Fake Nerd Is Leader Mafia In The World TROUBLEMAKER

Fake Nerd Is Leader Mafia In The World TROUBLEMAKER
BAB 84


__ADS_3

Sudah 3 hari semenjak keluarnya Christy dari rumah sakit, gadis itu kembali beraktivitas seperti biasanya. Meskipun selalu ada hal yang membuatnya terluka walau hanya sedikit.


Raka dkk mulai kembali meramaikan mansion Raymond. Fara dan Tasya juga sudah kembali dari misi mereka. Christy dkk juga sudah mulai menyiapkan strategi untuk pertempuran nanti.


Raja yang semakin hari semakin dekat dengan Christy, membuat Raka sedikit cemburu melihatnya. Christy tahu yang Raka rasakan tapi ini semua ada alasannya.


"bang, ayah kemana?"tanya Christy pada Raja.


"ayah sudah ke kantor"jawab Raja.


"kenapa ayah selalu pergi sangat pagi, bahkan aku gak sempat lihat ayah"kata Christy.


"maklumi saja Chris. Ayah sedang sibuk"kata Raka dengan suara lembutnya.


"hmm lalu bunda?"tanya Christy.


"entahlah"kata Raka tersenyum sinis.


"Far, Sya. Kalian semobil sama gue yah"kata Christy.


"iya Chris"jawab Tasya dan Fara bersamaan.


"kenapa gak sama aku ajah?"tanya Michel.


"aku mau ngomong sesuatu sama mereka Cel"kata Christy berusaha memberi pengertian pada kekasihnya itu.


"hmm okey"kata Michel tersenyum.


"yaudah kesekolah yuk, bbang nih kuncinya"kata Christy memberikan Raja kunci mobilnya.


"loh katanya kamu sama Fara dan Tasya. Kenapa ngasih kunci ke Raja?"tanya Raka bingung.


"aku juga sama bang Raja"kata Christy.


Raka hanya diam dan ikut keluar bersama yang lain. Dimobil Christy ada Fara, Tasya dan Raja yang mengemudi. Mereka berempat membahas soal pertempuran nanti.


Raja yang sudah mulai mengusai teknik bela diri sudah bisa ikut turun bertempur nanti, Raja berlatih sangat keras membuat Christy merasa bahagia melihat usaha abangnya itu.


"malam ini kita menginap di markas"kata Christy.


"tapi Chris, kalau bang Raka nanya gimana?"tanya Raja.


"aku yang urus bang"kata Christy.


"Chris, kata jendral pertempuran nanti dipimpin Rahel. Emangnya benar?"tanya Tasya.


"iya. Dia sudah harus mulai memimpin saat pertempuran"kata Christy.


"sebenarnya apa rencana lo soal Rahel? Kenapa harus dia yang mimpin pertempuran. Sementara lo sama jendral masih bisa?"tanya Fara yang mulai penasaran apa tujuan Christy.


"kalian akan tahu nanti apa alasan gue tunjuk Rahel sebagai pemimpin pertempuran. Karena saat pertempuran, gue sama bang Richard memiliki lawan yang berbeda dari kalian"kata Christy.


"lawan berbeda? Maksud kamu?"tanya Raja bingung.


"lawan kami berbeda dari kalian nanti, kalian hanya akan melawan para anggota BD saja. Sementara gue sama bang Richard akan berhadapan dengan leader BD"kata Christy.


"Alex?"tanya Raja.


"iya bang"jawab Christy.


"kenapa harus kamu? Ada bang Richard kan. Itu terlalu berbahaya buat kamu Chris"kata Raja khawatir.


"tapi dia adalah musuh aku yang sebenarnya bang, dia tidak bisa lepas dari aku. Setelah dia aku akan menghabisi semua orang yang berhubungan dengan dia"kata Christy.


"jangn bilang?"tanya Tasya.


"seperti yang ada di otak lo Sya"kata Christy yang tahu apa yang Tasya fikirkan.


"wah gue selalu gak bisa nebak cara berfikir lo Chris. Tapi lo selalu bisa buat orang terkejut sama rencana lo"kata Tasya tersenyum.


"sebelum pertempuran kita harus selesaikan masalah lain"kata Christy.


"soal itu udah kita fikirin Chris"kata Fara.


"sorry Far, Sya. Karena masalah ini kalian harus memilih"kata Christy menatap kedua sahabatnya.


"itu udah resikonya Chris, kita sahabatan dan kita satu team"kata Tasya.


"lo gak usah minta maaf, ini udah resikonya. Sejak awal kita udah tahu dan mau tidak mau harus tetap terjadi"kata Fara tersenyum.


"makasih"kata Christy.


//skip//


Jam istirahat di IHS baru saja dimulai, seantero IHS berhamburan menuju kantin. Christy dkk dan Raka dkk pun pergi kekantin bersama.


Saat masuk diarea kantin mata Christy melihat Putri dan Zee yang sedang bersama. Kebersamaan keduanya cukup membuat Christy merasa cemburu. Putri adalah sahabatnya sejak lama namun Zee dengan gampangnya merebutnya Putri darinya.

