Fake Nerd Is Leader Mafia In The World TROUBLEMAKER

Fake Nerd Is Leader Mafia In The World TROUBLEMAKER
EXTRA PART


__ADS_3

3 tahun kemudia.......


Disebuah rumah sakit, terlihat seorang dokter tampan dengan rahang yang sangat kokok miliknya itu. Wajahnya sangat dingin, dokter itu sedang duduk diruangannya sambil mengecek beberapa kertas. Semua itu tentang seorang pasien yang sangat berharga baginya.


Sudah 3 tahun dokter itu terus berusaha untuk menyembuhkan pasiennya, tidak ada perkembangan sama sekali. Tetapi itu bukan berarti dia menyerah dengan semuanya.


Tok...Tok..Tok


Dokter itu mengalihkan pandangannya pada suster yang baru saja masuk, dokter itu langsung berdiri dan memakai jas dokter miliknya. Keduanya berjalan menyusuri lorong rumah sakit.


"pasien dalam perjalanan kerumah sakit dok, dia mengalami kejang selama 3 menit 12 detik. Diperjalanan pasien sudah di intubasi karena arteri pasien pecah."kata suster itu menjelaskan kondisi pasien pada si dokter dingin itu.


"hasil MRI pasien?"tanya dokter itu dengan nada yang sangat dingin.


"hmm itu dok"kata suster itu gelagapan membuat si dokter berhenti dan menatap suster itu tajam.


"mungkin pasien mengalami pendarahan di bagian tengkorak belakang kepala dok"kata suster itu membuat si dokter semakin marah.


"hari ini terakhir kamu bekerja sebagai dokter residen dibawah asuhan saya. Saya tidak suka jika orang yang ada di bawah asuhan saya mengatakan kata mungkin di dalam melaporkan kondisi pasien. Kalau kamu seperti itu terus, saya yakin butuh waktu lama kamu menyelesaikan waktu magang kamu ini"kata dokter itu dengan tatapan marahnya lalu berjalan sendiri kearah ruangan UGD.


Dokter berparas dewa itu berjalan mendekat kearah pasien yang baru saja sampai, pasien itu berlumuran darah. Baju sobek dan kepala yang terus saja mengeluarkan darah.


"CT scan?"tanya dokter itu pada perawat yang sudah memegang sebuah kertas hasil CT scan yang sudah diambilnya sebelum pasien dimasukan ke UGD.


"arteri pasien pecah saat perjalanan kerumah sakit, pasien mengalami kejang selama 3 menit 12 detik dok. Hasil MRI pasien mengalami pendarahan hebat di bagian otak dibagian kiri, dan ada cairan di paru-paru pasien"kata pria yang menjadi dokter residen dibawah asuhan dokter itu.


Dokter itu langsung memeriksa pasien, memencet jempol pasien dengan bolpoint miliknya, tidak ada reaksi sama sekali. Dokter itu membuka satu persatu mata pasien dan menyorokan cahaya kecil dari bolpointnya.


"pisau bedah"kata dokter itu, lalu dokter residen yang ada disana langsung memberikan apa yang dokter itu minta.


Dengan sangat lincah dokter itu mengiris tubuh pasien itu tepat di bagin yang terdapat cairan. Wajah serius dokter itu menambah kadar ketampanannya.


"siapkan ruang operasi. Panggil dokter Genta"kata dokter itu


"tapi dok, hari ini jadwal ruang operasi hanya untuk dokter saja. Dokter Genta bertugas besok"kata dokter residen itu.


"hari ini semua kegiatan diruang operasi dipimpin dokter dingin ini, biar saya yang melakukan operasi"kata seorang dokter yang baru saja datang, yang tidak lain adalah dokter Genta yang dimaksud tadi.


"selain pasien ini, jika ada operasi lagi lapor pada saya terlebih dahulu. Saya tidak suka dibantah"kata dokter itu lalu keluar dari ruang UGD.


"sabar yah, kasihan saya sama kamu. Masa di asuh sama dokter dingin gila itu. Saya saja ngeri lihatnya padahal sudah 3 tahun"kata Genta menakut-nakutin dokter residen itu.


"dokter Genta ada-ada saja"kata dokter residen itu tertawa kecil.


Sedengkan si dokter dingin itu, dia berjalan menyusuri lorong rumah sakit. Mulai dari suster, dokter senior dan dokter residen menunduk hormat saat melihat si dokter dingin itu lewat.


Dokter itu berhenti tepat disatu ruangan berpintu putih, dia masuk kedalam dan mendapati 2 orang dan 1 pasien yang terbaring di brankar.


"pagi bang"kata dokter itu yang seketika berubah menjadi sangat ramah.


"pagi"jawab si pria yang di sapa dokter itu.


"kamu tidak ada operasi pagi ini?"tanya seorang gadis cantik berpakaian formal.


"aku kasih kedokter Genta kak, aku sedang lelah. Takut melakukan kesalahan saat operasi nanti"kata dokter itu tersenyum kikuk.


