
Author pov
Pagi ini, Christy berangkat kesekolah bersama Michel. Tidak seperti biasa, Michel hanya diam tanpa berbicara bersama Christy.
Christy dibuat sedih, melihat sikap Michel yang berubah menjadi pendiam. Sejak bertemu dengan Rasya hari itu.
"Cel"panggil Christy, sambil melihat wajah Michel.
"hmm"jawab Michel, tanpa mengalihkan pandangannya dari arah jalan.
"Cel, lihat aku"kata Christy, namun Michel terlihat fokus karena sedang menyetir.
"aku lagi nyetir Chris"kata Michel, dengan pandangan fokus kedepan.
"berhenti"kata Christy dengan penuh penekanan
"ngomong ajah, aku dengerin kok"kata Michel, membuat Christy semakin marah.
"berhenti Cel"kata Christy, namun tidak didengarkan Michel.
"ngomong ajah, aku dengerin kok"kata Michel. Kali ini, benar-benar membuat Christy marah
"BERHENTI MICHEL"bentak Christy. Sukses membuat Michel merem mobilnya mendadak, karena terkejut.
"kamu kenapa sih Chris?"tanya Michel, yang terlihat marah
"kamu yang kenapa Cel. Kamu berubah"kata Christy menatap mata Michel
"aku gak berubah. Aku biasa ajah Chris"kata Michel, mencoba untuk tidak menatap mata Christy.
"sikap kamu, makin hari makin possesive. Itu bukan seperti sikap kamu yang aku kenal"kata Christy, yang sudah kesal dengan perilaku Michel akhir-akhir ini.
"kamu pacar aku. Dan aku berhak, untuk possesive ke kamu"kata Michel penuh penekanan.
"apa alasannya Rasya?"tanya Christy membuat Michel terdiam sejenak.
"jika memang dia alasannya. Berarti kamu gak percaya sama aku, apa cuma segitu doang kepercayaan kamu?"tanya Christy, menatap sendu wajah Michel.
"aku percaya sama kamu Chris. Tapi, gak sama cowok itu"kata Michel, yang akhirnya menatap mata Christy.
"aku mohon, berhenti berfikir jika aku akan pergi. Aku ada didekat kamu, dan akan selalu seperti itu"kata Christy, mencoba membuat Michel mengerti.
"apa kamu sudah mencintai aku?"tanya Michel, membuat Christy menghembuskan nafasnya gusar.
"kata itu, sangat berharga bagi aku. Tidak untuk sekarang aku ucapkan, ada saat dimana aku mengucapkan itu"kata Christy, menatap sendu wajah Michel.
"tapi kapan Chris? Aku pengen denger, kamu bilang cinta langsung ke aku. Kehadapan aku Chris"kata Michel
"aku mohon, jangan paksa aku Cel. Aku akan bilang, jika waktunya sudah tepat. Sekarang, waktunya benar-benar belum tepat"kata Christy dan hendak membuka pintu mobil
"kamu mau kemana Chris?"tanya Michel
"aku kesekolah sendiri Cel. Temuin aku, kalau kepercayaan yang selama ini kamu kasih keaku udah kembali sepenuhnya. Jangan temuin aku, kalau rasa kepercayaan itu belum ada. Tidak ada gunanya, jika sebuah hubungan tanpa kepercayaan"kata Christy lalu keluar dari mobil.
Michel semakin frustasi, Michel mengacak rambutnya. Memukul stirnya beberapa kali, membuat tangannya berdarah.
"maaf Chris. Aku bukannya gak percaya sama kamu, tapi aku cuma takut kehilangan orang yang berharharga dihidup aku"batin Michel
//skip//
Sekarang, Christy sudah sampai disekolah. Christy tidak mengikuti jam pelajaran pertama, karena dia lebih memilih tidur diruangannya.
Christy masih memikirkan, tentang pertengkarannya bersama Michel dimobil tadi. Sungguh Christy tidak berniat, untuk membuat Michel menjadi frustasi.
Christy hanya mau, Michel mempercayainya. Itu saja. Christy menutup matanya, dan sesekali membuka matanya untuk melihat jam didinding.
Sedangkan dilain tempat, Michel sedang belajar, lebih tepanya dia hanya duduk dikelas, tetapi fikirannya bukan kepelajaran. Melainkan pada Christy.