__ADS_1


Fara menepuk pundak Christy dan tersenyum, Fara tahu arti tatapan mata Christy. Christy hanya membelas senyuman Fara dan mengalihkan pandangannya.


Raka dkk dan Christy dkk sudah duduk dan ingin memesan sesuatu, Christy menunggu Fara dan Tasya yang masih bingung mau memakan apa.


"kamu mau apa?"tanya Michel pada Christy.


"hmm jus mangga ajah deh Cel"kata Christy.


"gak makan hmm?"tanya Michel mengelus rambut Christy.


"aku lagi gak lapar"kata Christy tersenyum tipis.


"yaudah"kata Michel tersenyum.


BRAK


Suara meja yang ditendang cukup keras membuat seisi kantin fokus pada meja Cjristy dkk. Christy menatap orang itu tajam. Christy sedang tidak ingin di ganggu. Tapi, orang itu malah membangunkan singa tidur.


Sedangkan orang yang menendang meja itu hanya bertolak pinggang dengan wajah sinisnya, Fara dan Tasya tersulut emosi melihat kelakuan orang itu yang tidak lain adalah Zee.


"lo kalau gak di ganggu bisa engga, jangan cari masalah? Sumpek gue lihat muka lo"kata Tasya yang sangat marah.


"woy santai"kata Putri membela Zee.


"ada pahlawan kesiangan nih"kata Fara menatap Putri sinis.


"maksud lo apaan"kata Putri hendak mendorong Fara namun tangannya langsung ditahan Christy.


"jangan sentuh sahabat gue"kata Christy menghempas kasar tangan Putri.


"jangan sok jadi pahlawan deh Chris, lo tuh jadi orang sok jago banget tahu gak"kata Zee membuat Christy menunjukan smirk andalannya.


"mending sok jago dari pada gak tahu malu kayak lo"kata Christy tersenyum sinis membuat orang yang melihatnya merinding.


"kalian pergi ajah sekarang, mau muntah gue lihat muka kalian"kata Fikra kesal.


"diam lo"kata Zee marah.


"widih santai dong, dasar genit"kata Fikra bertos ria dengan Dimas sambil tertawa.


"lo mau apa lagi sih, gue udah bilang jangan gangguin cewek gue"kata Michel menarik Christy ke belakangnya.


"kamu apa-apaan sih Michel, kamu tuh harusnya sadar aku lebih cocok sama kamu dibanding cewek berandalan itu"kata Zee membuat Christy tertawa kecil seperti mengejek.


"mau cewek gue berandalan atau gak, itu urusan gue. Gue mending punya cewek yang berandalan dari pada gak tahu malu kayak lo"kata Michel membuat seisi kantin meriaki Zee.


Zee menarik rambut Christy cukup kuat, bukannya melawan Vhristy hanya diam membiarkan Zee melakukan hal yang disukainya.


Michel yang melihat Christy ditarik rambutnya oleh Zee, membuat pria itu sangat marah. Michel manarik paksa tangan Zee hingga terlepas dari rambut Christy.


"Chris kamu gak apa-apa?"tanya Raka.


"gak bang"jawab Christy santai.


"lo gila HAH"kata Michel marah menatap Zee.


"aku kayak gini karena kamu Michel, aku cuma mau kamu jadi milik aku dan tinggalin Christy"kata Zee menatap Michel.


"udah gue bilang berapa kali, Chris jauh lebih baik dari lo dan lo gak akan mungkin bisa gantiin posisi Chris dihati gue. Ngerti lo"kata Michel.


"aku akan lakuin apapun demi dapetin kamu, termaksud dengan cara melukai Christy"kata Zee.


"dengar baik-baik, sedikit saja lo sakiti milik gue. Gue pastiin lo gak akan pernah hidup tenang ngerti"kata Michel mendorong Zee cukup keras untung saja Putri menahan Zee.


"KALIAN SEMUA DENGAR"teriak Michel pada semua murid yang ada di kantin.


"gue gak akan pernah biarin siapapun lukai cewek gue. Dan kalian bisa lihat cewek ini sakit jiwa, dia terlalu terobsesi sama gue sampai berkelakuan seperti ini. Dasar memalukan"kata Michel menunjuk Zee.


"HUUUU"


"dasar gak punya malu"


"mimpi banget sih mau rebut Michel dari Christy"


"harusnya lo tahu diri kali"


"mukanya doang yang cantik, kelakuannya jelek"


"kalua mimpi jangan ketinggian nanti jatuhnya sakit"


"hahahahh"


Seketika kantin ramai dengan suara tawaan dan hinaan untuk Zee. Zee langsung pergi dengan wajah malu di ikuti oleh Putri. Michel tersenyum sinis karena merasa puas sudah membuat Zee malu.


Michel langsung mendekat kearah Christy lalu memeluknya. Christy membalas pelukan Michel yang sangat nyaman.


"kamu gak apa-apa kan?"tanya Michel mengusap rambut Christy

__ADS_1


"gak apa-apa Cel, makasih yah"


"gila yah tuh anak"kata Dimas kesal.