Dokter itu duduk lalu menatap seorang gadis yang terbaring dibrankar, gadis itu terbaring dengan wajah pucatnya. Dokter itu tersenyum manis menatap gadis cantik itu


"pagi sayang"kata dokter itu tersenyum dan mengecup pipi di gadis.


"sudah 3 tahun. Banyak yang berubah,termaksud mimpi aku sama kamu"kata dokter itu sendu.

__ADS_1


"apa belum ada kemajuan Cel?"tanya pria itu menatap si dokter.


Cel? Siapa sebenarnya dokter itu? Cel itu tidak asing kan? Seperti yang kalian fikirkan. Dokter itu adalah Michel, dokter tampan dan terkenal sangat dingin. Sangat irit dalam berbicara, hanya berbicara jika itu bersangkutan dengan pasien.


Dan gadis yang terbaring di brankar itu adalah Christy. Sudah 3 tahun gadis itu koma. Namun belum ada kemajuan sama sekali. Michel menjadi dokter untuk menyembuhkan 2 orang yaitu Christy kekasihnya dan Raka sahabatnya.


Raka? Dia sudah sadar dari komanya sejak 2 tahun lalu. Hanya Christy yang belum sadar, tidak ada kata lelah yang keluar dari bibir Michel selama 3 tahun ini. Michel bekerja keras untuk bisa membuat Christy sadar. Dan sudah 3 tahun para keluarga dan sahabat terus berusaha,untuk mencari tahu dimana keberadaan Christy.


"makasih sudah berjuang sampai disini"kata Richard tersenyum tulus pada Michel.


"bukan gue yang berjuang bang, tapi Chris"kata Michel tersenyum menatap wajah Christy.


"ini undangan dari Dimas bang, minggu depan dia akan menikah"kata Michel memberikan sebuah undangan berwarna coklat susu.


"dia sudah mau menikah? Dengan Tasya?"tanya Richard mengambil undangan itu.


"iya bang. Mungkin setelah mereka, Revano juga akan menyusul"kata Michel tersenyum.


"bukannya Revano sudah putus dengan Putri? Terus nikah sama siapa?"tanya Vira.


"Revano punya cewek baru semenjak Putri gak ada kabar 3 tahun belakangan ini. Ceweknya revano suster magang dibawah asuhan gue kak"kata Michel menjelaskan semuanya agar Vira dan Richard tahu.


"banyak yang berubah 3 tahun belakangan ini, semua gak sesuai sama apa yang gue bayangin."kata Michel tersenyun sinis menertawai dirinya sendiri.


"DOKTER DOKTER DOKTER"teriak dokter Genta yang baru saja masuk kedalam ruangan Christy.


"jangan berisik"tegur Michel yang marah mendengar Genta berteriak.


"i...iii..itu dokter Michel"kata dokter Genta yang berusaha mengatur nafas.


"tarik nafas dulu dok, nih minum dulu"kata Vira ramah pada dokter Genta membuat salah satu pria menatap Genta tajam.


"makasih"kata dokter Genta tersenyum pada Vira.


"ada apa?"tanya Michel menatap Genta.


"kita sudah mendapatkan cara untuk membuat nona Christy melewati masa komanya"kata Genta membuat Michel sangat terkejut.


"jangan bohong"kata Michel menatap tajam pada Genta.


"saya tidak bohong dok, saat saya mau mengoperasi pasien yang pendarahan otak tadi. Dokter Renal mengatakan sudah ada cara, tetapi semua dokter yang menangani nona Christy harus mengadakan rapat untuk mengetahui apa cara ini akan berhasil atau tidak"kata dokter Genta dengan wakah sumringahnya.


"setelah kamu operasi pasien tadi, segera kumpulkan dokter yang bersangkutan dalam kondisi Chris. Secepatnya"kata Michel menepuk pundak Genta.


"baik dok, saya keluar dulu"kata dokter Genta lalu keluar dari sana.


"akhirnya"kata Richard menatap sendu dan tersenyum bahagia pada Christy.


"terimakasih tuhan"kata Michel mengecup kening Christy.


"bang, gue keluar dulu. Kita pasti berhasil"kata Michel tersenyum pada Richard, lalu pergi dari sana.


"princess pasti bangun"kata Richard yang sangat bahagia dan langsung memeluk Vira.


"penantian kita selama 3 tahun gak akan sia-sia"kata Vira yang juga bahagia.


"setelah semua ini kita akan bersama"kata Richard melepaskan pelukannya lalu menatap wajah Vira.


"ma..ma....maksud kamu?"tanya Vira tergagap-gagap karena melihat tatapan Richard.


"kamu akan jadi milik saya"kata Richard tersenyum sangat manis membuat Vira semakin salah tingkah

__ADS_1


"ya tuhan, apa dia benar-benar manusia? Kenapa dia sangat tampan. Wajahnya mendekati kata sempurna, hidung mancung, rahang kokoh dan mata tajam. Sangat tampan"batin Vira, membuat Richard tersenyum karena tahu apa yang Vira katakan didalam hatinya itu.


"saya memang tampan sejak lahir"kata Richard mengalihkan pandangannya.


