
Author pov
Hari ini Christy, sedang berada dimansion miliknya. Tempat rahel tinggal saat ini. Anak yang hari itu diselamatkannya.
Hari ini, adalah hari ulang tahun Rahel. Christy, sudah menyiapkan sebuah acara besar-besaran.
Tamu yang diundang, adalah teman-teman baru Rahel, yang ada disekolahnya. Rahel membantu Christy menyiapkan pesta ini. Rahel sungguh bahagia, ini pertama kalinya dia merayakan ulang tahunnya.
"kak. Tau gak, tadi waktu disekolah, banyak banget yang ajak aku berteman"kata Rahel, sambil menghias tangga dengan pita-pita cantik.
"oh yah. Berarti sekarang, teman kamu udah banyak dong"kata Christy tersenyum manis.
"banyak banget kak. Tapi tau gak kak, kalau lagi istirahat mereka tuh pada mainin benda kotak panjang, terus tipis. Aku lupa namanya kak, apa yah?"tanya Rahel, mengingat apa yang mau dikatakannya.
"maksud kamu, Handphone?"tanya Christy, membuat Rahel mengangguk.
"nah, itu namanya kak. Mereka tuh asik banget main gituan, tapi menurut aku lebih asik baca buku, sambil nyanyi deh kak"kata Rahel, membuat Christy gemas melihat tingkah adiknya itu.
"dizaman sekarang, handphone itu pasti dimiliki semua orang. Karena itu media komunikasi. Nanti kakak beliin kamu HP, supaya kamu gampang hubungin kakak"kata Christy, seketika Rahel justru menggeleng tidak mau.
"tapi kata temen-temen aku, harganya mahal kak. Mendingan gak usah deh, kan kakak tiap hari kesini. Jadi gak usah dihubungin lagi"kata Rahel
"kakak, gak bisa tiap hari kesini. Kakak banyak kerjaan, dan kakak juga masih sekolah. Hp itu penting buat kamu, karena hp bisa buat cari pelajaran yang kamu gak ngerti Rahel"kata Christy, membuat Rahel berfikir sejenak.
"berarti, hp bisa bantu rahel. Bantu buat ngerjain tugas gitu, wah keren banget kak"kata Rahel antusias.
"tapi, kamu jangan terlalu bergantung sama hp. Buat otak kamu bekerja okey"kata Christy, mencubit pipi Rahel.
"siap kak"kata Rahel, dengan sangat menggemaskan.
"kak, sebentar lagi temen-temen aku mau datang. Kakak siap-siap yah, aku juga mau siap-siap"kata Rahel, yang sudah sangat tidak sabar.
"okey. Kamu pake baju, yang kakak udah siapin di kamar kamu yah"kata Christy
"yaudah, kalau gitu rahel kekamar dulu. Siap- siap yah kak"kata Rahel, lalu berlari menaiki tangga menuju kamarnya.
Christypun juga ikut bersiap-siap, untuk acara hari ini. Christy akan berpenampilan elegan, untuk terlihat perfect didepan Rahel dan tamu-tamu.
Soal teman-teman Christy, mereka tidak ada yang tahu jika christy merawat seorang anak perempuan dimansionnya.
Christy rasa, kehadiran Rahel tidak untuk diketahui orang. Karena Christy, sudah memiliki rencananya sendiri.
Suatu saat, Rahel lah yang akan meneruskan semuanya. Dan akan memiliki, semua milik Christy. Itu adalah tujuan Christy.
Bahkan, Christy berniat untuk mengajari Rahel bela diri. Agar bisa menggantikan posisinya, sebagai leader KING COBRA.
Mungkin, terdengar sangat tidak mungkin. Tapi bagi Christy, semua yang dilakukannya pasti akan berjalan lancar. Tanpa ada halangan.
30 menit Christy bersiap. akhirnya, Christy sudah selesai. Christy langsung pergi, menuju kekamar Rahel. Untuk melihat adiknya itu.
