Bapak dan ibu guru yang sudah sangat sabar untuk menghadapi kita ketika menerima pelajaran. Saya mewakili dari semua anak di sini juga meminta maaf jika perbuatan dan perkataan kita menyinggung bapak. Apalagi saya dan teman-teman yang sering terlambat. terima kasih atas ilmu yang telah bapak berikan kepada kita semua."


Sedangkan Pak Husein yang mendengar ucapan Doni juga terharu, tersenyum karena anak didik yang selama ini memberi kesan tersendiri menyampaikan kata-kata yang menyentuh hati.


Semua anak di dalam kelas tersenyum dan beberapa dari mereka ada yang meneteskan air mata.


" Lanjutkan mimpi kalian, terus berusaha. Dan juga untuk hari ini kalian pulang lebih awal. Terima kasih. Assalamualaikum wr wb." Ucap Pak Husein yang ingin meninggalakan ruang kelas.


" Waalaikumsalam wr wb!"


" Dan satu lagi, untuk kalian Doni Cs!. Jangan sering-sering membuat ulah. Ingat itu." Ucap Pak Husein ketika akan meninggalkan kelas dan berucap kepada Doni Cs dengan jari menunjuk mereka. Mata yang sedikit melotot.


" Hahaha, iya pak siap. Kita akan selalu ingat ucapan Bapak." Jawab Doni dengan senyum diiringi Dika dan Soni. Mereka berdiri lalu menganggukkan kepala bersama. Sebagai tanda penghormatan.


Dan Pak Husein juga menganggukkan kepala dengan senyum cerah, kemudian meninggalkan ruang kelas.


Semua siswa yang ada di dalam kelas merasa senang sekaligus sedih karena berpisah dengan bapak, ibu guru yang selama ini membimbing mereka, mengajari mereka dengan sabar.


Mata mereka berkaca-kaca setelah mendengar ucapan Pak Husein.


" Ah, sedih aku na mendengar ucapan pak Husein." Ucap Syeira kepada Nana. Dia yang tadi sempat berkaca-kaca karena mendengar perkataan pak Husein.


" He.eh aku juga. Aku hampir aja nangis tadi. Terharu sekaligus bahagia ra." Jawab Nana dengan senyum senangnya.

__ADS_1


" Iya aku juga tadi, hem. Semoga bapak dan ibu guru di beri kesehatan selalu agar mereka bisa mengajar anak didiknya lagi menjadi orang-orang yang sukses."


" Iya amin ya rabball alamin." Membasuh muka dengan tangannya. Mengaminkan apa yang diucapkan Syeira.


*****


Sekarang mereka semua sudah keluar dari ruang kelas. Beberapa dari mereka juga sudah pulang ke rumah.


Tetapi berbeda dengan Doni Cs, Syeira dan Nana yang saat ini masih berada di gazebo halaman sekolah. Duduk melingkar dengan banyak jajanan kantin yang ada di ditengah lingkaran mereka.


" Jadi kapan kita berangkat ke puncak?" Tanya Dika.


" Gimana kalau besok, lebih cepat lebih bagus." Ucap Soni memberi sarannya.


" Boleh juga, nanti setelah pulang dari sekolah ini kalian prepare untuk besok." Ucap Doni menimpali ucapan Soni.


" Oke siap, besok kita langsung berangkat. Dan untuk kalian." Menunjuk ke arah Doni Cs. " Jemput kita tepat waktu, jangan molor." Ucap Syeira dengan sedikit melototkan matanya.


" Iya, iya. Tau aja kalau kita sering telat." Jawab Doni dengan menyengir.


" Ya tau lah, dilihat dari gimana keseharian kalian pada saat sekolah aja sudah bisa ketebak." Syeira yang sudah tau jika Doni Cs sering molor pun segera mengungkapkan uneg-unegnya. Mengingat puncak itu jauh dari kediaman mereka. Jadi Syeira tidak mau jika sampai di puncak malam hari dan masih akan membereskan barang-barang yang di bawa. Itu membuat sangat menyebalkan. Sudah lelah, ngantuk, ditambah harus beberes. Syeira tidak mau jika itu terjadi nantinya.


" Eh, jangan terlalu pagi juga. Aku harus membantu orang di rumah untuk masak dan lain-lain." Ucap Nana kepada mereka. Mengingat keseharian dia yang selalu membantu pekerjaan di rumah. Apalagi dia juga harus membantu ibunya memasak.


" Iya, enggak tenang aja. Paling jam 9 pagi kita berangkat. Nanti kita chat di grup aja info selanjutnya." Saut Soni yang menimpali ucapan Nana.


" Ini camilan kapan akan dimakan, laper nih." Ucap Dika dengan merengek seperti anak kecil.


" Weih!, ini boleh kali dari tadi di makan. Emang kata siapa enggak boleh." Jawab Syeira mengerutkan dahi.


" Lah, aku kira enggak boleh di makan. Abisnya kalian enggak ada yang makan." Saut Soni yang dari tadi juga ingin sekali mengambil makanan di depannya.


" Tadi emang lagi fokus untuk pembicaraan kita liburan jadi enggak ada yang ingin makan. Tetapi boleh aja di makan, kalian aja yang mengira begitu." Jelas Syeira kepada mereka semua.


" Okelah, saatnya kita serbu ni makanan." Seru Dika yang sudah bersiap mengambil jajanan di depannya.


Dan mereka mengambil makanan satu persatu. Doni dan Nana mengambil makanan sama sehingga membuat mereka merebutkan makanan itu.


Hay guyyyssss, maaf ya yang selalu menunggu untuk up. Author emang jarang karna memang mengikuti mood aja. Jika mood bagus author akan up. Dan juga komen , like, vote yang banyak ya.


Terimas kasih.🙏🙏🙏😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2