__ADS_1
Michel masih bingung, dengan hatinya sendiri. Kenapa rasa takut itu sangat besar. Rasa takut kehilangan itu, benar-benar tidak bisa hilang.
Baru saja, Michel merasa bahagia bersama Christy. Tiba-tiba Rasya muncul, dengan senang hati ingin merebut miliknya.
Jika membunuh seseorang, tidak berdosa dan tidak akan membuat orang masuk penjara. Sudah lama Michel membunuh Rasya.
Kring....kring...kring
Bel istirahat sudah berbunyi, Raka dkk hendak berdiri dari tempat duduk mereka. Tatapi saat mereka balik kebelakang, mereka melihat Michel yang sedang melamun.
"kenapa lagi tuh sahabat lo?"tanya Raja, merangkul pundak Dimas.
"sahabat lo juga begk"kata Dimas, menatap malas kearah Raja
"Cel, udah bel istirahat. Ke kantin yuk"ajak Fikra, membuat lamunan Michel buyarm
"nanti gue nyusul. Gue mau ke toilet dulu"kata Michel berdiri, lalu meninggalakn Raka dkk.
"pasti mereka bertengkar lagi"kata Raka, merasa jika terjadi sesuatu antara Michel dan Christy.
Michel langsung keluar dari kelas, menuju toilet. Setiap koridor yang dilewati Michel, dia selalu mencari keberadaan gadisnya.
Hati Nichel tidak tenang, setelah pertengkaran itu terjadi. Michel tidak suka situasi seperti ini, dimana Christy marah padanya.
"Cel"teriak Fara, dari ujung koridor. Gadis itu berlari kearah Michel.
"eh, Far. Lo lihat Chris gak?"tanya Michel
"Chris ada diruangannya. Gak usah lo ganggu, dia lagi tidur. Kalian habis berantem kan"kata Fara
"hmm"jawab Michel dengan dehemannya
"pulang sekolah, gue tunggu dicafe dekat RD HOSPITAL. Jam 5 sore yah"kata Fara, membuat Michel bingung.
"emang mau ngapain kesana?"tanya Michel penasaran.
"gue gak mau"kata Michel, yang terlihat tidak suka
"lo harus mau Cel"kata Fara
"gak penting Far"kata Michel, menatap kesal wajah sahabat kekasihnya itu.
"lo harus datang Cel. Supaya lo tau, alasan kenapa Rasya pergi dan balik lagi sekarang"kata Fara, mencoba meyakinkan Michel
"alasannya, karena dia mau ngambil Chris dari gue. Apa kurang jelas Far"kata Michel, yang terlihat sangat marahm
"ini, yang buat Chris marah sama lo. Lo itu suka nilai seseorang, sebelum tau apa yang sebenarnya"kata Fara, yang juga menjadi kesal. Menghadapi Michel yang selalu nething pada seseorang.
"kalau lo mau, hubungan lo sama Chris tetap baik. Lo datang sore ini ke cafe yang gue bilang tadi. Terserah lo mau gimana Cel, gue cuma bisa bantu lo sama Rasya segini doang"kata Fara
"gue mau, lo datang Cel. Gue gak mau lihat lo sama Chris, berantem terus. Lo harus tau alasan Rasya"kata Fara menepuk pundak Michel lalu pergi.
Michel terduduk dikursi yang ada dikoridor, memikirkan perkataan Fara tadi. Michel bingung, apa dia harus bertemu Rasya atau tidak.
Menemui pria yang dicintai kekasihnya, itu benar-benar menyakitkan. Untuk apa pria itu, mau bertemu dengannya. Fikir Michel.
"apa ketemu Rasya, bisa menyelesaikan masalah. Gue takut, semua malah semakin runyam"batin Michel
Sedangkan dilain tempat, Raka dkk dan Christy dkk sedang makan dikantin. Tanpa kehadiran Michel dan Fara. Christy makan dan hanya diam, dengan ekspresi datar miliknya.
"si Michel ketoilet lama amat. Ritual kali yah"kata Fikra
"ritual di toilet dapat apa curut"kata Raja, menjitak kepala sahabatnta itu.
"Fara kemana?"tanya Tasya
"dia ngambil HP, ketinggalan di kelas katanya"kata Raka, membuat Tasya mengangguk.
__ADS_1
"Chris, lo lagi marahan sama Michel yah?"tanya Dimas penasaran.
"Chris, lo berantem kenapa lagi sih?"tanya Putri bingung.