Christy masuk kedalam kamar Rahel. Christy melihat Rahel, yang sedang didandan oleh orang-orang salon. Yang Christy panggil khusus, untuknya dan juga Rahel.
Karena umur Rahel yang masih terlalu muda, Rahel didandan dengan dandanan yang tidak terlalu menor. Jadi wajah Rahel, masih terlihat natural. Setelah selesai didandan, Rahel langsung meminnta pendapat dari Christy
"kak, aku cocok didandan gak?"tanya Rahel, membuat Christy melihatnya dari atas hingga bawah.
"kamu cantik banget Rahel"kata Christy, membuat Rahel tersipu malu.
__ADS_1
"kakak beneran? Duh, Rahel malu"kata Rahel, membuat Christy gemas.
"mau didandan atau gak, wajah kamu emang udah cantik Rahel"kata Christy, lalu merangkul Rahel keluar dari kamar.
"sekarang, kita turun. Temen-temen kamu, udah pada nunggu dibawah"kata Christy
Christy dan Rahel, jalan berdampingan menuruni satu persatu anak tangga. Teman-teman Rahel dan juga orangtua mereka, menatap keduanya dengan tatapan kagum.
Christy yang terlihat cantik dan angkuh. Dengan dress berwarna merah maron, sebatas lutut, rambut yang di urai lurus. Menambah kesan sexy padanya.
Sedangkan Rahel, dia memakai dress setinggi lutut, berwarna biru navy. Rambut yang di diikat rapi kebelakang, make up tipis dan bibir pink asli miliknya. Membuatnya terlihat sangat cantik dan menggemaskan diwaktu yang bersamaan.
"hari ini, adalah hari ulangtahun adik saya. Jadi saya mau, kalian semua menikmati pesta ini. Dan untuk Rahel, kakak ucapin selamat ulangtahun. Makasih karena sudah hadir dihidup kakak"kata Christy lalu memeluk Rahel
"makasih, karena kakak udah buat hidup Rahel lebih berwarna. Rahel harap, kakak akan selalu ada disisi Rahel. Janji?"kata Rahel, mengangkat jari kelingkingnya.
"kakak gak bisa janji Rahel"kata Christy membuat Rahel sedih
"tapi kenapa? Memangnya, kakak mau ninggalin Rahel?"tanya Rahel sendu
"umur seseorang, tidak ada yang mengetahuinya. Kakak takut, kalau kakak janji dan suatu saat kakak ingkarin janji itu. Untuk sekarang, Rahel gak usah khawatir. Kakak akan selalu ada buat Rahel"kata Christy.
"gabung sana, sama temen-temen kamu. Ajakin ngobrol, supaya lebih akrab"kata Vhristy
Rahel langsung bergabung bersama teman-temannya, Christy hanya tersenyum melihat Rahel dari kejauhan. Christy juga, mengajak orangtua teman-teman Rahel mengobrol.
Hari ini Rahel sangat bahagia, melihat banyak orang yang merayakan ulangtahunnya. Christy juga senang, melihat Rahel bahagia. Kaena pesta ulangtahun yang dibuatnya.
"tidak salah, jika kakak milih kamu untuk meneruskan semua milik kakak. Krena kakak yakin, kamu pantas untuk semua ini. Kakak harap suatu saat nanti, ketika kakak sudak tidak didunia ini lagi, kamu akan selalu ingat sama kakak. Kakak harap kamu akan selalu jaga, orang-orang yang kakak sayang"batin Christy, sambil melihat Rahel yang tertawa bahagia. Bersama teman-temannya.
Tidak terasa, hubungan Christy dan Michel sudah berjalan satu bulan lamanya.
Hubungan mereka diwarnai kebahagiaan, Michel selalu punya cara, untuk membuat Christy behagia.
Dinding ES yang ada dihati Christypun, perlahan mulai mencair karena kehadiran Michel. Rasa sayang? Entah lah, hanya Christy yang tahu tentang isi hatinya.
Hari ini Christy dan Michel janjian untuk jalan-jalan ketaman, yang ada diidepan mansion Raymond.
