
Setelah makan malam mereka kembali ke kamar untuk beristirahat.
" Kau tidur saja duluan, tidak usah menungguku." Ucap Alex yang bersiap akan pergi dengan memegang ponsel.
" Kakak mau ke mana?"
" Menemui Miko sebentar, ada pekerjaan yang harus diselesaikan."
" Oh oke." Jawab Syeira dengan cepat. Dia begitu senang ketika Alex akan pergi. Jadi ketakutan yang menyerangnya seakan sirna seketika.
" Ahhh, akhirnya aku bisa bernafas dengan lega." Gumam Syeira merebahkan tubuh di atas tempat tidur. Tangannya mengelus kasur yang lembut dan halus.
Tadi sebelum Alex pergi, Syeira seperti orang yang tidak bisa bergerak. Takut jika pergerakannya akan kena marah oleh Alex. Apalagi Syeira yang dasarnya orang tidak bisa diam. Selalu bertingkah apa saja, apalagi jika dengan Nana, sudah pasti akan sangat heboh dan ramai ruangan itu. Padahal hanya dua orang yang berpenghuni.
Karena belum mengantuk Syeira menyalakan televisi sambil tiduran di tempat tidur.
Menonton film korea yang terletak di channel televisi yang tersedia.
Tetapi lama-kelamaan Syeira tertidur di tempat tidur, dengan televisi yang masih menyala.
Alex yang sudah selesai bertemu dengan Miko, masuk ke dalam kamar.
Melihat sekelilingnya ternyata Syeira tidur bersandar di sofa.
Hanya televisi yang menyala sedangkan Syeira sudah tertidur.
" Bisa-bisanya televisi menonton dirinya yang sedang tidur." Gumam Alex sambil menggelengkan kepala.
Dia masuk ke dalam walk in kloset untuk berganti pakaian. Alex tidak terbiasa dengan pakaian sehari-hari untuk keluar ketika saat tidur. Walaupun itu pakaian casual, tetapi tetap saja dirinya tidak nyaman.
Karena tidak ada baju tidur, Alex hanya mengenakan boxer dan kaus dalam warna putih saja.
Bergabung dengan Syeira, menutupi dirinya dan Syeira dengan selimut.
*****
Pagi hari Syeira terbangun dari tidur. Menggeliatkan badan, tetapi tidak bisa karena ada rasa berat yang menimpa tubuhnya. Membuka mata dan melihat. Apakah yang terjadi dengan tubuhnya sehingga menjadi berat?
"A.." melotokan mata dan membuka mulut, hampir saja Syeira berteriak karena dipeluk oleh Alex. Dia lupa jika kemarin dirinya sudah sah menjadi istri Alex.
" Astaga aku lupa jika aku sudah menikah dengan boss ku sendiri." Batin Syeira dengan tangan menutup mulut yang masih di pelukan Alex. Apalagi dia melihat Alex yang hanya mengenakan kaus dalam warna putih tanpa lengan, memperlihatkan otot lengan yang kekar.
" Apakah di bawah juga tidak memakai celana?" Batin Syeira yang mulai berpikiran kotor. Ingin bergerak dan membuka selimut untuk mengintip, tetapi tidak bisa. Karena dia di peluk erat oleh Alex. Padahal jiwa kepo Syeira meronta-ronta.
" Eh astafirullah ra, kamu mikir apaan sih." Menggelengkan kepala untuk menghilangkan pikiran kotor yang ada pada dirinya. Dia masih berbicara dalam hati.
__ADS_1
Lalu memperhatikan wajah Alex dengan saksama.
" Tampan." Satu kata yang terucap dari dalam hati Syeira saat melihat wajah Alex dari dekat. Jika sampai Alex mendengar, pasti akan membuat dirinya lebih percaya diri dan songongnya minta ampun.
Untung saja Syeira berucap dalam hati, jadi tidak ada yang bisa mendengar isi hati Syeira.
" Eh dia ini sadar atau enggak, sedang memelukku?" Batin Syeira bertanya-tanya. Menurutnya Alex tidak menyukai dirinya, tetapi mengapa saat tidur malah memeluk dirinya. Tidak salah kah?
Syeira berusaha melepaskan diri dari pelukan Alex. Mengangkat tangan Alex yang memeluk pinggangnya.
" Emmmm." Gumam Alex yang malah tidak mau melepaskan Syeira. Mempererat pelukannya, mungkin terlalu nyaman, sehingga tidak ingin melepaskan walau dalam sekejap.
Syeira sendiri bingung, gimana jadinya orang mau lepas malah di peluk erat lagi? Hadeeeh.
" Emm kak, aku ingin bangun." Ucap Syeira dengan pelan.
