
Err ... kenapa bidang pekerjaanku jadi berubah drastis seperti ini? Mengapa tiba-tiba jadi biro jodoh?
Sungguh aku tak menyangka jika akan dimintai tolong seperti ini. Mungkin karena Rose tahu kedua pangeran mencintaiku, jadinya dia berpikir aku suhu dalam bidang percintaan. Padahal semua terjadi atas kehendak Tuhan. Tidak mungkin kakak-beradik mencintai gadis yang sama dalam waktu yang lama tanpa campur tangan Yang Maha Kuasa.
"Em ... aku ... tidak punya kenalan seorang pangeran, Nona." Aku terus terang saja sambil nyengir tak karuan di depannya.
Rose menghela napasnya. Dia seperti menyesali perkataanku yang tidak bisa membantunya. Namun, dia kemudian berkata, "Bagaimana ya? Kalau begini aku bisa dikira tidak laku-laku." Dia mengkhawatirkan dirinya.
Aku menelan ludah, bingung harus menjawab apa.
"Nona, aku sebenarnya tertarik dengan seorang pangeran. Tapi aku tidak tahu dia tertarik atau tidak padaku. Dia akan datang minggu depan ke pesta ulang tahunku. Nanti aku akan mengenalkannya padamu. Kau bisa bantu aku untuk melihatnya suka atau tidak padaku?" tanyanya begitu polos.
Lagi, aku menelan ludah. Rasa-rasanya Rose masih terlalu polos untuk mengerti apa itu cinta. Aku khawatir dia hanya dimanfaatkan semata. Apalagi di negeri ini kaum wanitanya seakan berlomba-lomba untuk mendapatkan pasangan. Membuatku miris dengan keadaan. Andai mereka bisa mengubah pola pikirnya, tentunya tidak akan menggebu-gebu untuk mendapatkan pasangan. Karena ada sesuatu hal yang lebih penting dari itu semua. Yaitu keluarga dan terjaminnya masa depan.
"Baik, Putri. Aku akan menanti waktu itu." Aku pun mengiyakan karena tidak tahu harus menanggapi apa.
Terpaksa aku iyakan saja pembicaraan ini agar cepat selesai dan tidak merambat ke mana-mana. Aku khawatir Rose banyak bertanya sehingga dia mengetahui kemampuan yang kumiliki. Cukup hanya dua pangeran Angkasa saja yang tahu siapa jati diriku yang sebenarnya. Tidak perlu menambah lagi karena hanya akan menimbulkan polemik baru. Dan aku harap tetap dapat membantu orang lain tanpa menyebutkan kelebihanku.
Baiklah, setelah ini kita lanjutkan lagi pekerjaan yang sempat tertunda.
Dengan penuh semangat aku kembali menjalankan tugas dari kerajaan. Berharap ratu bisa menerimaku sebagai menantu. Setidaknya aku terlihat bekerja dan tidak diam saja di istana. Dan semoga dia bisa bersikap lebih baik kepadaku. Aku berharap itu.
__ADS_1
Keesokan harinya, hari ke dua Ara di istana Negeri Bunga...
Lelah. Mungkin hal itulah yang kurasakan hari ini. Semalam begadang suntuk untuk menyelesaikan rancangan busana raja dan ratu. Dan kini aku sedang beristirahat sebentar dengan meneguk penyegar di belakang istana. Tepatnya di teras gazebo yang ada di sini. Karena gazebo belakang istana ternyata tidak ada kursi dan mejanya. Sehingga aku duduk di terasnya saja.
"Hah ... capek juga ternyata."
Siang hari yang terik kurasakan hingga membuatku merasa kepanasan. Untungnya saja tadi pagi sudah menyemprotkan parfum ke seluruh badan. Sehingga aku bisa lebih percaya diri menjalani hari. Dan kini aku sedang beristirahat setelah merancang busana kerajaan untuk putri negeri ini. Tadi pagi kami bertemu dan dia meminta banyak untuk gaunnya. Dia meminta gaunnya lebih terbuka agar menarik perhatian pangeran yang datang nanti. Dia polos sekali.