Taman itu, selalu ramai jika sore hari. Christy dan Michel, duduk dibangku taman. Sambil memandangi anak-anak yang bermain ditaman itu.
"Chris, gak kerasa yah. Hubungan kita, udah sebulan ajah"kata Michel
"iya Cel. Aku juga gak nyangka, kalau aku bakal pacaran sama kamu"kata Christy menatap Michel.
"asal kamu tahu Chris. Selama ini aku tuh, kalau pacaran gak nyampe 1 bulan"kata Michel, terkekeh.
"emang dasar kamunya playboy Cel"kata Christy, tersenyum pada Michel.
"tapi, waktu aku ketemu kamu, hati aku tuh cuma buat kamu sayang"kata Michel mengacak rambut Christy.
"modus lagi kamu"kata Christy, mencubit perut Michel.
"tapi, senengkan dimodusin sama aku"kata Michel mencubit pipi Christy.
"sotoy kamu"kata Christy, tersenyum tipis.
"emang benerkan, kamu seneng kalau dimodusin aku. Ngaku ajah deh"kata Michel, terus saja menggoda Christy.
__ADS_1
"udah cel. Dibilang gak juga"kata Christy cemberut, karena Michel terus menoel-noel pipinya.
"iya iya, jangan cemberut dong. Mulut dimaju-majuin, minta dicium?"tanya Michel, membuat Christy mencubit perutnya.
"ih michel dasar mesum"kata Christy
CUP
Mata Christy membulat sempurna, saat michel mengecup bibirnya.
Michel langsung tersenyum, melihat pipi Christy yang merah karena malu.
"Michel, kamu gila banget sih. Ditempat rame gini, malah main nyium-nyium ajah"kata Christy menyembunyikan wajahnya karena malu.
"gila karena terlalu cinta sama kamu"kata Michel, menggoda Christy.
"Cel malu tau"kata Christy
"ngapain malu, aku nyium pacar aku. Emang salah? Emang kamu mau, aku nyium cewek lain?"tanya Michel
"berani nyium cewek lain yah? Yaudah, putus ajah dari aku kalau gitu"kata Christy, mencoba untuk mengerjai Michel.
"becanda kali Chris. Ngambekan amat"kata Michel memeluk Christy dari samping.
"bercandaannya gak lucu"kata Christy menahan tawanya.
"yaudah, gimana sebagai permintaan maaf. Aku beliin kamu es krim disitu"kata Michel, menunjuk penjual es krim yang ada dipinggiran taman.
"kalau itu aku mau. Ayo cepetan"kata Christy, lalu berlari membuat Michel sedikit terkejut.
"Chris jangan lari. Nanti kamu jatuh"kata Michel, berlari menyusul Christy.
Christy tetap berlari, karena terlalu semangat saat melihat ada penjual es krim. Christy berlari dan tidak melihat sekeliling, membuatnya menabrak seorang pria.
BRUK
"CHRISTY"teriak Michel, lalu berlari kearah Christy. Membantunya berdiri.
"Chris, kamu gak apa-apakan hmm? Ada yang sakit? Hilang sama aku?"tanya Michel khawatir.
"lo kalau jalan lihat-lihat dong"kata Michel pada pria yang ditabrak Christy.
"maaf, saya tidak sengaja"kata pria itu sambil menunduk.
"suara itu"kata Christy, lalu menatap pria itu. Mencoba melihat wajahnya, namun sedikit sulit.
"kenapa chris? Kamu kenal sama dia?tanya Michel
Pria itu, langsung membuka topi yang menutpi wajahnya, dan kacamata hitam yang dipakainya sedari tadi.
Christy terkejut bukan main. Sungguh pemandangan didepannya ini, sangatlah mengejutkannya.
Orang yang selama ini dirindukannya,orang yang selama ini ditunggunya, dan orang yang selama ini menjadi alasan terbuatnya dinding es dihati seorang christy walton raymond.
Dia adalah.....
"Aya"kata christy dengan wajah terkejut bercampur sendu
__ADS_1