
"BAS**RD"
BUGH
BUGH
BUGH
Alex tersungkur kelantai dan terkulai lemas, Zee langsung mendekat kearah kakaknya dan memeluk kakaknya itu.
Richard hanya menyaksikannya tanpa mau menahan orang itu, Raka dan Raja langsung menahan orang itu dan menenangkannya.
Zee sudah menangis sambil memeluk Alex. Michel memang tidak menyukai Zee tapi Michel merasa kasihan terhadap gadis itu. Zee menatap Michel seolah meminta bantuan pada pria itu.
Sedangkan orang yang memukul Alex,dia hanya tersenyum sinis membuat suasana semakin mencekam. Wijaya dan Megan dibuat terdiam dengan tontonan barusan.
Anak mereka terlihat sangat menakutkan, orang yang memukul Alex adalah Christy. Entah sejak kapan Christy berada disana, Christy tiba-tiba muncul dihadapann Alex membuat semua orang terkejut.
"Chris udah, kasihan dia"kata Michel menatap Alex kasihan.
"bukan urusanku"kata Christy sinis.
"ini terkahir kalinya, gue lihat kalian berdua ada di sini. Keluar SEKARANG"kata Christy dengan nada yang sangat menakutkan.
"kak hiks hiks"kata Zee memeluk kakaknya yang lemas tetapi masih sadar.
"jangan menangis"kata Alex pada adiknya itu.
Michel langsung membantu Alex berdiri dan membawanya keluar, biar bagaimanapun Michel yang mengajak mereka ke indonesia. Utu artinya Michel bertanggung jawab atas mereka.
Christy hanya tersenyum sinis menatap punggung ketiga orang itu yang perlahan menghilang, lalu Christy menatap satu persatu orang yang ada disana.
Raymond dan Wijaya merasa sedih, saat melihat tatapan anak mereka yang sangat dingin. Megan dan Siska saling menguatkan karna melihat sikap Christy yang acuh.
Ketiga sahabat Christy hanya tertunduk sendu. Ini yang mereka takutkan, disaat Christy kembali seperti dulu. Bersikap dingin, acuh,dan seperti iblis yang sangat mematikan.
Raka, Raja, Revano,dan Faris juga merasa sedih. Saat melihat tatapan dingin milik Christy, Christy menatap mereka semua dengan tatapan dingin. Tetapi tatapan dingin itu berubah menjadi sangat redup saat menatap Richard kakaknya.
"jangan lagi, abang mohon"kata Ruchard menatap Christy penuh arti.
"maaf"kata Christy lalu berlalu pergi dan naik keatas lalu masuk kekamarnya.
"Far, kenapa jadi gini"kata Tasya menatap Fara.
"gue kasihan sama Chris"kata Putri
"kita harus kuat, setidaknya untuk Chris"kata Fara memeluk kedua sahabatnya itu.
"tatapan Chris kayak tatapan waktu pertama ketemu kita dulu. Iya kan"kata Fikra menatap para sahabatnya.
"serem beneran, gak bohong"kata Dimas merinding.
"bang dia balik lagi kayak dulu, gue gak suka Chris yang dingin. Gue suka Chris yang ceria"kata Raja menatap Raka.
"lo harus kuat, kita harus tetap disamping Chris. Ini hari-hari sulitnya"kata Raka menepuk pundak kembarannya itu.
"kenapa dia gak bisa bahagia? Coba ajah gue yang mati dan Rasya tetap hidup. Ini gak bakal terjadi"kata Revano.
"sekuat apapun kita merubah takdir, jika semuanya sudah di tetapnya sang pencipta, kita hanya perlu menerima"kata Faris menatap Revano.
"kalian harus kuat"kata Raymond menatap anak-anak muda yang sangat sedih saat ini.
__ADS_1
"ayah, kenapa jadi gini?"kata Raka menatap Raymond.
"kamu harus kuat Rak, demi Chris adikmu"kata Raymond menepuk pundak putranya itu
"benar kata ayahmu, kalian adalah orang terdekat Chris. Jadi kalian harus kuat demi dia"kata Wijaya.
"kenapa anakku menjadi seperti ini? Aku adalah ibu yang sangat buruk"kata Megan dengan air matanya.
"kamu gak boleh ngomong gitu, kita harus kuat demi anak kita"kata Siska bunda Christy.