"Nona, bagus tidak jika belahan dadanya sedikit terbuka? Aku minta yang seperti ini saja. Bagian bahunya juga diperlihatkan ya. Agar para pangeran memerhatikan penampilanku."
Teringat jelas bagaimana permintaannya saat melakukan pengukuran tadi. Aku pun tak habis pikir dengan permintaannya. Dan sebagai seorang pekerja, aku harus seprofesional mungkin dalam menghadapi pelanggan. Ya, katakan saja dia pelanggan jasa rancanganku.
"Eh? Mau ke mana mereka?"
Di kamar sajalah agar tenang.
Lantas aku pun melangkahkan kaki menuju pintu belakang istana. Karena kebetulan kamar yang kutempati berada di bagian belakang istana ini. Kulangkahkan kaki agar cepat sampai. Namun, baru beberapa langkah saja kulihat ratu dan Rose masuk ke sebuah bangunan yang ada di pojok istana. Entah bangunan apa.
"Mereka mau ngapain ya?"
Rasa curiga pun muncul saat melihat ratu bersama putrinya masuk ke sebuah bangunan yang ada di sudut istana. Lantas aku berjalan cepat mengikuti mereka. Kebetulan keadaan belakang istana sepi sehingga tidak ada yang menyadari gerak-gerikku. Aku pun memanfaatkan situasi untuk mencari tahu sesuatu. Kali-kali saja bisa mendapatkan informasi penting di sini.
__ADS_1
Ayo cepat Ara! Jangan sampai ketahuan!
Lekas-lekas aku melangkahkan kaki, mengikuti ke mana mereka pergi. Taman belakang istana ini menjadi saksi keingintahuanku atas apa yang terjadi. Tak lama kemudian aku pun semakin mendekati bangunan yang dimaksud. Dan ternyata bangunan itu mirip seperti sebuah gudang. Aku pun mengendap-endap untuk sampai ke sana. Hingga akhirnya aku bisa bersembunyi di balik temboknya.
"Rose! Sudah ibu bilang jangan dekat-dekat dengan nona itu! Kenapa kau masih melakukannya?!" Kudengar ratu berkata seperti itu.
Eh? Nona itu? Apa yang dimaksud adalah aku?
Sungguh aku terkejut saat mendengar penuturan ratu. Tak menyangka jika yang dimaksud dengan nona itu adalah benar aku. Padahal ratu amat baik sekali kepadaku. Penyambutan yang dilakukannya terhadap kami sungguh sangat ramah dan berkesan sekali. Tapi kenapa dia sekarang malah seperti ini?
"Ibu, aku hanya ingin berteman. Aku tidak punya teman, Bu. Nona Ara juga baik padaku. Kalau dia tidak baik, tidak mungkin kedua pangeran Angkasa menyukainya. Ibu bagaimana, sih?!" Rose menggerutu kesal kepada ibunya.
Astaga! Ternyata benar yang dimaksud nona itu adalah aku.
Aku terus bersembunyi di balik dinding gudang ini. Di sini tidak terkena cahaya matahari sama sekali sehingga tidak ada yang menyadari kehadiranku. Dan anehnya, kenapa ratu berbicara kepada putrinya di sini? Kenapa tidak di kamar atau kediamannya saja yang ada di lantai dua istana? Kenapa harus sembunyi-sembunyi di sini?
"Ibu mengerti. Tapi kau harus jaga jarak dengannya. Jangan sampai keceplosan atas apa yang kau lakukan dulu terhadap Jasmine. Ingat itu!" Ratu memperingatkan putrinya.
Seketika aku terperanjat mendengarnya.
Jasmine? Memangnya apa yang telah dilakukan Rose terhadap Jasmine? Astaga, jadi benar ada sesuatu yang terjadi antara Rose dan Jasmine?
__ADS_1
Aku jadi teringat dengan pembicaraan bersama Jasmine dahulu. Dimana dia memperkenalkan dirinya kepadaku. Waktu itu aku hanya sekedar mendengarkan ceritanya saja. Aku tidak terlalu menanggapinya. Tapi mungkin ada kaitannya dengan hal yang kudengar ini.