"dasar tukang baca batin orang"kata Vira kesal.


"cantik"kata Richard dan mengecup singkat bibir pink Vira.


"Richard gak ada malunya ih. Nyium orang depan adeknya sendiri"kata Vira menutup bibirnya.


"kalau princess lihat, pasti dia akan menutup mata dan tertawa"kata Richard tersenyum.


//skip//


Disebuah ruangan lebih dari 10 dokter dari berbagai negara berkumpul, mereka sedang membicarakan sesuatu yang penting. Sudah 3 tahun pembahasan itu terus saja diulang, semua sudah dicoba. Operasi sudah di lakukan. Namun belum ada kemajuan sama sekali.


Putus asa? Tidak ada kata putus asa yang keluar dari mulut para dokter itu, kesembuhan pasien penting bagi mereka. Terlebih lagi seorang pasien yang sangat bepengaruh.


"baik, sebelumnya saya akan memberitahu hasil penelitian yang saya lalukan. Kita bisa membuat pasien sadar dengan melakukan operasi ***"kata dokter bernama Renal itu. Seketika semua dokter terkejut mendengarnya.


"tapi dok, *** adalah operasi dimana pasien dalam keadaan sadar, itu tidak mungkin melihat kondisi pasien yang koma saat ini"kata salah satu dokter yang sudah cukup tua.


"berapa persen keberhasilan *** jika kita lakukan?"tanya Michel dengan wajah seriusnya.


"90% pasien akan pulih"kata dokter Renal tersenyum. Namun senyuman itu seketika hilang.


"pasien masih dalam keadaan koma, melakukan operasi *** tidak mungkin bisa"kata salah satu dokter yang masih belum mengerti arah pembicaraan dokter Renal.


"maaf dokter, saya memang dokter spesialis bedah saraf. Namun *** saya belum pernah mempelajari hal itu"kata salah satu dokter.


"*** adalah prosedur operasi dengan memasang elektroda di dalam otak yang terhubung dengan perangkat stimulasi atau pacemaker menggunakan kawat halus. Pacemaker tersebut ditempatkan di bawah kulit, tepat di bawah tulang selangka"kata Michel menjelaskannya dengan sangat teliti.


"tapi dokter Michel, pasien mengalami kanker otak dan itu sudah stadium akhir/lanjut. Apa *** tidak akan memperburuk keadaan pasien?"tanya dokter Genta membaca hasil penelitiannya miliknya.


"sebelum melakukan *** kita harus melakukan operasi pengangkatan kanker itu dari kepala pasien. Setelah kanker itu diangkat,70% kemungkin pasien akan sadar. Dan *** akan di lakukan"kata dokter Renal menjelaskan hasil penelitian miliknya.


"apa kamu yakin ini akan berhasil?"tanya Michel yang masih ragu.


"sebelumnya maaf jika saya tidak sopan dokter. Dari perkataan dokter sepertinya anda tidak mempercahai rekan anda sendiri"kata dokter Renal menatap Michel.


"nyawa tunangan saya dipertaruhkan disini"kata Michel marah menatap Renal.


"keberhasilan akan mencapai 100% namun..."kata Renal terhenti.


"namun?"tanya Michel.


"kita harus melakukan 3 kali operasi sekaligus. Dan itu harus diselesaikan dalam 1 hari saja, jika tidak pasien akan meninggal saat melakukan operasi terkahir"kata dokter Renal membuka kacamatanya dan memijat plipisnya.


"tidak mungkin dokter Renal, itu sangat beresiko baik untuk pasien dan juga dokter. Operasi pengangkatan kanker yang berada tepat di tulang belakang tengkorak pasien, akan memakan waktu 12 jam. Itu sudah cukup membuat dokter dan para suster kewalahan. Operasi untuk membuat otak pasien kembali bekerja akan memakai waktu 3 jam. Dan operasi ***..."kata dokter Genta terhenti sebentar.


"hanya setengah jam"kata Michel yang sedari tadi diam.


"apa anda bisa?"tanya salah satu dokter pada Michel.


"saya yang akan melakukan operasi, kalian bisa ikut. Tapi hanya sebagai asisten diruang operasi, jangan ikut campur"kata Michel menatap semua dokter.


"tapi dok, ini akan membahayakan anda. Kita bisa melakukannya bergantian. Saya bisa melakukan operasi pertama, dokter Renal bisa melakukan operasi kedua dan *** akan di lakukan dokter...."kata dokter Genta melirik satu persatu dokter yang ada disana.


"kalian belum pernah melakukan operasi ***. Hanya saya"kata Michel.


"saya akan melakukan semua operasinya. Siapkan hari dan waktunya, jangan sampai ada kesalahan"kata Michel lalu berdiri dan keluar dari sana.

__ADS_1


"dia bisa mati hanya karena seorang gadis"kata dokter Renal tersenyum sinis menatap punggung Michel yang hilang bersamaan dengan tertutupnya pintu.


"kamu akan kembali Chris."batin Michel bahagia


__ADS_2