"terimakasih karna sudah menyayangi anakku, disaat aku justru membuangnya"kata Megan terisak.
"itu adalah kewajibanku, aku sayang padanya karna dia anakku. Anak kita"kata Siska tersenyum.
Sedangkan di apartement milik Michel, dia sedang mengobati luka yang ada di wajah Alex. Zee sesekali meringis melihat luka diwajah kakaknya itu.
Michel memang tidak suka dengan Zee, tapi bukan berarti Michel tidak bertanggung jawab atas Zee dan kakaknya itu. Mereka datang bersama Michel ke indonesi, itu artinya mereka tanggung jawab Michel.
"lo udah makan?"tanya Michel pada Zee.
"udah kok, tadi aku makan sama kak Alex"kata Zee
"lo ganti baju, terus tidur. Uni udah malam"kata Michel.
"tapi kak Alex gimana?"tanya Zee menatap kakaknya itu.
"kakak gak apa-apa, masuklah ganti baju lalu tidur"kata Alex tersenyum tulus pada Zee.
"hmm good night"kata Zee lalu masuk kedalan kamar yang disediakan Michel.
"lo yakin gak mau kerumah sakit? Muka lo bonyok gitu"kata Michel sambil membereskan kotak P3K yang di pakainya tadi.
"gak usah lebay, ini udah biasa buat cowok"kata Alex santai dan bersandara di sofa.
"bukan urusan lo, mendingan lo jauhin dia karna dia itu..."kata Alex terhenti karna Michel lebih dulu berbicara.
"mafia"kata Michel menyambung perkataan Alex.
"lo udah tau?"tanya Alex sedikit terkejut.
"gue udah tahu, itu bukan rahasia bagi orang terdekat keluarga Raymond. Termaksud gue dan sahabat-sahabat gue"kata Michel menatap Alex.
"lo juga mafia kan? Lebih tepatnya leader mafia"kata Michel membuat Alex sedikit terkejut.
"lo kesini cuma nemenin zee liburan, jangan buat masalah. Soal cewek yang mukulin lo tadi, dia pacar gue. Dia emang gitu, jadi lo maklumin ajah"kata Michel.
"emang lo udah tahu, yang lo pacarin itu siapa?"tanya Alex dengan nada sinis.
"maksud lo?"tanya Michel dengan wajah yang bingung.
"kayaknya lo belum tahu cewek lo itu siapa"kata Alex sinis.
"gue gak suka, kalau lo ngomong yang enggak-enggak tentang cewek gue"kata Michel marah.
"mendingan lo cari tahu siapa gadis yang lo pacaran sekarang ini"kata Alex.
"gue gak perlu cari tahu, karna gue tahu semua tentang dia. Gak ada yang terlewat sedikitpun"kata Michel
"ada 1 hal yang mungkin lo belum tahu dan gak bakal pernah tahu tentang dia. Mendingan lo jauhi gadis itu sebelum terlembat"kata Alex lalu pergi meninggalkan Michel.
//skip//
__ADS_1
Jam menunjukan pukul 6 pagi, dimansion Raymond semua orang sedang sarapan bersama. Bahkan keluarga stamford sudah tinggal di mansion Raymond bersama yang lain.
Siska, Megan dan beberapa maid menyiapkan sarapan untuk Raka dkk Fara dkk dan suami mereka. Richard dan Faris duduk berhadapan, Michel duduk disebelah dimas dikursi paling ujung.
Hanya Christy yang tidak ada di meja makan, Michel tidak hentinya melihat kearah tangga berharap Christy turun dari atas. Raka dan Raja hanya duduk dan sarapan dengan wajah sendunya.
Fara dkk juga sangat sedih karna sahabat mereka yang kembali dingin,sifat Christy itu sangat membuat mereka merasa bersalah, karna ikut dalam menyembunyikan penyakit Rasya.
"Chris kok gak turun bunda?"tanya Raja pada Siska bundanya.
"mungkin sebentar lagi, kamu sarapan ajah dulu"jawab Siska berusaha tersenyum di hadapan anaknya itu.
Saat mereka sedang sarapan, Christy turun dengan seragam sekolah lengkap miliknya. Christy mengurai rambutnya dan menggunakan pakaian pas boddy (gak ketat yah)
Mereka semua memperhatikan Christy dari tangga sampai Christy duduk dikursi, jangankan melihat melirikpun Christy enggan. Christy menampilkan wajah datarnya dan pancaran tatapan dingin dari matanya.