" Hemm." Melepaskan pelukan dari Syeira. Menggulingkan tubuh menghadap ke arah lain, yang berganti memeluk guling. Dia masih enggan untuk bangun.
Sedangkan Syeira beranjak dari tempat tidur bersiap untuk mandi.
Dalam kamar mandi Syeira menghilangkan bekas make up yang masih tersisa sedikit di wajahnya. Untung tidak luntur, jika sampai luntur entah jadinya apa wajah Syeira. Make up mahal memang membuat tahan lama. Karena harga tidak bisa dibohongi.
Keluar dari kamar mandi dengan keadaan sudah bersih. Wajah natural yang putih bersih tanpa adanya jerawat membuat kesan cantik Syeira terlihat.
Padahal dia jarang sekali memakai produk untuk memutihkan wajah atau menghilangkan jerawat. Dasarnya wajah Syeira yang sudah bagus dan tidak pernah jerawatan.
" Kak, bangun." Memegang lengan Alex dengan lembut dalam balutan selimut.
Alex membuka mata, pandangan pertama yang terlihat adalah wajah cantik natural Syeira. Dia seakan tersihir oleh kecantikan Syeira.
Mengucek matanya dan menggelengkan kepala untuk menetralkan diri.
" Kau sudah mandi?"
" Sudah, tinggal kakak yang belum."
" Hem." Membuka selimut dan beranjak dari tempat tidur. Berjalan santay ke arah kamar mandi.
Mata Syeira melotot melihat pemandangan yang dilihat pagi hari ini. Alex yang hanya memakai boxer, membuat bagian bawah menonjol sangat terlihat.
Pikiran Syeira melayang ke mana-mana. Baru kali ini melihat tubuh lelaki yang begitu gagah dan indah di pandang mata.
Syeira sendiri sampai panas dingin, wajahnya memerah. Mengusap wajah dengan telapak tangan untuk menetralkan pikirannya.
Berjalan ke arah walk in kloset mengambil baju Alex untuk mengalihkan pikiran kotor.
__ADS_1
Setelah itu, menaruh di atas tempat tidur. Dia keluar dari kamar sebelum Alex keluar kamar mandi untuk mengambil pakaian dan berganti pakaian.
Berjalan ke arah ruang tamu sambil menunggu Alex keluar.
*****
" Kita mau ke mana kak?" Tanya Syeira. Saat ini mereka sudah di dalam mobil, dengan Alex yang menyetir sendiri.
" Pulang ke rumah." Jawab Alex tanpa mengalihkan pandangan.
" Ke rumah, rumah mana? Rumahku atau rumah dia atau ke mana?" Batin Syeira menebak. Karena ucapan Alex tidak jelas. Syeira ingin bertanya lagi tetapi takut. Ah sudahlah, toh nanti dia tau sendiri.
Beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah yang besar dan mewah. Gerbang yang menjulang tinggi.
Syeira sampai terperangah melihat begitu mewahnya rumah yang saat ini di datangi.
" Ini rumah apa istana? Besar banget." Batin Syeira yang masih menatap rumah itu.
" Cepat turun, jangan kebanyakan bengong."
Alex masuk ke dalam rumah, diikuti Syeira di belakangnya. Di sambut beberapa pelayan yang berjejer rapi.
" Mereka semua pelayan yang membantu membersihkan rumah ini. Jika kamu ingin sesuatu atau membutuhkan sesuatu panggil saja mereka nanti mereka akan membantu kamu." Jelas Alex.
" Gilak, banyak banget pelayannya. Apa aku harus bahagia mendapatkan ini semua." Batin Syeira melihat beberapa pelayan yang menundukkan kepala. Mereka tidak berani menatap Alex dan dirinya.
" I-iya kak."
" Ya sudah, kita pergi ke kamar atas."
Ceklek
Ruangan yang begitu luas untuk ukuran kamar menurut Syeira. Karena kamar Syeira tidak ada setengah dari kamar Alex. Semua barang dan produk kecantikan tertata rapi di meja. Syeira sendiri malah jarang untuk membeli make up dan yang lainnya.
" Ini kamar kita, baju kamu sudah saya siapkan di dalam lemari. Tinggal pakai saja."
" Iya kak."
" Saya pergi ke ruang kerja, jika butuh apapun panggil saja pelayan di rumah."
" Baik kak."
Alex meninggalkan Syeira sendiri di kamar. Membiarkan Syeira yang masih melihat-lihat kamar mereka.
" Gilaaak, ini kamar apa lapangan bola. Luas banget." Ceplos Syeira yang melihat seisi kamar.
__ADS_1
Untung ada pelayan yang membersihkan, jika tidak? Pasti dia akan pingsan untuk membersihkan seorang diri.