
Masuk ke ruang meeting, ternyata yang lain sudah siap. Hanya menunggu Alex untuk bergabung bersama mereka.
Seperti biasa Alex duduk paling ujung, membelakangi layar.
Mereka mulai presentasi. Perusahaan GJ. grup mengeluarkan laptop untuk memperlihatkan produk mereka. Langsung menyalur ke layar besar belakang Alex.
Alex dan yang lainnya memperhatikan dengan cermat. Apalagi Syeira yang baru pertama kali ikut meeting.
Mulai serius untuk membahas hasil kerja sama mereka.
Sesekali Syeira menanggapi ucapan mereka. Memperlihatkan skillnya sebagai seorang marketing yang pandai berbicara.
Karena selain bertugas membangun citra perusahaan, dia juga harus berperan menjembatani pengguna dengan perusahaan.
Alex yang sedari tadi memperhatikan Syeira berbicara, sedikit kagum. Kepandaiannya dalam berbicara dan bernegosiasi patut diacungi jempol.
Apalagi Syeira masih sangat muda untuk terjun ke dalam perusahaan yang sangat besar. Dimulai dari seorang asisten marketing sudah memperlihatkan jika Syeira mampu untuk berbisnis.
Kemudian Alex menandatangani kontrak kerja bersama perusahaan GJ grup. Begitu pun sebaliknya.
Berjabat tangan sepakat dengan hasil diskusi mereka.
" Saya salut dengan karyawan anda tuan. Dia begitu hebat dalam bernegosiasi." Ucap pemilik perusahaan GJ grup. Mata yang melirik ke arah Syeira. Dia memuji Syeira ketika tadi melihat cara berbicara yang tepat dan mudah dimengerti Syeira.
" Terima kasih tuan atas pujiannya." Jawab Alex mewakili Syeira juga.
" Kalau begitu saya pamit. Terima kasih kerja samanya." Dengan tersenyum ramah.
" Hem , ya." Jawab Alex dengan muka datar. Tidak ada senyum terlukis dibibirnya. Walaupun mendapat tender milliaran dia juga tidak pernah tersenyum. Menurutnya itu hal yang biasa, karena sudah beberapa kali mendapatkan.
Kemudian mereka semua keluar dari ruangan meeting.
Miko dan Syeira masih mengikuti Alex sampai ke ruangan.
Membuka jas, melemparkan ke sofa. Melonggarkan dasi yang terasa mencekik.
Syeira yang melihat Alex membuka jas dan hanya memakai kemeja warna putih menjadi makin terpesona. Dengan mata yang sedikit melotot.
Badan dan dada yang bidang terlihat menonjol. Membuat kemeja itu seperti ketat.
Ditambah Alex juga menggulung lengan kemeja, makin menambah ketampanan.
" Astafirullah, ra, ra. Jangan gegabah hati kamu. Ingat dia orangnya kejam, jangan terhasut dengan tampangnya." Gumam Syeira dalam hati ketika melihat semua pergerakan Alex. Sambil menggeleng-gelengkan kepala untuk menghilangkan pikiran kotor di kepala. Jangan sampai dia suka dengan orang yang tidak sebanding dengan dirinya. Dia hanya orang sederhana yang tidak pantas bersanding dengan orang besar dan kaya seperti Alex. Dia menguatkan hati dan pikiran agar tidak terlalu mengagumi Alex.
__ADS_1
Duduk di sofa, membentangkan kedua tangan dan mengadahkan kepala ke atas di atas pinggiran sofa. Menghirup udara banyak-banyak.
Terlihat jika Alex sangat lelah, duduk berjam-jam di kursi sambil mendengarkan ucapan orang-orang.
" Huh." Menghela napas.
Sedangkan Syeira dan Miko duduk di sofa yang berbeda.
" Besok lagi kau ikut denganku untuk meeting. Selesaikan pekerjaan mu semua sebelum meeting di mulai." Ucap Alex, yang masih bersandar di sofa. Memejamkan mata dengan kepala berbantalkan pinggiran sofa.
" Baik tuan." Tak ada sepatah kata lagi yang keluar dari mulut Syeira. Karena Alex tidak bisa di bantah.
" Kau boleh keluar sekarang."
" Baik tuan, permisi." Pamit Syeira sambil membungkukkan badan. Walaupun Alex tidak tahu tetapi setidaknya Syeira sudah berlaku sopan.
Karena Syeira yang keluar, kini hanya Miko dan Alex yang berada di ruangan.
