
Cafe RD
Author pov
Jam sudah menujukan pukul 5 sore. Tapi Michel belum juga datang dicafe. Rasya menunggu bersama Fara. Kenapa Fara ikut, karena Fara tahu pasti emosi Michel akan sulit dikendalikan.
Rasya menunggu dengan wajah khawatir, Rasya takut Michel tidak datang sore ini. Jni waktu yang tepat untuk Rasya, memberitahu semuanya pada Michel. Karena setelah Rasya pergi nanti, hanya Michel yang bisa membahagiakan Christy.
"jangan tampilkan wajah khawatir lo"kata Fara, yang memperhatikan wajah khawatir Rasya.
"apa lo yakin, Michel mau datang?"tanya Rasya.
"gue gak bisa pastiin. Yang penting sekarang, kita tunggu ajah dulu"kata Fara, mengelus lengan Rasya.
Baru saja Rasya ingin meminum jus pesanannya, tiba tiba ada 6 orang pria tampan yang masuk kedalam cafe, dan berdiri tepat dimeja milik Rasya dan Fara.
Mereka adalah Raka dkk. Fara dan Rasya terkejut, melihat Michel mengajak Raka dkk. Bahkan Rasya melihat, ada Revano kakak kandung Christy.
Rasya berusaha menampilkan wajah datarnya, Rasya tidak boleh terlihat mengejek dihadapan mereka semua.
"kamu ngapain, ketemu sama cowok bre**sek ini?"tanya Raka, menatap kesal kearah Rasya.
"duduklah dulu. Biar Rasya yang jelaskan"kata Fara, berusaha membuat Raka tenang.
"mba. Sambung 4 meja kemeja saya"kata Fara pada pelayan.
Setelah meja sudah cukup luas dan ada beberapa kursi. Mereka semua duduk membentuk lingkaran. Bahkan Fara sudah menyuruh anggota KC, untuk mengosongkan seisi cafe agar tidak menjadi tontonan. Mereka semua saling tatap, Michel menatap Rasya dengan penuh kebencian.
"buat apa lo nyuruh Michel nemuin lo?"tanya Raja, yang langsung pada intinya.
"katakan apa yang lo mau katakan. Jangan buang-buang waktu. Kami tidak ingin membuang buang waktu, hanya untuk cowok bre**sek kayak lo"kata Raka, menatap Rasya sinis.
"kasih gue waktu satu bulan. Buat kembali sama princess"kata Rasya, membuat Michel benar-benar emosi sekarang.
"bre**sek, lo gak malu hah? Dengan entengnya lo mau ngambil Chris dari gue"kata Michel, memukul meja cukup keras.
"hanya satu bulan. Gue mohon"kata Rasya, terus memohon pada Michel.
"lo fikir, adek gue barang. Seenaknya mau lo opor-opor hah"kata Raka yang juga emosi.
"hanya satu bulan. Hanya itu yang gue mau, sebelum gue pergi"kata Rasya menatap Raka dan Michel, dengan tatapan sendunya.
__ADS_1
"kalau lo mau pergi, yaudah pergi ajah"kata Revano, tidak terima dengan apa yang Rasya katakan.
"ini yang terakhir kalinya. Gue mohon sama kalian"kata Rasya, terus memohon. Tidak memikirkan harga dirinya, yang sudah sangat jatuh.
"emang lo mau mati? Pake acara bilang terakhir kali. **** lo"kata Fikra, yang juga menjadi kesal karena Rasya
"tuhan udah netapin takdir gue. Dan ternyata, Chris bukan takdir gue. Tapi lo Michel"kata Rasya, membuat Michel menatapnya bingunh.
"jangan buat kita bingung"kata Michel, menatap Rasya tajam.
"gue sakit Cel, Ka, ja"kata Rasya menatap ketiganya.
"maksud lo? Jelasin semuanya, jangan buat kita bingung"kata Revano, yang menjadi penasaran dengan apa yang Rasya katakan.
"gue punya penyakit kelainan dijantung. Cairannya menyebar hampir keseluruh tubuh gue, dan dokter udah bilang umur gue cuma bertahan satu bulan. Gue cuma mau jalanin hari-ari terakhir gue, sama orang yang gue cintain. Itu ajah"kata Rasya sendu, membuat mereka sangat terkejut. Michel seketika terdiam, bingung harus berkata apa lagi.
"lo sakit, tapi gak bilang. Apa ini, alasan lo pergi 10 tahun lalu?"tanya Raka menatap Rasya.
"iya, makanya gue gak pernah keluar rumah. Tapi saat gue ketemu Chris, ada secerca harapan di hati gue, buat sembuh dan bisa bareng-bareng Chris. Tapi nyatanya, tuhan punya rencana lain"kata Rasya, berusaha menahan air matanya yang sebentar lagi akan jatuh.
"lo jahat Rasya. Lo buat adek gue sedih selama ini, dan sekarang lo mau pergi lagi"kata Raja, mengingat kejadian-kejadian dimana Christy selalu mengingat Rasya, mencarinya setiap waktu berharap bisa bertemu.