Megan menyiapkan roti untuk Christy, sedangkan Siska menuangkan susu kegelas untuk Christy. Christy meminuma susu yang siska berikan dan mengambil roti yang disiapkan Megan, lalu berdiri dari kursinya.
"kamu mau kemana Chris? Babiskan disini sarapan itu"kata Raymond menatap Christy.
"benar kata ayahmu, sarapan disini saja bersama kita"kata Wijaya.
"tidak, terimakasih"kata Christy dengan nada dinginnya.
Christy langsung berjalan meninggalkan meja makan dan keluar dari mansion, mereka semua menatap sendu punggung Christy yang perlahan menghilang itu.
Michel pun merasa sangat sedih, karna gadisnya itu telah kembali seperti dulu. Raka dan Raja juga sedih melihat adik mereka yang baru saja mulai menjadi lebih terbuka, sekarang menjadi sangat tertutup jauh lebih tertutup.
"habiskan sarapan kalian dan berangkat kesekolah"kata Raymond dengan tatapan sendunya.
Siska mengelus-ngelus pundak suaminya itu, Siska sangat sedih dengan sikap Christy yang kembali dingin. Dan Siska juga tahu jika suaminya jauh lebih sedih darinya.
Siska tahu persis jika suaminya itu sangat sayang pada Christy, walau Christy bukan anak kandung mereka. Awal pertemuan Raymond dengan Christy pun , Siska masih mengingatnya dengan jelas. Wajah ceria Raymond saat melihat Christy kecil yang berumur 7 tahun waktu itu.
Setelah selesai sarapan, mereka semua berpamitan dan berangkat kesekolah menggunakan mobil masing-masing.
Sedangkan Christy, dia tidak langsung kesekolah melainkan kemakan milik Rasya. Jaraknya cukup jauh membutuhkan waktu setengah jam,Christy membawa sebuket bunga lily putih yang disukai Rasya.
Setengah jam berlalu mobil Vhristy berhenti didepan pintu masuk pemakanan, Christy turun membawa buket bunga itu dan menggunakan kacamatanya.
Christy berjalan masuk kedalam pemakaman, Christy berhenti tepat disatu makam yang ada dibawah pohon yang sangat rindang. Terlihat sangat sejuk jika duduk disana.
Christy berjongkok sejajar dengan batu nisan yang bertuliskan nama Rasya, foto Rasya pun masih terpajang disana. Kuburan itu masih terlihat cantik dimata Christy.
Christy menyimpan buket itu disamping batu nisan milik Rasya,Christy lebih dulu berdia untuk almarhum Rasy, pria yang dicintainya itu.
"Aya, aku datang lagi. Kamu bisa denger aku kan"kata Christy seolah sedang berbicara pada Rasya.
"maaf yah, aku keseringan datang kesini. Soalnya aku kangen banget sama kamu"kata Christy tersenyum tipis sambil mengelus batu nisan Rasya.
"kamu tau gak, gara-gara kamu aku jadi dingin lagi kayak dulu. Pasti mereka sedih karna perubahan sikap aku, aku salah yah Aya? Jawab dong, kok diem ajah sih"kata Christy seolah dirinya sedang berbicara pada Rasya.
Air mata Christy lagi dan lagi jatuh tanpa izin, Christy ingin berbicara pada Rasya tapi itu tidak mungkin. Christy rindu pada Aya nya itu, tidak salah kan merindukan seseorang?
Christy meremas rok sekolahnya, berharap isakannya tidak terdengar. Hati Christy sangat sakit jika mengingat wajah Rasya prianya.
"kenapa kamu ninggalin aku Ay kenapa gak bawa aku sekalian hiks hiks"kata Christy dengan isak tangisnya.
"kamu egois Aya, kamu bilang aku harus nepatin janji untuk selalu bahagia. Tapi kamu justru ingkarin janji dan pergi ninggalin aku"kata Christy meremas kuat tanah kuburan di makam Rasya.
"kamu juga egois karna cuma memikirkan perasaan kamu saja dan tidak perduli pada orang lain. Bahkan kamu jauh lebih egois dari pada dia"kata seseorang yang berdiri dibelakang Christy, Christy berbalik dan melihat siapa ya g berbicara barusan.
__ADS_1
Dia adalah....
"kamu"