Dinikahi Pria Tajir

Dinikahi Pria Tajir
Bab 53 - Berbagi kebahagiaan


__ADS_3

Happy reading guyyss....


Menjalani hari-hari seperti biasa, sebagai seorang wanita yang beranjak dewasa. Tidak membuat Syeira berdiam diri di rumah setelah menamatkan sekolah menengah ke atas.


Hari ini Syeira akan melamar pekerjaan yang membuka lowongan pekerjaan.


Memakai pakaian yang formal, yang biasa digunakan untuk melamar pekerjaan. Kemeja wanita putih dengan bawahan celana warna hitam. Sepatu flat shoes warna hitam. Rambut dia gerai dengan bergelombang.


Keluar dari kamar membawa berkas yang nanti akan diserahkan untuk melamar pekerjaan.


" Bu aku berangkat ya, doakan Syeira semoga cepet dapat pekerjaan." Ucap Syeira meminta doa restu kepada ibunya, yang biasa berada di dapur untuk membuat kue.


" Iya, ibu selalu doakan yang terbaik untuk anak ibu ini, " sambil mengelus kepala Syeira dengan lembut. " Hati-hati di jalan ya."


" Iya bu, Syeira berangkat. Assalamualaikum." Mencium tangan Ibu Diana.


" Waalaikumsalam."


Berjalan menuju motor yang biasa diparkir di samping rumah. Tak lupa memakai helm sebagai pelindung.


Sebelum menjalankan motornya Syeira berdoa supaya hari ini niat yang baik dari hati dilancarkan oleh Allah SWT.


Mulai melajukan motornya keluar dari halaman rumah.


*****


Beberapa saat kemudian Syeira sampai di gedung yang menjulang tinggi dan besar. Sungguh jika dilihat dia hanya semut kecil yang bisa diinjak.


Memarkirkan motor di tempat parkir yang sudah tersedia.


Masuk ke dalam menuju tempat Resepsionis.


" Selamat pagi mbak, saya mau melamar pekerjaan dan menyerahkan berkas yang saya bawa." Ucap Syeira langsung to the poin. Tidak bertele-tele.


" Ohw sebentar ya, saya akan menghubungi pihak HRD terlebih dahulu."


" Iya mbak, silakan."


Setelah menunggu beberapa menit lalu Syeira di antar ke ruang HRD langsung.


Ceklek....


" Permisi, selamat pagi." Ucap Syeira yang baru masuk ke dalam ruangan.


" Iya, silakan duduk." Menunjuk kursi duduk di depannya menggunakan telapak tangan untuk menyuruh Syeira duduk.


Lalu Syeira duduk dengan berkas yang berada di atas paha. Tetap menampilkan senyum manis yang dia miliki.

__ADS_1


" Langsung saja, apakah anda membawa berkas yang berisi CV dan semacamnya."


" Oh iya, saya membawa, " menyerahkan berkas kepada HRD. " Ini CV yang mungkin bisa Ibu lihat dari kepribadian saya."


Membuka berkas dan melihat CV Syeira. Mengamati satu persatu secara detail. Melihat lembar demi lembar berkas Syeira. Sesekali mengangguk-anggukkan kepala.


Sedangkan Syeira sendiri merasa deg-deg an dan berdoa di dalam hati supaya dia ke terima kerja di kantor sini.


Tangannya sudah berkeringat dingin menunggu hasil yang akan di dengarnya nanti.


" Di sini lowongan pekerjaan yang dibutuhkan adalah bagian asisten manajer marketing, saya lihat dari berkas kamu, lumayan bisa lah. Jika kamu terus belajar dari hari ke hari. Jadi, selamat kamu diterima kerja. Tetapi harus belajar lebih banyak lagi dan jangan pernah malu untuk bertanya kepada senior, jika kamu mengalami kesulitan." Dia sudah tidak menanyakan hal lain lagi. Karena dia yakin dilihat dari berkas yang Syeira bawa sudah menyakinkan jika Syeira bisa keterima kerja.


Hati Syeira terasa di siram air yang menjadi dingin, sejuk, dan bersyukur. Tak pernah terpikirkan akan diterima kerja secepat ini.


" Alhamdulillah, terima kasih bu. Saya akan belajar lebih, dan mencari tahu tentang bagaimana menjadi seorang asisten manajer marketing." Ucap Syeira dengan hati yang bahagia, senyum terlukis dibibirnya tak pernah pudar. Lega setelah mendengar jawaban dari HRD.


" Bagus, selamat bergabung di perusahaan ini." Mengangkat tangan untuk mengajak Syeira berjabat tangan.


" Terima kasih, terima kasih banyak bu." Jawab Syeira senyum bahagianya.


" Besok kamu sudah mulai bekerja, langsung ke ruangan manajer marketing, nanti kamu akan diberi tahu apa saja pekerjaan yang harus kamu lakukan."


" Baik bu."


" Sekarang kamu boleh pulang terlebih dahulu, besok jangan lupa berangkat lebih awal. Nanti saya akan mengirim ke ponsel kamu, apa saja yang harus kamu taati tata tertib di sini."


" Baik, kalau begitu saya permisi. Selamat pagi."


Syeira keluar dari ruangan HRD dengan hati yang sangat bahagia. Tidak menyangka baru melamar pekerjaan dia sudah diterima. Dia janji akan berusaha semaksimal mungkin supaya menjadi karyawan yang teladan.


Keluar dari gedung tidak lupa tersenyum ramah kepada satpam yang sedang berjaga. Mengambil motornya, lalu melajukan meninggalkan parkiran.