"gue mohon bantu gue"kata Rasya, menatap Michel dkk, terus memohon berharap mereka mau membantun
"hanya ini keinginan terkahir gue. Raka, Raja, Michel gue mohon bantu gue"kata Rasya
"aarrghh"teriak Rasya, memegang dadanya yang terasa sangat sakit.
Seketika, badan Rasya ambruk kelantai. Fara panik, melihat Rasya yang sudah terbaring lemas.
"angkat dia cepat"kata Fara, menatap Michel dkk yang juga terkejut.
Fikra dan dimas, langsung mengangkat tubuh Rasya keluar dari cafe. Rasya langsung dibawah ke RD hospital milik Christy, yang tidak jauh dari cafe.
Hanya butuh waktu 5 menit, mereka sudah sampai dirumah sakit. Rasya langsung ditangani oleh dokter, cukup lama Fara dan yang lain menunggu diluar. Mereka semua khawatir, dengan kondisi Rasya
Rasa penyesalan dialami Raka dan Raja, sungguh mereka tidak menyangka, jika sahabat kecil mereka itu sedang bertarung melawan pentakitnya
Sangat bodoh, fikir the twins. Sungguh mereka ingin meminta maaf, jika selama ini berfikir tidak baik pada Rasya.
"apa sekarang kalian udah percaya? Disaat Rasya benar-benar lemah"kata Fara, menatap Michel dkk.
__ADS_1
"maaf. Aku minta maaf, aku gak tau Far"kata Raka menatap kekasihnya itu.
"gue mohon, bantu dia kali ini ajah. Hanya satu bulan Raka, satu bulan hiks hiks hiks"kata Fara lalu tangisannya pecah begitu saja. Raka langsung memeluk kekasihnya itu, berusaha menenangkannya.
"kami akan membantunya"kata Raka menatap Michel yang duduk dengan wajah datarnya.
Tiba-tiba dokter dan dua suster, keluar dari ruangan tempat Rasya di periksa.
"bagaimana dengan teman saya dok?"tanya Raja, menatap dokter itu.
"dia lupa meminum obatnya. Itu yang menyebabkan penyakitnya kambuh. Saya sarankan, jangan buat fikirannya tertekan dan pastikan dia selalu meminum obatnya tepat waktu"kata dokter itu.
"jangan beritahu pada Chris, jika kami disini"kata Raka, pada dokter itu.
"baik tuan. Kalau begitu, saya permisi"kata dokter itu, menunduk hormat pada Raka.
Mereka semua langsung masuk kedalam, melihat Rasya yang tidur diaatas brankar dengan wajah pucatnya.
Ada selang infus ditangannya, dan beberapa alat medis yang tertempel didadanya. Fara tidak tega, melihat pria yang dicintai sahabanya itu ada dikadaan paling lemah saat ini. Fara menatap sendu tubuh Rasya, yang terlihat pucat dan lemah.
"maafin gue Rasya"kata Raja dan Raka bersamaan.
Tiba-tiba Rasya membuka kedua matanya perlahan, Rasya melihat cukup banyak orang yang ada disampingnya. Rasya tersenyum, menatap satu persatu Raka dkk dan Fara.
"hanya satu bulan. Setelah itu, lepaskan dia untuj gue"kata Michel tiba-tiba, membuat mereka cukup terkejut.
"lo yakin, sama keputusan lo?"tanya Rasya lemas, berusaha untuk duduk.
"mungkin saat ini, yang lo butuh hanya chris. Jika memang dia bukan takdir gue, gue ihklas. Semua alur ini sudah diatur, kita tinggal mengikutinya seperti air sungai yang mengalir mengikuti arus"kata Michel tersenyum tulus kepada Rasya. Hatinya terasa hancur, namun dia berusaha tersenyum.
"makasih Cel. Gue rasa setelah gue pergi nanti, gue gak perlu khawatir. Karena ada lo yang jagain princess"kata Rasya, membalas senyuman Michel.
"jangan terlalu memikirkan kata dokter-dokter itu, mereka bukan tuhan yang bisa memutuskan umur lo"kata Michel, menepuk perlahan pundak Rasya.
"tapi untuk saat ini, hanya perkataan mereka yang harus gue percaya. Mungkin benar kata pepatah, mencintai tidak harus memiliki"kata Rasya.
"gunakan waktu yang ada, untuk membuat kenangan indah. Jangan sia- siakan waktu lo. Gue pamit"kata Michel, lalu keluar dari ruangan itu
Mereka semua terdiam, melihat punggung Michel yang menghilang bersama tertutupnya pintu. Ada rasa tidak enak dihati Rasya, Rasya tau ini pasti menyakiti hati Michel. Tapi Rasya hanya ingin Christy disampingnya. Untuk terakhir kali.
"maaf, karena buat salah seorang dari kalian tersakiti. Bahkan kalian berdua tersakiti disini, gue juga tersakiti disini. Gue akan pergi, disaat semuanya sudah selesai. Maaf jika menyakiti kalian"batin Rasya
__ADS_1
"gue harus kuat, ini demi kebahagiaan chris dan permintaan terakhir Rasya. Jika memang dia bukan takdirku. Aku mohon tuhan, buat dia bahagia bersama pria yang dicintainya"batin Michel.