Dinikahi Pria Tajir

Dinikahi Pria Tajir
Bab 36 - Keseharian


__ADS_3

Alex yang sudah selesai berlari di sekeliling taman dekat apartemen segera menyudahinya karena merasa badannya penuh dengan keringat yang menetes. Setelah beristirahat sebentar di taman, dan setelah memuaskan para ibu-ibu yang mencuci mata untuk melihat wajah dan badan yang berototnya dia segera masuk ke dalam ruangan apartemen.


Ting..


Keluar dari lift, berjalan kearah pintu apartemennya. Masuk ke dalam apartemen agar segera membersihkan diri dari keringat yang menempel ditubuhnya setelah menghabiskan tenaga dan membakar lemak.


Merasa tenggorokannya mengering, berjalan kearah dapur untuk mengambil minuman. Pembantu yang membersihkan apartemen Alex selalu menyediakan air minum di atas meja makan. Karena Alex meminta sendiri agar disediakan air putih di atas meja. Selain kopi Alex juga sangat suka minum air putih untuk kesehatan tubuhnya.


Setelah dirasa tenggorokannya segar, Alex berjalan kearah kamar untuk membersihkan badan.


Beberapa menit kemudian Alex keluar dari kamar mandi dengan keadaan yang sudah segar. Masih menggunakan handuk yang dilingkarkan di pinggang dengan memperlihatkan perut kota-kotak. Menuju walk in kloset, memilih pakaian yang akan dipakai untuk hari ini. Pakaian yang nyaman dan simpel karena Alex tidak pergi bekerja hari ini.


Tok tok tok...


Pintu kamar Alex diketuk oleh pembantu yang membersihkan apartemen.


Ceklek...


Mirah yang berdiri di depan pintu kamar Alex selalu ketakutan karena melihat wajah Alex yang selalu datar,dingin, dan tanpa senyum sedikit pun. Membuat dirinya sering gugup dan ragu untuk berbicara dengan Alex.


" Maaf tuan saya cuma mau memberitahukan jika sarapannya sudah siap." Berbicara dengan sedikit membungkukkan badan.


" Ya, nanti saya kebawah." Ucapnya dengan wajah datar.


" Kalau begitu saya permisi tuan."


" Ya." Pintu tertutup kembali menuju ke tempat tidur. Membalas pesan di ponselnya sebentar lalu turun ke bawah untuk sarapan. Karena sendirian membuat suasana dimeja makan menjadi hening dan hanya terdengar suara denting sendok dan garpu milik Alex sendiri. Pembantu yang membersihkan apartemen Alex sudah pergi dari dapur menuju tempat ruangan yang kosong untuk membersihkan lagi.


*****


Di tempat lain Syeira yang sudah pulang dari mengantar kue pesanan, masuk ke dalam kamar. Merebahkan tubuhnya untuk beristirahat sejenak. Memainkan ponselnya untuk mengetahui apa jadwal hari senin nanti untuk ujian. Ujian Akhir Sekolah bagi siswa kelas 3 semua. Menentukan siapa yang akan lulus dan tidak lulus.

__ADS_1


Sedangkan Ibu Diana juga tengah beristirahat di dalam kamar setelah membereskan rumah yang kotor sehabis memasak dan membuat kue.


Untuk halaman depan sudah dibersihkan oleh Syeira setelah menyirami tanamannya semua. Pekerjaan rumah yang bisa dikerjakan secara bersama-sama itu akan lebih mudah selesai dan tak terasa lelahnya. Berbeda jika sendirian, membuat lelah belum nanti marah karena kelelahan. Yang nantinya kelelahan itu akan dilampiaskan dengan kemarahan.


Merasa perutnya berbunyi Syeira bangun dari tidurnya.


" Oh iya aku tadi belum makan, pantesan aja nih perut keroncongan." Gumam Syeira sendiri.


Syeira memang belum sarapan karena sebelumnya setelah menyirami tanaman dia langsung mandi dan mengantarkan kue pesanan.


Keluar dari kamar, berjalan kearah dapur. Mengambil nasi dan lauk yang ada di meja. Ibunya yang sudah menyiapkan semua tinggal mengambil sendiri apa yang diinginkan. Memakan dengan lahap.


" Kamu sudah pulang ra, gimana kata Bu Susi dia komplain apa enggak?" Tanya Ibu Diana yang baru keluar dari kamarnya.