" Terima kasih ya Allah, engkau memberi rezeki yang begitu cepat kepada hamba. Terima kasih, terima kasih." Gumam Syeira sambil mengadahkan wajahnya ke atas, yang masih mengendarai motor dengan pelan


Ketika dia menengok ke kiri, melihat nenek yang berjualan sayuran dan masih banyak. Syeira berpikir untuk membantunya. Hatinya teriris melihat orang tua yang sudah renta masih berjualan. Dia bertanya dalam hati, apakah tenaganya masih kuat?


Mengapa anaknya merelakan orang yang sudah tua berjualan di pinggir jalan?.


Tak terasa air matanya menetes, segera dia hapus. Menjalankan motornya menghampiri nenek itu.


" Assalamualaikum nek."


" Waalaikumsalam."


" Saya lihat sayurnya segar-segar tetapi kok masih banyak nek?" Tanya Syeira melihat sayuran di depannya sambil memilih sayuran.


" Iya, ini masih pagi. Biasanya nanti siang baru habis." Ucap Nenek dengan tersenyum.

__ADS_1


" Boleh Syeira beli sebagian sayuran ini."


" Oh boleh, boleh saja. Silakan mau beli yang mana." Jawab nenek dengan bahagia. Sayuran yang biasa sampai siang terkadang belum habis, hari ini masih pagi sayurannya sudah mulai habis.


" Ini nak untuk membawa sayuran." Menyerahkan kantung plastik besar kepada Syeira.


" Iya nek." Mengambilnya, lalu memilih sayuran yang akan dia beli. Memasukkan ke dalam plastik, sampai penuh.


Nenek membantu memasukkan sayuran ke dalam kantung plastik Syeira.


Syeira mengambil uang di dalam dompetnya, menyerahkan kepada Nenek.


" Ini uangnya nek."


" Haduh kelebihan nak, ini cuma habis 50 ribu." Ucap Nenek yang melihat Syeira menyerahkan uang 200 ribu.


" Tidak pa-pa nek. Ini rezeki untuk Nenek, jangan ditolak." Ucap Syeira dengan senyum tulus dan ikhlas. Memegang tangan Nenek untuk menggenggam uang yang diserahkan Syeira.


" Terima kasih nak, terima kasih. Semoga Allah membalas kebaikanmu." Jawab Nenek dengan mata yang berkaca-kaca. Rezeki yang diterima hari ini begitu besar untuknya. Padahal dia biasa membawa uang 70 ribu terkadang 50rb. Itu sudah sangat bersyukur baginya karena sayuran yang dia bawa adalah sayurannya sendiri yang dia tanam di belakang rumah.


" Sama-sama nek, sehat-sehat ya nek. Jangan terlalu lelah tetap jaga kesehatan. Kalau begitu saya permisi. Assalamualaikum."


" Iya nak, Waalaikumsalam." Jawab Nenek dengan senyum bahagia. Rezeki yang datang tiba-tiba, tak pernah terpikirkan pagi ini olehnya.


Dan membereskan sebagian barangnya karena sebentar lagi dia akan pulang. Sayuran yang masih ada hanya tinggal sedikit.


Sedangkan Syeira begitu bahagia setelah melihat Nenek itu tersenyum karena dia memborong jualannya.


Ini adalah bukti rasa syukurnya karena dia diterima kerja di kantor begitu cepat. Dia berpikir, kebahagian yang dia dapat hari ini harus dibagi. Karena dia mengingat rezeki setiap orang adalah sebagian buat orang yang lebih membutuhkan. Itulah mengapa Syeira berbagi kebahagiannya dengan Nenek tadi.


*****


Sampai di rumah Syeira membawa sebuah kantung plastik yang begitu besar. Untung masih muat di masukkan ke dalam plastik, kalau tidak? Mau ditaruh di mana.


" Assalamualaikum." Masuk ke dalam rumah, langsung menuju dapur.


" Waalaikumsalam," menolehkan kepala ke arah Syeira yang baru masuk ke dapur. Terkejut karena Syeira membawa sayuran begitu banyak. " Astaga ra, kamu dapat dari mana itu sayuran, kok banyak banget."


" Ini tadi di jalan bu, Syeira melihat Nenek jualan sayuran. Syeira kasihan, masih banyak sayurannya belum ada yang membeli. Lalu Syeira beli sebagian, tetapi uangnya Syeira lebihin. Mau Syeira beli semua tetapi enggak bisa bawa." Jelas Syeira kepada ibunya. Sambil memaksakan untuk tersenyum. Sulit mengartikan kebahagian atau kesedihan hari ini. Sedih melihat Nenek tadi, bahagia karena bisa menolong walaupun hanya sedikit. Apalagi melihat Nenek dengan senyum cerah setelah Syeira membeli sayurannya.


" Masyaallah, anak ibu kok baik banget. Alhamdulillah kalau kamu tidak lupa untuk berbagi ra. Semoga hati kamu tetap ingin selalu berbagi kebaikan." Dia terharu mendengar anaknya menjelaskan apa yang dia lakukan hari ini. Bersyukur anaknya mempunyai hati yang baik.


" Amin bu, amin."


" Ya sudah, ini kamu masukkan ke dalam kulkas ya. Ibu mau lanjutin masak."


" Iya bu."

__ADS_1


Jangan lupa kasih ini novel like, komen dan vote yang banyak ya. Author hanya minta ini kok tak lebih😉 Supaya Author tetap semangat untuk menulis.


Terima kasih🙏😊


__ADS_2