Saat sedang membahas sesuatu, Michel datang dan langsung duduk dihadapan Christy. Christy hanya melirik sekejap, lalu kembali fokus dengan makanannya.
"kalian berantem lagi?"tanya raka, menatap Michel yang baru saja datang.
"gak"jawab Michel, menatap Christy yang fokus dengan makanannya.
"kalian putus?"tanya Fikra, membuat mereka semua menatap Fikra horor.
"bisa dibilang begitu"kata Christy santai. Membuat mereka semua terkejut, termaksud Michel yang menatap Christy terkejut.
"kita gak putus Chris"kata Michel, yang terlihat marah.
"menurut kamu mungkin"kata Christy menatap balik Michel. Membuat Michel semakin marah.
"Chris, jangan buat aku marah"kata Michel. Menatap lekat mata Christy.
"biasa ajah kali, gue ajah biasa"kata Christy mengubah cara bicaranya menjadi nyolot dan menggunakan kata GUE.
"Cel, Chris. Ini kantin, kalian dilihatin orang-orang"kata Raka, memperingati sepasang kekasih itu
"yaelah, biasa ajah kali"kata Christy santai
"kamu Clara, bukan achris"kata Raka, melihat bola mata Christy yang berubah menjadi biru.
"gue emang Clara. Kenapa hah? Marah? Gak suka?"tanya Clara sangat nyolot.
Clara, adalah kepribadian lain milik Christy. Clara orang yang berbicara sangat nyolot, kepribadian Clara akan keluar jika Christy sedang sedih. Clara tidak suka, saat melihat Christy yang dianggap adiknya merasa sedih.
"dasar cowok penakut"kata Clara menatap sinis Michel. Sambil tersenyum sinis.
"maksud kamu?"tanya Michel bingung.
"hanya karena dia kembali, lo jadi takut? Hahaha dasar penakut, apa lo takut tersaingi?"tanya Clara mengejek Michel.
"Clara, jaga bicaramu. Kamu menyakiti Michel"kata Raja, menegur Christy alias Clara.
"itu kenyataan bang. Dia terlalu penakut. Karne rasa takutnnya itu, dia sampai gak percaya sama adikku. Chris sedih karena pria itu. Dasar bre**sek"kata Clara, menunjuk Michel, sambil menatapnya sinis.
Sedangkan Michel, dia hanya diam. Mendengarkan Christy/Clara berbicara.
"ini peringatan pertama dari gue. Berhenti buat adek gue sedih, jangan buat Chris sedih, dan buat Angel yang keluar. Gue pastiin, kalau Angel yang menguasai tubuh Chris, lo bakal mati sia-sia di tangan Angel"kata Clara, tersenyum sinis.
"bang, gue udah selesai. Nih"kata Clara, memberikan Raka pisau.
Raka langsung mengiris lengan Christy, seketika badan Christy ambruk. Raka langsung meggendong christy ala brydal style.
"gak usah difikiran Cel. Clara emang gitu orangnya, kalau ngomong pasti nusuk"kata Raja, menepuk pundak Michel.
"Cel, lo udah denger kan peringatan Clara. Jadi gue mau, berhenti merasa takut hanya karena Rasya kembali"kata Tasya, lalu menyusul Raka diikuti Putri.
"berhenti possesive Cel. Ini bukan lo yang gue kenal"kata Fikra menatap Michel.
"selesaiin semuanya dengan kepala dingin"kata Dimas, memberikan saran pada Michel.
"kita sahabat Cel. Kapan pun lo butuh, pasti kita ada"kata Raja
"makasih, gue beruntung punya sahabat kayak kalian"kata Michel, berusaha tersenyum.
Michel menampilkan fake smilenya, perkataan Clara benar benar menusuk baginya. Michel kembali memikirkan hari-hari kemarin, disaat sikap possesivenya itu membuat Christy tidak nyaman.
Michel akui, die memang salah. Tapi Michel benar-benar takut, jika Christy meninggalkannya.
"maaf karena sikap aku, kamu menjadi sedih. Maaf membuatmu merasa terganggu dengan kepossesivannku, aku akui, aku salah. Aku hanya takut, orang yang aku cintai pergi. Hanya itu saja, kumohon tetap disampingku. Bersamamu selamamya"batin Michel
__ADS_1
"ini semua salah gue. Maaf buat kalian tersakiti, gue janji akan perbaiki semuanya"batin seseorang yang melihat kejadian itu.