Sedangkan Syeira, keluar ruangan masuk ke dalam ruangannya.
" Aih, aku harus ikut meeting lagi. Mana pekerjaan juga banyak. Hah, memang bener-bener tuh orang. Enggak bisa lihat orang santai sedikit. Kayaknya dia tahu jika aku cepat menyelesaikan pekerjaan, mangkanya dia ngajak aku meeting." Ucap Syeira sendiri dengan menyenderkan punggung di kursi. Dia masih bergumam membicarakan sifat Alex yang suka seenaknya sendiri. Tetapi apapun itu, dia hanya bisa menurut karena Alex pemilik perusahaan ini.
" Tau ah, mending aku kerjakan ini, supaya cepat selesai." Gumam Syeira, lalu mulai mengarahkan pandangan ke laptop.
*****
Dengan semangat dan tetap tersenyum dia melayani pelanggan yang berdatangan.
Walaupun tubuh terasa lelah tetapi dia tetap semangat menjalani pekerjaan ini.
Dan banyak juga yang suka terhadap dirinya karena pelayanan yang ramah. Bahkan bossnya sering memuji cara bekerja Nana.
Ya, dia adalah Nana teman baik Syeira. Bekerjan di cafe yang lumayan besar. Berbanding terbalik dengan Syeira yang bekerja di kantoran, Nana lebih memilih bekerja menggunakan tenaga daripada otak untuk sementara waktu.
Dia ingin beristirahat sebentar untuk tidak memikirkan yang terlalu berat. Merileksasikan otak sebentar. Walaupun setiap orang harus tetap berpikir untuk mengasah kemampuannya. Tetapi Nana berbeda, biarlah. Setiap orang mempunyai jalan pikiran sendiri.
Yang terpenting sekarang dia happy. Begitu pikirnya.
" Selamat pagi, mau pesan apa kak?" Tanya Nana dengan sopan. Senyum di bibirnya terus dia perlihatkan.
" Saya mau pesan spaghetti dan juz mangga."
" Baik, tunggu sebentar kakak. Pesanan akan kami siapkan terlebih dahulu."
__ADS_1
" Yha."
Masuk ke dalam ruangan lain untuk menaruh pesanan yang sudah dia tulis. Lalu, berjalan mengambil pesanan lain untuk diantarkan ke pelanggan lain.
" Na!" Panggil Zofa karyawan lain di cafe.
" Ya, ada apa?"
" Ada yang mencarimu."
" Siapa?"
" Itu pelanggan yang biasa, dia ingin kamu melayaninya."
" Owh, oke."
Begitulah hari-hari Nana. Banyak yang suka terhadap dirinya. Sehingga dia sering sekali mendapat bonus dari pemilik cafe karena pekerjaan yang bagus.
Senang? Pasti. Karena gaji yang dia dapat setiap minggu itu selalu bertambah lebih banyak dari karyawan lain. Tetapi karyawan lain juga tidak mengetahui jika Nana mendapat bonus, agar tidak membuat iri.
" Selamat sore, mau pesan apa?" Tanya Nana. Menghampiri pelanggan yang dibicarakan Zofa.
" Mbak, saya mau pesan mocha latte dan pizza dengan ukuran kecil yha." Ucap ibu-ibu yang masih terlihat muda. Dia senang jika Nana melayaninya.
" Baik bu, mohon tunggu sebentar. Beberapa saat, pesanan anda akan datang."
" Iya anak cantik." Ucap Ibu itu dengan tersenyum lembut.
Nana yang mendengarnya pun menjadi senyum sendiri. Tak bisa bohong jika dia juga senang di puji oleh ibu itu.
" Ibu abis dari salon ya?" Tanya Nana balik.
" Iya, memang ada apa." Mengkerutkan dahi, apakah ada yang salah dengan dirinya.
" Tambah muda aja."
Mendengar pujian Nana dia tertawa, belum karyawan yang seperti Syeira. Lucu dan suka memuji seseorang. Mangkanya dia suka terhadap Nana.
" Ah bisa aja kamu."
" Hehehe, saya pamit ke belakang bu."
" Iya."
__ADS_1
Memang konyol Nana, bisa-bisanya dia menggombal dengan pelanggan. Tetapi tak tik dia juga cukup bagus, sering juga setelah Nana memuji atau membuat lucu. Dia mendapat bonus di nampannya.
Lumayan untuk jajan di luar. Begitu pikirnya.