" Eh iya bu, tadi orangnya enggak bilang apa-apa sih. Cuma bilang terima kasih banyak karena sudah mau mengantar." Sambil menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.


" Syukurlah kalau begitu, berarti dia suka sama kuenya dong."


" Oh mungkin itu adonannya kurang atau mengadonnya kurang lama." Duduk di kursi berhadapan dengan Syeira.


" Iya kali ya, dan kita juga sempat tertawa karena kuenya enggak jadi."


" Hush malah diketawain. Orang enggak bisa seharusnya dibantu." Melambaikan tangannya ke arah Syeira. Seolah mengatakan jangan begitu itu tindakan tidak baik.


" Bu Susi juga tertawa aku juga ikutlah. Mau gimana lagi. Dan sebenarnya di sana itu ada orang yang jualan kue tetapi enggak bisa seenak punya ibu katanya. Jadi ya, pesen gitu di tempat ibu." Sambil menghendikkan bahunya.


" Pantas saja Bu Susi pesan di sini ternyata itu alasannya. Tetapi ibu juga enggak sama orang di sana."


" Semua orang juga punya selera sendiri-sendiri bu, kita enggak bisa melarangnya. Terserah orang itu mau pesan di mana saja."


" Iya juga ya, rezeki sudah ada yang mengaturnya sendiri."

__ADS_1


" Buat acara apa sih Bu Susi tadi bu?"


" Katannya buat arisan nanti sore. Jadi ibu suruh kamu langsung anterin tadi. Sampek kamu belum sarapan. Maafin ibu ya." Bersalah karena sudah menyuruh anaknya untuk langsung mengantar padahal belum sama sekali mengisi perutnya."


" Iya bu engga pa-pa. Santuy aja, Syeira bukan orang yang lemah karena enggak sarapan kok. Hahaha." Menjawab diiringi tawa agar ibunya tidak merasa bersalah lagi.


" Anak siapa sih baik banget, jadi anak yang baik terus ya. Jangan lupa kalau ada orang yang lebih membutuhkan kamu harus bantu." Ucap Ibu Diana dengan lembut dan tulus.


" Iya ibuku tersayang, Syeira bakal langsung bantu. Ibu enggak usah khawatir ya." Jawab Syeira sambil menatap ibunya dengan dalam.


" Ya sudah kamu teruskan makannya, apa mau nambah lagi?. Banyakin sayurnya ra, biar lebih sehat. Tetap jaga kesehatan walaupun kamu sibuk."


" Iya bu, ini aku tadi sudah makan sayur banyak, ayam juga. Ibu tenang saja ya. Ibu kalau mau kembali istirahat, istirahat saja. Jangan terlalu kecapean." Ucap Syeira dengan perhatian. Karena tidak ingin melihat ibunya sakit.


" Tadi ibu sudah istirahat kok, lumayan sudah bisa merebahkan pinggang sebentar. teruskan makannya ibu mau mandi." Bangun dari duduknya dan berjalan ke arah kamar untuk mengambil baju ganti.


" Oke bu."


Setelah makan Syeira mencuci piringnya agar sisa makanan tadi tidak membuat semut atau lalat berdatangan. Semua sudah bersih Syeira menonton televisi sebentar sebelum tidur siang. Dan lagi pula setelah makan tidak boleh langsung tidur karena tidak baik bagi tubuh.


Ibu Diana yang sudah selesai mandi juga duduk di samping Syeira yang sedang menonton televisi.


" Kamu enggak mandi juga ra, seger banget lho. Apalagi kamu setelah keluar."


" Nanti aja bu, sebentar lagi. Terus setelah mandi langsung tidur kan nyaman banget pasti tidurnya."


" Bener juga sih, senin kamu sudah mulai ujian ya?"


" Iya bu, sampai hari kamis doang. Tetapi itu buat nilai terakhir sekolah." Melirik ibunya yang tengah fokus ke televisi.


" Namanya juga ujian akhir pasti hanya sedikit tetapi materinya sulit. Belajar yang rajin ya. Ibu mau kamu nilainya bagus." Mengelus kepala Syeira dengan sayang.

__ADS_1


" Amin." Memeluk ibunya dan melingkarkan tangannya ke perut Ibu Diana.


__ADS_2