"udahlah gak penting urus cewek gila itu"kata Christy seperti tidak mau pusing memikirkan kelakuan Zee tadi.


//skip//


Jam menunjukan pukup 4 sore, Raka dkk dan Christy dkk sedang berkumpul bersama. Mereka bercanda bersama sambil memakan jajanan yang disiapkan maid dimansion Raymond.


Mereka terlihat sangat senang dan tidak ada yang mengganggu. Saat mereka sedang asik tertawa, tiba-tiba mereka semua diam karena melihat ada Siska dan Zee yang datang.


Christy membuang nafasnya kasar, berharap Siska tidak mengatakan sesuatu yang menyakitinya lagi.


"Michel bunda ingin bicara"kata Siska membuat Michel menatapnya.


"kenapa bun?"tanya Michel dengan nada tidak suka.


"kamu kenapa kasar sama Zee"kata Siska membuat Michel jengah.


"dia pantas mendapatkannya"kata Michel.


"kamu jangan seperti itu, kasihan Zee. Dia gadis yang baik kenapa kamu seperti ini"kata Siska membela Zee.


"mau baik atau tidak, bukan urusan aku bun"kata Michel.


"Cel"tegur Christy memegang tangan Michel.


"bunda ini semua karena Christy. Dia yang hasut Michel supaya kasar sama aku"kata Zee dengan wajah yang seperti korban dalam hal ini.


"lo ngomong apaan sih"kata Tasya marah.


"apaan lo, kalian semua sama ajah. Kalian buat Michel jauh dari gue"kata Zee.


"lo harusnya ngaca dong, lo itu siapa hah. Lo gak punya malu banget sih"kata Revano marah.


"jaga bicara kalian jangan seperti itu pada Zee"kata Siska membelaa Zee.


"bisa berhenti? Sakit telinga gue dengerin kalian"kata Christy dengan tatapan marahnya.


"dan lo gue ingetin sama lo. Mau sekeras apapun usaha lo buat ambil Michel dari, itu semua gak akan pernah terjadi. Ngerti lo"kata Christy menunjuk Zee.


"emang lo siapa hah? Baru juga jadi pacar udah sok banget"kata Zee dengan senyuman sinisnya.


"lo udah tahu kalau gue pacarnya Michel, seharusnya lo sadar lo itu pengganggu dihubungan gue"kata Christy mendorong Zee hingga gadis itu mundur.


"jangan sentuh dia"kata Siska menarik Zee kebelakangnya.


"kapan sih bunda sadar, dia itu alasan kenapa keluarga kita hancur bun. Dan sekarang dia mau ngambil Michel dari aku, apa bunda masih belum sadar?"kata Christy menatap Siska dengan tatapan marahnya.


"seharusnya Nichel bersama Zee, tapi karena ada kamu semuanya berantakan. Dasar pembawa sial"kata Siska membuat hati Christy lagi dan lagi sakit.


"bunda udah"kata Raja marah lalu menarik Christy berdiri dibelakangnya.


"kamu belain dia dari pada bunda? Bunda ini orangtua kamu Raja"kata Siska.


"tapi kelakuan bunda bukan seperti seorang orangtua"kata Raja marah.


"dan lo kalau ajah lo bukan cewek, udah dari dulu gue mukul lo habis-habisan"kata Raja menunjuk Zee.


"sekarang bunda harus pilih, bunda pilih dia atau aku dan keluarga kita"kata Raja dengan tatapan marahnya.


"apa maksud kamu? Mana mungkin bunda harus memilih"kata Siska.


"bukan itu jawaban yang aku mau denger bun, apa susah bunda bilang kalau bunda pilih keluarga kita. Apa sebesar itu arti cewek licik itu untuk bunda"kata Raja.


"Raja udah"tegur Raka.


"dan buat bunda. Raka bingung harus ngomong apa lagi sama bunda supaya bunda sadar, mana yang benar dan mana yang salah"kata Raka.


"bunda akan buktikan, kalau anak sial itu tidak sebaik yang kalian fikir"kata Siska menunjuk Christy lalu pergi bersama Zee.


"bang kita pergi sekarang"kata Christy pada Raja.


"kalian mau kemana?"tanya Raka.


"Chris kamu mau kemana?"tanya Michel.


"aku sama bang Raja gak pulang malam ini. Kita ada urusan, besok pagi kita ketemu disekolah"kata Christy lalu menarik Raja keluar di ikuti Fara dan Tasya.


"Ka, lo tahu sesuatu? Belakangan ini Raja selalu ada urusan sama Chris?"tanya Michel pada Raka.


"iya Ka, gue perhatiin Raja makin hari makin sibuk sama Chris"kata Fikra.


"gue gak tahu, bahkan Chris udah gak pernah ngobrol sama gue"kata Raka tersenyum masam lalu pergi.


"sebenarnya apa lagi yang kamu sembunyikan dari aku Chris"batin Michel.

__ADS_1


"kamu menjauh sekarang, abang merasa kamu semakin hari semakin jauh. Sebenarnya ada berapa banyak rahasia yang abang tidak tahu Chris"batin Raka sendu.


__ADS_2